Satu Nama Sebuah Kisah

Satu Nama Sebuah Kisah
Abra #2


__ADS_3

"You know, he is my colleague, he joined my business, so don't go rude" jawab Abra


(Anda tahu, dia adalah rekan saya, dia bergabung dengan bisnis saya, jadi jangan kasar)


"you.. You, just leave him from this business, or you just go out, open it yourself, you have a lot of money, why work together"


(Anda, tinggalkan saja dia dari bisnis ini, atau Anda yang keluar, buka sendiri, Anda punya banyak uang, mengapa bekerja sama)


"no, now you go if only you will do a problem here"


(tidak, sekarang anda yang pergi kalau membuat masalah disini)


"Abra.. Did you tell me to leave?"


(abra.. kamu menyuruh saya pergi?)


"yes, you go!"


(ya, pergi !)


"Abra, you have never been rude like this to me"


(abra, kamu tidak perna ya sekasar ini padaku)


"because iam tired, with your attitude that humbles me"


(karna aku lelah, dengan sikap kamu yang terlalu merendahkan saya)


"okay, do you want us to break up?"


(oke, apa kamu ingin kita putus?)


"okeh, we really better break up, leave here now !"


(oke, sebaiknya kita memang putus, pergi dari sini sekarang!)


"Abra.. you kidding, right? "


(abra.. kamu bercanda, kan?)


Abra menarik tangan Niken dan memintanya pergi dari restorannya...


"are you alright?" tanya Abra kepada Ayudia


(apa kamu baik-baik saja?)


"yes.. i fine" jawab Abra


(aku baik)


"You shouldn't be rude like that" ucap Ayudia


(kamu seharusnya tidak bersikap kasar seperti itu)


"I don't know, I'm dizzy"


(saya tidak tau, saya pusing)


saat Abra menuju ruangannya dan merebahkan tubuhnya diatas sofa,  Ayudia membuatkan milk cheese kesukaannya..


"this your drink" kata Ayudia


(ini minum untukmu)


"em.. what this is?"


(apa ini?)


"I made, if I think a lot, I make this, more relaxed, don't know what the connection is, but maybe because I like it"


(Saya membuat, jika saya banyak berpikir, saya membuat ini, lebih santai, tidak tahu apa hubungannya, tapi mungkin karena saya menyukainya)


setelah mencoba.. dan itu memang enak.. entah mengapa membuat setiap kali meminum buatan dari Ayudia, ia selalu merasakan sangat nikmat


"how can cheese and milk be one drink"


(bagaimana bisa keju dan susu menjadi satu minuman?)


dan Abra baru menyadari kelebihan Ayudia pada dessert dan juice (makanan penutup dan jus)


membantu Abra untuk melupakan masalahnya, Ayudia mengajak Abra ke minimarket membeli kebutuhan restoran dan membeli beberapa keju dan susu untuk dibuat juice dan dibagikan kepada para pekerja mereka


dan setelah membagikan minuman..


karna semua pekerja di resto ikut senang mendapat minuman seenak itu gratis, membuat Abra pun turut senang, Abra seketika melirik kearah Jira yang sedang tersenyum lebar disana


"thank you for being the reason I can smile again" ucap Abra dalam hati


(terimakasih telah menjadi alasan mengapa aku bisa tersenyum lagi)


Abra menyentuh tangan Ayudia


"mau kah.. maukah kamu.. menjadi.. pacar aku.." ucap Abra


Abra mencoba menyatakan perasaannya dengan ucapan bahasa indonesia walaupun masih tersendat sendat


"you... speak?"


(kamu..   ngomong?)


"will you be my girlfriend?"

__ADS_1


(apa kamu mau jadi kekasihku?)


"no ... I want to hear you repeat what you said earlier ..."


(tidak.. aku ingin mendengar kamu mengulangi ucapan mu yang sebelumnya)


"difficult"


(sulit)


"come on"


(ayolah)


"okay.. emm. ehemm... mau kah.. you.. em kamu maukah kamu jadi girlfriend me.. emm jadi girlfriend, emm pacar aku"


"em... yes.. i will"


(emm.. yaa.. aku mau)


"seriuosly?"


(serius?)


"really"


(sangat)


keduanya pun saling memeluk erat


keduanya memutuskan menjadi kekasih..


mereka menjalani hari hari bersama, bahkan tak ragu untuk Abra mengenalkan sosok Ayudia kepada teman temannya


tapi malah membuat kesal Ayudia karna Abra di tongkrongannya ternyata bisa mengerti jika orang lain mengatakan dengan bahasa indonesia


saat bubaran..


"kamu tau soal mereka bicara bahasa indonesia? padahal aku tau teman kamu tidak ada yang pakai bahasa inggris loh" kata Ayudia


"hehe" ucap Abra


"bohongi aku?"


"no, no babe" kata Abra


Abra menjelaskan jika ia memang tau semua memakai bahasa indonesia membicarakan apa tapi ia tidak tau bagaimana cara nya berbicara


hari terus berjalan, melakukan kesehariannya dimana bahkan Ayudia tak segan mengenalkan kembali kepada Amalia tentang status baru nya dengan Abra


Amalia memberikan respon juga sangat baik, dan menerima saja keputusan anaknya


dan tiba saatnya dimana fakta mengejutkan didapat oleh keduanya jika sebenarnya Ayudia adalah adik dari Rire


namun kenyataan Abra berfikir jika Ayudia suruhan Rire, Acnez ia merasa cukup kenal Ayudia, Acnez mengatakan keyakinannya jika Ayudia tak sama dengan Rire..


dan selidik punya selidik, lama kelamaan memang jelas ketahuan jika Ayudia tidak mendekati Abra terlebih dulu melainkan sebaliknya


ketika Rire tau yang dikenalkan sebagai kekasihnya ternyata adalah kakak dari orang yang merebut cinta pertama nya, tak terima jika adiknya berpacaran..


jadi paham ya Rire ini siapa?


kalau belum aku ulang lagi, hubungan Rire dengan Abra dan Acnez dimana Rire memiliki pacar, Rire perempuan ya, dia punya pacar laki laki, dan laki laki pacarnya itu adalah pacar pertama Rire, nah Acnez lah yang merebut pacar pertama dari Rire itu


nah Rire sendiri adalah kakak dari ayudia


(kalau mau tau cerita lengkapnya, lanjut ke cerita berikutnya saja, aku sudah siapkan untuk cerita dari adik perempuan Abra yaitu Acnez)


"kamu pacaran sama Abra, Dia.. kakak tau Abra itu siapa, kakak pokoknya gak suka ya kamu jalan apalagi sampek pacaran sama cowok itu" bentak Rire


"aku serius kak sama dia, dia pengertian, dia baik sama aku, plis dong kak jangan bawa pribadi kakak ke pribadiku, aku juga butuh privat, urusan kakak ya urusan kakak" jelas Ayudia


merasa yakin jika Ayudia tidak sedang merencanakan apapun dengan kakaknya, Abra membantu Ayudia berbicara kepada kakaknya soal hubungan mereka sebagai tanda leseriusannya kepada Ayudia


"he is right, you have your own private as well as your sister, he has the right to choose who deserves to be a boyfriend" jelas Abra


(dia benar, kamu punya pribadi sendiri dan juga adikmu ini, dia punya hak untuk memilih siapa yang pantas menjadi pacar)


"Think of using your clean brain ... Ayudia is still 12 years old ... not worth dating?" jawab Rire


(Pikirkan untuk menggunakan otak bersih Anda ... Ayudia masih berusia 12 tahun ...tidak layak untuk dikencani?)


"i waiting for him"


(aku menunggunya)


Rire menolak untuk Abra mendekati adiknya.. tapi Rire terus berfikir keras mengapa juga ia harus melarang adiknya, karna memang ini hidupnya, soal asmara nya, itu tidak ada sangkutan dengan adiknya


apalagi urusan usia, itu sudah diatur oleh Tuhan, tidak bisa memilih yang harus usia sama juga kan


akhirnya Rire memberikan izin keduanya berpacaran tapi Rire tidak serta merta melupakan apa yang dilakukan adik Abra kepadanya..


menceritakan pada Acnez, Abra tak ingin Acnez turun tangan karna ini adalah urusannya, dan dia yang harus berjuang sendiri, tujuan ia menceritakannya karna memang ada sangkutan nya dengan Acnez


beberapa hari kemudian, setelah fakta terungkap, seperti menumpuk pikiran Abra fakta baru terbuka..


yaa.. dimana Niken ternyata adalah anak dari orang terbilang miskin namun malu dengan keadaannya, sehingga membuatnya harus sesering mungkin mencari mangsa yang tajir..


pada suatu hari, Abra sedang jalan bersama Ayudia.. kesalah satu rumah es krim jalanan langganan keduanya, Abra dan Ayudia ingin membagi makanan namun Ayudia melihat seorang wanita yang ia kenal masuk kesalah satu gang disana


"itu bukannya mantan Abra itu?" ucap Ayudia pelan

__ADS_1


"what happen, babe?" tanya Abra


(ada apa, sayang?)


"em... try to see, do you recognize the woman?"


(em.. coba lihat, apa kamu mengenali wanita itu?)


"Niken?" tanya Abra


Abra pun mengikuti perginya Niken, bersama Ayudia ia mengikuti jejak jalan Niken..


sampai disuatu rumah lumayan kecil, tidak terlalu kecil, sedang saja lah..


terlihat Niken masuk dan tak lama Niken keluar dari rumah itu dengan pakaian biasa..


"where you going?" tanya Ayudia


(mau kemana?)


"wait here" jawab Abra


(tunggu disini)


"No, I don't want to be alone" jawab Ayudia lagi


(tidak, aku tidak mau sendiri)


setelah tepat didepan Niken, betapa kaget nya Niken.. ia mencoba menghindari Abra disana namun Abra menarik tangan Niken


"what are you doing here?" tanya Abra


(apa yang kamu lakukan disini?)


"aku... em... emm iam sorry Abra, dont insult me"


(aku.. em.. emm aku minta maaf Abra, jangan hina aku)


"but you are outrageous"


(tapi kamu keterlaluan)


"ya iam sorry.."


(yaa aku minta maaf)


Ayudia menyentuh tangan Abra menyuruhnya memaafkan Niken saja


"ok, maybe if it's not like that you won't be able to live" jawab Abra


(ok, mungkin kalau tidak melakukan itu kamu tidak akan pernah hidup)


"Abraa" ucap Ayudia pelan


"I become sincere now because as long as we are dating, just consider my gift to you is charity"


(Aku menjadi tulus sekarang karena selama kita berkencan, anggap saja hadiahku untukmu adalah amal)


saat akan pergi, Abra membalikkan badannya lagi


"You may act outside there, but not in front of me, let alone acting on me and Ayudia ..." ucap Abra ke arah Niken


(Anda mungkin bertindak di luar sana, tetapi jangan di depan saya, apalagi bertindak didepan saya dan Ayudia ...)


Abra meninggalkan Niken, ia menarik tangan Ayudia dan pergi, mereka pun berjalan pulang..


sejak itu, Abra tau siapa Niken, dan Abra memutuskan mempertahankan Ayudia karna ia menjadi saksi jika memang Ayudia adalah oranh yang tulus dan jujur


karna sadar ia memiliki adik perempuan, Abra tak ingin memainkan perasaan Ayudia, jadi ia memutuskan untuk melamar saja Ayudia selepas Ayudia sekolah


yaa hubungan keduanya harmonis, sementara Rire mengetahui rencana adiknya akan menikah itu, ia memutuskan melanjutkan usaha dan kuliah lagi diluar negri..


.


.


.


.


.


.


.


-SELESAI-


cast pemain


Abraham Mahdani Utama


Ayu Dia - pacar Abra


Niken - mantan Abra


Rafly - teman Abra dan Niken


Amalia - ibu Ayudia


Rire - kakak Ayudia

__ADS_1


Acnez - adik Abra


Monita - tante Niken


__ADS_2