Satu Nama Sebuah Kisah

Satu Nama Sebuah Kisah
MYM #1


__ADS_3

suara bel rumah berbunyi


aku berjalan pelan menuju pintu sembari menikmati camilan


saat aku membuka


"chef" ucapku kaget


yang datang vandra


jelas aku kaget dan reflek menutup pintu, tak mungkin aku menemui seorang chef terkenal dan sudah keliling dunia seperti dia dengan pakai kolor dan kaus singlet


dan aku kembali membuka pintu ketika baju sudah pantas diliat...


"Sorry chef, I closed the door because I changed clothes"


"No problem, you are naturally beautiful"


"thanks chef"


"street?"


vandra mengajakku jalan malam itu memborong beberapa jajanan pinggir jalan malam itu


sejak malam itu, Kedekatan kami berlanjut, bahkan di belakang bram


berjalan empat bulan pendekatan, aku tak bisa melanjutkan, aku tau ini salah..


"i'am sorry chef, I don't want to continue this ... I don't want to hurt my husband"


karna memang aku tak ingin menyakiti siapapun disini


"Why? not brama don't know about us?"


"precisely because he doesn't know, I don't want to have a problem" ucapku


"I already love you, it's not easy to get love from me and when I easily love you, you leave me?"


"you're wrong .. your love is wrong .. please forget everything .." ucapku memohon


"not! I already love, I love you, and I will still be like that"


memang tak mudah, tapi harus selesai apapun resiko nya..


aku tau aku melupakan selama kita jalan.. selama kita makan.. nonton bahkan kita masak masak bersama.. aku paham betul, dia orang yang perhatian, tapi selain aku capek diberi keromantisan yang ternyata mengekangku, aku capek..


yaa.. kalian belum tau bukan, kenapa bisa saya dekat lalu memutuskan pergi dari vandra..


not because I play a feeling but because I know this is wrong


saat aku benar benar lelah mengerjakan pekerjaan rumah, bahkan sampai suamiku, bram, datang dari kerja..


namun aku baru mengetahui bram datang ketika aku kekamar mandi


aku mencium seluruh ruangan kamar mandi wangi, seperti ada yang baru mandi, kulihat lagi keluar, ternyata memang bram


"beib.. kamu pulang.. aduh maaf ya, aku bener mager seharian" ucapku


"gak papa beib... udah makan belum kamu?"


"udah..."


"masak mie instan?"


"iya.. hihi"


yaa aku bisanya memang masak air dan mie instan


aku melihat suami yang capek pulang kerja, justru mengepel rumah yang kotor tak ku bersihkan seharian memikirkan vandra, aargh hal bodoh


aku memeluk bram dari belakang..


"beib, aku ngepel, kamu ngapain sih?" tanya bram


"maafin aku.. aku sayang sama kamu" ucapku takut kehilang sosok suami terbaik sepertinya

__ADS_1


"kamu kenapa?"


"aku janji aku bakalan belajar lagi buat bersih bersih rumah, buat nyuci baju, nyuci piring kotor, terutama masak"


"heii ada apa ini?" tanya bram


"aku...."


"Do you want to say your mistake?"


"kamu.." ucapku


"shocked? ... I use this language? aren't you walking with chef vandra using that language?"


dengan ucapannya, betapa kagetnya aku, dia tau soal ku dengan vandra selama ini? dari mana dia tau?


"kamu... beib maafin aku..." ucapku memeluknya


"You hide no matter how I know, I don't just know you, I've known you for almost 10 years ..."


"you are mad?"


"no.. beib, aku percaya kamu akan kembali bersama ku.. aku santai kok, gak suka bersikap anak kecil, saat tau kamu dekat dengan lelaki lain. kamu tenang aja.. aku masih disini, untuk kita" ucap bram


sejak itu aku tak ingin lagi mecoba hal lain dengan lelaki lain dibelakang bram.  bukan soal aku takut atau gak berani, tapi aku tak ingin lagi menyakiti


let the people say my husband is a person who looks with a fierce impression, arrogant, but so far he's the one who understands me


he was the only one who supported me, not complaining about my shortcomings, not leaving me when I made a mistake


entah dari mana media massa tau tentang hal itu, tiba tiba banyak berita online yang sedang viral antara aku, bram, dan vandra


banyak orang berkomentar dengan devinisi mereka masing masing menanggapi kami


kak... mending sama chef vandra, dah ganteng, lembut, sama peserta juga gak seenaknya


ngapain gak pilih chef vandra kak.. palingan sama chef brama juga yang ada dijudesin mulu, betah amat.. indonesia aja udah mendeka


idih gue mah ogah sama chef brama, liat tuh Peserta, kan kasian yaak namanya juga kompetisi, masak gak masuk sama masakannya aja dilempar tuh piring dong..


itu hak mereka..


saya hanya perlu menjawab 1 dari sekian banyak pernyataan itu


do you know my man is fierce? but you don't know, my man is supporting me in all matters, he is not a man complaining about my shortcomings, and not even snapping at me


tulisku di laman instastory


sejak hal itu terjadi, aku dan suamiku kembali membaik, dimana suamiku mengajariku masak


"kamu harus bisa melampaui ku" ucap bram


tak henti hentinya ia membuat ku melebihi nya, dan semua tak terbuang sia sia..


karna keinginan ku juga menyeimbangi bram, aku dengan niat dan akhirnya aku bisa..


bahkan gelar chef didepan namaku sudah kumiliki..


chef yoora....


mengikuti jejak suami, aku ingin terlihat jika aku bisa dan pantas menjadi seorang istri dari chef brama..


aku memang tak sama dengan brama.. ketika aku mengajari dan mejadi juri, aku tak pernah membentak, berangkat dari ketidak bisaan yang sama dengan peserta lain, membuat ku memang tak tega jika harus seberani brama


"hei ... not this, you can combine it with color vegetables, not green, because it will look unattractive"


bahkan banyak dari anak didik disekolah milik bram yang berlari padaku untuk bertanya atau sekdar memberika kesan soal masakan dari tutorial nya


"chef .. isn't this dessert too heavy? how about pudding?"


"no.. puding gak sudah biasa.. kamu bikin aja dessert yang emmm yaaa manis ala ala jeli dalam minuman kali"


"chef brama bilang untuk dissert memang harus berjenis puding atau buah buah"


"oh untuk buah bisa.. tapi jangan dibiarkan begitu saya, kamu hias.. kalo chef brama pasti lebih suka buah yang yaaa setidak nya dua atau tiga macam.. jadi satu dalam hiasan"

__ADS_1


"makasih chef yoora"


bahkan ada salah satu anak didik disana yang mengepost sebuah komentar menurutnya..


"how come you can ... beautiful chef turns out to be a fierce chef's wife, how come you want to be a chef with him ... beautiful chef can get a friend who is more friendly and not a proud"


tulisnya dalam sebuah status


aku tau itu untukku, tapi biarkan lah dia untuk pro, atau untuk kontra...


banyak yang menyangkan memang kenapa aku menikah dengan bram...


apalagi saat. pembawaan karakter kami jauh terbalik


bagaimana pun netizen mendoakan aku dan bram berpisah mulai dari gosip kedekatan bram dengan sitha, berita yang tak pernah ada seperti ada orang ketiga dariku.. semua betebaran..


sementara aku dan bram hanya akan menunjukkan jika hujatan mereka bukan renggangnya kebersamaan kami


the taller the tree stood


the stronger the wind struck, you know?


ditahun keenam pernikahan.. dimana benar benar allah mengabulkan permintaan ku dan bram..


dimana aku haaaaaamiiiil


yeee aku hamill...


dua bulan uring uring tak bisa tidur malam, dengan setia suami ku yang galak ini menemani meleknya mataku.. padahal esoknya ia harus bekerja


berat badan semakin bertambah, asupan yang tadinya cukup sepiring kini menjadi dua piring.. pantas kan kalo badanku mulai membesar...


dokter mengatakan, akan bisa dan tau bagaimana pertumbuhan signifikan mulai dari kaki, tangan, mata, hingga terbentuknya beberapa syarat pada kehamilan 5 bulan, dan ketika hamil bulan keempat, dokter mengatakan jika bram ingin bayi kembar.. entah kembar laki laki atau perempuan...


dan disaat hamil hampir mendekati bulan kelima, dokter mengatakan, jika bayinya tunggal atau tidak kembar


namun setiap malam, bram tetap saya membaca beberapa bacaan ayat kursi sembari mengelus perut ku dan meminta jika anaknya kembar


"gak bisa sayang... jelas dokter bilang cuman satu, masih aja kekeh minta dua" ucapku


"biarin ah beib.. kan berharap"


saat sudah memasuki bulan dimana aku harus melahirkan bayiku, ternyata ketika dokter membantuku, para dokter kaget jika anak yang dikandunganku ada dua.. laki dan perempuan...


namun ketika sudah lahir bayi perempuan, perutku masih besar..


kupikir aku belum melahirkan, lalu yang keluar tadi apa?


satujam setelah kelahiran, barulah bayi laki laki keluar...


"yaaa... anakku dampit.. atau kembar laki perempuan"


setelah melahirkan dan waktu dengan cepatnya merubah bayi kecil menjadi seorang anak yang cerdas sama seperti papanya...


keduanya tak mau sekolah ditempat biasa.. ia benar benar memutuskan sekolah di tempat papanya, mulai sekolah dasar bahkan..


diusianya yang hampir menginjak kepala sepuluh.. hampiir loh ya...


mereka sama seperti ayahnya.. tak pernah meminta apalagi memandang sebelah mata ketika mereka tau aku tak bisa mengerjakan pekerjaan rumah..


seolah menjadi partner ayah dan anak nya tak mengirikan jika aku terlalu banyak santai..


benar benar aku menjadi orang beruntung dari yang paling spesial


namun ketika aku merasa semua baik baik saja.. aku merasa ada perasaan ganjil dari sitha..


yaa sitha adalah teman kerja bersama dengan suamiku


perhatian nya, kasih sayang nya, tulus.nya pada anak anakku dan bram seolah seperti ayah sendiri


aku hanya takut tersingkirkan karna suatu kondisi dimana aku tak bisa seperti sitha


tapi semoga itu hanya ketakutanku, aku tidak mau berpikir jauh apalagi hal buruk


ketika aku datang membawakan masakan untuk kedua anakku dan suamiku.. aku melihat diruangan bram sedang berdua dengan sitha

__ADS_1


__ADS_2