Satu Nama Sebuah Kisah

Satu Nama Sebuah Kisah
KI #6


__ADS_3

"terlalu lemah menjadi pria, gue diposisi loe gak akan pernah gue lepasin Naya" kata Vandra dalam hati


Naya bingung, ia harus sedih atau apa, Naya pun pergi ke sekolah diantarkan oleh Vandra dan sejak itu hubungan mereka jauh lebih bebas dari sebelumnya karna Naya sudah menyelesaikan hubungannya dengan Adri


Naya kembali kesekolah nya dan melakukan kegiatan seperti biasanya


diwaktu yang sama di hari berbeda, dimana ketika Naya sedang sekolah, Vandra juga sibuk dengan kuliahnya, Pandi bersama Mamat dan Zidan duduk diruang tamu krumah Pandi


"termasuk sepi gak ada Vandra sih" kata Mamat


"bener juga, dia kan yang sering menyanyi gak jelas, dia paling sering menghibur" kata Zidan


"apa kalian masih mau berteman dengan dia?" tanya Mamat


"ya bagaimana juga dia teman kita kan Pan" kata Zidan


"iya tapi udah lah, dia aja egois" kata Mamat


"eh bagaimana kita temui Adri sama anak Syahpa band?" tanya Pandi


"untuk apa Pan?" tanya Zidan


"ya tebus rasa bersalah kita lah, kan berawal kita yang bocorkan semuanya" kata Pandi


"bukannya bagus, jadi gak perlu dilanjutkan hubungan yang bukan harusnya berjalan itu" jawab Zidan


"lagipula apa kata Vandra, itu bukan urusan kita kan dia bilang juga" kata Mamat


"ya tetep, loe pada kaga merasa apa kalo ini diawali dari mulut kita bahas Vandra Naya didepan Adri?" tanya Pandi


"iya sih"


mereka pergi ketempat tongkrongan Syahpa band, disana lagi berkumpul, melihat kedatangan Pandi, Mamat dan Zidan, Dari menyapa mereka


"halo brother, waah kesini tumbenan?" sapa Dari


"iya Dar, lagi mau main, kalian pada kumpulan?" sapa Pandi


"iya dong, ayo masuk, anak anak disana semua"


"iyaaa"


mereka bertiga masuk, Dari mengajaknya masuk lalu memberitahu tiga anak yang lain disana


"bang Adri, ini bang ada anak band sebelah" kata Dari


"Pandi.. Mamat.. Zidan..?" sapa Adri


"hai bro, sibuk bro?" sapa Mamat


"ahh biasa kumpulan santai" jawab Adri


mereka duduk bersama diruang tamu itu, mengobrol soal murid awalnya tapi karna rasa penasaran nya Pandi, Pandi jadi membahas masalah Adri dan Naya


"oh bro, loe sama pacar loe gimana?" tanya Pandi


Adri melirik kepada anak band nya yang lain, mereka juga belum tau soal hubungan Adri dan Naya yang sudah berpisah disana


"ohh sorry gue gak maksud menyinggung kok" kata Pandi


"iya dah, lupain saja dah" kata Mamat


"kita gak bermaksud apa apa nih kok" kata Zidan


"gakpapa kok, santai, gue juga sekalian mau bilang kekalian semua, juga ke Syahpa band, karna disini semua tidak ada yang tau soal hubungan gue dan Naya sudah putus" kata Adri

__ADS_1


"putus?" tanya Zidan, Mamat dan Pandi bersamaan


"iya, putus, waktu aku memastikan kerumah Naya, tak lama Vandra datang dan membenarkan hubungan mereka, Naya pergi bersama Vandra" kata Adri


"jadi kamu sudah putus sama Naya?" tanya Febe


"iyaa, putus, sehari setelah kemarinnya loe putus sama pacar loe" kata Adri pada Febe


"memangnya ada masalah apa Naya dan Vandra?" tanya Dari


"Naya selingkuhi Adri dibelakang bersama Vandra, gitu bukan ceritanya?" tanya Okto


"kamu tau?" tanya Adri pada Okto


"sebelum loe tau sih. lalu loe tau dari mana?" tanya Okto


"ya mereka (menunjuk Pandi, Zidan dan Mamat)"


"ahh, gue tau, dari bang Ben, Naya sering bersama jalan dengan Vandra, gue pikir biasa berteman tapi yasudahlah semua terjadi juga ternyata yang gue pikirkan" kata Okto


Okto tau karna dari keempat personil Syahpa band adalah Okto paling dekat dengan Naya


semua dibahas disana, Pandi, Mamat dan Zidan juga meminta maaf soal masalah ini, mereka juga ikut bersalah, dan mewakili Vandra meminta maaf juga, tapi dengan legowonya Adri, ia melepaskan Naya


"tapi boleh gue jujur?" tanya Pandi


"kenapa?" tanya Adri


"harusnya waktu itu loe perjuangkan Naya, bukan menghentikan hubungan kalian, karna Naya ada di orang yang salah" kata Pandi


"orang yang salah bagaimana nih?" tanya Adri bingung


"gue mau jujur sama kalian disini, gue jujur bukan berarti gue menjatuhkan Vandra tapi supaya kalian tau siapa Vandra" kata Pandi


"iya bener, gue minta janji kalian buat tidak jadi ikut memusuhi kita karna masalah ini" kata Mamat


"loe semu tenang saja kali, udah ceritakan saja, tentang siapa ini mau dibahas?" tanya Adri


"tentang siapa Vandra" kata Pandi


Pandi, Mamat dan Zidan menjelaskan disana tentang Vandra yang sebenarnya, Vandra adalah bukan pria baik baik, Vandra tidak akan pernah melepaskan Naya sampai kapanpun jika ia sudah berhasil mendapatkan Naya


"mungkin karna Vandra terlalu cinta kan sama Naya, udah biarin saja, urusan Naya sudah bukan urusanku" kata Adri


"tapi masalahnya, Naya akan berada dibawah kendali Vandra, Vandra akan mengejar Naya sampai kapan pun dimanapun kecuali ia mati" kata Pandi


"apa yang kamu maksud sih?" tanya Adri lagi


Mamat menjelaskan disana tentang Vandra yang tidak akan pernah bisa membuat Naya lepas dari nya


ibaratkan cerita, si A punya bulpoin, si A suka nih sama bulpoin itu, dia pakai dong sampai tuh tinta habis, tapi giliran tinta habis, si A gak bakalan buang wadah luaran bulpoint nya


si A bakalan tetap bawa kemana mana itu bulpoin walaupun dia tau sudah habis dan walaupun si A sudah beli bulpoin baru bahkan mungkin dia akan beli bulpoin baru dimana hanya si A akan ambil isinya saja untuk dimasukkan kedalam wadah bulpoin yang ia sukai itu


jadi intinya si A tidak akan pernah melepaskan sama sekali wadah bulpoin yang ia sudah sangat sukai itu


"nah si A ini adalah Vandra dan anggap bulpoin nya adalah Naya" kata Mamat


"segitunya memang ya?" tanya Febe


"yaa, memang itu sifat asli Vandra sebenarnya, jadi Naya bukan dalam keadaan baik baik saja jika sampai Vandra berhasil berpacaran dengan Naya" kata Mamat


"apalagi Vandra sudah berhasil memiliki Naya seutuhnya, dia bisa bebas pegang seluruh badan Naya dengan semau nya" kata Zidan


"iya, aku paham soal itu Dan" jawab Adri

__ADS_1


"paham apa, itu bahaya kali, bang Dri" kata Febe


Zidan mengatakan kejujuran semua disana, bahkan berciuman itu sering dilakukan Vandra kepada Naya, bahkan Vandra juga sering mencium seluruh leher Naya, Vandra juga dengan bebas bisa menyentuh bagian dada Naya


semua tanpa Naya tolak hanya dengan sekali Vandra menatap kedua mata Naya dan Naya menatapnya balik


"memang apa hubungannya? Naya takut sama Vandra kalo tidak dituruti?" tanya Dari


"bukan masalah itu, kalian tidak tau kalo Vandra itu sebenarnya bisa melakukan segala praktik paranormal, ia bisa membuat orang menurutinya hanya dengan ucapan, tatapan apalagi sentuhan" jelas Zidan


"maksud kamu, Naya kena pelet?" tanya Febe


"begitu lah, karna setiap apa yang diminta oleh Vandra tidak akan pernah ditolak oleh Naya apalagi kalo Vandra dan Naya sudah bertapapan mata dan bersentuhan" kata Zidan


"oh pantes" sambar Adri


Adri menjelaskan waktu menemui Naya sebelum memutuskan hubungan pacaran mereka, Adri mengingat pada saat itu Vandra memang menggenggam tangan Naya, makanya tadinya Naya yang ingin sekali menjelaskan tiba diam saja saat Vandra menyentuh tangannya itu


"serius bang?" tanya Dari kaget


"serius, sumpah malah berani gue" kata Adri


"waah beneran ini main dukun Si Vandra" kata Febe


dari penjelasan ini, sudah tau kan kenapa Naya selalu tidak bisa menolak apapun yang diinginkan dan diminta oleh Vandra meskipun sebenarnya Naya tidak mau memberikan


goal nya dimana ketika Pandi menjelaskan jika Vandra itu sosok yang memiliki masalah pada kesehatan akal nya, Vandra dinyatakan oleh dokter bahwa ia pernah menderita depresi dan sakit mental


bahkan setau ketiga teman Vandra itu, Vandra pernah di diagnosa mengalami gangguan psikis membuatnya ada kemungkinan menjadi psikopat


"kalian serius kan bicara ini?" tanya Okto


"ya lah serius, kalo gak, buat apa bilang, gak berani lah ngarang cerita soal ini" kata Mamat


"lagian kita kenal lamaaaa banget sama si Vandra, dia dulu pernah deket memang sama Naya, saat Naya masih SMP, jadi bahkan sebelum kalian kenal siapa Naya, kami kenal lebih lama" kata Pandi


"si Ook baru dengar suara loe, gue.. jangan jangan loe sebenarnya sudah tau semua ya?" tanya Zidan


"ahh? kaga, gue baru tau, gue diem aja gak tau mau ngomong apa ini, tapi soal Naya nya gue tau sama dia, kita masih satu sekolah dan satu kelas kan" kata Okto


"serius loe kaga tau? bukannya loe paling dekat sama Naya? harus nya loe tau lah" kata Mamat


"sumpah kaga tau, paling dekat bukan gue, gue biasa doang, cuma karna bang Adri pacaran sama Naya, itupun gue gak begitu dekat, Naya dekat sama Nunu" kata Okto


"Nunu coba tanya dia, apa dia sudah tau semuanya soal ini?" tanya Dari


"ahh bener, gampang itu, gue nanti nanya ke dia" ucap Okto


"jangan terkesan berlebihan loe, dikira disuruh ama gue" jawab Adri


"iya bang" jawab Okto


"jangan dulu deh kayaknya, jangan bilang soal ini dulu, kita


cerita buat kalian tau, dan kalian bisa waspada bisa menjaga Naya" kata Pandi


setelah semua pembahasan selesai disana, bahkan tak terasa dua jam mereka habiskan membahas hal soal hubungan Vandra dan Naya


Pandi, Mamat dan Zidan berpamitan, tinggallah Syahpa band disana, Adri dan Okto sama sama diam, Febe dan Dari yang mereka berdua diam jadi saling melirik satu sama lainnya


"kalo bang Adri, bengong mikirin Naya kan, aku paham itu, lah loe kenapa bengong dah Ook?" tanya Dari


"gak nyangka aja Naya dan Vandra sejauh ini" kata Okto


"yang salah siapa, dalam masalah ini gue tanya coba?" tanya Adri

__ADS_1


__ADS_2