Satu Nama Sebuah Kisah

Satu Nama Sebuah Kisah
RFPR #8


__ADS_3

"ka..."


"oh satu lagi, kamu tau, bahkan aku dibesar kan oleh wanita penyebab ibu kandungku meninggal, ya aku hidup dengan pelakor ibu ku" teriaknya


"kak..."


"satu lagi fay.. asal kamu tau, bahkan dia membesarkanku karna rasa bersalahnya pada ibu kandungku merebut papa" bentaknya


"aku harus apa.. aku capek.. aku gila begini"


faye memeluk doni dan mendekapnya..


"kita masuk" ajak faye


setelah masuk, faye mengambil dua handuk kering dan dua gelas teh jahe


"pakai handuknya, dan ini diminum" ucap faye


faye pun memakai handuk mengeringkan rambut dan bajunya, lalu menyeduh teh


doni menatap tajam kearah faye yang sedang sibuk menyeduh teh


"wanita ini.." ucapnya dalam hati


"dia benar benar malaikat, bahkan berapa kali dia ku bentak, dia masih saja baik padaku, apa aku salah suka sama dia, dengan kecantikan dan kebaikannya?" ucapnya dalam hati


faye menghembuskan nafasnya pelan pelan...


"aku ke toilet" ucap faye


"mmm" jawab doni


faye pun menatap ke arah cermin, terlihat wajah aslinya mulai terlihat karna make up nya mulai meluntur


"aduh, make up nya..  aku gak bawa make up, kukira cuman mau nganterin kado, malah jadi gini" ucap faye memandangi wajahnya


faye pun melihat aneh dengan beberapa make up yang luntur akhirnya membersihkan seluruh make upnya..


melihat kearah cermin lagi, ia kaget dan baru teringat jika dia dirumah doni, bukan odi..


yaa odi memang sudah tau tentang wajahnya, lalu bagaimana dengan doni..


"ah tau gitu gak kuhapus semua, biar aja aneh dengan make up luntur, luntur nya juga ga seberapa" gerutunya lagi


ia pun membersihkan wajahnya lalu keluar dari kamar mandi doni, bibirnyaa terus berkomat kamit berharap doni tidak bersikap yang tak ia ingini


saat akan menuju ruang tv, tak terlihat doni disana.. faye bernafas lega..


"faye" sapa doni


justru doni berada di belakangnya


"kak..."


faye menutupi sebagian wajahnya dengan baju yang dipakai ketika kehujanan tadi


namun doni melepaskan tangan faye yang menutupi wajahnya


"ngapain sih, saya bau?" tanya doni


faye melepaskan tangannya melihat reaksi doni biasa saja..


"kamu gak kaget sama wajah aku?" tanya faye


"kaget..?"


"iya, kan wajah aku..."


"udah tau" jawab doni singkat dan santai


"tau?"


doni berjalan menuju sofa depan tv nya


"apaaaa... dia tau? sejak kapan?" kata kata itu terus membayangi otak faye


faye pun mendekati arah doni


"kamu tau sejak kapan?"


"sejak kamu menolongku waktu beberapa hari lalu aku pingsan dan kehujanan, make up mu sedikit luntur"


"kan... sudah pasti kalo waktu itu pasti luntur wajahku, makanya dia natap aku sampek segitunya" gerutu faye dalam hati


"lagian aku tau saat malam itu odi pamit jika akan keluar kota, aku melihat odi dengan wanita tapi aku belum sadar itu kamu, saat aku lebih dekat, aku teringat, jika odi takkan bisa dekat dengan wanita kecuali kamu, jadi kesimpulannya itu pasti kamu tanpa make up" jelas doni


mendengar penjelasan yang cukup terbilang panjang dari seorang doni yang biasanya hanya satu patah kata saja yang keluar, faye justru tertawa


"malah ketawa" ucap doni


"asli, sumpah, hahaha, aku gak nahan ketawa" ucap faye


"apa sih?"


"kamu sadar gak, penjelasanmu itu panjang.. sepanjang itu sekalinya kamu menjelaskan suatu hal, hahaha"


faye terus tertawa


doni hanya melirik tajam kearah faye...


"lucu deh kamu..  hahah"


saat faye menatap kearah doni, donipun menatap arah faye bersamaan


tiba tiba keduanya tertawa bersamaan..


"udah udah, dasar anak jelek" ledek doni

__ADS_1


doni berdiri namun ia tak sengaja menginjak telapak kaki faye membuatnya spontan menghindar namun justru terjatuh


tepat terjatuh menindih tubuh faye, keduanya saling menatap hanya beberapa centi saja


beberapa detik keduanya duduk diposisi dengan benar


"maaf" ucap doni


"iya, yaudah sana mandi kamu, habis keujanan mandi biar gak masuk angin, aku pulang" ucap faye


"aku mandi setelah mengantarmu pulang.."


"tapi"


"udah ayok.."


doni pun mengantarkan faye ke kostnya


saat sampai...


"faye?" panggil saffa


"sama siapa fay, kok basah gini?" tanya jane


"emm hayo kenapa basah ini?" tanya misha


"emm ini temen kost ku, masih ada lagi mungkin didalam, oh iya ini doni kak jane, saf, mis" ucap faye


"misha" ucap misha


"temen kamu?" tanya jane


"kakaknya odi"


"odi punya kakak? bukannya cuma odi, kok bu kustin gak bilang apa apa kalo punya anak dua?" tanya jane


mendengar ucapan jane, faye langsung menatap wajah doni yang memerah, faye tau doni pasti kembali teringat


"emm... yaudah kamu pulang kan, aku udah sampek ini, jadi kamu hati hati dijalan"


"iya"


doni pun berlalu..


"fay, belum juga aku dijawab, bu kustin gak bilang apa apa fay" teriak misha


"apa sih, emang penting ya.. apalagi dikenalin sama anak kost model kamu mis" ledek faye


"bener fay, ah itu bener, aku jadi  bu kost gak bakal ku kenalin" ledek jane


"eh tapi emang dulu waktu punya anak odi juga mana kenalin ke kita, kita bisa deket aja sama odi kalo gak karna faye sampek sekarang juga gak bakalan kenal ya gak sih" jawab irsa


"yaitu karna males dia sama kamu misha" ledek jane


"apasih kak" jawab misha


setelah mandi dan duduk santai di depan tv


"iya..."


"sama gantengnya, gantengan cowok tadi sih" ucap saffa


"udah keren, cool, wajahbya itu mirip korea banget pokoknya" sambar misha


"iya fay, udah baik banget sama kamu, dua duanya tau wajah aslimu gak jauhi kamu tuh" ucap jane


"iya fay, padahal aku cantiknya alami mereka gak tertarik" jawab misha


"sama aja sih"


"mereka liat faye karna mereka tau faye emang anak baik, buktinya faye kuat bahkan bisa dekat dengan keduanya padahal tau keduanya super cuek.. tahan tahan banting aja deh tuh hati" sambar jane


"iya sih, kalo aku jadi kamu mah.. pasti gak tahan fay, pergi dah, lelaki emang mereka berdua aja" sambar irsa


"assalamualaikum" sapa mbak ovi


mbak ovi yang baru dateng dari rumah nya membawa anak lelaki nya ke kost


"mbak ovi" sapa saffa


"hai tante tante" ucap ovi mengajari anaknya


"eh.. anak nya mbak ovi ya" sapa faye


"iya fay, namanya haikal.."


"haikal, oh.."


"vi, waduh, gak bisa aku nemenin nih. ada panggilan natto" ucap jane


"oh gakpapa jane"


karna jane ada panggilan untuk mentatto, sementara irsa, misha, dan saffa harus bekerja tinggallah mbak ovi dengan faye


"faye gak kerja?" tanya ovi


"enggak mbak, shif malam libur.."


"oh iya ya, aduh sejak aku risen jadi gak tau jadwal"


ovi memutuskan risen dari pekerjaannya mengurus haikal..


bekerja dirumah sebagai buruh cuci atau buruh setrika penting bisa menjaga anaknya full time


"eh haikal, tante ada nih hadiah, udah lama tante beli, tapi tante sibuk sibuk terus..jadi ini ambil untuk kamu..."


"apa itu fay, jangan dah, jadi ngerepotin aja" ucap ovi

__ADS_1


"aku kasih untuk haikal bukan mbak ovi" ledek faye


"haha bisa aja"


"wah mainin nya gimana ini tante.. oh aku tau, ini kaya punya temen aku, ma lihat deh, kayak punya bandi" celetuk haikal, anal mbak ovi yang sudah mulai masuk awal sekolah


"fay, ini mahal kan" tanya ovi


"udah lah, mahal gak seberapa sama liat senengnya anak ya kan" ucap faye


"iya, makasih ya, liat dia, anakku, seneng banget"


"aku juga suka anak kecil mbak"


sorenya ketika haikal kerumah faye membawa anak dari temannya...


kebetulan, sore itu, faye hanya berdua dengan haikal, ovi menitipkan haikal untuk membeli beberapa keperluan ovi membuka laundry


"hai faye"


"kak doni, eh cantiknya, anak siapa kak?"


tiba tiba anak perempuan dibawa doni berlari masuk


"udah kak gakpapa biarin masuk" ucap faye


"itu anak temen ku.."


"kok sama kakak?"


"nitip"


"oh"


setelah masuk dan tau ada temennya


"emm pantes" jawab doni


"hehe"


"siapa?"


"anaknya mbak ovi, yang aku beliin mainan itu"


"oh"


"mbak ovi ke aputik, lumayan jauh kan jadi daripada anaknya ikut kecapekan mending dirumah sama aku"


"oh..."


"om, ayo jalan jalan, beli es krim om" teriak tiwi


"hei adik, siapa namanya?" tanya faye


"tiwi tante"


tak lama haikal juga menuju arah faye..


"aku juga mau dibelikan es krim" ucap haikal


"aduh kamu kan baru sembuh sayang .."


"aku pengen es krim" ucap haikal


"ya ya bentar ya tante tanya mama kamu"


faye menelfon ovi


"halo, kenapa faye? gak ada apa apa kan?"


"enggak mbak ovi, tapi ini loh haikal minta beli eskrim emang boleh?"


"oh dia nakal ya minta eskrim, yaudah kamu kasih nanti aku ganti uangnya"


"gak udah, jangan, aku cuman mastiin takutnya gak boleh"


"boleh kok, boleh"


"yaudah, sekalian aku pamit ajak haikal jalan deh"


"iya deh, hati hati ya"


mereka berempat pun berjalan menuju alun alun yang tak jauh dari kost faye


"lihat mereka, akur ya, lucu lucu juga, kamu liat gak romantis juga" ucap faye


"hmmm iya"


haikal pun menuju kearah faye dan doni


"eh kok ditinggal itu temennya, kasian tiwi sendirian dong haikal" ucap faye


"tante tante, tante sama om ini mama papanya adek tiwi ya?" tanya haikal dengan polos


"ha.. bukan dong sayang.. tante kan temen nya bunda ovi, kalo om ini temen tante juga temen bunda ovi"


"oh, gitu"


"tapi bunda ovi bilang ayah pergi, kemana ya?"


"ya ampun pertanyaan ini, membuatku sulit menelan ludah" gerutu faye dalam hati


"oh itu tany nanti sama bunda ovi ya"


"jadi bunda ovi sendirian sama aku?" tanya haikal lagi


"iya, berdua sama haikal, tapi juga ada kakek, ada tante faye juga"

__ADS_1


"iya.."


"ayah aku juga sendirian kan om doni" jawab tiwi


__ADS_2