Satu Nama Sebuah Kisah

Satu Nama Sebuah Kisah
ke Pelaminan Teman ketemu Teman Pelaminan


__ADS_3


perkenalan dengan teman baru saat duduk di bangku SMP.. tiga sahabat paling dekat yaitu


Ajeng Dinasti, Devana, Vivian dan Muhammad Yahya


Ajeng dan Vivian adalah teman dari mereka sekolah dasar, hanya saja Ajeng dikelas C dan Vivian di kelas B, sementara Devana dan Yahya teman baru di SMP dan juga baru kenal dengan Ajeng dan Yahya


waktu itu mereka duduk di bangku kelas 7 sampai kelas 8 belum berkumpul satu kelas, tapi sama sama saling kenal, hanya saja tidak dekat, hanya Ajeng dan Yahya yang dekat sejak awal masuk pertama kali disekolah, meskipun mereka tidak dalam satu kelas


itu karna kesupelan nya yang sama dimiliki mereka, jadi mudah dekat dengan orang asing


hingga pada kelas 9 barulah berkumpul, disini cerita awal dimulai, dimana persahabatan mereka berlalu dengan indah..


"Siapa nih mana geng kita..?" tanya Yahya


"Deviyajeng" jawab Vivian


"kepanjangan deh itu" jawab Devana


"apa terus, inisial? jelek lah, nih, D D Y A kan?" jawab Vivian


"itu tuh unik, bagaimana ADDY?" jawab Yahya


"Ah itu jelek, gimana" kata Ajeng


"Ribet kali kalian ini,, kan bagus bagus ADDY itu lah" ucap Yahya


"Boleh juga sih.." ucap Devana


"Ajeng? diem doank, niat gak sih" ucap Yahya


"Niat, niat kok, yaudah terserah saja" jawab Ajeng


"Lalu kenapa tadi bilang jelek?"


"ya bingung juga mikir, apaan, enak ADDY itu deh"


"hemm, kamu ada masalah ya?" tanya Vivian


"Gak papa, lagi ada masalah sedikit doank kok" ucap Ajeng


"Sama Wiko?"


Wiko adalah pacar dari Ajeng memang, memang mereka dikabarkan sering bertengkar, yaa.. dalam tanda kutip gak pernah akur meskipun berpacaran tapi ujung-ujungnya juga kembali


Sejak diskusi tentang nama geng, "ADDY" didaulat menjadi nama kelompok mereka.. yang artinya gabungan dari awalan nama mereka


pernah suatu ketika, saat terselubung niat dari salah satu mereka yaitu Yahya, yang mencurigai jika Vivian menyukainya


ia memilih mengerjai Vivian dengan berpura-pura pacaran dengan Diyan, Diyan adalah teman sekelas mereka berempat


"gimana tawaran ku?" tanya Yahya


"yakin kamu Yah?"


"yakin lah, gimana, mau gak?"


"mau mau aja sih, lu bikin gue susah laku dong"


"susah laku gimana?"


"ya kalau bilang kita pacaran? pasti nyebar lah, pas ada yang deketin gue, gimana? mundur dia"


"ah elah lu, bantuin temen lu juga, gue penasaran tau sama sikapnya dia"


"iyaaa ya udahlah, demi kamu nih. kamu baik orangnya"


"gitu lah"


akhirnya mengumumkan Jika dirinya resmi berpacaran dengan Diyan, seraya ingin melihat gelagat dari Vivian yang memang sering sekali terlihat sangat dekat ketimbang lainnya, membuat salah persepsi dan ke ge-er an seorang Yahya menurun


Justru yang menunjukkan gelagat cemburu adalah dari Devana, yaa Yahya pun meyakini jika memang bukan Vivian, karna Vivian welcome hubungannya dengan Diyan


"cuy, ada yang mau ku bahas ini" kata Yahya yang datang bersama Diyan


"oh, apa? sini duduk, tumben Diyan mau gabung kita?" tanya Ajeng


"iya nih, lagi ada urusan sama Yahya"


"oh, kenapa kalian?" tanya Vivian


"gini cuy, aku sama Diyan resmi pacaran" kata Yahya


"wooh" ucap mereka bertiga kaget


"serius?" tanya Vivian


"iyaa lah, sudah semingguan lah kira kira?" jawab Diyan


"seriusss? wooh selamat, waah akhirnya teman ku bisa pacaran sama cewek juga" jawab Vivian


"maksud lo Vi 🙄..." ucap Yahya

__ADS_1


"hehe tidak, canda aja cuy"


"hmmm"


"waaah selamat dong, ayolah makan makan" kata Vivian


"kamu gak cemburu?" tanya Yahya


"aku? cemburu?" tanya Vivian bingung melirik dua teman nya yang lain


"enggak, maksudnya kalian bertiga, si Dedev, Vivi sama Ajeng" jawab Yahya


"tidaaak lah, malah seneng, kita harus rayain dong Yah" jawab Vivian


ternyata bukan lah Vivian yang marah dan cemburu karna telah menyukai nya. tapi lebih kepada Devana, karna sejak tadi ia hanya diam dan menatap sinis kearah Diyan


Sejak itu persahabatan mereka bersekat..


Membuat antara Yahya dan Devanna sama-sama ada canggung dan ragu jika bersama lagi untuk dekat


ditambah saat Devana malu jika Yahya mengetahui bahwa dia suka pada Yahya, kedua nya serasa sama-sama menghindar


"Yah, kekantin?" tanya Ajeng


"Boleh, ayok, berdua?" tanya Yahya


"Berempat lah sama seperti biasa" jawab Ajeng


"Oh gitu, yaudah deh gak jadi"


"Loh. Kenapa?"


"Gak deh, kamu aja"


"kenapa Yah?" tanya Ajeng memaksa


"aku janjian nemenin Diyan belajar" kata Yahya


"oh astaga bilang dong, okeh deh, selamat berpacaran haha" kata Ajeng


tak lama Devanna da. Vivian datang menyapa mereka berdua


"ayok" ajak Vivian


"kita saja bertiga" jawab Ajeng


"loh, Yahya?" tanya Vivian


"dia mau nemenin Diyan belajar"


"Dedev, ke perpus yuk, kerjain tugas dari pak Tun, kan belum" kata Vivian dan Ajeng


"Sama?" tanya Devana


"Siapa lagi pake nanya kamu" kata Vivian


"ya kita bertiga, sama Yahya juga, Yahya udah disana loh" kata Ajeng


"Enggak deh, kamu aja. Aku selesaikan Disini saja kerjaan ku"


benar benar menghindar dan memiliki sekat persahabatan hanya karna perasaan suka


tak ada yang bisa Vivian selamatkan apalagi Ajeng yang notabene nya mereka sangat tidak tau perihal kejadian ini jika bukan Diyan yang menceritakan kepada mereka


"Lucu mereka ya, kalian tau, Yahya bukan orang yang suka jika ada orang yang menyukai nya terlebih dulu sebelum dia menyukai nya lebih dulu dari orang itu" ucap Diyan


"Ya aku tau, aneh kan, tiba-tiba aja persahabatan dingin kayak es gini, kaku" jawab Vivian


"Ya, aku kan gak tau, kenapa gak ada yang kasih tau kita dan baru kamu loh yan" kata Ajeng


"Lu sih sibuk mulu sama si Wiko, pikir sahabat juga lah, gak bakalan fokus kalo bercabang begini" gerutu Vivian


"Iya juga sih, ya maaf"


"Iya emang, salah lu kan juga" kata Diyan lagi


"hehe nama nya pacaran cuy, kaya kalian gak aja" kata Ajeng


"Ketawa jadi, dasar ya" jawab Vivian


sejak itu, Vivian lebih dekat dengan Yahya, entahlah, mengapa Vivian ikut sedikit menjauhi Devana, sementara Ajeng masih berusaha untuk kembali nya persahabatan mereka..


hingga berhari-hari, dan hampir sebulan hingga Ajeng dekat dengan teman pacarnya sendiri


"dav, kemana Wiko?" tanya Ajeng


"Wiko keluar, bukannya kekelasmu?" tanya Davi


"gak ada makanya kesini"


"oh dikantin tadi jeng, masih pacaran sama Wiko?"


"masih dav, kenapa?"

__ADS_1


"gak papa, aku mau chat kamu nih kan aku punya nomor kamu tapi aku takut si Wiko marah"


"ya gak, kamu kan teman dia, temanku"


Ajeng dekat dengan Davi, tidak termasuk selingkuh tapi mereka memang dekat bahkan melebihi kedekatan Ajeng dengan pacarnya sendiri yaa


"Kamu beneran gak mau gitu selingkuh, punya pacar dua enak lagi, aku mau jadi pacar kedua kamu" ucap Davi


"enggak deh dav, aku takut ribet dav" jawab Ajeng


"Gak kok, aku bantuin deh, gimana, kita sembunyikan dari Wiko sama sama"


"Enggak dav"


"Aku suka sama kamu jeng, aku nyaman kita chat setiap malam, kita kadang telfonan" kata Davi


"Apa dav?"


"Iya, masak kamu gak sadar itu, perhatian ku, romantis ku, segalanya, serius aku sumpah"


"Aku pacar temen mu ya dav"


"ya aku sadar, makanya aku tawarin, ayo jalanin diam diam"


hingga akhirnya Davi mengatakan jika Wiko bukan orang yang benar-benar mencintai Ajeng..


Davi ini adalah orang yang mengenalkan Ajeng dengan Wiko, karna yang kenal duluan sama Ajeng sebenernya memang Davi


juga memang dari awal Davi suka dengan Ajeng tapi ia mengalah sejak tau temannya menyukai Ajeng juga, hingga akhirnya tau jika temannya itu hanya ingin mendapatkan Ajeng tanpa ada rasa tulus, membuat Davi mendekati lagi Lila


"Iya gak tau kedepannya kan dav" ucap Ajeng


"Yaitu, sebelumnya terjadi apa apa ya kamu harus bisa lebih menyakitkan dari dia" jawab Davi


"Nantik aku kabari lagi deh ya"


"Yaudah aku tunggu"


esoknya Ajeng memutuskan untuk menerima Davi, selain Davi memberikan bukti ketidakseriusan Wiko pada nya juga karna dia yakin Davi bisa menutup luka yang dibuat oleh Wiko


dav" panggil Ajeng


"Eh Ajeng, kok disini? Sama siapa?"


"Sendiri dav, naik motor"


tiba tiba Ajeng sampai di tongkrongan Davi, yang ia juga kenal beberapa teman Davi disana


"Kenapa jeng, mau ketemu Wiko ya?"


"Bukan"


"Terus?"


"kamu"


"Aku?"


"Iya kamu, kamu kan namanya Davi"


"ih Ajeng mah"


"Masih berlaku gak, tawaran kemaren yang kamu bilang mau pacaran denganku"


"iyaaa lah" jawab Davi menatap tajam mata Ajeng dengan serius


Davi tengok kanan kiri, takut ada saksi mata apa lagi mata kepala Wiko sendiri dan menarik Ajeng ke luar gerbang tongkrongannya


"Masih kok jeng, kan aku udah bilang mau nunggu"


"Aku mau dav, terima kamu" jawab Ajeng


"Serius?"


"Iya, tapi jangan bilang Wiko ya"


"Jelas, sekalian kita cari kebenaran aja kalo si Wiko itu bajingan kakap"


"Gak usah deh, cukup gini aja udah bisa buat dia kesakitan"


"Yaudah iya deh"


sejak itu Ajeng dan Davi berpacaran, yaa mereka memiliki hubungan dibelakang Wiko, teman Davi sekaligus pacar Ajeng sendiri


Bukan salah mereka kok, salah Wiko karna ia mempermainkan hubungan nya Dengan Ajeng, padahal dia tau bagaimana Ajeng banyak yang suka dari teman temannya


saat Wiko sudah mulai mencurigai Davi, teman nya sedang dekat dengan pacar nya, iya sering men-cek ponsel pacarnya, mencari jawaban dari kecurigaan nya tapi semua tak ia dapatkan karna tak satupun yang membuatnya curiga


yaa kancil memang lebih cerdik dari tupai melompat yang akhirnya jatuh juga


"Yang.. tadi Wiko cek.in ponselku" ucap Ajeng mengadu


"Iya kah? Ketahuan?" tanya Davi

__ADS_1


"Ya gak lah yank.. kamu lupa kan kita ganti nama kita dikontak masing-masing, gak pakai nama asli"


"oh bener ya"


__ADS_2