
bukan lagi seperti pengasuh, dewa dan devi merangkul naya seperti ibu tirinya atau ibu keduanya
dan ketika beberapa hari kemudian...
naya dipertemukan kembali oleh agung..
ketika ia datang keacara hari jadi rumah geprek milik adiv..
"naya" sapa agung dari dalam mobilnya
"pak agung?"
"mau kemana?"
"ini pak ke rumah geprek"
"mau aku temenin?"
"boleh pak, sekalian kan lama gak ketemu"
setelah agung memarkirkan mobilnya di parkiran rumah geprek, naya masuk dan meminta izin kepada adiv
karna sudah membawa agung....
"adiv, aku sama pak agung boleh?"
"oh boleh pak"
agung pun disambut dengan baik oleh adiv..
setelah mengobrol, adiv meninggalkan naya disana..
dan tak lama vina datang..
"naya?"
"buk devi"
"loh kok kamu disini?"
"saya undangan dari adiv"
"oh ya? saya sering makan disini, klien menunya pas sama lidah saya.."
dan ternyata bu devi adalah pelanggan setia rumah geprek..
"oh iya buk, ini pak agung, boss tempat kerja saya"
"vina"
"agung"
dan sejak itu agung sering menemui naya..
vina tak keberatan asal naya tak lupa tugasnya kepada anaknya..
dan setelah penantian lama, ketika bu vina mengabarkan jika akan menikah dengan pacarnya..
naya memutuskan kembali bekerja dengan agung..
"eh kok gitu, walaupun saya nikah, saya urus rumah dan anak full ganti suami kerja tapi saya butuh kamu masih nay"
"ah gaenak bu.. kan bapak baru bukan muhrim saya, lagian saya ditawari kembali kekerjaan lama"
dan setelah naya kembali ke kost, agung memberikan kunci rumah yang tidak sama dengan kost lama, karna kost lama sudah penuh, dan naya dapat rumah kost yang hanya berisi dua kamar, akhirnya naya tinggal sendirian disana..
dan setelah berajalan sebulan, atas permohonan agung kepada pengurusan kenaikan pangkat kerja, naya berdiri kembali di hotel sava sebagai pengawas utama yang kerjanya semakin mudah..
ia hanya cukup mengawasi, membuat dokumen laporan, dan mencatat perkembangan para pkerja dalam kerjaannya..
dan beberapa hari kemudian, tak mau kehilangan kesempatan...
agung menyatakan perasaan nya ketika naya pergi makan siang ke kantin / restoran dihotel
"nay, makan?"
"iya pak, bapak gak makan?"
"iya saya bareng"
setelah masuk ke ruangannya membawa bungkusan..
"bungkusan bekal pak?"
"iya nay, saya bawa dua"
"kok dua?"
"buat kamu"
"wah makasih pak"
"iya."
setelah sampai, naya pun membuka kotak bekal isinya nasigoreng mulai dari bau, warna, bahkan rasa sama dengan masakan beberapa hari ia bekerja...
ketika ia baru pulang kampung..
"emm.. ini masakan bapak?"
"iya.. kenapa? kurang apa nay?"
"gak sih, enak banget malah, tapi ini kan nasi goreng sama rasanya kaya nasi goreng yang saya makan ketika saya baru pulang kampung"
"hehe iya itu saya sih yang masak"
"oh beneran bapak, saya pikir hal yang sama sih tapi saya malu nanya takut bapak jawab bukan eh saya malu bukan kepalang..."
"haha.."
sorenya ketika pulang dan agung mengantarkan naya pulang sampai di depan pntu kostnya...
"nay"
"ya pak"
"ada yang mau saya bicarakan"
"apa pak?"
"sebenarnya saya suka sama kamu"
"ha.. maksud bapak?"
"kamu mau gak jadi pacar saya?"
__ADS_1
"maksud bapak gimana ni?"
"saya suka sama kamu sejak kamu pertama kali menginjak kaki kamu di hotel ini, masih ingat?"
"oh yang undangan pesta?"
"iya, ditambah saya suka ketika kamu membantu ayah saya ketika kamu mengalah demi ayah saya"
"oh itu"
"tapi saya suka bukan untuk rasa terima kasih, karna saya suka benar benar suka sama kamu"
"pak.."
"saya tau kamu akan jawab, saya tidak mau disebut mendekati boss karna untuk pekerjaan"
"bagaimana bapak tau?"
"saya jarang ketemu cewek seperti kamu, dan saya benar benar serius, kamu mau gak jadi pacar aku?"
dan naya pun menerima..
"aku mau nya pacaran setahun aja.. terus nikah" ucap naya
"hah, kamu serius.. kenapa gak sekalian aja langsung nikah"
"ya gak segampang itu pak, kan naya harus urusin orang orang rumah, jelasin dulu"
"iya sih, janji ya setahun pacaran, saya urusin segala keperluan, kamu tinggal nunggu hari nya"
"iya pak"
"katanya iya kok panggil pak?"
"terus?"
"sayang dong"
dan keduanya pun benar benar serius
dihari ke tiga mereka berpacaran..
rak tanggung tanggung agung membawa naya makan malam bersama keluarga besarnya..
karna mendapat kabar agung akan memperkenalkan pacar nya sekaligus calon istrinya, keluarga besar nya sangat antusias datang ke undangan makan malam itu
dan tak tanggung juga, seluruhnya setuju dengan naya, cantik, sopan, baik, bisa membuat suasana menjadi lebih fresh..
"pulangnya kerumah papa, papa mau ngomong"
"ya pa"
dan setelah mengantar naya pulang..
agung menuju rumah ayah ibunya..
"maa.. paa.."
"masuk agung, papa diruang tv"
"ada apa pa?"
"duduk sini, mama juga"
"iya apa?"
"serius?"
"sama naya?"
"iya pa, serius banget, naya orang yang agung cari selama ini"
"apa dia tau siapa kamu?"
"enggak pa, agung mohon sembunyikan, agung janji ngebahagiain naya"
"kalau naya tau, kamu lelaki penebar benih, kamu lelaki hidung belang yang sering meniduri wanita"
"cukup pa.. agung janji agung gak akan ngehianati naya, agung serius sama naya, kalau cuman mau mainin naya, gak sampai agung nikahin naya.. paling cuman agung manfaatin aja"
agung pun berlalu dan pulang kerumahnya...
"udah pa, mungkin jalannya agung untuk berhenti melalui naya" ucap ibu agung..
seiring berjalan nya waktu..
naya banyak mendengar "cuitan burung" beberapa karyawan hotel lainnya sedang menjadikannya buah bibir..
banyak yang mengatai jika naya memang sengaja menggoda atasan supaya suka padanya, karna siapa yang tidak tau jika naya hanya perantau yang berpendidikan rendah, dan dia sedang dalam keberuntungan saja bisa kerja dan sukses sesukses sekarang..
waktu kurang dua bulan lagi, naya menuju kampung halaman..
sesampainya..
"apa lagi?" tanya nardi
"saya kesini mau bilang kalau saya akan menikah"
"menikah, sama siapa?" tanya ibu
"ini undangannya, kalau kalian sempat datanglah, jika tidak tak masalah"
tanpa basa basi naya kembali pulang ke bali
suatu hari..
"bulan depan aja ya kita sebar undangan" ucap agung..
"iya"
"kamu yakin gak ngundang siapa siapa temen kamu sekolah, atau tetangga dikampung"
"gak, aku udah pulang kemaren ke ibu udah cukup"
"oh yaudah.."
dan suatu ketika, naya dan adiv sedang duduk diemperan jalan membeli minuman digerobak dorong, ia duduk mengenang awal pertemuan...
"waktu cepet ya, kita dipertemukan sehari, dipisahkan empat tahun, dipertemukan lagi sampai sekarang" ucap adiv
"iya.. adiv, makasih ya walaupun aku sudah nolak cinta kamu, kamu masih setia banget selalu ada untukku"
"iya.. kamu tenang aja nay, kamu orang baik, aku gak terlalu baik, tapi pengalaman, jadi kita kam bisa saling menutupi.."
"iya.."
__ADS_1
setelah selesai minum..
mereka kembali jalan kaki, dan tak jauh dari tempatnya mengenang masa pertama kenal..
naya melihat salah satu tas ransel mini..
"naya mau beli?" tanya adiv
"enggak div, cuman liat aja.. harganya lumayan ya"
"ya kan itu ada 5 macem, kamu beli harga 500 segitu dapat dah semua"
"bahannya bagus bagus, apa sedang promo atau memang harganya?"
"harganya, yaudah masuk aja yuk liat liat"
"naya malu div kalau cuma nanya"
"siyah, kalo cocok kan dibeli, masak kamu gak berani minta sama calon suami kamu belikan?"
naya dan adiv pun masuk..
ketika akan masuk..
"adiv" seseorang memanggil adiv
"kartika?"
"iya tika div"
"apa kabar tik? lama ya gak ketemu?"
"iya.. lama banget div"
tak lama seorang anak kecil turun dari mobil tika memanggil tika dengan sebutan mama
"anakmu tik?" tanya adiv
"iya div, kenalin sayang ini temen mama nama nya om adiv"
"siapa namanya hayo?" tanya adiv
"sari om" jawab anak tika
"oh sari tik?"
"iya, eh ini siapa?"
"ini temen aku tik, kenalin"
"naya"
"tika, naya orang sini?"
"bukan, saya banyuwangi"
"oh jowo"
"mbaknya jawa?"
"enggak, saya asli bali, tetangga jauh adiv.."
"haha tetangga jauh, biasa aja, oh iya naya ini suka anak kecil, titipin aja dulu ke naya si sari, aku mau ngobrol" ucap adiv
"oh ya gakpapa, sama tante aja ya sari, kita beli eskrim itu disana, mau?"
"mau mau" jawab sari..
"maaf ya nay" ucap tika
"gakpapa kak tika" sapa naya..
ketika naya pergi..
"itu yang kata ibumu anak mu?" tanya adiv
"iya div.. itu sari.."
"kenapa kamu masih melahirkannya.. bukannya bapak sari memberikanmu uang untuk menggugurkan nya?"
"aku gak tega div, mama ku minta aku lanjutin aja sampek lahirin sari, mama minta aku diam dirumah sampai sari lahir"
"siapa sih bapaknya?"
"kamu gak akan kenal div, dia asli orang bali.."
"katakan saja.. aku bisa jaga rahasia"
"janji ya div, kamu temen ku pualing baik, tolong jaga kepercayaanku.."
"iyaa"
"yang hamilin aku..."
"eh nay.. yah" ucap adiv..
"kenapa?"
"itu eskrimnya si sari jatuh.. dibelikan lagi kayanya sama naya"
"oh, eh itu pacarmu? atau apa nih div, atau udah istrimu ya.. karna kan gak mungkin umurmu sudah kepala tiga"
"hee.. bahas apa malah kemana"
"ya jawab dulu dia pacar? baik orangnya div"
"temen deket, dia mau nikah kok"
"nah nikah? kenapa jalan sama kamu?"
"ya sebelum bener bener dia nikah, kalau udah nikah kan gak mungkin aku ajak dia jalan"
"emm.. kamu suka ya sama dia?"
"ha.."
"aku paham kali div, kamu itu jarang deket sama cewek, baru ini aku liat kamu sedeket ini sama cewek kalo gak spesial itu gak mungkin"
"begitulah tapi dia mau nikah, nau gimana lagi, aku juga pernah bilang suka ke dia, dia nolak, yaudahlah, aku jadi temen doang gini udah seneng"
"tulus kamu ya.. sama dia? emang mau nikah, kamu tau
dan naya kembali bersama sari..
"nih kak" sapa naya menyodorkan eskrim kepada tika dan adiv
__ADS_1
"loh buat aku?"