Satu Nama Sebuah Kisah

Satu Nama Sebuah Kisah
MD #1


__ADS_3

sesampainya di jerman, ini menyelesaikan urusannya direstoran dan setelah selesai ia pun menuju kantor Defran


"good afternoon, can i meet with Defran?"


(selamat siang, bisa bertemu dengan Defran?)


"have you scheduled a meeting?"


(sudahkah menjadwalkan pertemuan?)


"just say, iam Dissi, come"


(katakan saja, saya Dissi, datang)


"fine"


(baik)


tak lama menelfon


"please sit and wait"


(silahkan duduk dan tunggu)


"fine"


Defran pun keluar..


"hei"


"talk inside ..."


(bisa berbicara didalam)


setelah masuk keruangan kerja Defran disana


"what do you mean by that statement?"


(apa maksudmu dengan pernyataan itu?)


"give me time to explain"


(beri saya waktu untuk menjelaskan)


dan Defran pun mengatakan jika ia ingin tau sebesar apa perasaan baik seorang Midi..


dan semua menbuktikan jika Midi benar benar memiliki hati besar, karna Midi mengatakan jika ia iklas untuk melepas Defran asal Defran mendapat kebahagiaan


setelah Dissi dan Defran pun mengobrol panjang lebar dan Dissi mendapatkan jawaban membuatnya lega


sepulangnya dari jerman, Midi langsung menanyainya apa Dissi bertemu dengan Defran


"saya kesana untuk meeting dadakan Midi, lagi pula itu urusan pribadi mu, aku hanya bisa membantumu berdoa supaya kamu juga mendapatkan kebahagiaan seperti Defran"


seolah Dissi memintanya melupakan Defran.. namun Midi hanya bisa menyimpan rasa itu dan fokus kepada pekerjaan nya lagi, karna ia tak mau kembali jatuh dan kembali direndahkan orang terutama keluarganya, ia ingin membuktikan dirinya mampu berdiri diatas orang orang yang menikam nya perlahan


namun suatu ketika, Defran datang keindonesia bersama kedua orang tuanya dan seorang kakaknya..


ia datang bukan tanpa alasan, bernd berniat untuk melamar pujaan hatinya..


dan ketika itu, Midi yang baru akan berangkat ke DEA_Lova kafe pun terkaget Defran sudah ada didepan pintu rumahnya..


"Defran?" sapa Midi


"I came not alone, I'm with my family, meet your family, are you ready to marry me?"


(aku datang tidak sendirian, aku dengan keluargaku, bertemu keluargamu, apakah kau siap menikah denganku?)

__ADS_1


Midi terdiam, dan ia langsung sadar jika dirinya dikerjai oleh Defran dan Dissi..


ia pun membalas Defran dengan hal yang sama ketika Defran berlagak menolaknya


"ah.. sorri, sorry .. am I married to someone else? you're happy i'm happy too"


(maaf .. apakah saya sudah menikah dengan orang lain? anda bahagia saya juga sedang bahagia)


mendengar jawaban itu, Defran melepaskan bunga dan cincin ditangannya serasa kakinya tak mampu berdiri..


ia merasa cukup bodoh, namun melihat wajah musam nya Defran, Midi meraih bunga dan cincin yang terjatuh dan menerima nya..


"what you mine?" tanya Defran


(apa maksudnya?)


"this just prank, you knows prank, in retaliation for crime"


(ini balasan atas kejailan mu mengerjaiku)


namun terlepas segala yang dilakukan, Midi menerima keseriusan Defran dan merekapun mengurus untuk menikah


Midi tak kuatir menerima Defran dengan status bule atau berbeda keyakinan pasalnya Defran adalah seorang lelaki kelahiran jerman belanda yang menganut kepercayaan islam


karna ia beberapa kali mendapat kegagalan, lalu mendapatkan lagi keberhasilan, dan kembali gagal begitu seterusnya


sama seperti kisah Midi, dan membuat Defran berfikir ia tak lagi percaya pada keyakinan yang sudah ia anut sejak lahir dari kedua orang tuanya..


Defran memutuskan masuk islam, jauh sebelum ia kenal dengan Dissi dan Midi..


lagi dan lagi, keluarga Midi merestui hanya saja mereka kembali berfikir jika Midi akan ditinggal berselingkuh oleh Defran...


yaa lagi lagi keluarganya meremehkan hubungannya..


setelah menikah, keduanya hidup dijerman, dengan rasa terimakasih yang teramat besar kepada Dissi


Midi memberikan coffe shop nya kepada Dissi untuk dikelolahnya.. bukan menitipkan namun memberikan, karna ia akan fokus dalam rumah tangga sementara coffe shop nya diindonesia ia berikan kepada kakak perempuannya yang menganggur hanya bisa menyusahkan suami dan orangtua


Defran suaminya merendahkan nya..


yaa Defran merasa pemegang kendali uang dan jauh lebih tajir membuat Defran bersikap semena mena kepada istrinya itu


Defran mulai berubah seminggu setelah unniversari pernikahannya bersama Midi..


Defran mulai melirik banyak wanita diluar sana yang jauh lebih seksi dan cantik daripada istrinya..


tanpa ia sadar.. Midi yang dulu seorang pengusaha coffe shop rela melepaskan usahanya demi mengurus dirinya itu, dan penampilannya sekarang yang jauh dari kata modis juga karna pekerjaan rumah yang setiap harinya menumpuk...


"sayaaang, apa semua ini maksud nya?" tanya Midi


hingga suatu hari ketika ia mendapati banyak bukti mulai dari baju suami sepulang kerja bau parfum perempuan, lalu ponsel yang sering ketinggalan dikantor padahal ketika Midi mengirim pesan


pesan itu selalu terbaca, ditambah ada lipstik ditas kerja suaminya, dan paling parah ada bekas kecupan bibir di dada suaminya dan di bawah perutnya..


"jangan perpanjang masalah, jangan besarkan emosi" jawab Defran


menangislah sejadi jadinya Midi dengan kucuran air didalam kamar mandi nya karna ia berfikir terlalu bodoh mengambil keputusan tanpa berfikir panjang untuk menikah dengan Defran


dan ketika Midi selesai membersihkan diri, ia membersihkan tubuh suaminya dari bekas kecupan itu..


paginya ketika Defran terbangun, ia masuk kekamar mandi dan melihat ditubuhnya tak ada lagi bekas kecupan


padahal ia sadar betul jika selingkuhannya mengecupnya memakai lipstik yang harus nya berbekas


dan setelah sampai dikantornya, Defran menemui selingkuhannya yang ternyata staff disana


Defran bertanya apa semalam selingkuhannya itu mengecupnya tanpa bekas kecupan

__ADS_1


"ha .. I smell that there is a lipstick kiss"


(ha .. aku mencium ada ciuman lipstik)


"no, I woke up there was no trace of it"


(tidak, saya bangun tidak ada bekas)


dan keduanya pun kaget saling pandang, berfikiran hal yang sama, apa bekas itu dihapus oleh istri Defran


dan akhirnya Midi pun menemukan Defran dan wanita yang sedang mengobrol bersama suaminya


"You all think the same thing and that's right ... I deleted the scars from the chest and lower abdomen"


(anda semua berpikir hal yang sama dan itu benar ... saya yang menghapus bekas kecupan dari dada dan perut bagian bawah Defran)


keduanya tecengang tiba tiba Midi dihadapan mereka..


"hey, what are you doing here?" tanya Defran kaget


(hei, apa yang kau lakukan disini?)


"he needs to know, I will not let you go because you belong to me .. please just play behind so on, later if there is a day of vengeance for you, meet me, I will forgive your actions"


(kalian perlu tahu, aku tidak akan membiarkanmu pergi karena kamu milikku .. silahkan saja bermain dibelakangku, tapi kalau nanti ada hari pembalasan untuk kalian, temui aku, aku akan memaafkan yang kalian perbuat hari ini)


dan jawaban sangat menohok membuat Defran benar benar merasa bersalah...


Defran mengejar Midi dan memeluknya, bersujud memeluk kaki istrinya meminta maaf..


"You don't need to be like this, maybe I'm the one who's not good unlike other women who can maintain their appearance"


(kamu tidak perlu seperti ini, mungkin saya orang yang kurang baik, tidak seperti wanita lain yang dapat mempertahankan penampilan mereka)


dan seolah melupakan yang terjadi, Midi bersama suaminya memulai lembaran baru


Midi pun mulai fokus memperhatikan penampilannya katika keluar rumah supaya tak membuat suaminya malu, namun ia tak melupakan tanggung jawabnya sebagai pekerja rumah tangga..


sejak kejadian itu Defran selalu bertanya mengapa Midi berbesar hati memaafkan yang dilakukan dirinya, dan memaafkan perbuatan selingkuhannya tanpa marah sama sekali padahal Midi harusnya bisa membalas atau menghukum dirinya dan melaporkan selingkuhannya pada polisi, namun itu tak ia lakukan


"because there is no good benefit in Islam to reward evil people in evil ways, the sign I'm the same as him" jelas Midi


(karena tidak ada manfaat baik dalam Islam untuk memberi hadiah kepada orang jahat dengan cara yang jahat, pertanda saya sama dengan dia)


ucapan itu semakin membuat Defran merasa bodoh mendapatkan istri cantik nan baik namun ia pernah sia siakan, dan Defran kini menjadi seorang lelaki yang sangat mengutama kan istrinya...


menurutnya itupun tak sanggup membalas besar hati istrinya itu yang memaafkan seluruh kesalahannya..


dan ketika Defran mulai berencana membelikan istrinya rumah yang jauh lebih besar dari tempat tinggalnya sekarang, karna rumahnya pemberian orang tuanya, Defran ingin membelikan rumah dengan hasil jeripayahnya sendiri untuk istrinya..


dan sebuah istana megah dengan kapasitas taman mulai dari danau kecil, pepohonan rindang yang pas untuk bertenda dimusim panas, air mancur, hingga taman bermain anak lengkap..


ketika itu, ia benar benar ambil libur dikantornya sehari, untuk menemani istri dan memberikan hadiah rumah itu..


ketika dipertengahan jalan, Defran menutup kedua mata Midi supaya lebih sureprize lagi


sesampainya, Midi turun dari mobil dan dibantu oleh Defran lalu berjalan ke arah depan rumah baru mereka..


setelah membuka perlahan penutup matanya, betapa kaget Midi melihat sebuah istana besar, Midi berfikir, suaminya hanya mengajak nya jalan jalan supaya refreshing.. namun justru ia salah, suaminya membelikan istana didepan matanya untuknya..


"sayang, ini serius?" tanya Midi


"yaa, untuk kamu, aku menebus semua kesalahan aku, aku meminta maaf kepadamu pernah menyakitimu" kata Defran


betapa kaget nya Midi, ia akan tinggal dirumah semegah ini, fasilitas semua sudah terpenuhi hanya tinggal pindahkan beberapa pakaian saja..


semua karna Defran benar benar tulus meminta maaf untuk sang istri dan menjalani kehidupan yang jauh lagi lebih berkualitas

__ADS_1


ditafsir rumah yang bekisar ratusan miliarĀ  mereka pun hidup serba berkecukupan bahkan Midi tak perlu memikirkan lagi soal uang..


semua selalu mengalir untuknya 50juta setiap bulan, belum lagi gaji suaminya yang masuk ke rekening suaminya yang dipegang oleh Midi bahkan jika 50juta kurang, Midi dengan laluasa memakai uang di rekening suaminya..


__ADS_2