
Libra Wardani...
banyak temannya yang memanggilnya dengan sebutan nama Libra pastinya kan
entah dalam maksud mereka Menghina, membully, atau mungkin menyukai nama itu yang memang sengaja diambil oleh ibunya tapi nama itu justru klop dengan nama zodiak kelahirannya..
Libra sendiri terbilang lebih kepada dewasa..
sikap dewasa dan selalu mengalah membuat teman, sekantornya menyukainya dan bahkan berani mendekatinya..
"Libra.. kamu makan siang jadi kan keluar?" tanya Amelia teman sekantornya, yang juga sekertaris boss besar
"ke kantin belakang deh kayanya.. soalnya mau langsung garap kerjaan juga" kata Libra
"yahh.. gak keluar ya?"
"kanapa mel?"
"enggak, tanya aja"
"emm.. tapi sih ada urusan ke cafe adikku sih, kayanya jadi makan diluar" jawab Libra
Libra tau, jika temannya itu takkan mengatakan jika ia ingin menitip sesuatu kalau Libra tak keluar kantor, sementara Libra paham betul jika Amelia bertanya seperti itu, tanda nya akan ada hal yang dia titip untuk belikan diluar kantor
"ngapain?" tanya Amelia
"adikku nitip masker wajah sih, maunya nanti pulangnya tapi takut toko tutup kalau sore, jadi nanti siang makan juga?"
"nah... aku nitip ya.. baso aci dipojok toko bangunan itu"
"oh disana.. okeh"
ternyata hanya memesan makanan saja, tapi yasudahlah, asalkan bisa membantu juga akan membuat Libra sangat senang, dan ketika jam makan siang tiba..
"Libra.. jangan lupa" sapa Amelia dari ruangannya
"siaaap boos.."
dan ketika ia keluar, melihat cuaca sangat terik..
ia berlari menuju mobilnya namun ia menabrak seseorang...
"aduh" teriak Libra
"sorry" kata lelaki itu
seorang lelaki tampan yang sering datang kekantor nya karna ia salah satu klien berpengaruh pada perusahaan nya, mengatakan maaf kepada Libra
sikap manisnya akan membuat wanita mana pun akan menyukainya, ditambah libra tau hampir seluruh teman kantornya menyukai lelaki yang menyandang nama Seno Sanjaya..
dan setelah ia membantu Libra berdiri..
Libra berjalan pergi meninggalkan Seno yang masih menatap kearahnya..
sesampainya di Tiyanna Cafrest..
"kak..." sapa Tiya
"hemm.. hai Tiya" sapa Libra
Libra kenal dekat dengan Tiya, karna terlalu sering datang ke cafe itu, cafe milik orang tua Libra yang diurus adiknya nya sendiri yaitu Tiya dan Ayanna
dan ditambah kedekatan mereka sampai membuat banyak orang iri, karna sebagai adik kakak tiri (bukan kandung), keduanya akrab, jadi mereka adalah kakak dan adik tiri saja
"kakak mau makan?" tanya Tiya
"iya nih Tiya.. bikinin sup iga aja"
"tunggu ya kak"
Tiya wardani dan Ayanna wardani adalah pemilik TIYANNA CAFREST,
yaa satu keluarga, Libra memiliki 2 saudara seibu tak sebapak, dan sebapak tak seibu...
tau mengapa saya bilang mereka sebapak tak seibu namun seibu tak sebapak..
sebenarnya rumit ya menjelaskan tapi saya orang yang amanah..
dari yang paling kecil, Tiya, adalah adik kedua Libra, posisi Tiya dirumah Libra adalah adik dari satu ayah.. yaa ayah Libra dan ayah Tiya satu orang yang sama namun tidak dengan ibu mereka..
sementara ada lagi adik satunya bernama Ayanna wardani, adalah adik pertama Libra.. posisi Ayanna dirumah Libra adalah adik satu ibu.. Ayanna dan Libra satu rahim kandungan namun dengan ayah berbeda..
rumit kan? sama dengan judul yang saya simatkan..
tapi itulah keunikan keluarga mereka..
lalu jika kalian bertanya, kalau benar begitu, mengapa bisa Libra, Ayanna dan Tiya satu rumah dan mampu menciptakan kebersamaan?
Flashback...
ketika itu Libra berusia 5tahun, ia yang tinggal bersama ibu dan ayah tirinya mendapat kabar jika ibunya sedang mengandung dan ketika usia kandungan itu cukup besar
ayah tiri Libra yang sebenernya ayah kandung Ayanna pun meninggalkan Libra dan ibunya, tanpa sebab, rumor tetangga karna ayah tirinya tergoda wanita lain..
okeh lanjutkan.. ketika Libra baru berusia 5tahun, ibu memberi kado adik bayi kepada Libra dan ketika itu Libra senang tentu, ia tak lagi kesepian
dan ketika usia libra 10tahun, sementara Ayanna 5tahun..
__ADS_1
Ayanna mengaduh kepada Libra jika ia mendengar ibunya berbicara dengan ponsel nya dan mengatakan jika kami akan ada adik lagi..
dan ketika Libra bertanya pada ibunya.. ibunya tak menjawab, hanya mengatakan jika Ayanna salah mendengar hingga tepat diusia baru Libra 10tahun, ayah kandung libra datang dengan menggendong bayi kecil dan bongkahan baju
"maa, papa datang" ucap Libra
ibunya hanya diam, mengapa ayah nya datang tak tepat waktu..
"papaaaa aku kangen" kata Libra
"aku rindu juga nak..."
ibu Libra menarik tangan ayah Libra keluar rumah dan berteriak...
"Rudi.. ngapain lagi kamu kesini? bawa baju ini pula?" betak Asna, ibu Libra
terlihat Rudy bertekut lutut disana, Rudy terus memohon untuk Asna menerimanya lagi
"Asna, aku mohon, terima aku lagi, aku akan merawatmu dan Libra, aku takkan meninggalkanmu"
"sudah kamu tinggalkan saya 10tahun bahkan baru saja setelah saya melahirkan Libra. kamu bilang balik?"
"aku mohon..."
menjawab cukup lama dan penuh pertimbangan juga, akhirnya..
"saya terima kamu kembali kerumah ini" kata Asna
"tapi dengan anak ini?"
"aku ada hal dengan anak ini, kau tau aku menyukai anak kecil bukan kau tenang saja. saya bisa menjaganya. tapi ada syarat"
"apa itu?"
"kau bekerja menghidupi kita, dan saya berhenti dari pekerjaan"
"yaa saya mau"
"ada lagi satu"
"apa?"
"kau harus terima Ayanna, anakku dengan suamiku sebelumnya, kau juga harus mencukupinya"
dan Rudy pun menerima tawaran itu, sejak itulah Libra kembali hidup bersama ayahnya setelah 10 tahun ditinggalkan, jadi yang lengkap tinggal dengan Libra adalah ayah ibu kandung Libra keduanya
karna Rudy bukan ayah kandung dari Ayanna tapi Asna bukan ibu kandung dari Tiya, naah dari sini paham kan?
okeh lanjutkan kecerita
flashback berakhir disini...
hal yang memungkinkan telah terjadi..
kini ketiga gadis kecil sudah dewasa, Libra yang sudah sejak lama lulus kuliah dan baru hampir 3 tahun bekerja di perusahaan tempat nya bekerja, kini sudah bisa membeli segala macam kebutuhan hidup mulai dari rumah, mobil, beberapa tanah, dan aset lainnya...
Libra orang yang benar benar disiplin.. membuat nya banyak sekali tawaran kerja dengan perbandingan upah kerja yang bervariasi. namun sebagai sarjana kependidikan, tak heran untuk seorang Libra memiliki akal cerdas untuk memilih perusahaan mana yang pantas ia pilih..
sementara Ayanna yang masih akan skripsi, dan Tiya masih baru masuk perguruan tingginya
namun Tiya dan Ayanna diberikan modal oleh Libra dan hasil dari uang ayah ibunya juga untuk membuka usaha makanan yang instragamable walaupun harus merogoh kocek dalam untuk makan dan minum karna kualitas jelas terbaik dan termewah..
pengunjung banyak dari kalangan atas...
tak jarang artis, pengusaha hingga pejabat lainnya turut makan disana...
Libra lakukan karna ia tau..
saat ia sudah lulus, uang kedua orang tuanya beserta simpanan simpanan nya habis untuk menyekolahkannya hingga sarjana, untuk itu ia yang mengambil alih keuangan dan kebutuhan lainnya belum lagi membantu memberikan modal meskipun sedikit untuk membantu usaha adik Libra itu
mereka tinggal dirumah yang dibeli oleh Libra dengan hasil keringat sendiri
okeh, kembali kecerita awal tadi..
tadi sampai...
"kak..." sapa tiya..
"hemm.."
"kakak mau makan?"
"iya nih yan.. bikinin Soup iga"
"tunggu ya kak"
tak lama datang lah pesanan sang kakak tertua yang di antarkan oleh Ayanna
"kak.. ini..." ucap Ayanna
"makasih dek.. eh iya Tiya beliin kakak baso aci yang deket bangunan ya"
"kakak mau beli itu?"
"enggak, kak Amel nitip"
"aku juga mau beli ah, aku gak perna rasa"
"oh yaudah beli aja nih pake uang kakak.. sekalian Ayanna juga beliin"
__ADS_1
"okeh kak"
dan ketika Tiya selesai, dan kembali..
Libra pun kembali ke kantornya..
"belum jam masuk kan, makan nih" ucap Libra
"makasih bebeb" ucap amel..
"iya, udah ya aku lanjutin kerjaan"
"iya.."
dan tiba tiba Seno menghampirinya..
"apa ini dompet kamu?" tanya Seno
"ha.. iya iya...bkenapa aku tak sadar ini jatuh tadi?" ucap Libra salam hati
"aku tadi ambil kartu namamu selembar" kata Seno
"ha.. untuk apa?"
"untuk..."
tiba tiba Libra mengecek beberapa kartu didalam
"tenang.. yang penting itu dompetnya tidak ada yang kurang.. aku kembalikan rapi.. hanya ini yang kuambil" #
Seno menunjukkan kartu nama milik Libra ia ambil, Seno pun pergi dan berlalu...
sementara Libra hanya menatapnya..
beberapa hari kemudian..
setiap pulang kerja, hingga akan berangkat kerja lagi, Libra tak seperti biasanya...
ia selalu rapi, wangi, dandan, karna ia takut jika Seno sewaktu waktu datang..
namun tak kunjung datang..
dan ketika ia sudah lama menunggu, ia kembali dengan daster emak emak yang sering dipake nya..
seseorang memencet bel rumahnya..
"yaaa" teriak Libra
"coba liat Libra itu siapa" ucap Rudy, ayahnya
"ya pa"
ketika membuka..
Libra kaget, ketika akan menutup pintu, kaki Seno menganjalnya..
"kenapa kamu menutup nya?" tanya Seno
"saya malu pak"
"untuk apa?"
"emm.."
"boleh saya duduk disini?"
"ohhh iya iya boleh, saya buatkan minum juga sekalian"
dan Libra kembali dengan dua gelas es teh manis
"nih pak" kata Libra
"makasih, eh iya.. jangan panggil pak, Seno aja"
"ha.. jangan pak"
"ya terserah embel embel apa asal jangan pak, takut dikira sudah tua"
"haha bisa aja.. kalau gitu saya panggil kakak aja gimana? kan pak Seno juga lulusan padjajaran University kan?"
"oh iya iya, boleh, kamu anak lulusan sana juga ya"
"iyaa"
tak lama mereka mengobrol, mendekatkan diri..
malah Rudy keluar..
"Libra" sapa Rudy
"ya paa"
"siapa?"
"oh pak Seno pa, kenalin, pak Seno ini atasan Libra"
"oh temen kantor?"
"iya pak, saya Seno" sapa Seno
__ADS_1
"oh saya pikir siapa, yasudah lanjutkan, papa lanjutin nonton tivi ya"
"ya paa" jawab Libra