Satu Nama Sebuah Kisah

Satu Nama Sebuah Kisah
LA #3


__ADS_3

"papa apa sih, papa terlalu berpikir kolot, papa terlalu berpikir seperti jaman dulu yang pengetahuan nya ya sebatas ia tau saja" ucap lidi


"udah udah, intinya, papa capek, papa habis pulang kerja, besok papa meeting ke singapore dan papa cuman mau bilang, pilih papa atau laki laki itu" ucap dito lalu pergi


"papa apaan sih, paa..  pilihan macam apa itu, jelas lah lidi pilih papa"


"tinggalkan dia, lanjutkan pekerjaan kamu" ucap dito dari lantai dua


dan tak menunggu waktu lama, malamnya, dito menghubungi salah satu temannya yang beberapa hari lalu menanyakan soal lidi untuk anaknya walau sempat dito tolak dengan halus karna ingin anaknya masih dalam karier tapi dito kembali menanyakan apakah temannya itu masih bersedia mengenalkan anak temannya itu ke lidi


"siapa pa?" tanya mama lidi


"menurut mama, kalau sama si yunan pantas enggak?" tanya dito


"yunan? anak temen papa yang di batam?"


"iya, yang pernah main kesini pas awal awal pindah terus nanyain si lidi papa jawab lidi masih dalam jenjang karier itu ma"


"emm emang papa pernah ketemu sama yunan?"


"ya belum, papa terakhir ketemu waktu si lidi masih baru masuk sekolah SD dulu, kan mereka seumuran selisih setahun doang"


tak butuh waktu lama, esoknya dito menyambangi lidi yang sedang bekerja..


ketika sampai..


"boleh papa masuk?" tanya dito


"papa, ada apa pa?"


"gak ada.. mau ajak kamu makan siang, kamu belum jam makan siang?"


"sudah sih, tapi bentar pa, ini tanggung"


"yaudah papa tunggu"


"makan dimana pa?"


"ada deh"


"mama?"


"mama mu kerja kan"


"terus emang dimana sih pa"


"udah selesein dulu itu kerjaan, lama bisa bisa kalau masih ngoceh"


dan mereka pun bersiap pergi..


sesampainya..


"hai mas.. sudah lama ya?" tanya dito


"emm enggak"


"kok sendirian?"


"iya, maap ini, saya bener bener minta maaf sama kamu dito, yunan tau tau ada klien dadakan datang kerumah pula"


"ya terus gimana?"


tiba tiba


"loh yunan, katanya ada kerjaan? ini yunan kan? kamu yunan kan ya?" tanya dito


"eh om dito, iya om saya yunan, tadi ada klien ke rumah, cuman ambil berkas yang ada di rumah aku"


"kenalin, ini anak om, lidi"


"yunan" sapa yunan


"lidi" jawab lidi dengan nada santai

__ADS_1


dan mereka pun mengobrol cukup panjang dan ketika sampai pada ujungnya..


"em yunan, papa pulang sendiri, nanti mau pulang duluan Gakpapa, itu klien papa di meja 18" ucap papa yunan


dan ketika hanya bertiga..


yunan, dito, dan lidi


"papa, jangan bilang papa juga pergi, atau jangan jangan, papa sengaja ya atur semua ini" bisik lidi


"emm yunan, karna om dua detik lagi ada meeting kamu temanin lidi pulang ya, om titip antarkan dia" ucap dito


"iya om"


"ih papa, apaan sih, mana ada dua detik lagi ada meeting, dari sini ke kantor papa aja lebih kali semenit doang" gerutu lidi dalam hati..


dan ketika lidi melanjutkan makan..


yunan mulai membuka pembicaraan dan karna memang yunan orang yang asik dalam berbicara, yunan orangnya supel, membuat lidi cukup nyaman mengobrol siang itu


dan ketika mereka kembali ke kerjaan masing masing..


"nanti aku antar kamu pulang" ucap yunan


"eh udah gausah, aku bawa mobil sendiri keles"


"ya enggak gitu, kan aku janji anterin kamu pulang tadi ke om dito"


"ah udahlah, palingan papa juga belum sampai rumah, aku juga ada urusan kok nantinya"


"oh yasudah"


dan ketika sepulang kerja, lidi pun langsung pulang..


hari terus berlalu, hampir sebulan sejak pertemuan ayah dito dengan afan, memang membuat antara afan dan lidi tidak saling berkabar..


tiba ketika malam..


"hallo" sapa lidi


"iya hallo, kamu sibuk?"


"emm.. enggak, tapi kalau keluar, gak mungkin semalam ini aku dibolehin keluar"


"oh, maksud aku sibuk apa enggak misal aku telfon?"


"oh enggak"


setelah memberitahu maksud menelfon lidi, afan meminta untuk lidi datang ke xaffee, tempat pertama kali mereka keluar berdua dan jalan sebelum akhirnya jadian


setelah esoknya ketika lidi turun dan bersiap kekantor..


"pa.." sapa lidi kaget sudah ada beberapa orang asing dimeja makan nya


"eh sini, duduk" ajak dito


"kok rame pa?" bisik lidi


"gini, papa kan rencana habis sarapan langsung berangkat ke bogor, ada urusan disana. urusan kerjaan, sama temen papa ini, kenalin dulu dong ini temen papa, papa nya yunan"


"lidi om" sapa lidi


"iya sudah banyak denger dari papa kamu, kamu cantik anakmu to, beda sama kamu, kenapa itu?" ledek ayah yunan


"haha bisa aja" ucap dito menepuk pundak ayah yunan tersebut


dan ketika selesai sarapan..


setelah ibu lidi berpamitan berangkat kerja lebih dulu..


"lidi, papa juga berangkat.. kamu dianter jemput sama yunan aja ya" ucap dito


"apaan pa, kaya supir aja" ucap lidi berusaha menghindari supaya yunan maupun papanya mengerti kode ucapan itu

__ADS_1


tapi lidi salah, justru ayah yunan bersikap cuek


"loh gakpapa, yunan memang dititipin untuk jagain kamu kok lidi, itu wajib buat dia" ucap ayah yunan


dan ketika keduanya berangkat..


tinggallah yunan dan lidi...


"kamu gak kerja emang?" tanya lidi


"aku santai kok kerjaannya"


"emm.. kalau kerjaan semudah apapun jangan dibikin santai, kebiasaan buruk, namanya kerja itu penting" gerutu lidi


"iya aku paham itu, kamu mau berangkat?"


"iya tapi bawa mobil sendiri"


"kan sudah suruh sama aku"


"enggak usah, aku bisa berangkat sendiri" ucap lidi menegaskan


dan lidi pun pergi tak peduli juga yunan yang masih disana


dan ketika makan siang...


yunan membelikan makanan untuk lidi


ia mengetuk pintu ruangan lidi..


"masuk" teriak lidi


"masih kerja ya? kan sudah jam makan siang"


"eh yunan, iya ini masih ngerjain, nanggung, biar selesai sekalian, emang ada apa ya"


"ohh, ini aku belikan makanan kamu, bisa buat makan dikantor"


"waduh, makasih nih, jadi ngerepotin"


"gakpapa"


dan ketika lidi memakan dan kembali ke tugasnya


yunan pun berpamitan untuk pulang..


"yaudah kalau gitu, aku pulang, nanti pulangnya aku jemput" ucap yunan


"kan aku bawa mobil, gausah gakpapa " ucap lidi


"udah gakpapa aku jemput, jalan iringan aja"


ketika membuka pegangan pintu


"gausah jemput,  nanti aku pulang cepet" ucap lidi


dan yunan hanya menoleh lalu tersenyum


ketika benar saja, lidi pulang lebih awal..


karna ia sudah ada janji untuk bertemu dengan afan..


ketika sampai di teras kantor..


terlihat diparkiran mobil ada yunan..


"yunan?" sapa lidi


"gimana, tepat waktuku datang?"


"kan sudah kubilang jangan datang"


"ya gakpapa kan, aku juga pengen kenal kamu, apa aku seburuk itu kamu tidak mau kenal aku?"

__ADS_1


__ADS_2