Satu Nama Sebuah Kisah

Satu Nama Sebuah Kisah
SMM #2


__ADS_3

"kamu menjebakku?" teriakku


"minum lah"


"aku tidak biasa minum"


dia terus memaksa ku meminum minuman beralkohol tinggi itu


"lepas.. lepasin"


dan ketika Jo Xue salah satu teman Zang Mheng memfoto dan mengirim ke grup status terkini


Xieng Yuang ternyata sudah ada didepan mpbilnya ditepi jalan dan ketika Xieng Mheng melihat ketiga nya memaksa untuk ku masuk ke dalam mobil..


ia mendekatiku dan menarikku


"Xieng Yuang?" ucap Zang Mheng


"lepaskan dia"


"bagaimana kau bisa tau"


"kau sedang mabuk berat, kau ingat ingat lagi kau mengirim sttus ini ke media" ucap Xieng Yuang


ternyata ia melihat sttus buatan Jo Xue


Zang Mheng pun marah besar


karna aku pusing dengan keributan di dalam ruangan itu, dan juga keributan antara Zang Mheng dan Xieng Yuang..


aku tak bisa menahan pusingnya kepalaku


akupun tak sadar..


sampai saat aku terbangun karna sinar matahari menyengat wajahku..


dan ketika aku melihat sekelilingku, aku kaget ada seorang lelaki duduk membelakangi ku di meja belajar dalam kamar itu


tentu aku teriak..


"kamu siapaaa?" teriakku


ketika aku tau itu Xieng Yuang


"Xieng Yuang" teriakku semakin kencang


"kenapa kau selalu berteriak? apa kau keturunan hewan yang hidup dihutan seenaknya saja kau teriak?"


"ngapain kamu dikamar ku?" tanyaku


"ha, apa, apa aku tak salah dengar? ucapkan lagi? kamar mu? kau lihat kembali, perhatikan baik baik"


astaga, ini kamar Xieng Yuang, banyak foto tentang dia didalam kamar ini


"kau apakan aku semalam?" tanyaku


"aku? ngapain? hei.. aku tidak selera padamu, jadi tenang saja, seleraku yang cantik, putih, jenjang, lihatlah dicermin itu, kamu sangat jauh"


"yee biarin, udah aku pergi" ucapku


dan ketika sampai diasrama


"astaga nada, sepagi ini kau baru datang?" tanya Man Nna


"kemana aja sih nada, kamu kira ini hotel pribadi main tinggal seenaknya masuk seenaknya" tanya Sun Mih


"ya maaf"


"lalu semalam apa kau tidur?"


"tidur kok"


"dimana?"


"emm ehm kalian duluan ya, aku belum mandi"


"oh okeh"


ketika aku di kamar mandi..


"auuu kenapa sakit dibuat buang air kecil ya?" ucapku pelan


aku merasa kemaluanku sakit ketika aku buang air kecil itu


sesampainya aku dikelas..


"nada" sapa Sun Mih


"ha?"


"pagi tadi, aku baru datang, Xieng Yuang mencarimu" bisik Sun Mih


"ada pa?"


"entahlah, cuman tanya apa kamu datang kesekolah"


"eheheeem" ucap Xieng Yuang yang sadar dirinya bahan omongan


dan ketika pelajaran selesai..


"nada.. aku ikut sama Man Nna sebentar"


"iyaa"


ketika aku sedang memainkan ponsel..


"ngapain?" tanyaku


"jangan kebiasaan teriak sembarangan.."


"ngapain sih kamu"


"uuusssst" ucap xieng Yuang

__ADS_1


ia mulai dekati wajahku, sedikit lagi dia menciumku...


"Xieng Yuang" teriak guru Noo Xue


"guru?" ucap ku kaget


"kalian pacaran?" tanya Noo Xue


"ah, bukan, anda salah paham guru" ucapku


"ada apa kemari? bukankah jam kita selesai?" tanya Xieng Yuang


"ah, buku kumpulan nilai untuk kalian ketinggalan"


dan ketika guru kembali pergi


"permisi" ucapku


sejak itu, Xieng Yuang lebih sering mendekatiku..


bahkan ia sering membela ku ketika Zang Mheng menggodaiku


hingga waktu berjalan..


tepat nya setahun lamanya Xieng Yuang bersikap sedikit manis kepadaku


ketika guru Noo Xue memanggil Xieng Yuang


aku melirik ke meja Xieng Yuang, yang ada ponsel disana..


aku memberi tau Chu Zuhn untuk mengambil ponsel Xieng Yuang..


dan ketika aku mendapatkannya, aku menuju ke depan meja guru, lalu aku melihat beberapa file diponsel Xieng Yuang


ketika aku mendapatkan salah satu sampul perempuan tidur file video itu , aku seperti tak asing...


betapa kagetnya aku ketika aku mendapati video itu adalah video Xieng Yuang menyetubuhi ku..


aku menangis menjatuhkan air mata..


tak ada yang melihatku disana, semua sedang sibuk


perlahan dia buka kancing bajuku, lalu menciumi seluruh bagian sensitifku


dan ia benar benar menikmati permainannya..


ketika ia selesai, ia meraba raba lenganku dan kembali tertidur..


beberapa menit ia terbangun dan mematikan rekord


ketika aku melihat Xieng Yuang masuk dan mencari ponselnya, aku berdiri dari dudukku


Xieng Yuang sadar ponselnya ditanganku


ketika ia berjalan mendekatiku, dan menarik ponselnya, tak tahan lagi sudah, aku ambil bulpoin dimeja guru, aku akan menusuk matanya, tapi ia menahanku, emosiku sudah bertumpuk aku menamparnya keras keras di dengan tanganku satunya..


semua kaget, semua berdiri, dan seketika semua terdiam...


"kamu, harus mati" teriakku


aku berjalan pergi..


aku meninggalkan ruangan ku


dan tak ada seorang pun mengejarku..


aku sudah tak peduli..


aku menuju asrama..


aku bereskan beberapa pakaianĀ  dan barang barangku..


aku masuk ke ruang kesiswaan, dan aku berpamitan untuk mengundurkan diri


bahkan aku tak peduli, jika uang yang masuk sudah cukup banyak dan sayang jika harus berhenti ditengah jalan seperti ini


sesampainya dirumah Sung Ma


"nada?" sapa Sung Ma


"mama" sapa ku memeluknya


"ada apa, kenapa kamu menangis, terus itu kopermu, bukannya kamu bawa untuk barang mu di asrama?"


dan aku berfikir, apa pantas aku cerita kepada Sung Ma, bahkan dia bukan siapa siapaku


"dan ketika aku menghubungi keluargaku, mereka masih tidak menerima telfonku" ucapku


"oh karna itu, ya sabar, mungkin mereka ingin kamu lebih mandiri"


"aku mau pulang..."


dan ketika aku pulang keindonesia..


"maa.. titip sisa sisa barang barang ku dirumah mu dulu ya"


"iya, aku akan jaga"


dan ketika aku kembali keindonesia..


rumah ku sudah bukan milikku, dimana ayah dan mama sekarang..


bahkan mereka masih saja tak bisa dihubungi


"ayolah... kemana aku pergi"


dan ketika aku memutuskan kerumah nenek


sesampainya


"cucu ku, kapan kau pulang nak?" sapa nenek


"baru saja nek, kek, tapi kemana ya ayah sama mama, kok rumah kita...."

__ADS_1


dan nenek menjelaskan tentang ayah yang harus menanggung resiko kerugian kantor yang dibawa lari oleh salah satu staff kantor..


"ayah bangkrut? lalu bagaimana ayah bisa mengirimi ku uang jatah uang dan atm dengan isi trillyunan?"


"yaa sekalian ambruk juga katanya untuk biaya kamu"


aku meminta nenek antarkan tapi aku sadar nenek cukup tua


dan aku menyerah mencari kemana ayah dan mama berada..


aku terdiam, duduk sendirian, tak lama Sung Ma menelfonku


"halo" ucapku


"nada.. kau kapan pulang?"


"aku...."


"kamu pulang lah, aku butuh teman"


tadinya aku ingin kembali tinggal diindonesia..


tapi karna aku gaktau kemana aku pergi mencari ayah dan mama.. sementara aku tak mungkin bersama nenek karna iya ikut dengan menantunya dan aku siapa.. aku bukan apa apa dan siapa siapa mereka


akhirnya aku kembali ke korea..


sesampainya


"nada" sapa Sung Ma


ia pun memelukku..


"aku sudah perhitungkan kedatanganmu, jadi sebelum dingin masakanku, coba, kamu makan itu"


dan tepat nya sebulan setelah aku memutuskan pendidikan ku..


"kau sudah bangun sepagi ini? apa kau ke sekolah?"


"aku ingin cari kerja ma"


"kerja? ha.. disini tidak ada yang menerima pekerja yang belum lulus sekolah di universitas"


"dicoba saja"


"yasudah lah, kamu berhati hatilah"


dan ketika aku mencari keliling dan benar Sung Ma mengatakan..


"disini tak semudah indonesia dalam hal kerja"


aku menuju sekolahku dan melihat dari kejauhan..


selang beberapa hari..


aku entah jadi apa di rumah Sung Ma


pengangguran, tanpa kerjaan, bangun pasti siang, bangun bangun tinggal makan, yaa walaupun Sung Ma tak masalah, tapi aku malu, mukaku seperti tersayat pisau, bahkan kabar dari ayah dan mama pun tak ada dapatkan hingga saat ini sejak kepindahanku di korea dua tahun lalu


ketika aku duduk menatap arah jauh, pandangan kosong, seseorang mengagetiku


"Man Nna, Chu Zuhn" ucap ku


"aku datang kemari untuk memohon, aku mohon kembali, kelas tanpa kamu yang sering teriak itu gak seru" ucap Chu Zuhn


Man Nna menginjak kaki Chu Zuhn ku lihat


"gini nada, aku kesepian sama Sun Mih, kau teman ku yang paling bisa untuk jadi teman curhat, Sun Mih sering sibuk sendiri tak perhatikan aku ketika aku bercerita, sementara kamu benar benar mendengarkan, menenang kan" jelas Man Nna


"aku.." ucapku terpotong


"yaa aku tidak tau apa yang membuatmu semarah itu hari itu kepada Xieng Yuang, bahkan Xieng Yuang pun tak mengatakan apapun, dia diam, datang diam tanpa bicara sedikitpun sejak kamu memutuskan berhenti.." jelas Man Nna


"guru Noo Xue juga marah besar kepada satu kelas, bahkan sampai memaksa Xieng Yuang mengatakan ada apa, tetap saja dia diam"


"oh kita ngomong soal guru Noo Xue.. dia nitip ini" ucap Man Nna


"apa ini?"


"entah, aku tidak membacanya, kupikir itu hakmu, aku tidak akan lancang milik orang lain"


dan ketika melihat, aku membaca bahwa sekolah qyinma universitas itu memberikan full free selama kuliah..


yaa kalau istilah diindonesia, beasiswa pintar lah yaa...


"apa ini serius?" tanya ku


"yaa.. Noo Xue menitipkan ini kepada kita karna ia sibuk dengan pekerjaan nya, dan guru itu berkata jika ini dia dapat dari pemilik bangunan sekolah, yang terkesan dengan kecerdasan dan kesederhanaan kamu" jelas Man Nna


"eh ada tamu, kenapa mama tidak dipanggil Nada?" tanya Sung Ma


"eh maaf ma, aku kira mama tidur"


"iya sudah, siapa mereka"


"kami teman sekolah nya bu, perkenalkan, saya Man Nna dan dia Chu Zuhn" ucap Man Nna


"oh, iya, saya Sung Ma, mama nya Nada, sebentar saya bikin kan minuman"


dan aku melihat Man Nna dan Chu Zuhn saling berbisik


"ehhem hemmm" ucapku


"hehe"


"ngobrolin apa sih?" tanya ku kepo


"kamu bilang kamu asli indonesia, mengapa ibumu wajah nya kental dengan korea?" tanya Man Nna


"oh Man Nna mungkin dia mix, campuran begitu, indonesia korea, mungkin ayahnya berdarah indonesia"


"uuussst jangan bicara dulu" ucapku menarik tangan keduanya keluar rumah


"ada apa?" tanya Chu Zuhn nada pelan

__ADS_1


aku menjelaskan siapa Sung Ma


__ADS_2