Satu Nama Sebuah Kisah

Satu Nama Sebuah Kisah
DA #1


__ADS_3

"Beneran"


"Iya, bentar deh, saya cek lock dulu sekalian ambil mobil, kamu stay disini"


"Ta... Pi... Pak..."


"Bentar kok, ya"


Tak lama Vian kembali


Kedekatan antara Vian dengan Agatha pun semakin dekat, begitupun dengan pekerjaan yang dijadikan alasan utama seorang Vian untuk terus berlama-lama dekat dengan sosok Agatha


Kerjaan terbengkalai, hingga membuat beberapa tender mundur, dan pemasukan merosot membuatnya di jadikan bahan obrolan beberapa karyawan nya


"Ya salah siapa, cuman gara-gara gadis itu yang sering kesini kan, pak Vian jadi sering tuh nunda lah, cancel lah, batalin lah, semua proyek, job, dll" ucap salah satu karyawan


"Dan lagi ya, si cewek itu, jauh sumpah beda sama cewek-cewek yang sering jalan sama pak Vian"


"Nah iya, mana udah iyuuuuh banget. Gak banget itu penampilan"


Esoknya, sekertaris maupun karyawan lain mengkomplain tentang ketidak seimbangan lagi dikantor hanya karna pimpinan yang sibuk urusan pribadi, membuat perusahaan di sita oleh bank karna harus membayar beberapa kerugian klien maupun kerugian kantor


Beberapa karyawan memutuskan hengkang meninggalkan kantor


Mengerti kondisinya tak lagi menjadi manager ataupun bekerja di perusahaan, Vian tetap menutupi didepan Agatha


Untunglah Vian masih memiliki beberapa rumah investasi maupun toko toko bangunan..


Setidaknya bisa menutupi kerugian dari perusahaan..


"Em... Ta..." Ucap Vian


"Ya pak" jawab Agatha yang sibuk dengan adonan kue nya


"Kita udah cukup lama, sudah jalan enam bulan dekat, aku mau ngutarakan sebenernya aku tuh suka sama kamu"


"Makasih pak, saya juga, bapak baik, bapak juga gak pelit, terutama bapak sering temenin saya bikin pesanan rela ninggalin kerjaan sendiri, makasih pak"


"Bukan itu, saya suka sama kamu seperti pacar"


"Bapak bisa aja, Haha" jawab santai Agatha


Agatha memang selalu menganggap semua bahasan tentang cinta dan semacamnya hanya ucapan biasa makanya tak membuatnya begitu gencar saat mendengar nya


Itu semua karna sebuah pengalaman yang sering ia alami namun terkadang ia tak sadar jika hari ini adalah hari ia benar-benar dipertemukan dengan jodohnya


"Ta.. aku serius" ucap Vian menarik tangan Agatha


"Pak, kita jalani yang ada aja ya.."


"Artinya kamu kasih saya kesempatan kan?"


"Iya iya"


"Makasih ya"


"Iya"


Kedekatan kedua pun mulai terjalin


Melihat semakin intens Vian menemani Agatha dalam bisnis Agatha, membuat Agatha bertanya


"Pak.. jarang ke kantor ya?"


"Masih panggil pak aja.."


"Hehe iya apa dong"


"Em... Terserah tapi jangan pak"


"Om deh"


"Yaudah kalo gitu aku panggil Tante"


"Haha iya iya deh, lucu juga" ucap Agatha tertawa


"Baru ini liat dia tertawa lepas dan karna ku" ucap Vian dalam hati


Seiring berjalannya waktu, ketika ia mulai ada sedikit rasa untuk Vian, betapa kagetnya ia melihat Vian dengan wanita lain yang sangat dekat


Ia lantas dengan cepat mendekati keduanya dengan bersikap biasa saja, karna ia tau ini akan terjadi


"Ehem" sapanya


Vian kaget bukan main


"Ta..." Sapa Vian


"Oh iya ini mau anter buat Mama kamu, minta, permisi"


"Em, ta..."


Agatha nyelonong masuk rumah Vian dan bertemu Mama Vian


"Kita kan ptus, masih aja gangguin" ucap Vian pada wanita itu

__ADS_1


"Oh jadi dia yang bikin kamu bisa move dari aku?"


"Itu bukan urusanmu, urusan ku"


Vian berlalu mengejar Agatha


"Ta.. aku bisa jelasin"


"Oh boleh, silahkan jelaskan"


"Dia itu mantan ku.. udah lama dia ngilang, sekarang balik, tapi aku udah bilang kok antara kita udah gak ada apa apa"


Mendengar penjelasan Vian, tak lantas membuat Agatha lega ataupun percaya


"Iya paham kok om" jawab Agatha santai


"Kamu percaya kan"


"Gini loh Om, kita ini kan bukan siapa siapa jadi kamu mau apa pun sama cewek mana pun gak masalah, tenang aja, aku santai kok, ini alasan kenapa aku tidak pernah pakai hati.."


"Ya.. aku serius, aku beneran sayang sama kamu, plis ya kamu percaya"


Tak lama Mama Vian keluar


"Eh, ada tamu"


"Siang Tante.. sibuk Te?"


"Ya enggak lah, kan kamu mau anter pesanan Tante semalam?"


"Iya.. ini udah dibawain"


"Makasih ya ta"


"Iya... Eh Tante.. Agatha langsung pamit deh"


"Kenapa keburu"


"Pesenam lain juga pada nunggu"


"Oh, iya udah deh"


Vian hanya bisa terdiam melihat kepergian Agatha Yang mulai melangkah keluar rumahnya ia pun membuntuti yang ternyata masih ada mantannya didepan rumah menunjukkan wajah emosinya pada Agatha dan Vian memperingatkan untuk tidak menganggu Agatha


"Dengar kamu, kalo sampek kamu ganggu dia, urusanmu bukan dengan orang lain, tapi saya" ucap vian tegas dan masuk menuju rumah nya


"Anj*r.. siapa sih tuh cewek, kucel dibelain begitu" ucap mantan Vian, kesal


Esoknya dan hari-hari selanjutnya, sikap Agatha tetap, tak berubah kepada Vian


"Untuk apa?"


"Ya soal kemaren mantan aku"


"Masih banyak hal lain yang bisa dibahas, daripada mengungkit masa lalu"


"Oh iya, iya, bener, okeh"


Dan karna memang vian sibuk dengan urusan Agatha, membuatnya perlahan kehilangan sedikit demi sedikit beberapa usaha nya..


Hingga tersisa satu rumah, tanpa bisa ia bekerja dan mengembalikan keuangan nya


Agatha, bisa terbilang Dewi Fortuna bagi Vian, pasalnya Agatha bisa membantu Vian untuk memulai bisnis baru..


Bernamakan Jobs in Weding Organizer..


Yang artinya, semua job yang bersandar dengan sebuah pesta pernikahan..


Yaaa... Pengetahuan seorang Vian sang lulusan arsitektur dan tak diragukan lagi soal desaign desaign dekorasi dan semacamnya membuat daya tarik sendiri


Akhirnya keduanya membuka usaha bersama mulai promo pada beberapa teman dekat..


Belum setengah perjalanan, Vian harus kembali menerima pahitnya harus menjual rumah besarnya untuk penutupan sisa hutang hutang nya


"Ma.. maafin Vian ya, harus alami semua"


"Kamu boleh fokus pada wanita, jangan sampai seperti ini Vian, jangan sampai kesamping kan pekerjaan utama kamu sebagai tulang punggung keluarga.. liat hasilnya.." ucap Mama Vian


"Papa heran, bukannya kamu yang dulu itu lebih meremehkan wanita dan utamakan pekerjaan mu?"


"Iya.. pa.. ma.. untuk ini bahkan Vian tau ada yang berbeda dari Vian Sebelumnya" ucap Vian


Mau tidak mau pun keluarga harus menerima kenyataan


"Papa ada rumah, kecil, papa beli sengaja untuk investasi jangka pendek, tapi berhubung kita butuh, akhirnya jadi investasi jangka panjang.. tapi.... Gak ada ac, televisi, dan kemewahan lainnya" ucap papa vian


1 tahun berlalu ~


Terbilang cepat karna ulet dan kegigihan keduanya, akhirnya membuahkan hasil


Vian maupun agatha mulai bisa membelikan rumah kedua orang tua maupun rumah sendiri..


"Om gak mau usaha lainnya gitu, biar bisa kan investasi" ucap Agatha


"Jangan ah, udah PW sama kerjaan ini, pasion banget"

__ADS_1


"Sama Om, aku juga gitu"


"Haha, iya gimana cara kita besarkan lagi usaha ini"


"Bener Om"


"Em.. makasih ya.. kamu udah jadi teman perjalanan saat aku jatuh"


"Iya sama sama Om" ucap Agatha


usaha wedding organizer mereka mulai melejit hingga menjadi WO termahal dan karna fasilitas yang diberikan memang sangat mewah, tak heran banyak artis dan beberapa pejabat tanah air hingga luar negri pun menyukai


Tak sedikit pula beberapa klien menggoda kedua pemilik WO terbesar itu


"Kalian ini sebenernya pasangan, udah nikah apa masih pacaran sih, kami penasaran" ucap salah satu klien


"Haha kami teman saja kok bu, kami teman kebetulan join bareng dalam usaha ini"


Beberapa memang banyak yang mengira bahkan mendoakan keduanya kepelaminan


"Haha.. kalo sampek kalian pelaminan, kayaknya kaga perlu bantuan lain, atasi sendiri saja bisa kali" sindir Bustomi, sahabat sekaligus sepupu terbaik vian yang juga dekat dengan Agatha


"Bisa aja kamu" ucap Agatha


Seminggu dari kejadian itu, malamnya Vian menyatakan jika ingin melamar Agatha


Dalam telfon, ia menyatakan tentang keseriusan nya itu


"Halo ta"


"Ya Om, apa Om"


"Kamu lagi apa"


"Siyeh si Om tanya, biasanya kaga pernah, Haha lagi nonton TV aja Om, free kerjaan"


"Hehe emang gak boleh nanya"


"Boleh"


"Oh iya aku boleh ngomong sesuatu.."


"Apa om?"


"Aku mau kita nikah"


"Ha Om, serius?"


"Iya, serius, perlu diulang?"


"Diperjelas saja Om"


"Okeh, aku mau kita menikah, aku besok datang kerumah kamu dengan orangtua ku meminta kamu"


"Om serius"


"Iya serius lah, liat aja besok"


Agatha tak bisa menjawab apapun kecuali menunggu hari esok..


Dan benar.. esoknya Vian datang bersama beberapa keluarganya


Suara bel rumah Agatha pun terdengar..


Agatha dengan bergegas untuk membuka


"Eh...." Ucap Agatha kaget melihat siapa yang datang


"Hai Tante" sapa Vian


"Eh iya masuk" ajak Agatha


Dan kedua keluarga pun bertemu menentukan pernikahan..


Serasa tak mungkin terjadi, trauma masa lalu membuat Agatha kembali teringat hal yang dilakukan beberapa mantan kekasihnya yang hanya memanfaatkan kan nya


"Ya kalo saya kan terserah anaknya ya Bu.. semua kembali ke yang dilamar" ucap Mama Agatha


"Em... Kalo Agatha sih bisa kok ma, Te.. Agatha terima"


"Kamu serius" tanya Vian


"Iya.."


Mereka pun memulai persiapan pelaminan, dan banyak beberapa teman dan saudara keduanya mendukung bahkan menggoda mereka


"Kalo kalian yang nikah sih gak butuh bantuan kali ya, bisa dekor sekor sendiri, menu cari sendiri, properti keinginan sendiri" ledek Bustomi, sahabat sekaligus sepupu terdekat Vian yang juga dekat dengan agatha


"Haha kamu nih bisa aja, meledek ya?" ucap Agatha


Hari demi hari berjalan, dan keduanya pun telah dipersatukan, tak terasa waktu begitu cepat hingga keduanya ditakdirkan menjadi pasangan suami istri..


Hari ini dimana hari terakhir mereka menjadi seorang lajang, dan menempuh lembaran baru menjadi pasangan


Setelah pernikahan, keduanya pun memutuskan mendirikan sebuah kantor sebagai tempat kerja menetap karna selama belum menikah, keduanya melakukan meeting dan beberapa pertimbangan di rumah Agatha tak jarang juga dirumah Vian

__ADS_1


Setelah menikah keduanya mencari saham tanah sekaligus bangunan utuh untuk dijadikan kantor dan mereka mendapatkan dari salah satu costumer


__ADS_2