
pasalnya, Davi mengganti nama kontak Ajeng dengan nama Asti, yang sengaja diberi nama itu karna diambil dari nama panjang Ajeng yaitu Dinasti, dan kontak Davi diganti dengan Vida, yang artinya hanya dibalik per dua hurufnya yaitu Davi menjadi Vida
Vida sendiri teman dekat dari Ajeng memang, Wiko tau siapa Vida itu, tapi Vida teman Ajeng itu tidak memiliki nomor Ajeng, Ajeng juga sama sebaliknya, hanya dekat karna teman sekolah saja
"ini ada pesan masuk dari Vida sayang" kata Wiko
"oh iya, mana?"
"kok panggil sayang?"
"ya kan tau juga aku aja sama Dedev sama Vivi juga panggil sayang, beb sih, biar imut"
"oh ya juga"
makanya tak membuat curiga Wiko, apa lagi dengan cara panggil Vida kepada Ajeng dengan sebutan sayang juga, karna dianggap oleh Wiko kan teman sama teman dan perempuan sama perempuan juga
suatu hari saat Wiko ketoilet sementara ponsel nya ditinggal, Ajeng melihat ada notif pesan masuk
Ajeng membuka dan dengan nama kontak Lella, mengirimkan pesan berisikan
"Kapan kerumah lagi?"
Ajeng berpura-pura saja menjadi Wiko seolah membalas pesan dari Lella ini, dan menghilangkan jejak langsung ia hapus hingga akhirnya Ajeng tau siapa Lella, yaitu Devana, temannya sendiri
"Lella? kamu dikelas mana?" tanya Ajeng
"syaaang gimana lupa, aku kan satu kelas sama pacarmu, kamu kasih nama kontakku apa sih?" tanya Lella
"aku lupa simpannya, gak aku simpan"
"bah, kan janjiannya kita pakai nama beda, kamu simpan pakai nama Lella"
"oh ya juga lupa, terus siapa dah nama asli sayangku ini?"
"aku? Devana sayaaang"
dan hingga akhirnya Ajeng mengatakan bahwa ponselnya akhir-akhir ini akan di kendalikan oleh Ajeng jadi menyuruhnya untuk menghubungi nomor Ajeng yang lama, ia pun mengiyakan
"Kita lama gak ketemu an ya sayang" ucap Devana yang mengirim pesan ke nomor yang dikirim oleh Wiko padahal yang kirim adalah Ajeng
"Lalu kamu maunya kita ketemuan?"
"Iya, ketemuan, kerumah ya"
"Yaudah nantik sore ya"
Ajeng menuju rumah Devana, dan kesempatan Ajeng melabrak nya dan memberikan semua bukti perselingkuhan Devana dengan pacarnya
"Ajeng" ucap Devana kaget
"Nih" ucap Ajeng melempar ponsel milik Wiko
"Aku bisa jelasin jeng, awalnya gak sengaja, ini kan juga salah kamu" ucap Devana
"aku? apa aku? kenapa salahkan aku? lucu ya kamu ya? kamu yang selingkuh sama pacar aku, kamu yang menyalahkan aku?"
"kan kamu yang kasih nomormu dulu, katanya kamu sama Wiko tukar tukar nomor? tapi padahal kan Wiko bilang enggak"
"ya terus, kamu lanjutin gitu kenal dan dekat sampai pacaran?"
"maafkan aku jeng"
Ajeng berlalu meninggalkan rumah Devanna
esok nya saat didalam kelas, melihat Ajeng yang menghindari Devana terus-menerus membuat Yahya juga akhirnya bertanya
"jeng, kenapa kalian? kamu sama si Dedev?" tanya Yahya
"Iya jeng, menghindari Dedev karna masalah yahya sama si dia juga ya" tanya Vivian
Ajeng pun menceritakan semua kepada kedua temannya, kebetulan juga ada Diyan disana
"Gila aja dia" ucap Vivian
"Eh anaknya Dateng" ucap Yahya
"Oh dia nih yang merebut pacar temannya?" sambar Vivian
Devana hanya diam dan langsung duduk dibangku nya tapi karna tak nyaman ia pindah bangku
"emm bagus deh cari bangku lain jangan disini, kita gak mau berteman sama cewek yang suka merebut pacar temannya" ucap Vivian
"Eh hati-hati nantik pacarmu juga diambil loh Vi" ucap Yahya kepada Vivian
"Ya aku gak tau soal ini, jangan judge orang laaah" jawab Devana
"Gak tau? Kamu pikir aku sama Yahya begok? Kamu juga sering ketemu kan sama Wiko pas waktu Wiko jalan bareng ma Ajeng tapi kamunya apa?" tanya Vivian
__ADS_1
"Hem masih bilang gak tau?" Ucap Yahya
"Udah deh sana, jangan disini, ini sekarang jadi bangku Diyan" ucap Yahya lagi
terpaksa Devana harus duduk dengan Linda, salah satu teman dikelasnya
sepulang sekolah, saat Wiko menjemput Ajeng, disana Ajeng memberikan keputusan nya untuk berhenti melanjutkan hubungan nya dengan Wiko
"Kenapa yank? Aku punya salah?" tanya Wiko
"Bukan, aku yang salah, gak bisa jaga kamu sampai akhirnya kamu pacarin teman aku sendiri" ucap Ajeng
"hah? siapa sayang?" tanyanya
"Dedev" jawab Ajeng
"Dedev bilang ke kamu?" tanya Wiko
"tanpa perlu Dedev kasih tau juga aku akan tau"
"Kamu ya yang bilang sama Ajeng" ucap Wiko kepada Devana yang baru keluar dari sekolah
"Enggak" jawab Dedev
"Udah, stop, kalian pergi tak apa, aku sudah ada yang menjemput" ucap Ajeng
Saat tau siapa orang menjemput Ajeng membuat Wiko Semakin meradang, yaitu temannya sendiri yang paling dia percaya
"Oh jadi begini ulah kalian dibelakang ku?" Tanya Wiko
"Ulah ini juga karna ulahmu, apa yang kau tanam itu juga yang kau tuai" ucap Davi
"Lu bangsat ya" ucap Wiko
"Sorry bro, ini soal hati, dari awal yang kenal lama dengan Ajeng itu gua, gua ikhlas buat Lo, malah Lo siakan"
"Bangsat memang kau"
"Stop ya, kamu bisa mengapa aku tidak" ucap Ajeng
"jeng, aku sayang sama kamu, aku serius, sama Dedev ak Hanya iseng, pelampiasan saja" ucap Wiko
Ajeng melepas tangan nya dari tangan Wiko lalu naik ke motor Davi dan pergi meninggalkan Wiko disana dengan Devana
esoknya di sekolah, saat Ajeng baru sampai di dalam kelas, Vivian dan Yahya memanggilnya
"Iya, penyakit kambuh" ucap Yahya
"Kepo?" Tanya Ajeng
"Begitulah"
"Eh kemaren, pulangnya, kamu beneran pacaran sama si Davi?" Tanya Vivian
"iya? Oh iya, karna kan aku udah tau sejak lama kalo Wiko gak setia, tapi aku baru tau kalau pacaran nya sama Dedev, ya kenapa Wiko bisa aku gak bisa.. akhirnya aku bales deh, kan biar satu sama" jelas Ajeng
"Pinter, biar tau rasa dia" ucap Vivian
Yahya dan Vivian mendukung Ajeng tentang hal itu dan kini kisah antara Ajeng dan Davi dimulai
Tak terasa waktu berlalu dengan cepat, ujian kelulusan sudah di pelupuk mata, membuat Ajeng berbesar hati
hingga akhirnya harus berpisah dengan teman temannya disana termasuk pacar barunya yaitu Davi
agar bisa menempuh sekolah baru yang sama-sama tak satupun berkumpul, karna Vivian di SMA negri, Sevana di SMA swasta, Yahya di SMK sementara Ajeng di SMA plus (keagamaan)
setelah kelulusan sekolah memang Yahya dan Vivian maupun Devana tak sama tau kabar
hanya tegur sapa jika bertemu di jalanan, Ajeng masih dengan Davi hingga setahun setelah kelulusan
mulai kisah dari hubungan Ajeng dan Davi..
Davi yang notabene nya sangat pecinta kucing, membuat Ajeng berpikir lebih jauh lagi karna ia adalah seorang yang menghindari kucing terutama pada bulunya..
Yaa Ajeng adalah seorang gadis yang akan terasa gatal pada kulitnya yang terkena bulu kucing, bukan pobhia sebenarnya hanya saja memang bulu kucing membuatnya gatal setiap menyentuh nya, sejak kecil, sejak ia dilahirkan juga dinyatakan alergi bulu kucing oleh dokternya
dan anehnya, bulu lain seperti bulu ayam, sapi, domba, anjing dll hewan yang bulu tidak ia rasakan gatal, hanya pada bulu kucing saja, lucu kan?
"Belajar sayang, belajar nanti biar terbiasa" ucap Davi
"Ya kan setidaknya aku gak kasar yang sama kucing"
"Iya gak kasar tapi kamu terlalu cuek loh yang, kamu gak liat aku, kasih makan kek, apa kek"
"Enggak ah, udah gausah maksa"
"Iya iya, Untung aku sayang sama kamu"
__ADS_1
"Kalo suruh pilih?"
"Pilih apa?"
"Antara aku atau kucing"
"Dua-dua nya"
"Satu lah"
"Gak mau"
Davi lebih sabar lagi membantu pacarnya untuk berani pada kucing meskipun terus gagal
2 tahun sudah, memang begitu cepat, hubungan antara Ajeng, Yahya, Vivian dan Devana membaik sekalipun tak sedetail dulu, tapi setidaknya sudah lebih baik
hingga waktu berlalu 4 tahun, Ajeng mendapat kan undangan pernikahan teman sekelasnya di SMP, yaitu Linda
masih ingat dengan Linda? murid dikelas yang sama dengan Ajeng juga yang bertukar kursi dengan Devana saat mereka ada masalah
"Aku anter aja tunggu di luar ya yank" ucap Davi
sesampainya di tempat undangan..
"Yaudah, bentar kok aku yank" kata Ajeng
"Iya"
Ajeng memasuki gedung pernikahan Linda, langsung menemui Linda dan suami nya
tak lama Yahya datang menemui Pengantin juga didepan pentas
"Yahyaaaa" ucap Ajeng
"loooh Ajeeeng, sama si Davi ya, tadi aku suruh masuk, ajak masuk lah" ucap Yahya
"Biarin, gaenak juga kan"
"Gaenak apa sih jeng, ajak masuk, ajak makan, kurang perhatian masak pacarmu suruh diluar" ucap Linda
"loh, kamu tau hubungan ku sama dia?" tanya Ajeng
"ya ampun, kamu gak sadar apa gimana kalau kisah kamu dengan Wiko dan Davi itu menyebar dulu"
"astagaa" ucap Ajeng malu
"sana suruh masuk
"Ya nantik deh"
setelah berfoto-foto ria, Ajeng memanggil Davi memintanya masuk saja
"Yang, sini" panggil Ajeng
"Apa" jawab Davi
"Masuk yuk, makan"
"Gaenak, udah jangan"
Tak lama membuat Linda turun dan menghampiri mereka berdua agar Davi mau masuk
"Udah dav, masuk aja, gakpapa" ucap Linda
"Tapi"
"Gakpapa, ayo, kan kasian kan sama Ajeng makan sendiri, udah gak papa"
alhasil karna paksaan juga tidak enak menolak, jadilah ia masuk, masuk dan makan, memilih duduk disamping Yahya, membuat Yahya fokus pada Ajeng sahabat yang sudah lama tak bertemu..
"Eh gak makan lu" ucap Ajeng
"Udah lah, kan tau aku makan bagaimana" ucap Yahya
"Haha iya iya, ngegass haha"
Saat Ajeng sudah berpamitan pulang, Yahya meminta waktu untuk ngomong dengan Ajeng
"Oh yaudah gak papa, aku tunggu di motor ya" ucap Davi pada pacarya
"Makasih" ucap Yahya
"Santai" jawab Davi
Yahya meminta nomor handphonenya Ajeng karna ia sudah lama ganti ponsel baru dan nomor Ajeng tersimpan di ponsel lama
"Makasih" ucap Yahya
__ADS_1
"yaudah aku pamitan"