Satu Nama Sebuah Kisah

Satu Nama Sebuah Kisah
KI #3


__ADS_3

tak lama Adri dipanggil oleh Okto untuk mulai persiapan karna akan show, jadi Adri meninggalkan Naya, tak lama juga baru Nunu mendekati dan duduk lagi disamping Naya


"kalian pacaran gak sih?" tanya Nunu


"gak Nu, aku gak pikiran pacaran dulu ih"


"kenapa? banyak lagi begitu, anak anak dibawah kita banyak"


"iya, beda aja, aku gak dulu lah, baru lulus, nanti pas SMA baru mikir lagi"


"emm, yaudah lah kita SMA beda, tapi kita tetep deket kan?"


"ya lah Nu, kamu sering kerumah gakpapa, aku kerumahmu kalo sempet ya ku usahain, ke tongkrongan aja masih rutin"


"oh ya juga, loe sama si Vandra?"


"Vandra? lupa udah, baru inget soal dia ini, jadi keinget aku, kabar dia gimana ya, setahun gak berkabar ya"


"emm lupain aja deh, loe udah sama Adri ini"


"iya juga sih"


setelah Syahpa band show, dan mereka sudah tidak ada lagi jatah buat show lagi, Dari dan Okto berpamitan pulang lebih dulu sementara Febe masih di sekolah itu bersama Adri karna keduanya sama sama sedang melakukan pdkt dengan murid disana


jadilah mengobrol berempat tadinya, Adri dengan Naya, Febe dengan pacarnya yang adalah teman setingkat Naya tapi hanya beda kelas saja


"bang, gue pergi kekantin, belum makan ini" kata Febe


"ya udah" jawab Adri


tinggal lagi Naya berdua dengan Adri, yang dibahas ya soal sekolah mah anak jaman itu, tapi tak lama Adri dapat sms dari temannya kalo sudah didepan sekolah itu


Adri sudah memakai sms karna terbilang Adri berkecukupan jadi bisa membeli hape dan masih awal jaman jaman sms pun sudah keren saat itu


"ada temanku mau datang, anak band juga, aku kenalin mau?" tanya Adri


"boleh, dimana dia?"


"di depan sudah, nah itu" kata Adri


ada empat cowok juga disana masuk lalu menyapa Adri disana dan ternyata salah satu dari mereka adalah Vandra


ketika Adri mengenalkan satu persatu Naya kepada teman temannya itu, mulai dari mengenalkan kepada Zidan, Mamat, dan Pandi


dan pada saat akan kenalan dengan Vandra, Naya lupa, ia benar benar lupa pada sosok Vandra


"Naya ya?" sapa Vandra


"ohh? sudah kenal?" tanya Adri


"iya dulu teman nongkrong kan, aku temannya Banyu"


"oh iya bang Vandra, apa kabar?" sapa Naya


"baik, lupa ya sama aku?"


"hehe gak juga, sedikit gak ingat, maklum, baru selesaikan kerjaan disekolah, aku kelulusan jadi sibuk dengan banyak ujian, gak kepikiran yang lalu lalu" kata Naya


"waah bisa ketemu lagi disini?"


"iya juga kebetulan ya"


tidak ada yang mencurigakan dari pekenalan itu, dimana bahkan ketiga teman Vandra tidak merasa curiga jika Vandra menyukai Naya dan pernah mendekati Naya bahkan hampir berpacaran dengan Naya begitupun dengan Adri yang sama sekali tidak tau masa lalu keduanya sempat sangat dekat


"oh kalian pacaran ini?" tanya Vandra


"akan.. belum pacaran sih, masih pdkt tapi bentar lagi jadi pacar kok" jawab Adri dengan yakinnya


"oh ya Naya? tanya Vandra kearah Naya


"emm? ya begitu lah, hehe" jawab Naya


"emm selamat deh" kata Vandra


"makasih loh, gue baru tau ini kalian kenal" kata Adri


"iya, teman biasa dulu sih" jawab Vandra


sejak itu, kedekatan Vandra dan Naya kembali terjalin tapi dibelakang Adri, Vandra tau Naya dan Adri sedang dekat menuju ke pacaran, tapi Vandra berpikir kan belum pacaran, ada lah peluang buat dekati Naya dan rebut hatinya lagi, toh dulu sempat juga dekat


sementara hari berlalu ketika Naya masuk sekolah barunya, Vandra sampai rela mengantarkan Naya ke sekolah baru nya itu sebelum Vandra pergi kekampusnya

__ADS_1


"Vandra? kamu tau rumahku?" tanya Naya


"iya, aku tanya sama bang Ben"


"ohhh, ada apa?"


"aku anter yuk ke sekolah, kamu sekolah baru kan?"


"tapi"


"kamu pergi sama siapa? sama Adri?"


"Adri gak bisa, sibuk dia banyaj tugas di kampusnya"


"yaudah ayo aku antar, naik motor daripada jalan atau naik angkot"


"memangnya gakpapa?"


"gakpapa lah, gue ini yang nawari"


"oh makasih ya"


dan itu sering terjadi dimana Vandra sering mengantarkan lalu menjemput Naya urusan sekolah nya


disisi lain, Adri yang dekati Naya sekitar setahunan, mulai berani mengatakan perasaannya kepada Naya, karna ia cukup yakin dengan keputusannya untuk nembak jadian kepada Naya, ia tau jika Naya kemarin belum bisa pacaran karna menunggu naik SMA dulu


dipersiapkan dengan matang, akhirnya Adri menyatakannya malam itu didepan Naya


"Naya, aku mau jujur kalo aku mau serius buat pacaran sama kamu" kata Adri


"apa? lalu apa yang akan kamu katakan?"


"kamu mau tidak jadi pacarku?"


"kamu serius? aku baru juga mulai SMA"


"tapi kamu bilang kepadaku kalo akan pacaran kalo kamu sudah SMA"


"iyaaaa sih, emm.."


"Naya? mau tidak jadi pacarku?"


"emm mau bang" kata Naya


Naya tidak ragu menerima mengingat perkenalan mereka dan masa pdkt cukup lama yaitu setahun, selama itu, Adri cukup dikatakan untuk perhatian


hal ini sampai pada Nunu sebagai sahabat Naya, orang paling dekat dengan Naya


"Nu, kemarin bang Adri nembak" kata Naya


"woih? iya kah? ke elu?"


"ya lah aku"


"terus terus?"


Naya menceritakan kepada sahabatnya itu, yaa layaknya peran sahabat yang akan selalu jadi wadah untuk tempat curhat sahabatnya, pendengar terbaik didunia, semua tugas sahabat memang kan?


Nunu heboh, ia merasa senang, sahabatnya dapat pacar yang tepat, Adri tepat menurut Nunu untuk menjadi pacar pertama Naya, tidak rugi lah jika Naya memberikan sayang nya pertama kepada pria itu ya kepada Adri


Adri dikenal cukup baik pada kebanyakan teman Naya disekolah atau di tongkrongan rumah Ben, mengingat memang kan Adri adalah kakak dari Okto, teman Naya disekolah dan tongkrongan


kehebohan itu sampai pada beberapa teman di rumah Ben...


"Fahar.. loe tau kaga ada yang baru pacaran dong" kata Nunu


"siapa? elo?"


"bukan, gue mah udah kapan tahun, ini nih" jawab Nunu melirik Naya


"siapa Na?" tanya Tria


"bang Adri" jawab Naya malu malu


"dih muka loe, biasa aja kaleee" ledek Nunu


"waah serius Na? asik dong, pacaran sama Adri, keren dia loh, mana dia selalu wangi" sambar Fahar


"ya loe aja pacaran sama bang Adri" jawab Tria dengan judes


"dih cemburu, biasa dong, gue muji doang cemburu" kata Fahar

__ADS_1


"ah keributan rumah tangga ini mah, ayo pergi Na" ledek Nunu


sejak itu berita kedekatan Naya dengan Adri pun terumbar, Naya juga tak sungkan membawa lelaki yang sudah jadi pacarnya itu ke rumah Ben untuk ngapel


"bang, kita sering disini pacaran boleh kan?" tanya Adri


"iya bang, aku gak enak, tapi dimana lagi bang?" ucap Naya


"santai gue mah, penting jangan berbuat yang gak baik baik disini ya" jawab Ben


"tenang aja bang" jawab Adri


"okeh deh sana lanjut berduanya" jawab Ben sedikit meledek


seiring berjalannya waktu, setelah kedekatan mereka menjalin hubungan pacaran itu, mereka masih sering bertemu tapi dalam urusan sekolah masing masing sama sama sibuk karna keduanya sama sama aktif dalam organisasi masing masing disekolah masing masing, Naya ikut osis dan Adri ikut anggota senat


tapi keduanya masih sering janjian buat ketemu meskipun hanya maksimal dua jam saja untuk pergi makan berdua diluar atau sekedar jalan jalan saja


sementara Naya juga makin dekat dengan Vandra, Vandra mendekati Naya, sering datang kesekolah Naya dan mengantarkannya pulang bahkan pagi jika sempat juga mengantarkan Naya pergi kesekolah


saat dikelas, jam selesai, semua persiapan pulang, termasuk Naya dan Nunu, mereka jalan dan melihat ada Vandra didepan gerbang sekolah itu


"Vandra ya Na?" tanya Nunu


"ngapain dia sih" jawab Naya kesal


"ya gak tau, loe nanya gue, gue harusnya nanya loe"


Vandra melihat Naya dan Nunu pun melambaikan tangannya, mereka berdua mendekati arah Vandra dan menyapa Vandra..


"hai Dra" sapa Nunu


"hai Nu, bareng pulang?" sapa Vandra


"iya lah kan sekelas, eh ya Na, gue duluan ya, gue ada urusan keluarga kan loe tau" jawab Nunu kepada Naya


"oh ya Nu" jawab Naya


"bro, ayo duluan" kata Nunu kepada Vandra


"yok" jawab Vandra


tinggallah Naya dengan Vandra..


"kamu kenapa sering datang kesekolahku?" tanya Naya


"memangnya gak boleh? kan sekolah mu bukan buat kamu pribadi?"


"iyaa tapi gak enak sama teman teman ku, mereka taunya aku pacaran sama Adri"


"kamu pacaran sama Adri?"


"iya, pacaran"


"berapa bulan sudah pacaran?"


"sebulan"


"ya gakpapa dong, gue deketin loe bukan urusan gue, loe deket dan pacaran sama Adri"


"hemm kenapa egois?" tanya Naya


"gak egois, memang salah buat aku berteman dekat seperti dulu lagi denganm kamu?" tanya Vandra


"ya.. berteman bisa, untuk seperti dulu juga tidak akan bisa Dra"


"ya udah sih, berteman biasa ini"


Vandra masih sering untuk datang kerumah Naya, kadang ketemuan diluar buat jalan bareng, Vandra juga sering membawa Naya kerumahnya, apalagi ke rumah Ben, tapi dirumah Ben terbilang tidak begitu sering


yang utama Vandra sering membawa Naya ke rumah Pandi, salah satu temannya Vandra, dan dimana tempat tempat itu jarang di datangi oleh Adri, mengingat Adri jarang ke tempat itu karna kesibukannya juga


seiring berjalannya waktu, Vandra malah merasa nyaman dengan kebersamaan nya dengan Naya..


seperti salah satu contohnya ketika mereka berdua jalan dan Vandra ada masalah dengan seseorang teman Vandra, entah apa masalahnya


"sialan, loe berani sama gue?" tanya Vandra


"apa bang? gue kaga tau sumpah"


"kaga, balikin, ganti duit loe, gak mau tau gue"

__ADS_1


"itu juga dibawa kabur teman gue, gue juga udah usahain"


__ADS_2