Satu Nama Sebuah Kisah

Satu Nama Sebuah Kisah
Inayah Mustika


__ADS_3


Inayah Mustika..


panggil saja Naya


ketika itu, ia baru keluar dari sekolah nya dan akan melanjutkan mencari pekerjaan..


awalnya ia mendaftar ke beberapa perusahaan atau pabrik.. dan setelah nenunggu lima bulan, akhirnya ia dipanggil oleh salah satu pabrik..


tak bertahan lama, setahun kemudian Naya dapat pemecatan masal dari pabriknya..


mungkin pabriknya takut memberikan uang tunjangan lebaran untuk naya dan beberapa teman naya lainnya yang sudah setahun lebih disana..


"terus mau kemana?" tanya Liana, ibu Naya


"gak tau ma.. nanti nyari nyari deh"


"kalau nyari lagi yang bener, belajarnya dari masa lalu, yang kemarin jadi pelajaran"


"iya ma"


dan selama tiga bulan berkelana, mencari pekerjaan.. akhirnya ia putus asa dan memilih membantu ibu nya yang membuka usaha rumah makan kecil kecilan, yaa makanan ciki ciki, minuman gelasan dll


namun berjalan sebulan setelah keputusannya untuk tidak mau lagi mencari pekerjaan, Liana justru sering memarahi naya tanpa sebab, yang mengeluh karna naya tak dapat dapat kerja


salahnya.. Naya yang beberapa kali keterima pekerjaan dengan upah dibawa 1jt selalu tak diizinkan oleh Liana karna Liaja meminta Naya bekerja dengan upah diatas itu


Nardi, kakak Naya mendengar tentang Naya dan ibunya sering bertengkar akhirnya Nardi mendudukkan Naya dan Liana bersamaan untuk berbicara bersama


setelah berunding, Nardi memutuskan untuk membuka jual online dan naya menjadi mengirim barang barang orderan


dan berjalan setahun kerjasama Naya dan Nardi.. tak membuat Naya mendapatkan uang lebih untuk pegangan pasalnya sering uang setoran naya sering hilang dan Naya sadar betul itu pasti ulah Liana..


belum lagi Liana masih sering memarahi Naya tanpa sebab, bude Naya bercerita jika ibu naya sejak dulu memang tak suka dengan anak perempuan.. ia suka dengan anak lelaki..


itu jelas sifat yang salah..


berjalan 2tahun kerjasama, suatu ketika, Liana marah besar hanya karna salah satu tetangga mengutang hanya bayar setengah dan janji siangan uang diantar


namun sampai sore tak kunjung datang, hal secuil yang seharusnya bisa diselesaikan dengan kepala dingin berakhir sakit hati seorang Naya..


Liana memarahi Naya..


"sialan, anak gak tau diuntung.. mana dia bilang bayar siang? ini sore bodoh" teriak Liana


"ma, jangan kasar jangan bentak anak pakai kata kotor kalau tidak mau dicontoh oleh anak lainnya"


"oh berani kamu jawab ya.. aku laporin kamu ke Nardi"


"laporin.. aku gak segan juga ma laporin mama sama Nino"


"laporin apa tentang kami kamu tau apa?"


"gini deh ma, aku capek ya, mengalah terus, salah dikit aja udah dilaporin ke kak Nardi laporannya dilebih lebihkan, aku masih diam ma, sekarang aku benar benar capek, cuman karna orang kurang bayar setengahnya mama ngatain aku pakai kata kasar itu, lalu kenapa jika yang berbuat salah itu Nino mama gak pernah marah" bentak Naya


sekali dalam seumur hidup Naya, naya benar benar marah dan membentak ibunya


"eh Nino kan masih kecil, dibawah umur.."


"dibawah umur itu 15tahun kebawa, Nino kan udah 17 tahun.."


"ah gak peduli, aku laporin kamu ke Nardi, kalo kamu sekarang bentak mama, dan mukulin Nino.."


"ha... kok ngarang sih ma seolah aku yang jahat. "


"gak peduli aku, jijik aku lihat mukamu, mulai sekarang kamu pergi dari rumah ini, jangan anggap aku ibumu deh kalau ribut aja"


dan setelah perdebatan itu..


akhirnya Naya mengatakan okeh menerima permintaan Liana


"yaudah kalo mama mau nya begitu, Naya pergi"


Naya pun membereskan kamarnya, mengambil koper besar dan membawa beberapa baju dan kebutuhan lainnya, Naya pergi dari rumahnya...


Naya membereskan bajunya, lalu keluar dari rumah dan menuju rumah bude nya untuk meminta izin akan ke bali

__ADS_1


Liana tenang karna dipikirnya Naya hanya menggertaknya namun ketika Liana masuk kedalam kamar Naya melihat beberapa barang Naya tak ada.. mama Naya segera mengejar Naya dan terlambat.. Naya sudah pergi bersama ojek online pesanannya..


Naya yang sudah sampai dirumah bude nya pun meminta untuk berdiam disana sampai temannya datang...


dan tak lama temannya pun datang..


dan mereka pun menuju ke denpasar bali...


Naya yang tak ada rencana untuk melakukan hal apa, membantu temannya apa, dan bagaimana..


dengan berbesar hati, teman Naya yang memberikan tumpangan kosan untuk nya memberikan pekerjaan dan mengenalkan kepada boss nya..


dan esoknya Gina teman Naya mengajak Naya ke warung ikan bakar tempat Gina bekerja


"buk.. ini teman saya yang saya ceritakan semalam.. bagaimana bu?" tanya Gina


"oh ini, siapa, Naya ya? yaudah, gini, ibu kan sebenernya gak butuh keryawan lagi, sudah cukup, tapi kamu masuk aja gakpapa mulai kerja, bantu yang di luar depan membagikan lembaran menu kita ya.."


"ha serius tante?" tanya Naya


"serius...  eh ibu jangan tante"


"iya ibu"


dan Naya mulai bekerja..


Naya terlihat sangat antusias.. setelah berjalan dua bulan.. Naya membantu pembayaran kost Gina dan satu teman Gina lagi..


"kamu betah, nay?"


"betah kok tapi aku nyari kerjaan lain, biar bisa lepas dari kamu gak nyusahin kamu"


"hemm aku mah santai nay, bener, cuma kamu lih, aku kuatir"


"kuatir apa?"


"kuatir, kamu aja susah bangun, kalau kerja sendiri apa bisa bangun"


"sebenernya aku bisa bangun asal ada alarm"


"yaelah ya iya lah.."


"hehe iya sih"


setiap pulang dari rumah makan, Naya berkeliling mencari pekerjaan..


suatu hari ketika ibu pemilik warung hanya membuka warung setengah hari karna akan ke sembahyang, Naya memanfaatkan mencari pekerjaan keliling seluruh denpasar dengan berjalan kaki..


setelah berjalan hampir dua jam, ia pun beristirahat di teras toko yang tertutup dan membeli minuman ke warung sebelah tempatnya duduk..


setelah membeli ia kembali duduk diteras dengan bersender di pintu toko yang tertutup itu ia melirik kearah langit..


tak henti hentinya ia bersyukur..


tanpa pengalaman tanpa bisa apapun, ia bertemu dengan Made istri pemilik warung makan yang membantunya..


tak lama seseorang datang..


memakai baju putih hem dengan celana kain hitam hampir sama dengannya lelaki itu duduk di sampingnya dengan minuman botol yang sama dengannya..


"hai" sapa nya


"eh iya.. hai.. kamu lagi cari kerjaan ya?" tanya Naya


"iya nih, capek, keliling, sekali dapet kerjaan enak eh gaji gak masuk, eh dapat gaji masuk kerjaan nya gak enak" keluh lelaki itu


"iya, aku Naya" ucap Naya menjabatkan tangannya


"oh Naya, iya aku Adiv.."


"oh Adiv, kamu orang sini?"


"aku orang banyuwangi, tapi asli bali, aku balik kebali setelah sebulan lalu ayahku meninggal, jadi aku harus mengurus rumah ayah"


"ibumu?"


"ibuku meninggal aku masih sekolah"

__ADS_1


"oh maaf.."


"santay kok nay"


"terus dibanyuwangi kamu sama siapa? sama nenek mu saja?"


"aku sama nenek, kan ibu bapak ku cerai, jadi aku diasuh nenek"


"oh maaf"


"iya nay santai, kamu sendiri bukan asli sini kan? krna muka mu bukan tipe tipe denpasar"


"aku banyuwangi"


"ha.. serius... masak sih, banyuwangi mana?"


"genteng.."


"ha serius?"


"iya.. rumahmu banyuwangi mana?"


"sama genteng"


dan ternyata mereka berasal dari kota dan desa yang sama bahkan rumah mereka hanya berjarang 10 rumah.. dan itu termasuk masih tetangga..


"oh iya nay.. ini aku ada lembaran kerjaan, yang dibutuhkan wanita, ditempat spa, kamu coba aja.." ucap Adiv


"oh aku juga ada nih div, gak ngerti sih yang dicari yang bisa angkat berat berat, aku gak kuat kalo berat berat begitu, coba aja kamu"


sebenarnya Naya mampu untuk mengangkat dan melakukan pekerjaan seberat apapun, tapi ia tak enak hati karna Adiv memberikannya bantuan


"oh jadi kamu balik ke sini sudah lama?"


"dua tahunan lah, selama itu aku kerja ojek online cuman gak kuat panas.. kan keliling itu, capek juga dibadan, pegel pegel, pengen aja cari lainnya yang bisa netep, diem gitu didalam"


terdiam beberapa saat..


"langit udah sore apa mendung?" tanya Naya


"kayaknya mau hujan nay"


dan benar benar mulai turun hujan perlahan, keduanya pun duduk di warung dekatnya itu..


karna merasa tak enak jika hanya menumpang duduk, Adiv melirik arah dompetnya dan menutupnya kembali..


begitupun naya mengintip yang ternyata untuk membeli semangkuk mie instan pun kurang setengah..


dan Adiv yang melirik kedompet Naya..


"kamu ada cuman dua setengah?" tanya Adiv


Naya langsung menutup dompetnya..


"emm, aku bener bener nipis uang sih, hehe rapi gakpapa kok, aku santai"


"aku juga ada dua setengah, harga mie nya lima ribu kamu mau beli semangkuk untuk makan berdua?" tanya Adiv


dan mereka pun memesan semangkuk mie soto instan dan meminta satu mangkuk kosong lalu membaginya...


merasa kasian, si bapak pemilik warung memberikannya sepiring penuh nasi..


"loh pak, kami gak pesen nasi uangnya ngepas" jawab Adiv


"ambil aja, makan berdua gakpapa, bapak tau kalian sedang seret nyari kerjaan, bapak cuman bantu ini kok, gak bisa bantu lainnya, makan nak" ucap bapak itu


"makasih pak"


dan lagi lagi naya bertemu dengan orang baik


beberapa menit mereka makan, dimana hujan masih saja deras..


keduanya terdiam sama sama mentapa arah jalan yang sudah basah karna hujan...


"oh iya aku cuman mau bilang aja nih kekamu, kamu kan baru dibali, aku sudah lama, aku cuman kasih tau aja, nanti kalo dapat kerjaan, seperti warung makan, atau toko makanan lainnya, kalau sudah di suruh nutup toko tapi masih ada yang maksa beli, kamu tetep tutup jangan terima, karna dibali beda dengan di banyuwangi... dibali itu dilihat kamu sebisa apa pegang prinsip dan peraturan" jelas Adiv


"oh kalau dibanyuwangi begitu kan kita ambil, masukin daftar penjualan besok"

__ADS_1


"oh jangan kalau disini, kalau boss tau atau temen lainnya, kamu kena teguran kadang kamu akan diperpendek kontrak pekerjaan"


"gitu ya.. baru tau"


__ADS_2