Satu Nama Sebuah Kisah

Satu Nama Sebuah Kisah
NA #6


__ADS_3

Nirmalla dan Diandara menuju sebuah rumah


sebenernya setelah ini akan ada kelas lagi, tapi Nirmalla dan Diandara sudah tak berfikir sejauh itu untuk menghadiri


sesampainya dirumah


"ini rumah Via?"


"bukan, ini rumah neneknya, sudah lama kosong"


setelah berada didalam, dan memaksa masuk ke dalam, yang ada Nirmalla dan Diandara menemui Dipo sudah memeluk Via


"Dipo" ucap Diandara


Dipo sontak melepaskan pelukan dan menarik Nirmalla, Nirmalla terus berlari kepinggir jalan besar, berharap taksi datang, dan akhirnya taksi datang sebelum Dipo sampai mengejar Nirmalla


sesampainya dirumah Nirmalla hanya bisa menangis sekeras-kerasnya


tak lama Dipo dan Diandara datang..


menjelaskan kebenaran katanya tapi Nirmalla masih belum bisa untuk bertemu


dan dua hari berlalu, akhirnya Nirmalla memutuskan keluar juga, berangkat kuliah, dan bertemu Dipo lagi


"Malla.." panggil Dipo


Nirmalla menghindar, dan langsung berlari masuk ruang, kebetulan didalam ruang sudah ada dosen


"maaf pak terlambat" ucap Nirmalla


"okeh, silahkan duduk" ucap dosen


terlihat Dipo yang masih ada dibalik pintu luar ruang prodi itu, setelah kelas selesai, Diandara menceritakan semuanya..


tentang Via yang memberikan obat tidur, dan berfoto di ranjang dengan Dipo, tapi tidak melakukan apapun yang senonoh


Nirmalla mengiyakan nya saja


lalu saat keluar kelas, sudah ada Dipo disana


"Malla" ucapnya


"Maaf, aku pengen sendiri" jawab Nirmalla


setelah esoknya Nirmalla membaik dan kembali akur dengan Dipo, sebulan kemudian Dipo mulai berubah, dia mulai cuek dan tak lagi perhatian


"kalian ada masalah lagi ya" tanya Diandara


"masalah? enggak" ucap Nirmalla


"jujur Malla, aku udah kenal kalian 2 tahun lebih dan itu cukup untuk membaca kalian ada masalah"


"enggak" ucapnya lagi


karna memang Nirmalla tak merasa ada masalah. entahlah dengan Dipo, dan esoknya Dipo mendekati dan berkata


"Malla, aku pacaran sama yussi" ucapnya


"Oh, okeh" ucap Nirmalla


Yussi adalah teman sekelas nya, dia memang dikenal cewek populer kedua setelah Diandara, karna yang pertama Diandara kan


Nirmalla merasa perlu diam, karna ia tidak tau ia harus bagaimana, cerita pun dirasa malas jadi cukup di pendam


beberapa minggu, Diandara yang mencium hal yang sudah Nirmalla tutupi akhirnya mendatangi Nirmalla, dengan menarik tangan Dipo, kakaknya


"sekarang kalian jelasin, kenapa" ucap Diandara


"maksudnya kenapa apa nih" ucap Nirmalla


"kakak bisa gak jelasin, kenapa bisa kakak, pacaran sama Yussi padahal kakak pacaran sama Malla" ucap Diandara disana


"kakak putus dengan Malla, dan itu mau Malla" ucap Dipo


"ya kan Malla putusin karna Malla sekarang berhijab, harusnya kakak lebih serius, tunangan kek, nikah sekalian" ucap Diandara


"eh udah dah, jangan gitu, kakak kamu bener, dia bisa memilih yang baik untuk dia" ucap Nirmalla


"ya yang baik untuk dia ya kamu"


"udah, udah kan interview nya" ucap Dipo


Dipo pun pergi, dan Nirmalla melihat kepergiannya, mungkin Allah sudah membalikkan hati nya, karna Allah maha membolak-balikkan hati orang dan itu gampang bagi-Nya


tak terasa tetesan air mata Nirmalla jatuh, Diandara memeluknya dan mencium pipi nya sebagai tanda semangat untuknya


4 bulan kemudian, Dipo mengirimkan surat undangan pernikahan nya dengan Yussi, dan Nirmalla menyambutnya


ia datang kerumah bersama Yussi untuk mengantarkan undangannya


"Malla, permisi" ucap seseorang


"Ya" jawab Nirmalla


saat Nirmalla buka ternyata Dipo dan Yussi disana


"Dipo, Yussi, masuk" ucap Nirmalla


"okeh"


mereka pun masuk dan memberitahu soal hubungan keseriusan mereka untuk menikah yaa Nirmalla menerima undangan itu


Bulan depan tepatnya, Nirmalla harus menerima kenyataan Dipo harus menikah dengan wanita lain, sanggupkah?


disaat bersamaan dengan kegalauan yang melanda, Nirmalla bertemu Reindra, ya seorang lelaki baik, dan sopan, selalu menjadi lelaki sejati tanpa harus berbuat hal negatif


waktu itu saat Nirmalla menemani Diandara pemotretan, Nirmalla duduk sendiri memainkan ponsel nya didepan sebuah pemotretan


setelah pemotretan selesai...


"aku ke toilet sebentar ya " ucap Diandara

__ADS_1


"ou okey"


tak lama seseorang menyapa Nirmalla


"hai.. kamu siapa nya Diandara" sapanya


"oh, hai saya teman nya, teman dekat" ucap Nirmalla


"oh saya Reindra, fotografer nya" ucap lelaki itu


"oh baiklah"


"salam kenal"


"salam kenal balik kak"


tak lama Diandara datang


"bang Reindra" sapanya


"hai dar" sapa balik Reindra


"ngapain disini bang?"


"oh ini tadi sendiri, kan aku tanya siapa nya kamu gitu"


"wah modus ini bang Reindra"


"apaan sih"


"yaudah pulang yuk Malla" ucap Diandara


"eh kalian naik apa?" tanya Reindra


"tadi dianter temen bang, kenapa?"


"aku anter ya"


"gak usah bang, udah pesen taksi online, takut nya sudah datang gak ada orang"


Nirmalla dan Diandara pun pulang, beberapa hari berlalu, Diandara membuka pembicaraan di pagi ini


"emm Malla"


"iya"


"bang Reindra tanyain kamu mulu, kenapa gak pernah ikut aku lagi katanya"


"oh ya?"


"sedeket apa sih kalian"


"loh ya sebatas kenalan beberapa hari lalu kan"


"kayaknya dia suka sama kamu"


"biarin" ucapnya santai


sejenak diam lalu Diandara membuka pembicaraan nya lagi


"gak mungkin bisa deh dar" ucap Nirmalla


"bukannya aku tidak suka, aku tidak mau liat kamu sendiri sementara abangku asik dengan wanita lain"


sejak nasehat dari Diandara, Nirmalla mulai membuka kesempatan untuk Reindra karna ada benarnya juga apa yang dikatakan Diandara


esoknya Reindra sengaja ikut dengan Diandara ke lokasi pemotretan


"hai, lama nih gak kesini" ucap Reindra


"perasaan baru seminggu doank deh bang" goda Diandara


"eh kamu dar"


"eh bang, aku tinggal dulu ya fine your time" ucap Diandara lagi


tinggal lah aku dan Reindra berdua


"kata Diandara kamu mantan dari kakaknya dia" ucap Reindra


"iya" jawabnay dengan senyum juga


"kenapa putus"


"gakpapa, lagi belum jodoh"


"kamu mencoba menutupi ya, aku tau semua ceritamu"


"maksudnya"


"bahas lain sudah, eh kamu udah makan belom?"


"udah kok"


"emm"


hari-hari berikutnya, Reindra dan Nirmalla pun saling dekat, seminggu lagi Reindra harus menghadiri pernikahan mantan pacar, yaa siapa lagi, Dipo dengan Yussi


"kamu temenin Nirmalla aja bang" ucap Diandara


"ah lucu ah, gak diundang juga"


"ya kan bisa pakai undangan satu sama Malla"


"iya, ikut saja bareng aku" kata Nirmalla


"beneran ini" tanya Reindra


"iya, jangan lupa datang berdua ya" jawab Diandara


dan dihari pernikahan tiba, Reindra menjemput Nirmalla

__ADS_1


"sudah siap?" tanya nya


"sudah" ucap Nirmalla


Nirmalla dan Reindra pun berangkat dan sesampainya, disapa oleh Diandara sebagai penerima tamu


"yeeeah akhirnya kalian" ucap Diandara


"kamu cantik hari ini deh" goda Reindra


"haha bisa aja, kamu juga cantik" ucap Diandara


"masak aku yang cantik, ya Malla donk"


"ciye.. udah lah sana masuk, bikin hati ku leleh aja" ucap Diandara


setelah masuk, Nirmalla tak berani menatap ke arah panggung, mungkin ia takut sakit atau pening atau lainnya entahlah


tapi Reindra menguatkannya, akhirnya ia mampu melihat bahkan bersalaman, tapi saat Reindra yang bersalaman, Dipo memberikan wajah datar nya


setelah turun lalu menikmati makanan, Nirmalla tau Dipo sedang tidak bisa menjaga emosinya, melihat Reindra dengan Nirmalla


lalu Dipo turun dan mendekati Reindra


"siapa yang undang lu" ucap Dipo


"saya diajak Malla" ucap Reindra


"ini pernikahan saya, silahkan anda keluar karna saya tidak berkenan" ucap Dipo


"apa sih ini" ucap Diandarq


"dia, aku yang bawa jadi kamu mengusirku juga kan" sambar Nirmalla


"pergi" ucap Dipo lagi


Reindra mulai beranjak jalan dan saat akan melangkah Nirmalla menghentikan langkahnya


"aku ikut" kata Nirmalla


"Malla" teriak Dipo


Yussi pun menarik tangan Dipo dan kembali kearah panggung, Reindra berpamitan pulang, dan Nirmalla menyusulnya


"jangan Malla, kamu kan undangannya"


"aku datang pun sudah memenuhi undangan kan bang" ucap Nirmalla


tak lama Diandara menghampiri mereka berdua disana yang sudah siap pergi


"maaf ya" ucapnya


"iya" ucap Nirmalla


sementara Reindra langsung masuk mobilnya dan menunggu Nirmalla masuk mobil nya lalu mereka pergi


sesampainya dirumah Nirmalla


"maafin sikap dia ya" ucap Nirmalla


"gakpapa" ucapnya


"mau aku buatin minum?"


"boleh" ucapnya


beberapa hari setelah kejadian berlangsung, Nirmalla dan Reindra semakin membaik, ditambah Reindra memberinya pekerjaan sementara di kantornya


tapi sejauh ini Nirmalla dengannya tak berwarna seperti ia dengan Dipo, Nirmalla paham dirinya salah tapi ia tak bisa membohongi diri dan mengubur itu semua


beberapa hari kemudian, Reindra menyatakan perasaan nya


"maaf bang aku-" jawab Nirnalla


belum selesai bicara, Reindra memotong


"aku tau, aku tau kamu sejak pertama bertemu lewat Diandara, aku tau kamu akan menolak ku dan tidak akan menerima"


"lalu"


"ya aku menunggu"


kedekatan yang semakin intens, dan mulai ada pembicaraan kearah yang serius, untuk menikah, akhirnya memutuskan mulai bulan depan persiapan pernikahan dimulai dari nol


Diandara sebagai saksi hidup perjalanan kisah mereka jelasnya turut berbahagia


"ye Malla.. akhirnya kamu bisa Malla, aku yakin kamu bisa kan Malla" ucapnya


"makasih dar, kamu memang sahabat the best" ucap Nirmalla


"iya.. bulan depan rekomendasi kemana ini"


"gak tau dar"


"butiknya mbak lella gimana?"


"Boleh"


kebetulan Lella teman satu kampusnya ada yang memiliki usaha butik


persiapan untuk pesta mulai dari super ribet yaitu undangan dan baju, hampir selesai, tepat saat sesi prewed tiba-tiba Dipo datang


menghancurkan segala benda disana mulai dari menghajar penjaga pintu lalu melempar lempar beberapa kamera disana sampai mengacak-acak pakaian disana


"Dipo" teriak Nirmalla


"Malla, kamu gak boleh nikah sama dia, jangan yaa"


Nirmalla menarik tangan Dipo keluar dan menamparnya sesampainya diluar


"Malla.. terserah kamu mau apa, kamu gak inget kita habis ngapain aja? selama pacaran dulu kita ngapain kamu lupa?"

__ADS_1


"stop Dipo, aku emang melupakan semuanya. aku sengaja, tolong dengarkan aku, sekarang tolong jangan ganggu aku lagi ngerti" teriak Nirmalla disana


tak lama Reindra keluar langsung menghajar nya dan saling baku hantam, aku hanya bisa teriak, untuk memanggil dan memisahkan mereka


__ADS_2