
berlama-lama di kantin hanya sekedar membeli seperlunya lalu kembali ke kelas
"hai" sapanya
"hai kak" sapa ku
"mau dibawa ke kelas?"
"iya, kamu sendirian lagi?"
"iya"
"emm kalau mau ikut ke kelas kak, aku gak biasa berlama di kantin, terlalu ramai"
"waah serius boleh main?"
"boleh lah, ayo" ajakku
itu kebiasaan dari dulu memang, paling menghindari kantin, selain ramai, bersih juga belum terjamin..
Sesampainya dikelas..
"oh ya, kamu dikelas cuma dekat sama si Odie?"
"iya kak"
"kenapa gak coba dekat sama cewek?"
"dia udah cukup kayak cowok kak" jawab Odie
"haha bisa aja" jawab Aries
setelah ia menawariku mengajakku jalan akhirnya baru sekarang aku mengiyakan sebelumnya sering tapi aku menolak dengan bermacam-macam alasan, tapi takku masukkan di cerita karna menurutku itu hanya hal yang membosankan
"kamu kapan mau ikut jalan sama aku?" tanya nya
"emm kemana kak? sama teman temanmu?"
"ya kalau kamu tidak mau, kita bisa jalan berdua"
"bener ya?"
"iya berdua saja"
"iya deh aku mau"
setelah janji untuk ikut dengannya nanti malam yang kebetulan malam minggu akupun bersiap-siap untuk meyakinkannya..
"kalo tidak karna misi ini tak akan aku mau kau ajak jalan" omelku dalam hati
seringnya kami jalan disekolah dia sering bersama ku, hampir sedikit lagi ia menyatakan cinta padaku
"aku mau jujur sama kamu..." tanya Aries
Belum selesai bicara, telfonnya berdering "syukurlah" gerutu ku dalam hati dengan napas lega
"sebenernya aku su..." kata Aries
Seseorang memanggilku hendak mengembalikan buku yang ia pinjam kemaren, dengan masih berusaha
"aku tau kamu sudah tau tentangku, yang suka sama kamu, tinggal kamu putusin sekarang kamu mau gak jadi..." kata Aries kesal karna dari tadi gagal bicara banyak hambatan
Odie tiba-tiba datang mengajakku ke perpustakaan, dengan nada tinggi ia memarahi Odie di depanku dan aku takkan tinggal diam untuk itu
"Odie... kamu tau kan aku akan bicara serius dari tadi banyak hambatan, bisa gak kasih aku waktu?" bentak nya
"dengerin baik-baik, jangan temui aku lagi, jangan kenal aku lagi kalo kamu masih kasar sama Odie, dia teman ku, dia sahabatku, sekali lagi aku melihatnya, kau berurusan denganku" dengan kesal ku menjawab
Dan akupun berdiri, pergi dari kelas, dan meninggalkan nya, tanpa mendengar penjelasan nya
keesokan harinya Odie mencoba berbicara soal kemaren, sepertinya Aries sudah mendatangi Odie dan meminta maaf dan meminta untuk aku memaafkannya, dengan ide Odie aku pun memaafkan dengan syarat, keluar dari geng onar itu dan ikut bareng Bima dan Galuh berteman denganku..
"ada apa kalian?" tanyaku
"aku dateng bantuin Aries, cha.. dia sudah datang dan meminta maaf padaku" kata Odie
Cicha melirik arah Aries, Aries tersenyum dan memohon juga..
Setelah ku bertatap muka untuk memaafkannya tak lama Bima dan Galuh datang menghampiri kami, yang membuat Aries kaget, akhirnya aku menjelaskan semua
"Ris?" sapa Bima kaget
"lu ngapain disini?" tanya Galuh
"emm aku.. ya aku"
__ADS_1
"dia jadi teman kita yang baru" jawabku dengan yakin
aku sengaja membuat kemarahan, agar Aries tau bagaimana jika orang di sukainya marah, tentu dijaman sekarang apapun akan dilakukannya asalkan orang disukai nya bahagia..
tapi dengan ini aku pun meminta maaf atas ulahku yang membuat nya (Aries) lebih berharap besar padaku, aku menjelaskan dan untung saja ia mau mengerti
"bukannya cinta tak harus memiliki, sementara waktu saja.. aku akan berjuang sendirian" ucap Aries
Yaa kata itu masih terngiang betapa tulusnya ia pada ku tapi tak dipungkiri ku tetap tak ada rasa padanya
misi untuk Aries ~selesai
misi yang menurutku paling mudah dibandingkan misi misi sebelumnya..
Misi selanjutnya tinggal dua, amara dan Alexander, semoga saja Mereka tidak saling suka yaa...
bukan hal lucu lagi kalo mereka menjadi pasangan, dunia akan pecah dibuat mereka..
berdasarkan informasi mereka paling keras dan kokoh pada pendiriannya tapi bukan Chica kalau belum berjuang tapi menyerah
Karna informasi yang kudapatkan seperti itu, aku tak langsung lanjutkan misi, karna masih harus banyak yang disiapkan untuk keduanya.. tapi bersantai untuk fokus pada beberapa pelajaran yang sempat aku hiraukan yaa meski guru sepakat tetap memberiku nilai hanya karna mereka bergantung harapannya padaku untuk perubahan yang terjadi
"pak, ini nilai saya kenapa cukup?" tanyaku
"iya, kami para guru sepakat, jika kamu bisa membantu kami, kami akan memberikan nilai itu"
"saya akan niatkan belajar pak, walaupun membantu, terimakasih pak"
"iya iya"
beberapa hari berlalu, sering kami berkumpul, kecurigaan Amara dan Alex pun terpecahkan, yang lebih brutal mengerjaiku
"tasku dimana?" tanyaku
"Cicha, aku lihat tasmu dibakar" kata salah satu temanku
"dibakar?" tanyaku kaget
seketika aku meminta temanku mengantarkanku, benar.. disana sudah ada Amara..
"Amaraaaaa" teriakku
"tasmu kebakaran, aku tak sengaja"
tapi aku menghadapi nya santai karna aku tau aku punya teman yang siap menjagaku dari segi manapun sekarang
Suatu hari aku bertemu dan diperkenalkan pada Rasha, ya pemilihan ketua OSIS yang baru untuk panitia ospek thun depan jatuh kepadanya,
"selamat ya, kamu lebih pantas menjadi ketua ospek sekaligus ketua osis" kataku
"makasih ya Cicha"
aku sengaja, memberikan banyak pujian karna aku melihat ada Alex dan Amara akan melewatinya dan Rasha
tentang Rasha, bagaimana tidak baik, tampan, bersih, rapih, beda jauh dengan Alex, lembut dan perhatiannya membuat beberapa orang di sekolah cukup percaya ia mampu gantikan Alex, tapi dia musuh besar Alex sekarang.. karna dia anak baru tiba-tiba datang merebut kekuasaannya
namanya Rasha Agung Setia Awan, anak dari ayah dan ibu pengacara paling hebat, ya dia pintar tentunya dibanding Alex..
ketika itu suasana di kantin...
"aku masih heran, kenapa ya dulu sebelum kita masuk, Alex kepilih jadi ketua osisnya?" tanya Odie
"memang yang mana dia?" tanya Rasha
"itu, kemaren yang bakar tas dia (menunjuk Cicha)"
"itu Amara kan? waah benar benar sih"
"emm"
merasa di bicarakan, Amara mendekati meja tempat makan mereka bertiga lalu menggebrak meja itu
tak tinggal diam, Cicha berdiri, menatap tajam Amara
Alex langsung menarik Amara dan pergi..
beberapa hari berlalu, aku, Odie dan Rasha sering bersama bertukar pikiran, aku dan Rasha memang beda kelas, tapi kami satu leting, tentang Rasha ternyata dia masih ada ikatan saudara dengan Odie sering belajar bersama dan jalan bersama meskipun tak hanya berdua
beberapa hari bersama itulah kami sering memang jalan berdua, lebih sering kok tapi sesekali juga bareng yang lain terutama bareng Odie
tapi aku suka dia ada di bagian kami, entahlah apa yang terjadi tapi aku pastikan ini bukan rasa cinta, hanya saja suka dan kagum itupun tak lebih..
Setelah fokus dan menormalkan kembali pelajaran ku yang hampir saja tertinggal karna harus membantu geng onar berubah, aku kembali fokus pada personil yang hanya tinggal dua.. sasaran dan target selanjutnya Amara, gadis tomboi itu..
nah yang satu ini dia adalah seorang cewek tomboi, dan cewek satu-satunya di geng onar itu, cewek paling kasar tanpa peduli perasaan
__ADS_1
panggil saja Amara, untuk kasus ini mungkin agak panjang
Amara adalah seorang gadis terlahir dari keluarga yang tidak harmonis ibunya meninggal karna sering dapat perlakuan kasar dari ayahnya, dan ayahnya sudah pergi meninggalkan nya dan adik nya memilih menikah lagi
sejak ayahnya menikah dia dan adik nya tak tau kabar dari ayah tiba-tiba menghilang, dia terlahir dengan kembar, adik kembarannya adalah kekasih Galuh bernama Kasih (asi)
Beberapa hari kemudian entah ada angin apa tiba-tiba Rasha datang mengajakku makan malam diluar
"hai, lagi sibuk?" sapa Rasha
"aah pak osis, gak pak" sapaku
"nanti malam ada acara?"
"nanti malam? emm gak ada sih, kan nanti malam minggu?"
"iya, makanya, jalan yuk, makan gitu?"
"memang ada tugas banyak?"
"tugas? ya enggak, jalan aja, makan, lupain bentar itu tugas tugas"
"ahh tumben"
"mau ya?"
"nanti?"
"iya"
"sama?"
"aku sendirian"
"yaudah nanti dateng kerumahku aja"
"kok dirumahmu, aku malu ketemu ayah ibu"
"udah datang saja" kataku
jujur saja, Rasha begitu peduli padaku, wanita mana yang tak suka dengan rasa nyaman? tapi.. yaa karna aku takut mengecewakan dia..
malamnya, ia benar datang
"ini rumah kamu?" tanya nya
"hehe ini kost ku" jawabku
"oh ku kira rumah"
"ayo masuk"
lalu kami pergi malam, hingga larut..
diwaktu senggangku, yaa, esok harinya, tepatnya semua teman kost ku libur karna hari minggu, aku tanya satu kost ku pada Camelia, temen satu kost ku memberikan saran untuk datang ke alamat yang dia udah tuliskan
"kak, menurut kalian yang kemaren malam datang, dia suka gak sama aku?" tanyaku
"kamu polos ih, dia suka banget deh ku rasa ma kamu" jawab Camelia
"iya dia suka sepertinya" jawab Baverlee
Camelia, menyarankanku agar pergi ke salon jika akan pergi dengan Rasha..
aku sempat bingung apa maksudnya.. tapi ternyata.. oh aku paham.. dia pasti berpikir Rasha cukup terlihat bersih dan rapi sementara aku?
dia menghubungi pemilik salon rekomendasi darinya,
pemilik salon adalah adik kandung Camelia, aku datang diantar Odie sorenya, setelah sampai ke tempat tujuan aku masuk dan Odie pulang karna ada urusan
saat aku masuk ada seorang cewek, tinggi, putih, cantik, baik, lembut, nyaris perfect tapi saat kulihat wajahnya sepertinya tak asing
"hai kak, selamat datang" sapanya
"hai juga kak, terimakasih"
"ada yang mau dibantu?"
"emm saya dapat rekomendasi dari Camelia, katanya sudah bilang harus ngpain"
"dengan kak Cicha ya? aah saya adik kak Camelia" kata gadis itu
"saya cicha"
aku terus mencoba mengingat.. kuingat ingat lagi tetap tak ada pemikiran
__ADS_1