Satu Nama Sebuah Kisah

Satu Nama Sebuah Kisah
DHP #4


__ADS_3

salah satu orang disana pun curiga akhirnya mereka dengan kamera digitalnya


terlihat vanna berpakaian serba hitam dengan masker penutup mulut..


membuka kedua tangannya dan mengeluarkan cahaya..


ketika beberapa orang menyadarinya..


vana pun berlari sekencangnya ketika beberapa orang berusaha mengejarnya, terlihat vana  menghilang tiba tiba..


dan berkat hasil rekord nya seseorang itu


mengunggah ke sosial media dan menjadilah viral berita itu..


dan ketika mengetahui dirinya viral..


sava pun membakar baju lengkap nya ketika malam itu terjadi yang ada divideo viral itu


sementara endru yang bekerja, mendengar beberapa temannya membicarakan soal keaslian video itu hingga nia dan alex teman dekat endru di kantor memberitahu kepada endru..


"ndru liat nih deh, viral ndru" ucap alex


"ah apaan. video viral? palingan gosip"


"gosap gosip, liat dulu makanya, lu kan pinter soal beginian"


ketika melihat dan memperhatikan...


"moza" ucap endru pelan


"nah kan, lu tau ya siapa dia?"


"enggak, gak tau siapa"


"ngaku ndru.."


"enggak sumpah"


"terus tadi? moza siapa?"


"itu bukan siapa siapa.. aku mau bilang masa.. masa iya ini beneran gitu maksudnya"


"oh, lah iya makanya gue kasih tau lu, lu tanya gue, lah gue tanya siapa ndru"


beberapa hari kemudian.. ketika endru mulai mencari keberadaan vana..


dan ia terus mencari cari..


dan mereka bertemu ditempat yang sama saat pertama kali bertemu..


"moza" teriak endru


"kamu lagi lagi"


"aku mencarimu beberapa hari.. okeh soal waktu itu aku minta maaf.. tapi aku yakin sekali kamu itu moza"


"kamu orang stres ya"


"enggak, aku tau berita diluar"


"berita apa?"


"video yang lagi viral, direkaman itu ada cewek yang tiba tiba ngilang seperti mempunyai kemampuan teleportasi.. juga tangan nya bercahaya, aku tau itu kamu"


betapa kagetnya vana..


mengapa dia bisa tau jika didalam video itu dirinya..


"ah dari mana bisa kau simpulkan itu aku?" tanya vana


"udah lah moza, aku tau.."


"vana.. bukan moza"


"iya iya... maaf..maksudnya vana"


dan ketika vana berbalik badan berusaha pergi dari hadapan endru.. endru berjalan pindah tempat mengikuti arah tubuh vana


dan menyodorkan bungkusan kertas ketika vana menerima..


"apa ini?" tanya vana


"aku yakin kamu suka"


"makanan?"


dan ketika dibuka, isi dalam kotak itu baju yang sering dipakai oleh moza selama moza dirumah endru


dan ternyata baju itu adalah baju yang sangat dicari oleh vana.. baju hem kotak merah tua dan pink, lengan panjang dan panjangnya hanya setengah dari paha vana


"aku suka ini, aku cari bahkan pesen kebeberapa butik, tapi nolak semua. susah, jadinya malah kw, buat aku nih?" ucap vana


"iya buat kamu, tapi itu bekasku, sudah lama juga sih gak aku pakai karna warna nya seperti itu"

__ADS_1


"ah gak masalah.. makasih ya..."


"memang apa yang kamu suka dari baju itu" tanya endru mulai memancing mancing pertanyaan


"emm apa ya... gak ada sih, cuman sakunya banyak aja aku suka jadi gak perlu bawa tas kan kemana mana"


benar saja, alasan vana sama dengan alasan moza menyukai baju itu, baju itu memiliki 6 saku dan semua besar besar, itu juga sebagai model dari baju itu sendiri


dan sejak itu, keduanya pun mulai dekat..


namun semakin dekatnya mereka tak membuat vana begitu saya memberitahu siapa dirinya..


ia tak mau terlalu ceroboh


ia masih menyimpan bahkan terus menutupi dan mengelak siapa dirinya setiap endru berkali kali mencoba memancing beberapa pertanyaan


hari terus berlalu..


dan suatu hari, ketika endru mengingat lagi pertemuan pertamanya dengan moza hingga sampai pertemuan terakhirnya..


endru mengingat terakhir yang dikatakan moza saat itu adalah..


moza kembali meminta jawaban yang jadi penentu nasib moza dialamnya, jika endru mengatakan iya saat itu, mungkin vana akan dipertemukan dengan endru dengan kondisi saling jatuh cinta..


tapi karna endru mengatakan tidak..


reinkarnasi moza akan lupa semua tentang kejadian bersama orang lain selain yang benar benar ia kenal..


namun terlihat jelas tak ada perbedaan dari moza dan vana dari segi makanan, kebiasaan, selera lainnya..


ketika endru akan berangkat kerja, namun sepedanya tak bisa menyala.. mungkin aki atau lainnya..


akhirnya endru masuk lagi dan mengambil tasnya memutuskan berjalan kaki namun vana menghidupkan motor endru lalu berlari pergi


"motor ini" ucap endru bingung


endru melihat sekeliling..


dan ketika endru pergi dengan motornya..


vana pun ikut pergi..


vana benar benar mempermudah segala urusan endru bahkan tanpa endru ketahui


hari terus berlalu..


hingga kedekatan endru semakin jauh dengan vana.. dan karna penasaran, endru memaksa untuk bertemu orang tua vana..


"iya kan pengen main kerumah kamu masak gak boleh, lagian kamu sering juga main kerumahku, apa kebutuhanmu justru aku penuhin juga kan"


"iya sih, yaudah besok malam ada makan bareng tante ku yang dari amerika datang. "


"wah boleh ikut makan malam keluargamu?"


"iya lah boleh"


dan ketika dua hari kemudian..


keduanya siap dan berangkat..


dan ketika sampai, memang vana terlahir manusia, terbukti, ayahnya, ibunya, tante nya, kakak kakaknya semua normal...


ketika suasana makan malam itu sangat harmonis.. endru bisa menempatkan diri harus apa dan bagaimana dirinya..


membuat keluarga vana bisa menerima endru sebagai lelaki yang terbilang sopan, baik, periang..


setelah selesai makan malam itu..


"mama kemana bentar lagi ma?" tanya vana


"mama sama papa anterin tante mu dulu nyari baju buat bawaan oleh oleh balik ke amrik nanti"


"ayok ikut aja van, kamu juga endru" ucap tante


"enggak, vana pulang.. males jalan"


"yaudah nanti mama pulangnya malem"


"iya deh vana pamit"


dan vana pun tak ikut mengantartante nya berbelanja memilih pulang dan diantar oleh endru..


ketika sampai dirumah vana


"ayo masuk ndru" ucap vana


dan ketika masuk..


"kenapa ndru liatin pohon itu?"


"enggak van gakpapa"


"kata orang sih disitu ada penunggunya"

__ADS_1


"iya, aku tau"


vana kaget mendengar itu..


"kamu tau? kamu...?"


"em.. aku apa?"


"kamu bisa lihat hantu ya"


"jujur saya iya, aku terlahir indigo"


"wah keren donk"


"mana ada keren"


"aku pengen tau liat begituan"


"kamu pikir hantu itu seperti bayangan sinetron, cantik, putih pucet begitu? ada juga muka nya hancur, rata, dan lainnya, aku aja pengen banget gak bisa liat seperti itu"


"haha.. terus yang kamu liat di pohon itu apa lagi?"


"perempuan putih rambut nya panjang.. usia 14 tahunan lah, sedeng umurnya gak kecil juga gak terlalu besar"


"wah keren, emang begitu kata beberapa orang sih, katanya bekas pembunuhan dan pohon itu tempat pembuangan mayat nya beberapa hari diketemuin warga baru dikubur"


"dia ada disini"  ucap endru


dan seketika vana berdiri dari duduknya langsung memeluk endru


"oh sori sori, habis aku takut memang ngapain dia disini"


"kamu percaya enggak, kalau kita ngomongi mereka mereka, mereka semua tau kita ngomongin mereka..."


"banyak sih orang orang bilang begitu"


hari terus berlalu, kini dua tahun sudah mereka dekat.. dan endru menepati janjinya setelah diingkari nya.. ia pernah berjanji menemani vana ketika wisuda kelulusan sekolahnya namun endru tak datang, dan kini sebagai membayar janji, endru menemani vana untuk datang ke salah satu fakultas untuk pelatihan..


vana sudah diterima hanya hari itu hari dimana vana harus menjalani masa orientasi


dan endru menemani..


ketika beberapa orang mulai dekat dengan vana, yaa.. vana mulai punya teman baru disana..


dan ketika masuk pertama perkuliahannya, dihari itu juga tugas endru selesai..


tugas endru.. yaa tugas dia.. tugas dimana ia meyakinkan dirinya jika vana bukan moza, namun vana reinkarnasi moza..


ketika endru bertanya kesalahsatu orang tua yang dianggapnya guru..


"cak, saya ada temen, tapi saya yakin itu moza, teman saya dulu, dan sekarang dia balik tapi gak kenalin saya" jelas endru


"yaaa yaa saya tau, moza si alien itu bukan? benar saja jika gadis yang dekat denganmu saat ini adalah reinkarnasi moza" jelas si mbah yang biasa dipanggil cak no (dalam bahasa jawa cak adalah mas, no adalah namanya)


"saya sempat mempelajari, reinkarnasi itu akan mengingat semua hal dari sebelum dia lahir.. ia atau apa apa saja yang dilakukan nya"


"oh berbeda.. saya lihat vana hanya mewarisi kemampuan lainnya seperti teleportasi, tiba tiba menghilang dan tiba tiba muncul, juga menghiduokan benda benda yang sudah lama mati misal, motor, mobil, ponsel, boneka dll"


"tapi vana tidak pernah mengakui cak.. dia selalu menutupi kemampuannya itu"


"oh wajar, tentu dia menutupi, kamu orang asing baginya.. jangan kan kamu, bapak ibunya saja tidak tau.."


"hah serius cak"


"serius, vana memang bukan orang sembarangan, saya sangat merasakan itu.."


beberapa hari berlalu.. ketika disuatu malam..


vana sedang asik menonton televisi dengan ayah ibunya..


ia bergegas kekamar dan meminta izin tidur duluan..


namun ketika masuk ke kamar.. vana mengunci kamarnya dan berganti pakaian lalu keluar melalui jendela..


ketika sampai di salah satu jalan..


ia melihat ada endru..


ia berharap endru tak mengenalinya dengan pakaian nya malam ini..


dan ketika ia bersikap biasa jalan melewati endru.. beberapa orang terlihat seperti sedang memburu nya.. seketika ia berlari, vana pun berlari dikejar kejar oleh orang tak ia kenal dikeramaian kota itu..


hingga ia bertemu seseorang yang berdiri dan melamun, membuka kesempatan bagi vana untuk masuk kedalam tubuh lelaki itu untuk bersembunyi


ketika empat atau lima orang yang tadi mengejar terus berlari melewati lelaki yang tubuhnya kejang karna dimasuki oleh vana..


namun Dibelakang beberapa orang itu ternyata endru ikut berlari mengejar vana


hingga endru sadar jika vana masuk dalam tubuh lelaki yang hanya duduk dan diam tanpa pergerakan dibangku pinggiran jalan


"keluar, sudah aman" ucap endru


"ha.. bagaimana dia bisa tau aku disini?" gerutu vana dalam hati

__ADS_1


__ADS_2