
yaa beti sii banci pengamen jalanan yang sekrang menjadi sopir pribadi mereka dari atasan cacing
"Ehem maap ekikah salah jelong"
"Wah beti.."
Beti mengangguk...
"Beti siapa cing?" Tanya Mulder
"Ini beti pengamen lampu merah banci"
"Eh bukan banci tapi bencong"
dan yang lain tertawa
Tiba-tiba beberapa orang menyuruh mereka keluar dengan paksa tapi mereka kabur dan setelah merasa berhasil kabur ditengah jalan mereka dihentikan dari depan dan belakang
Mereka terpaksa turun.. saat mereka turun salah satu dari mereka mengambil paksa koper berisi uang dari kantor cacing
"Eh Bang.. peace Bang damai damai" ucap cacing
"Hah damai damai"
"Kalian mau apa sih?" Tnya Mulder
"Mau ini nih" sembari menunjukkan koper mereka yang berisikan uang kantor
"Bang jangan Bang.. kita kesini cuman mau cari road Devils Bang"
"Hahaha apa lo bilang? Cari road Devils?"
Cacing mengangguk
"Lo bisa baca gak?"
"Bisa Bang"
"Baca ni" sembari menunjuk nama di jaket bagian belakangnya
"Oh abang-abang ini dari road Devils.. gini Bang.. saya minta kalian stop buat onar Bang.. kasian Bang inget orang dirumah kalian pasti kecewa" ucap cacing
"Ah banyak bacot lo... Hajaaaaar"
Saat setengah menghajar tiba-tiba datang seseorang dengan pakaian lengkap nya dan salah satu dari mereka menyebut jendral
Yang artinya orang ini pemimpin nya
Saat membuka helm ternyata seorang perempuan.. dan ia turun dari motornya membuat cacing serasa menghirup udara segar di kota kelahirannya
"Oh ini yang namanya cacing?"
"Ya gue cacing.. kenalin" menjabatkan tangan nya yang tak dihiraukan..
"Gue tau elu dari beberapa orang yang gue denger lo juga asli Bandung"
"Bener sekali.. biasa.. gini nih kalo tempat banyak yang kenal"
"Haha bener.. tapi gak buat gue"
"Udah akui aja lo mau minta nomor gue?"
"Yaang gue mau tau dari lo.. seberapa beraninya lo ngadepin ini" sembari mengarahkan laras panjang tepat ke wajah cacing dan mereka kabur meninggalkan mobilnya
Dan saat dikejar mereka bersembunyi di kereta api yang sudah lama tidak digunakan didekat sana..
Saat semua sudah melewati nya dan merasa aman
"Gini nih kalo kita tanpa motor.. bagaikan kucing tanpa taring" ucap cacing kesal
"Sooo kyuuut.." ucap ciko coki
"Eh husssst jangan berisik ntar mereka denger" ucap dadang
"Yaudah sampek sini aja yaa cing gua anter.. gua gak mau ambil resiko" ucap beti
"Lah tapi lu pulang pake apa"
"Gampang mah cing.. sekalian gue mumpung disini mau maen sama temen gue yang ada disini numpang tidur"
"Yaudah thanks ya bet"
Saat beti pergi tiba-tiba dikagetkan dengan kedatangan barokah.. barokah adalah mantan jendral sebelum Melly.. dan melly adalah jendral baru dari road Devils..
Karna kaget ciko coki Dadang Mulder dan cacing melempari nya dengan batu-batu kecil
"Woy stop stop.. ini jendral"
"Dulu cing.. sekarang udah enggak"
Mereka menuju ke warung dekat tempat mereka bersembunyi
"Sebenernya gue kepengen mengkudeta jendral road Devils itu.."
"Maksutnya bro?"
"Gini.. pernah saya denger kedatangan kalian mau membuat road Devils berubah kah?"
"Bener bro"
"Gua bantu lo cing"
"Ah tapi bro gimana kita bisa lawan mereka motor aja kita gak ada.."
__ADS_1
"Soal motor? Itu gampang cing sini ikut gue"
Barokah menunjukkan beberapa motor dari mereka yang sengaja ia bawa kesini
"Wih ini kan motor-motor kita bro.."
"Apa yang gak bisa buat gue?"
"Tapi kan digembok?"
"Bukan mantan jendral kalo gembok aja udah nyerah"
"Tapi motor gue mana?" Tanya Mulder
"Maaf Mul.. motor lo gak kebawak habis gede. Kagak muat"
"Tenang mul.. lo bisa sama gue.. Okeh gue percaya bro"
Mereka menyusun rencana sedemikian rupa.. hingga mereka mencari kost untuk tinggal sementara dan setelah menemukan mereka beristirahat dan sorenya Mereka sengaja mencari road Devils tapi bertemu saat diperjalanan..
Dan melly turun..
"Gue mau elu kembalikan semua barang-barang gue.. mobil, duit, dan perjanjian kalo kalian berubah"
"Hahaha" ledek beberapa anggota road Devils menertawakan nya
"Terus untungnya buat gue apa?" Tnya Melly
"Untungnya buat Lo.. lo bisa adu balapan sama bikers terbaik di kota Bandung"
"Siapa cing?" Tnya Dadang bisik
"Kita lah" ucap cacing
"Siapa? Kalian? Oh tarix Jabrix.." ledek Melly seolah meremehkan
"Okeh kita liat apakah lo pantes diangkat jadi jendral" ledek cacing
"Hajar aja jendral" ucap beberapa anggota
"Kalo gue menang lo kembalikan semua uang, mobil dan perjanjian kalian berubah"
"Tapi kalo gue yang menang lo.. jaket ini buat gua" ucap Melly
"Deal" cacing memberikan tangan nya tapi tak dihiraukan
Mereka menuju lokasi sebuah hutan yang tak mudah jalannya untuk ditaklukkan.. hampir menang cacing justru tak sengaja terkena gerombolan kambing dan akhirnya terpental dari motornya.. dibawah pohon dan terjatuh sebuah benda saat dilihat ternyata itu adalah rumah tawon
"Mampus lo" ucap Melly
Karna melihat cacing sedang dikeroyok tawon Melly segera menarik tangan cacing untuk berlari menuju sebuah danau
Saat dirasa sudah aman mereka melanjutkan balap dan yang menang Melly
Sesampainya di finish
"Cing jawab cing siapa?" Tanya mulder
"Lo masih utang nyawa sama gue" Melly
"Cing?" Tanya dadang lagi
"Bandung milik kita" Melly dengan bangga
Mulder dan yang lain pun kecewa..
Mereka pulang dengan kekalahan
Karna kekalahan, mereka dibantu oleh barokah untuk menuju kerumah salah satu pembalap liar profesional.. yaitu kang koboi.. koboi adalah pembalap liar yang tak pernah terkalahkan
Selama sebulan cacing dan yang lain berguru disana.. untuk kemenangan
Dihari kedua datang lah keponakan kang koboi bernama Mayang.. tapi beda sama Mayang istri Jo kakak Calista.. oh yaa Mayang itu sudah menikah sama jo yaa..
Dan ini Mayang lain yang sempat berkenalan dengan Dadang.. waktu Dadang disuruh atasannya untuk membeli barang namun lupa karna berkenalan dengan mayang
"Wak koboi.. Mayang nginep sini yaa"
"Eh Mayang.. boleh Mayang.. eh jadi gaenak nih Mayang kan niatnya mau istirahat nenangin diri tapi malah rame" koboi
"Gak papa kali Wak.. yaa selagi bisa.."
"Bener bener.. yaudah saya kenalin yaa"
Mayang mengangguk
"Hei kalian.. kesini saya kenalin keponakan saya nih namanya..."
Belom selesai justru Dadang memotongnya
"Mayang?"
"Eh Dadang..."
"Mayang ngapain kesini?"
"Eh kalian udah pada kenal? Yaudah ni kenalin.. mereka murid Wak semua"
"Oh yaa hai semua.. kenalin saya Mayang.."
"Hai Mayang" mereka menyambut
Setelah mereka berkenalan Mayang masuk dan beristirahat.. saat cacing latihan untuk balapan agar bisa mengalahkan Melly..
__ADS_1
Saat dipertengahan latihan untuk terakhir kang koboi meminta cacing untuk konsentrasi dengan beryoga..
"Lihat tuh cacing bisa konsentrasi" koboi
"Eh kang koboi.. itu mah si cacing mitor.." ucap Mulder
"Mitor?" Tanya
"Mikir kotor" kata ciko dan coki
Dan benar ternyata cacing memikirkan tentang Melly sebagai bidadari dan dia pangeran.. tak terasa
sebulan berlalu
dan sebelum tarix Jabrix pergi kemaren nya Mayang terlebih dahulu yang berpamitan..
"Wak.. makasih yaa.. udah ngerepotin"
"Wak gak merasa begitu kok Mayang.. kamu bisa datang kapan aja sesuka mu justru Wak yang gaenak sama kamu harusnya sepi malah rame"
"Gpp Wak.. oh iya Mayang kesini sebenarnya mau nenangin diri sebelum Mayang.. menikah"
"Menikah?" Ucap mereka kecuali dadang
"Yaa Mayang mau menikah tapi calon suami Mayang gak suka kalo Mayang naik motor"
"Dadang?..." Mulder menatap Dadang
"Oh iya makasih yaa karna kalian saya dapat hal baru.. Mayang pamit yaa.."
"Atiati yaa Mayang.." ucap cacing
Mayang mengangguk
Lalu pergi..
Dadang memang sedih tapi mereka harus meninggalkan tempat kang koboi untuk melanjutkan misi tapi karna waktu yang ditentukan masih kurang beberapa hari.. dengan cara licik barokah memanfaatkan cacing..
"Cing.. daripada lo lama menunggu.. gimana kalo lo pake bahasa cinta?" Kata barokah
"Bahasa cinta?" Tanya cacing
"Gini loh cing.. kau lo deketin dia gitu bikin dia leleh.. kalo leleh dan suka sama lo kan gak perlu lo harus balapan lagi buat mereka berubah kalo jenderalnya berubah"
Cacing pun menerima dan mencoba mendekati.. karna selain itu juga cacing menyukai Melly
Cacing meminta ciko dan coki untuk mengikuti kemana mellypergi untuk mengetahui kesukaannya
Ciko dan coki pun mengikuti seharian dari pagi menjelang sore.. dan ciko menelfon cacing untuk datang ke alamat yang ia tuju
Sesampainya cacing..
"Gimana udah dapet informasi?"
"Dapet cing.. Melly itu anak kedua, ibunya sudah lama meninggal, dia tinggal berdua sama ayahnya, dia punya kakak perempuan dan anak dari kakaknya ada dua.. laki-laki satu perempuan satu, Melly suka banget sama mayonaise buat makan.." ucap coki
"Wih... Kalian dapet info itu dari pagi tadi kalian ikutin?"
"Bukan" ucap ciko dan coki
"Lah terus?"
"Dapet dari profil FB"
"Blegug.. kalo gitu gausah repot-repot juga gue bisa ciko cokiiii.. lah terus kalian ngikuti seharian dapet apa?"
"Tunggu.." mengambil sesuatu di motor
"Ini" sembari menunjukkan belanjaan
"Eh dasar yaa kalian malah shopping"
"Ada lagi cing"
"Apa?"
"Assalamu'alaikum..." Teriak ciko coki didepan rumah didepan mereka lalu bersembunyi
"Woi Ciko.. coki.. ada apa? Ini rumah siapa?"
Tak lama kemudian pemilik rumah keluar yaitu melly
"itu kan melly?"
"Memang cing"
"Eh blegug kenapa gak bilang, gue kan belum siap-siap"
"Udah cing.. apa adanya ajaaaa" ucap ciko
"Heh lo.. ngapain lo didepan gerbang rumah gue..?"
"Eh Melly.. ehmmm sebenernya mau numpang toilet"
Melly mengizinkan cacing menumpang toiletnya
Saat didalam toilet cacing latih berbicara untuk mengajak Melly jalan.. tapi justru melly mendengar
Saat membuka pintu toilet
"Cacing.. pintu kamar mandi gue itu tipis.. jadi kalo lo ngomong kedengaran.. lu keren yaa tapi dongo" ucap Melly
Karna malu cacing menutup pintu kamar mandi lagi
__ADS_1
"Ya ampun.. gue dibilang keren" ucap cacing pede
Saat keluar lagi tiba-tiba Melly siap dengan baju dan jaketnya