
"gak ada lid, gak ada yang seperti kamu"
"aku berkali kali bilang ya sama kamu, walaupun gitu hargai tante kamu, kamu tetep harus welcome sama mereka, cewek cewek yang dikenalin ke kamu"
"ya iya lid, aku welcome sama mereka kok, santai aja sejauh ini"
"emm.."
"kecuali yang pertama"
telfon laura berdering..
dan iya menyempatkan melihat lalu mengirimi pesan chat kepada penelfon mengirim pesan ia sibuk
"pertama?"
"wanita tulen sih, cuman emang wanita jaman now gitu ya? gak ada malunya.."
"ya mungkin aja sih, emang kenapa fan?"
"bilang ke aku pacarku itu gak direstui aja ama tante am, dan itu cuman pacar, belum tentu jodoh, ditambah dia yakin lagi kalau bakalan jadian suatu saat sama aku"
"serius? kenapa gak dicoba"
"bukan tipe ku"
"coba lah, emang aku tipe mu? gak kan, cuman karna sering nya bertemu aja"
"walaupun sering bertemu kalau bukan karna tipe ku ya paling gak cuman jadi temen"
"iya sih"
setelah obrolan selesai, kedua nya makan
laura kembali memperhatikan keduanya..
"pada diem, tadi afan mau ngomong, ngomong apa ya?" gerutu laura
dan setelah makan, mereka menuju salah satu taman, telihat mereka sedang bermesraan, bercanda tawa
"oh okeh, sekarang kalian sedang bahagia, lihat nanti" gerutu laura sembari mengabadikan keduanya..
dan bosan melihat mesranya mereka...
laura pulang menuju rumah am dan memberikan foto itu
ketika melihat, am sedikit kesal.. tapi ia hamya diam.. bingung..
beberapa hari ini am seperti sudah lebih santai walau mendengar afan jalan bersama lidi
beberapa menit kemudian
"tante bengong aja, mikirin apa?" tanya laura
"kita kerumah afan sekarang" ajak am
"tapi afan kan gak ada"
"ya tunggu sampai dia pulang kan"
"iya... yaudah deh"
dan beberapa menit kemudian..
tak lama setelah am dan laura sampai, benar saja, afan datang bahkan bersama lidi..
disini lah pertemuan (face to face) antara lidi dan laura
laura menyentuh lengan am mengode am..
terlihat lidi hanya tersenyum pada am..
"kenapa bawa dia fan?" tanya am
"dia sering kok kerumah afan" ucap afan
"ngapain aja, kan dirumah kamu gak ada orang, bibi juga dateng ketika kamu panggil aja" ucap laura
"kan rumah rumah aku, lagian tenang aja tante, kita berdua di rumah afan juga gak ngapa ngapain, lidi orang berpendidikan, afan juga, ngerti mana yang dilarang dan diperbolehkan" jelas afan
afan menggenggam tangan lidi yang sedari tadi lidi lepaskan karna melihat tante am dan laura ada disana..
"teee" bisik laura mengode kearah tangan afan
"fan ngapain sih tanganmu" ucap laura
"kenapa? salah?" tanya afan..
seketika lidi menatap heran laura..
ia berfikir, wanita ini diluar dugaannya..
tak terlalu cantik, penampilannya juga terbilang biasa saja, tapi tingkahnya.. aneh..
"apa kamu lihat sebegitunya?" tanya laura..
"aneh liat kamu lah dia, gak terlalu cakep, gak keren juga gak begitu tajir tapi sok pintar juga" ucap afan
"oh... i know i know.. pantes ya kamu keras banget ke dia, dia kaya, duit banyak, diliat dari bajunya juga aku pernah lihat ini puluhan juga ada.. aksesorisnya juga mehong, cantik pula, pantes aja lengket ke dia"
"iya lah, daripada kamu, lihat lah dirimu, tidak terlalu kaya, tak terlalu cantik, bahkan tak pintar.." ucap afan
"afan.." bentak lidi pelan
__ADS_1
"terserah ya kamu pergi atau enggak dari sini, ayo lid masuk, tante kalau mau masuk, masuk aja" jelas afan
afan pun berjalan masuk ke rumahnya..
"afan" ucap lidi
"heeemm.. iya"
"ucapan yang baru kamu lontarkan, itu seperti bukan kamu" ucap lidi kecewa
"tapi aku gak kasar kan?"
"iya gak kasar, tapi kamu kan orang pendidikan, kita orang pendidikan, gausah lah ngomong seperti tadi"
"sorri"
"jangan diulangi lagi, lebih baik kamu diam"
"iya.. ayok masuk"
dan beberapa hari berlalu..
untuk pertama kalinya lidi mengajak afan datang ke pesta ulang tahun rira..
beberapa menit lidi duduk dipos satpam depan rumahnya menunggu afan..
tak lama afan datang..
"ayok" ajak lidi
"kamu serius ini?" tanya afan
"iya, udah masuk, kan udah kubilang, papa udah restuin kamu, mama apalagi, sejak awal mama setuju sama kamu"
"iya udah deh"
dan ketika bertemu kedua orang tua lidi
"pa, ma" panggil lidi dari belakang
dito juga rira menoleh, dan hanya terdiam melihat anaknya sudah berani membawa afan masuk dan menginjak rumah rira juga dito pertama kali nya
"emm afan dateng permintaan lidi pa, kan papa udah restuin kita kan pa?" tanya lidi
"oh iya iya, seperti yang sudah papa katakan, papa orangnya sportif dan kamu tau itu lidi" ucap dito
"yaudah nak afan, silahkan duduk atau santai santai, makan juga yang ada" sapa rira
"iya tante, om, makasih sudah diizinin saya masuk"
"masuk rumah, perjelas, takut orang salah arti dikira masuk ke keluarga kami lagi" ucap dito
"papa" ucap rira
"tadi, ucapan papa, dia orangnya suka bercanda kok, yaaa walaupun agak kaku sih" jelas lidi
"oh iya, santai aja, kirain, tadi beneran ngomong gitu"
"haha bercanda dia"
tak lama..
"tante.. om... ehmm... aku bawain kado, asli dari turki, pilihannya eni kok, ini tante"
"waduh makasih ya yunan, kamu datang langsung kesini?"
"iya, nanti dari sini langsung pulang lagi"
"waduh gak capek?"
"haha enggak kok"
lidi melihat yunan dan eni datang, melambaikan tangannya, melihat lidi bersama afan duduk berdua
"eh itu lidi kan tante, sama afan?" tanya yunan
rira melirik arah suaminya, dito hanya terdiam. .
"yaudah te aku kesana" ucapnya
"enii, yunaaaan" sapa lidi memeluk eni
"hai lid.. aduh hape ku rusak, lama sih dipake gak pernah di servis, jadi kehilangan kabar mu" sapa eni
"iya gakpapa, kan jarang juga bisa lewat nomernya yunan, cuman sering sibuk nomernya" ucap lidi
"haha iya.. itu dah.. " sambar yunan yang sedang duduk berdua dengan afan...
dan cukup lama mengobrol..
afan berpamitan pergi dengan yunan..
"ha.. mau kemana" tanya lidi
"iya. kemana sih" sambar eni
"biasa, ada urusan lelaki, mau liat burung" bisik yunan
"halah.. kemana?"
"itu di belakang pasar deket rumahku" jawab afan
"yaudah hati hati" ucap eni
__ADS_1
"iya kamu juga hati hati loh" sambar lidi
"iya iya.." jawab afan
setelah hari itu.. afan juga yunan lebih dekat dan sering berkomunikasi
beberapa hari kemudian..
lidi pun menemani afan yang akan pergi keluar negri tepatnya ke los angeles untuk tugas, sementara lidi berlibur..
tak sungkan lagi ia berpamitan kepada dito dan rira dengan jujur arah tujuannya mengantarkan afan..
dan dito maupun rira mengizinkan..
"afan.. jaga lidi, ada apa apa sama dia, kamu urusan sama saya loh" ucap dito
"siap om" jawab afan tegas
dan mereka pun pergi keluar negri berdua..
hanya sehari pekerjaan afan disana. tapi mereka habiskan 3 hari selanjutnya full time jalan jalan..
ketika sedang duduk berdua di hingar bingar kota Los Angeles..
duduk berdua menikmati sunset..
"kadang berdua tanpa ada yang ganggu seperti ini aku tenaaaaaang banget" ucap lidi
"iya.. aku sama, seandainya cinta kita itu lancar, santai, lurus, tanpa masalah, seperti pasangan lainnya" jawab afan
"yaaa kadang kita melihat kita paling parah dalam kisah percintaan, tapi setiap pasangan ada proses dalam cerita yang mereka jalani, mungkin bisa saja lebih berat mereka" jelas lidi
"semoga saja sepulang kita nanti ke indonesia, tante bisa lebih terbuka untuk hubungan kita" ungkap afan lalu memejamkan mata..
selang beberapa menit..
"arrrhg aku tertidur ya?" tanya afan
"yaaa begitu lah, santai saja kan sudah ada aku"
dan ketika esoknya kembali ke indonesia..
merekapun kembali aktifitas
tapi ada sebuah hal yang tidak mereka ketahui..
adalah, ketika dito dan rira memutuskan menemui am dan keluarganya untuk meminta maaf..
"kamu..." ucap am ketika melihat ada rira dan dito disana
"aku datang baik baik jadi tolong bersikaplah dengan baik" ucap dito
"okeh, silahkan masuk"
dan disambut oleh suami am juga
"ada apa?" tanya am
"aku sudah dengar tentang kamu yang menghambat hubungan anakku dengan ponakanmu, untuk itu, aku datang meminta padamu untuk kamu maafkan aku dan permudah anakku, lidi, untuk bersama afan" ucap dito
"iya, aku juga sebagai ibu disini rela berkorban dan menemui kamu demi menghentikan perjuangan anakku yang sudah sejak lama mereka bangun" ucap rira
am dan suaminya hanya saling tatap..
"maafin aku ketika masa itu aku tinggalkan kamu, itu semua salahku, kau boleh hukum aku, jangan hukum anakku" ucap dito
am menarik nafasnya dan menundukkan kepalanya...
"bahkan aku terlalu sayang sama lidi, kuberanikan datang disini, membuang rasa tak percaya diri untuk aku memohon.. tolong, restui mereka" ucap dito
am berjalan masuk kekamarnya..
"kamu tenang aja dito, aku akan bantu kamu bicara sama am" ucap ibu afan yang adalah kakak kandung am
"aku juga pastikan am akan berikan restu" ucap suami am menepuk pundak dito..
dito pun memeluk suami am dan berterima kasih
begitu pula mencium tangan ibu afan sebagai tanda terimakasih atas dukungan untuk anaknya..
sesampainya afan dan lidi diindonesia..
ketika afan paginya bersiap untuk berangkat ke kantor, am menuju rumah afan tapi sudah tertinggal
akhirnya am menuju kantor afan sepagi itu
dan ketika masuk ruang kerja afan
"fan" sapa am
"loh tante kok sepagi ini kekantor, ada apa?"
"emm.. tante cuman mau bilang kalau udah dari kemaren sore aku sama om juga sama anak anak juga sama mama kamu balik ke kampung" jelas am
"oh memang kenapa?"
"gak betah aja dikota, orangnya terlalu cuek, lagian suami tante kalo disini jadi jauh sama tempat kerjanya"
"iya sih, yaudah gakpapa"
"ini kunci rumah mu"
"oh iya taruh situ deh"
__ADS_1