
Nirmalla dan Diandara menuju sebuah rumah
sebenernya setelah ini akan ada kelas lagi, tapi Nirmalla dan Diandara sudah tak berfikir sejauh itu untuk menghadiri
sesampainya dirumah
"ini rumah Via?"
"bukan, ini rumah neneknya, sudah lama kosong"
setelah berada didalam, dan memaksa masuk ke dalam, yang ada Nirmalla dan Diandara menemui Dipo sudah memeluk Via
"Dipo" ucap Diandara
Dipo sontak melepaskan pelukan dan menarik Nirmalla, Nirmalla terus berlari kepinggir jalan besar, berharap taksi datang, dan akhirnya taksi datang sebelum Dipo sampai mengejar Nirmalla
sesampainya dirumah Nirmalla hanya bisa menangis sekeras-kerasnya
tak lama Dipo dan Diandara datang..
menjelaskan kebenaran katanya tapi Nirmalla masih belum bisa untuk bertemu
dan dua hari berlalu, akhirnya Nirmalla memutuskan keluar juga, berangkat kuliah, dan bertemu Dipo lagi
"Malla.." panggil Dipo
Nirmalla menghindar, dan langsung berlari masuk ruang, kebetulan didalam ruang sudah ada dosen
"maaf pak terlambat" ucap Nirmalla
"okeh, silahkan duduk" ucap dosen
terlihat Dipo yang masih ada dibalik pintu luar ruang prodi itu, setelah kelas selesai, Diandara menceritakan semuanya..
tentang Via yang memberikan obat tidur, dan berfoto di ranjang dengan Dipo, tapi tidak melakukan apapun yang senonoh
Nirmalla mengiyakan nya saja
lalu saat keluar kelas, sudah ada Dipo disana
"Malla" ucapnya
"Maaf, aku pengen sendiri" jawab Nirmalla
setelah esoknya Nirmalla membaik dan kembali akur dengan Dipo, sebulan kemudian Dipo mulai berubah, dia mulai cuek dan tak lagi perhatian
"kalian ada masalah lagi ya" tanya Diandara
"masalah? enggak" ucap Nirmalla
"jujur Malla, aku udah kenal kalian 2 tahun lebih dan itu cukup untuk membaca kalian ada masalah"
"enggak" ucapnya lagi
karna memang Nirmalla tak merasa ada masalah. entahlah dengan Dipo, dan esoknya Dipo mendekati dan berkata
"Malla, aku pacaran sama yussi" ucapnya
"Oh, okeh" ucap Nirmalla
Yussi adalah teman sekelas nya, dia memang dikenal cewek populer kedua setelah Diandara, karna yang pertama Diandara kan
Nirmalla merasa perlu diam, karna ia tidak tau ia harus bagaimana, cerita pun dirasa malas jadi cukup di pendam
beberapa minggu, Diandara yang mencium hal yang sudah Nirmalla tutupi akhirnya mendatangi Nirmalla, dengan menarik tangan Dipo, kakaknya
"sekarang kalian jelasin, kenapa" ucap Diandara
"maksudnya kenapa apa nih" ucap Nirmalla
"kakak bisa gak jelasin, kenapa bisa kakak, pacaran sama Yussi padahal kakak pacaran sama Malla" ucap Diandara disana
"kakak putus dengan Malla, dan itu mau Malla" ucap Dipo
"ya kan Malla putusin karna Malla sekarang berhijab, harusnya kakak lebih serius, tunangan kek, nikah sekalian" ucap Diandara
"eh udah dah, jangan gitu, kakak kamu bener, dia bisa memilih yang baik untuk dia" ucap Nirmalla
"ya yang baik untuk dia ya kamu"
"udah, udah kan interview nya" ucap Dipo
Dipo pun pergi, dan Nirmalla melihat kepergiannya, mungkin Allah sudah membalikkan hati nya, karna Allah maha membolak-balikkan hati orang dan itu gampang bagi-Nya
tak terasa tetesan air mata Nirmalla jatuh, Diandara memeluknya dan mencium pipi nya sebagai tanda semangat untuknya
4 bulan kemudian, Dipo mengirimkan surat undangan pernikahan nya dengan Yussi, dan Nirmalla menyambutnya
ia datang kerumah bersama Yussi untuk mengantarkan undangannya
"Malla, permisi" ucap seseorang
"Ya" jawab Nirmalla
saat Nirmalla buka ternyata Dipo dan Yussi disana
"Dipo, Yussi, masuk" ucap Nirmalla
"okeh"
mereka pun masuk dan memberitahu soal hubungan keseriusan mereka untuk menikah yaa Nirmalla menerima undangan itu
Bulan depan tepatnya, Nirmalla harus menerima kenyataan Dipo harus menikah dengan wanita lain, sanggupkah?
disaat bersamaan dengan kegalauan yang melanda, Nirmalla bertemu Reindra, ya seorang lelaki baik, dan sopan, selalu menjadi lelaki sejati tanpa harus berbuat hal negatif
waktu itu saat Nirmalla menemani Diandara pemotretan, Nirmalla duduk sendiri memainkan ponsel nya didepan sebuah pemotretan
setelah pemotretan selesai...
"aku ke toilet sebentar ya " ucap Diandara
__ADS_1
"ou okey"
tak lama seseorang menyapa Nirmalla
"hai.. kamu siapa nya Diandara" sapanya
"oh, hai saya teman nya, teman dekat" ucap Nirmalla
"oh saya Reindra, fotografer nya" ucap lelaki itu
"oh baiklah"
"salam kenal"
"salam kenal balik kak"
tak lama Diandara datang
"bang Reindra" sapanya
"hai dar" sapa balik Reindra
"ngapain disini bang?"
"oh ini tadi sendiri, kan aku tanya siapa nya kamu gitu"
"wah modus ini bang Reindra"
"apaan sih"
"yaudah pulang yuk Malla" ucap Diandara
"eh kalian naik apa?" tanya Reindra
"tadi dianter temen bang, kenapa?"
"aku anter ya"
"gak usah bang, udah pesen taksi online, takut nya sudah datang gak ada orang"
Nirmalla dan Diandara pun pulang, beberapa hari berlalu, Diandara membuka pembicaraan di pagi ini
"emm Malla"
"iya"
"bang Reindra tanyain kamu mulu, kenapa gak pernah ikut aku lagi katanya"
"oh ya?"
"sedeket apa sih kalian"
"loh ya sebatas kenalan beberapa hari lalu kan"
"kayaknya dia suka sama kamu"
"biarin" ucapnya santai
sejenak diam lalu Diandara membuka pembicaraan nya lagi
"gak mungkin bisa deh dar" ucap Nirmalla
"bukannya aku tidak suka, aku tidak mau liat kamu sendiri sementara abangku asik dengan wanita lain"
sejak nasehat dari Diandara, Nirmalla mulai membuka kesempatan untuk Reindra karna ada benarnya juga apa yang dikatakan Diandara
esoknya Reindra sengaja ikut dengan Diandara ke lokasi pemotretan
"hai, lama nih gak kesini" ucap Reindra
"perasaan baru seminggu doank deh bang" goda Diandara
"eh kamu dar"
"eh bang, aku tinggal dulu ya fine your time" ucap Diandara lagi
tinggal lah aku dan Reindra berdua
"kata Diandara kamu mantan dari kakaknya dia" ucap Reindra
"iya" jawabnay dengan senyum juga
"kenapa putus"
"gakpapa, lagi belum jodoh"
"kamu mencoba menutupi ya, aku tau semua ceritamu"
"maksudnya"
"bahas lain sudah, eh kamu udah makan belom?"
"udah kok"
"emm"
hari-hari berikutnya, Reindra dan Nirmalla pun saling dekat, seminggu lagi Reindra harus menghadiri pernikahan mantan pacar, yaa siapa lagi, Dipo dengan Yussi
"kamu temenin Nirmalla aja bang" ucap Diandara
"ah lucu ah, gak diundang juga"
"ya kan bisa pakai undangan satu sama Malla"
"iya, ikut saja bareng aku" kata Nirmalla
"beneran ini" tanya Reindra
"iya, jangan lupa datang berdua ya" jawab Diandara
dan dihari pernikahan tiba, Reindra menjemput Nirmalla
__ADS_1
"sudah siap?" tanya nya
"sudah" ucap Nirmalla
Nirmalla dan Reindra pun berangkat dan sesampainya, disapa oleh Diandara sebagai penerima tamu
"yeeeah akhirnya kalian" ucap Diandara
"kamu cantik hari ini deh" goda Reindra
"haha bisa aja, kamu juga cantik" ucap Diandara
"masak aku yang cantik, ya Malla donk"
"ciye.. udah lah sana masuk, bikin hati ku leleh aja" ucap Diandara
setelah masuk, Nirmalla tak berani menatap ke arah panggung, mungkin ia takut sakit atau pening atau lainnya entahlah
tapi Reindra menguatkannya, akhirnya ia mampu melihat bahkan bersalaman, tapi saat Reindra yang bersalaman, Dipo memberikan wajah datar nya
setelah turun lalu menikmati makanan, Nirmalla tau Dipo sedang tidak bisa menjaga emosinya, melihat Reindra dengan Nirmalla
lalu Dipo turun dan mendekati Reindra
"siapa yang undang lu" ucap Dipo
"saya diajak Malla" ucap Reindra
"ini pernikahan saya, silahkan anda keluar karna saya tidak berkenan" ucap Dipo
"apa sih ini" ucap Diandarq
"dia, aku yang bawa jadi kamu mengusirku juga kan" sambar Nirmalla
"pergi" ucap Dipo lagi
Reindra mulai beranjak jalan dan saat akan melangkah Nirmalla menghentikan langkahnya
"aku ikut" kata Nirmalla
"Malla" teriak Dipo
Yussi pun menarik tangan Dipo dan kembali kearah panggung, Reindra berpamitan pulang, dan Nirmalla menyusulnya
"jangan Malla, kamu kan undangannya"
"aku datang pun sudah memenuhi undangan kan bang" ucap Nirmalla
tak lama Diandara menghampiri mereka berdua disana yang sudah siap pergi
"maaf ya" ucapnya
"iya" ucap Nirmalla
sementara Reindra langsung masuk mobilnya dan menunggu Nirmalla masuk mobil nya lalu mereka pergi
sesampainya dirumah Nirmalla
"maafin sikap dia ya" ucap Nirmalla
"gakpapa" ucapnya
"mau aku buatin minum?"
"boleh" ucapnya
beberapa hari setelah kejadian berlangsung, Nirmalla dan Reindra semakin membaik, ditambah Reindra memberinya pekerjaan sementara di kantornya
tapi sejauh ini Nirmalla dengannya tak berwarna seperti ia dengan Dipo, Nirmalla paham dirinya salah tapi ia tak bisa membohongi diri dan mengubur itu semua
beberapa hari kemudian, Reindra menyatakan perasaan nya
"maaf bang aku-" jawab Nirnalla
belum selesai bicara, Reindra memotong
"aku tau, aku tau kamu sejak pertama bertemu lewat Diandara, aku tau kamu akan menolak ku dan tidak akan menerima"
"lalu"
"ya aku menunggu"
kedekatan yang semakin intens, dan mulai ada pembicaraan kearah yang serius, untuk menikah, akhirnya memutuskan mulai bulan depan persiapan pernikahan dimulai dari nol
Diandara sebagai saksi hidup perjalanan kisah mereka jelasnya turut berbahagia
"ye Malla.. akhirnya kamu bisa Malla, aku yakin kamu bisa kan Malla" ucapnya
"makasih dar, kamu memang sahabat the best" ucap Nirmalla
"iya.. bulan depan rekomendasi kemana ini"
"gak tau dar"
"butiknya mbak lella gimana?"
"Boleh"
kebetulan Lella teman satu kampusnya ada yang memiliki usaha butik
persiapan untuk pesta mulai dari super ribet yaitu undangan dan baju, hampir selesai, tepat saat sesi prewed tiba-tiba Dipo datang
menghancurkan segala benda disana mulai dari menghajar penjaga pintu lalu melempar lempar beberapa kamera disana sampai mengacak-acak pakaian disana
"Dipo" teriak Nirmalla
"Malla, kamu gak boleh nikah sama dia, jangan yaa"
Nirmalla menarik tangan Dipo keluar dan menamparnya sesampainya diluar
"Malla.. terserah kamu mau apa, kamu gak inget kita habis ngapain aja? selama pacaran dulu kita ngapain kamu lupa?"
__ADS_1
"stop Dipo, aku emang melupakan semuanya. aku sengaja, tolong dengarkan aku, sekarang tolong jangan ganggu aku lagi ngerti" teriak Nirmalla disana
tak lama Reindra keluar langsung menghajar nya dan saling baku hantam, aku hanya bisa teriak, untuk memanggil dan memisahkan mereka