
"Oh gitu, yaudah, inget ma gausah nangis gitu ya"
"Ya pa"
"Siapa ma"
"Oh ini, papa"
"Oh papa"
"Frans, kamu duduk samping Mama sini"
"Kenapa ma"
Vika menyodorkan bungkusan kepada anaknya itu
"Oh Mama beli makan siang buat Frans, kirain masak ma"
Saat membuka, Frans tak percaya jika itu membeli, karna jika membeli, kemasannya takkan seperti ini, dengan toping lengkap kesukaannya yang memang harus request jika ingin membeli
"Kok, oh Mama masak sendiri, tapi kok pake bungkusan begini segala ah Mama"
"Dari Lila"
Ucap Mama vika terdiam melepaskan tatapan tajam nya ke arah Frans
Sejenak Frans tercengang, dan kaget karna ternyata Lila masih ingat dengan kesukaannya
"Kamu inget gak sih Frans beberapa hari lalu, Mama dikirimi salad sama Lila, masih inget sama kesukaan Mama loh, dan sekarang, kesukaan kamu, dia masih inget, kamu buka dong mata kamu Frans, lihat dia, dia begitu besar, tulus, dan kamu sering loh cerita kan sama Mama kalo gak salah Rendra Rendra itu suka sama Lila, kalo memang Rendra suka sama Lila, artinya dia berkorban kan demi Lila bahagia Dan Lila, berkorban kan demi kamu bahagia, belum lagi Rendra punya istri kan, kalo istrinya tau, Rendra mencintai orang lain, bagaimana? kamu hitung sudah, berapa orang tersakiti hanya karna egoisnya kamu"
Jelas Mama Frans membuat Frans terdiam
Frans hanya terdiam menatap kearah jendela nan jauh...
"Mungkin harus ku jelaskan sebenernya pada Mama hari ini, kalo Frans begini karna Frans tak mau ma menyusahkan Lila, Lila sudah terlalu sangat baik, sangat tak pantas untuk lelaki yang bodoh dan hina seperti Frans, dengan masa lalu Frans yang terlalu hitam dan kotor, sampai kapan ma Frans tutupi semua nya, apa harus sampai nanti semua anak-anak ku dengan Lila sudah memiliki cucu.. gak mungkin ma, Frans sayang kok sama Lila, sayang banget, bahkan melebihi ekspektasi semua orang didunia ini tentang perasaan Frans untuk Lila, tapi Frans tak mau Lila tersakiti, hanya karna masa lalu Frans terlalu jauh menginjak kata jahat"
Yaa... Frans adalah seorang pendusta besar, disebut-sebut sebagai mafia dan pembunuh kelas tinggi, membuatnya merasa tak pantas untuk wanita sebaik Lila, untuk mendapatkan nya menjadi kekasih saja ia merasa sangat bangga pada dirinya, apalagi sampai menikah, dan bahkan pengorbanan nya melebihi ekspektasi nya
Frans pikir Lila akan melakukan hal biasa fokus dipekerjaannya, karna ia seorang wanita karier , bahkan diluar dugaan, Lila melakukan semua tugas bahkan pekerjaan kantor Frans dengan waktu yang tepat
Kedua nya terdiam sembari memandangi arah lampu tepat diatasnya, menatapi kegagalan yang disebabkan kebodohan
Esoknya, mencoba membalas kebaikan Lila, frans sepagi mungkin bangun dan memasakkan sarapan untuk Lila dan calon anaknya yang sedang berproses didalam perut Lila
Melihat anaknya yang sudah bangun dengan pakaian tidurnya memasak pagi-pagi buta
membuat Vika bertanya-tanya heran
Ia hanya memperhatikan dari kejauhan, apa yang sedang ia lakukan sepagi ini
Ketika Frans akan selesai dan menyiapkan diatas meja makan, Frans dikagetkan dengan ada nya Mama yang sudah berdiri dibalik pintu dapurnya
"Astaga Mama, ku kira siapa" ucap Frans
"Kamu lagi kerasukan setan apa, oh setan yang dulu semasa hidupnya bekerja sebagai koki, atau chef, atau pemilik warung makan, atau..." Ucap Mama terpotong
"Hus maamaaaa..."
"Maybe... Liat bukti nya ini, kamu masak sepagi ini, memang kamu bisa masak"
"Hem, kan Mama malah nyepelehin, Frans kan private les ma"
"Private les masak? Kok Mama baru tau? Private dimana?"
"Di istri, eh maksudnya mantan istri"
"Oh, belajar dari Lila"
"Begitu lah"
"Memang ada acara apa sih, kamu mau ada acara makan-makan sama teman kantor?"
"Enggak"
"Terus?"
"Aku mau kirim ke Lila ma, yaaa anggap aja kiriman buat Frans junior" ucapnya keceplosan
Mama Frans kaget mendengar ucapan Frans seolah dunia sudah ia miliki semua termasuk yang ia ingin kan setelah lama terpendam sejak perceraian anaknya dengan mantu kesayangan nya
__ADS_1
"Hah.. apa.. kamu gak bercanda kan.. kamu serius, maksudnya Lila hamil kan, Frans jawab mama Lila hamil?" Tanya Mama Frans mengguncang lengan Frans
"Iya ma"
"Serius?" Tanya Mama Frans lagi dengan wajah sangat sumringah
"Berapa bulan Frans?"
"Lima bulan ma"
"Lima? Astaga berarti pas dia hamil sebulan kalian cerai?"
"Iya ma"
Mama Frans duduk di kursi di ruang meja makan, sembari menutupi mulut nya
"Tapi kok Mama gak pernah liat perutnya yang melendung?" Tanya nya
"Lila sejak hamil memang sering pakai baju yang agak longgar, ditambah jarang juga pakai celana jeans nya"
"Oh" ucap Mama vika seolah mengingat ada yang berbeda memang dengan Lila dari segi pakaian
"Eh, kamu jadi mau kerumah Lila ini? Kapan?"
"Ya sebelum ngantor ma, kan buat sarapan"
"Mama pengen ikut tapi pede gak sih frans, Mama Dateng ujuk-ujuk alesan pengen ngelus cucu"
"Terserah Mama aja deh ma"
"Yaudah Mama ikut aja"
"Tapi Frans langsung ngantor loh ma"
"Iya gapapa, biar Mama disana sampek papa kamu jemput buat makan siang"
"Oh, yaudah, Mama sarapan dulu deh"
"Enggak ah, Mama gak mood. Pengen cepet-cepet ngelus cucu"
"Maaaa, oh, Frans bungkusin ya, nanti makan disana sama lila"
Mereka pun menuju rumah Lila, dan terlihat lila duduk di kursi depan dengan segelas susu putih di tangannya
"Hem" sapa Frans
"Mas frans"
"Em, ganggu gak?"
"Enggak kok, ada apa ya"
"Oh iya, ini aku mau kirimi ini buat kamu, sarapan, belum sarapan kan?"
"Belum"
"Yaudah ini"
"Makasih ya"
"Iya, itu masakan aku sendiri kok"
"Ha, apa iya? Bisa?"
"Bisa dong, orang guru les nya kamu"
Terlihat sudah mulai menjinak kembali hubungan keduanya
"Oh iya, aku bawa seseorang nih, katanya pengen banget ngelus cucunya"
"Ha, siapa?"
Mama Vika turun dari mobilnya ...
"Mama"
"Lila, cucu Mama" ucap Vika memeluk Lila
"Mama udah tau?"
__ADS_1
"Hem, miris nya baru tau, maaf ya"
"Haha Mama bisa aja, iya ma gakpapa ko"
"Em lila, aku nitip Mama ya. Nanti papa jemput kesini kok"
"Oh iya. Dengan lapang dada malah"
Setelah Frans berangkat, Lila dan Mama Vika masuk dan ngobrol di ruang televisi
Mama Vika mengutarakan sangat sangat bahagia menyambut cucu barunya itu
"Em Mama minta maaf ya Lila, Mama gak bisa bantu apa apa untuk hubungan kalian, jadi kamu yang harus nanggung beban ini sendirian" ucap Vika
"Enggak kok ma. Mas Frans sering kok kesini, bawain makan, kasih uang buat pegangan, gakpapa kok ma santai aja"
"Mama beneran gak sabar pengen cepet-cepet gendong cucu"
"Hem, Mama bisa aja"
Sejak itu antara Mama Vika, Frans dan Lila lebih membaik dari hubungan sebelum nya
Siangnya papa Frans datang..
"Permisi" ucapnya mengetuk pintu
"Papa" ucap Lila
"Iya, Mama disini kan?"
"Oh iya pa, masuk yuk"
"Papa lama ya gak kesini" ucap Lila
"Hehe iya, oh iya katanya, kamu hamil"
"Iya pa"
"Wah, papa punya cucu bentar lagi"
"Hehe iya pa"
Tak lama mama Vika datang...
"Eh papa"
"Ma" ucap papa Frans mencium pipi Vika
"Duduk pa, Lila bikinin teh ya"
"Eh jangan, biar Mama aja, kamu disini, temenin tuh papa" ucap Mama
"Oh, tapi"
"Udah udah gakpapa"
Vika menuju dapur
"Em, gimana kamu? Sehat?"
"Sehat pa, papa?"
"Sama kok, sehat"
"Syukurlah"
"Iya, terus kamu mau lahirin anak ini tanpa pengganti Frans gitu?"
"Maksud papa apa ya?"
"Maksudnya, kamu gak cari gitu pengganti Frans"
"Waduh, gak sampek kesana jauhnya pemikiran ku pa"
"Kan kalo gini, kamu apa apa sendiri jadinya"
"Enggak kok pa, mas Frans sering main kerumah"
"Oh gitu"
__ADS_1