
Setelah sampai dirumah
"Mul, dang, dari mana aja sih"
"Dadang juga gak tau cing pokoknya tadi ada banyak motor dan bal..."
"Ehm dang katanya kau ingin kupijit karna capek kan dari Bandung ke Jakarta yaudah ayo masuk, kita duluan ya cing" ucap Mulder seolah menghindar
Keesokan harinya karna kuliah masuk sore maka paginya Dadang membantu Mulder menyeting motornya untuk balapan liar lagi dan menantang faldi
"Mul, dang, dari mana aja sih"
"Dadang juga gak tau cing pokoknya tadi ada banyak motor dan bal..."
"Ehm dang katanya kau ingin kupijit karna capek kan dari Bandung ke Jakarta yaudah ayo masuk, kita duluan ya cing" ucap Mulder seolah menghindar
Keesokan harinya karna kuliah masuk sore maka paginya Dadang membantu Mulder menyeting motornya untuk balapan liar lagi dan menantang faldi
"Mul, semalem itu kita ada dimana sih?"
"Itu tempat balapan liar dang"
"Apa? Balapan liar...."
"Huuus dang jangan keras-keras ntar yang lain tau"
"Emang kenapa kalo yang lain tau Mul"
"Bahaya lah dang.."
"Tapi.."
"Udahlah dang" sembari memeluk dadang
"Ciyeee mau donk dipeluk" ucap cacing
tiba-tiba membuat Mulder dan Dadang kaget
"Mau kemana cing?"
"Mau ke warung beli nasi bungkus kalian mau juga gak?"
"Boleh deh cing"
Ketika malam tiba Dadang dan Mulder pergi menuju tempat balapan lagi
"Dang.. Mul.. mau kemana kalian?"
"Jalan bentaran cing" ucap Mulder
Sesampainya di tempat balap liar Mulder menantang kembali faldi dan benar Mulder menang untuk kali ini tapi saat setelah menang tibalah seorang yang tak dikenal dengan pakaian lengkapnya Mulder bertanya pada faldi
"Itu siapa?"
"Oh itu.. dia raja balapan liar sini.. dan sampai sekarang masih belum ada yang bisa ngalahin dia di trek"
Merasa tertantang Mulder mencoba melawan yang tak dikenal siapa itu
Dan Mulder kalah.. orang itu langsung meninggalkan lokasi balap liar tersebut
Karna merasa penasaran Mulder dan Dadang mengikuti kemana perginya orang tersebut sampai berhenti pada depan gerbang sebuah rumah dan saat membuka helm ternyata seorang wanita
"Yaa Mul.. kau kalah sama perempuan"
Mulder hanya diam dan merasa penasaran.. besoknya Mulder mendatangi rumah tersebut dan memberikan bunga pada gadis itu dan merasa heran karna ucapan Mulder
"Hai.. kau yang balapan sama aku kemaren kan? Nih buat kau"
Tanpa basa-basi wanita itu menutup pintunya
Keesokan harinya saat dirumah hanya ada Mulder dan Dadang saat Dadang menonton televisi Dadang memanggil mulder yang sedang mandi dan dengan sehelai handuknya Mulder menemui Dadang
"Kenapa dang?"
"Sini duduk deket Dadang"
"Kenapa?" Sembari duduk
"Dadang bingung deh mul.. kita kok bisa masing-masing gini.. kau cacing ciko sama coki udah gak sejalan.. sibuk masing-masing.. kalo gini mending dadang pulang aja ke Bandung"
"Jangan donk dang.."
"Capek Dadang mul" lalu berdiri
Dan Mulder memeluk dadang tapi handuk yang dipakainya terjatuh
"Astaga Mul" menutup matanya
Mulder berlari ke kamar mandi lagi
Tiba-tiba cacing datang bersama ciko dan coki
"Dang.. gawat dang"
__ADS_1
"Ia cing emang gawat kenapa?"
"Loh emang kau sudah tau dang?"
"Tau lah cing kan tadi Dadang liat sendiri"
"Liat naon atuh dang mirip dukun"
"Emang maksut cacing tau apa?"
"Eh blegug.. ya soal Doni adik Lala lili pacarnya ciko coki diculik dang"
"Apa cing?"
"Besok siang kita mau mencari"
"Dadang ikut boleh cing?"
"Boleh dang"
Karna mendengar percakapan mereka Mulder berkata
"Yaudah aku ikut bantu juga"
"Bener nih dang?"
"Bener"
Esoknya mereka mencari dimulai dari sekolahnya dan saat merasa lapar mereka menuju penjual gorengan diserang sekolah Doni dan bertanya pada penjualnya
Dan penjual bilang memang ada seorang yang tak pernah terlihat disekitar sekolah tiba-tiba datang dan menarik paksa doni..
oh ya Doni masih duduk di bangku sekolah dasar yaa.. dan ditengah perjalanan saat mencari Doni tiba-tiba dihadang dengan orang yang kemaren membuat onar saat malam Minggu bernama Dika.. dengan kesal cacing turun dari mobil
"Hei kau mau cari masalah? sekarang waktu yang tidak tepat kau paham"
"Enggak gitu cing.. gini.. soal itu oke kita anggap aja ini selesai masalahnya sekarang gua tau lu lagi nya adik temen lu kan?"
"Kok lu tau?"
"Yaa karna adik gue kan temen adik temen lu yang diculik dan sampai sekarang belum pulang dari kemaren pasti penculiknya orang yang sama deh cing"
"Jadi maksutlo mau gabung"
"Boleh?"
"Yoyooooi"
Saat dicari ke Ancol
"Alhamdulillah akhirnya Dadang tau sama Ancol"
Dadang pun berpisah dengan yang lain menaiki kereta gantung bersama dua anak kecil yang bernama Doni saat berkenalan Dadang merasa kenal dengan nama itu tapi lupa siapa..
Saat yang lain sadar Dadang tak bersama mereka Dadang memanggil cacing dan yang lain dari atas kereta gantung dan faldi yang menyadari Dadang bersama Doni bernapas lega
Saat Dadang dan doni dan adik Dika turun Dadang bingung kenapa semua senang ternyata yang bersama Dadang adalah yang dicari nya dan yang lain
Setelah misi nya selesai cacing darah Mulder ciko dan coki sedang membersihkan depan rumah tiba-tiba bapak dadang datang
"Dang?" Sedikit teriak
"Dang.. kok familiar?"
"Gamungkin bapak Dadang kesini"
"Dadang" dengan sedikit teriak lagi
Saat menoleh kearah pemilik suara benar.. ternyata bapak Dadang
"Iya pak.. Dadang pulang sekrang" dengan gemetar Dadang menjawab
Dadang menghampiri bapak dan yang lain mengikuti karna takut Dadang kenapa-napa
"Iya pak Dadang beresin barang dulu"
"Eh gausah dang.. bapak udah berpikir bahwa kamu lebih baik kuliah dijakarta saja.. nak Mulder.. cacing.. dan ciko coki Om titip dadang yaa"
"Siap Om.. oh ya Om ini apa?"
Sembari membuka mobil box berisi motor yang mereka sudah jual
"Kalo nak Mulder bisa memberikan kejutan buat Sahabat nya kenapa bapak gak bisa beri kejutan juga buat anak kesayangan om ya ga?"
"Berarti ini dari Mulder"
Merek saling berpelukan..
Dan mobil tetap ada untuk sewaktu-waktu diperlukan sedangkan motor mereka kembali dan saat motor mereka kembali mereka menuju taman dekat dengan rumah mereka ciko dan coki bertemu Lala dan lili sedangkan Melinda terlihat membawa bunga dan cacing menghampiri nya tapi justru Melinda menghampiri Mulder
"Mungkin maksut kau ingin memberikan bunga ini pada kakakku" sembari menunjuk perempuan yang baru datang
Mulder bingung
__ADS_1
Dan wanita itu ternyata saudara kembar.. Melinda bersama cacing dan Mulder bersama kembaran Melinda sedangkan Dadang?
"Ah kalian bikin Dadang iri.. tapi gak apa-apa kan Dadang punya bapak"
Dan mereka pun sering bersama..
Tak terasa waktu berlalu dengan cepat
Hari ini adalah hari kelulusan mereka dan mereka disibukkan dengan pekerjaan masing-masing
Cacing bekerja di Perusahaan asuransi
Mulder bekerja di perusahaan perairan milik bapaknya
Dadang bekerja di toko persediaan bengkel
Ciko dan coki bekerja di restoran..
Karna kesibukan masing-masing membuat mereka jarang berkumpul sekalipun sering bertemu dan hanya ciko dan coki yang masih dengan Lala lili berpasangan yang lain ptus karna kesibukan yang jauh berbeda
Hingga suatu insiden terjadi
Ciko coki harus keluar dari pekerjaan nya karna tidak melayani pembeli dengan baik
Dadang harus keluar dari pekerjaan nya karna pergi lama dan saat kembali tidak membawa pesanan untuk barang yang akan dibeli
Sedangkan Mulder keluar dari pekerjaan nya karna menurutnya bapak Mulder konspirasi
Dan cacing.. karna sering bermasalah karna sering telat membuatnya hampir dikeluarkan oleh atasan tapi pemilik perusahaan mendatangi cacing..
"Caca Sutarya..."
"Eh pak" sembari mencium tangan
"Caca Sutarya.. kau tau ini apa?" Menyodorkan tumpukan map biru
Dan cacing menggeleng
"Ini adalah klaim asuransi dari Bandung.. geng motor disana sering bikin onar di perusahan kami sehingga banyak kerusakan yang harus saya tanggung"
"Lalu hubungannya dengan saya apa ya pak? Lalu apa yang harus saya lakukan"
"Saya tau kamu punya geng motor dan saya minta kamu bawa geng motor mu ke Bandung untuk membuat para geng motor itu berhenti berbuat onar"
"Tapi pak..."
"Masalah kerja kamu disini gampang.. itu biar jadi urusan saya dan untuk biaya selama kalian disana biar saya yang tanggung"
"Baik pak"
Ditempat berbeda saat di markas berkumpulnya road Devils.. tiba-tiba datang jendral pemimpin mereka..
"Jendral gooo jendral" mereka terus meneriakkan nama jendral..
"Woy biasa aja kalik ketemu jendral kaya ketemu presiden.. norak"
"He siapa nama lo?"
"Barokah"
"Eh barokah borokokok.. jaman lo yang mimpin kita semua kere.. dan sekarang dia yang pumpung liat nih hape gue touchscreen.." sembari menunjukkan hape
"Udah sono cuci motor gue.. gue mau ngedate... Hahaha" ledeknya
Cacing meminta yang lain untuk berkumpul dan mereka menyanggupi karna memang sudah tidak sibuk.. setelahnya berkumpul
"Ada apa cing?" Tanya dadang
"Kalian sibuk gak?" Tanya cacing balik
"Ya gak lah cing.. kita kan sudah berhenti"
"Kan kita pernah cerita cing" ucap ciko
"Oh yaa lupa.. gua kasih tawaran kalian buat ikut gua melancarkan misi kebandung"
"Misi apa cing?"
Cacingpun menjelaskan dan yang lain mengerti..
beberapa hari kemudian
Hari ini adalah hari keberangkatan cacing dan yang lain ke Bandung tapi saat mereka sudah siap dengan pakaian lengkap dengan motornya tiba-tiba terdengar suara telpon berdering karna semua nada suara panggilan masuk mereka sama kelima nya membuka handphonenya bersamaan dan ternyata milik cacing
"Halo cacing.. saya tau kamu sudah siap bukan?"
"Iya pak ini sudah mau berangkat"
"Yaudah kamu tunggu saya bentar lagi ada yang jemput"
Selang beberapa menit mobil butut datang untuk menjemput.. secara bersamaan cacing dan yang lain menepuk keningnya
Saat diperjalanan cacing yang melihat sopir ternyata itu adalah beti disana
__ADS_1