
Ajeng pun berlalu, Yahya masih melihat nya dari balik pintu yang terbuka lebar di gedung pernikahan Linda disana
Tak lama Yahya pun juga berpamitan pulang
Seminggu berlalu, Yahya mendatangi rumah Ajeng untuk kali pertama setelah empat tahun lalu berakhirnya persahabatan mereka
"haii" ucap Ajeng kaget
"hai jeng, sibuk ya?" tanya Yahya
"Enggak, masuk yuk, kok gak kabari mau kesini, gak chat gitu kek apa kek, apa telfon gitu mana aku gak tau nomor kamu" ucap Ajeng
"Iya, aku kan takut ganggu kamu mungkin waktu sama Ajeng, kan gaenak"
"Hem santai lagi, Davi kan tau kamu sahabatku"
"Tapi kamu yang gak tau aku mulai suka dari kemaren bertemu kamu setelah empat tahun berlalu" ucap Yahya dalam hati
Ajeng dan Yahya pun saling bercerita satu sama lain, menceritakan banyak pengalaman bersama
Yahya menceritakan bahwa ia akhirnya pernah berpacaran beneran dengan Diyan, dan hampir serius tapi Diyan memilih masih fokus mengejar karir, membuat keduanya harus berakhir dan menjadi teman seperti sediakala
"Kamu masih sama Davi ya jeng?" Tanya Yahya
"Iya yah, masih, gak ada alasan bagiku meninggalkan dia, dia terlalu baik"
"emmm"
"Makasih yah, kamu juga, semoga dapat ganti Diyan ya"
"Udah dapat, dan orangnya kamu, tapi aku harus kembali berkaca" ucap Yahya dalam hati
Tak lama Davi datang
"Loh ada Yahya" sapanya
"Eh dav, sorry, ini cuman ngobrol biasa" ucap Yahya
"Santai yah, kan gua tau lu sahabat pacar gua, udah santai santai, nih makan ya, gua siapin"
"Em gausah dav, udah makan tadi"
"Udah lah, jangan ditolak" ucap Davi
Davi menuju dapur mengambil dua piring dan dua minuman
"Loh kok dua dav, kamu gak makan?" Tanya Yahya
"Gua kan tadi makan diwarungnya" ucap Davi
"Aku tau dia sedang berbohong" ucap Ajeng dalam hati
Ya, Ajeng sudah sejauh itu mengenal siapa sosok pacarnya, karna Davi memang sangat baik, suka mengalah, membuat Ajeng mau bertahan dengan hubungannya sekalipun ia harus tahan dengan bau kucing bertebaran di seluruh rumah pacarnya itu
hingga waktu berlalu dengan cepatnya, membuat hubungan Ajeng dan Davi malah merenggang karna kucing, yaa Davi terlalu sibuk dengan kucing nya sampai membagi waktu lebih lama dengan kucing daripada dengan pacarnya
Juga karna suatu hari Davi menitipkan kucing kesayangan nya kepada Ajeng yang justru Ajeng tak bisa menjaga nya, akhirnya Yahya lah yang menjaga nya selama dirumah Ajeng karna Yahya akhir akhir ini memang sering datangi rumah Ajeng
karna hampir celaka sedikit lagi terlindas motor orang yang melintas, kebetulan kejadian itu berpapasan dengan Davi yang baru pulang dan akan mengambil titipannya
Davi marah pada Ajeng, karna menurut nya Ajeng tak bisa menjaga kucingnya
"Ajeng, kamu liat, hampir saja dia tertabrak" ucap Davi
"Masak, ya ampun pantes, Yahya tidur" jawab Ajeng santai
terlihat Yahya memang tertidur, yaa Ajeng tau juga ini karna Yahya harus terjaga dari sore hingga malam bertemu pagi lagi untuk menjaga kucing Davi
akhirnya Davi memutuskan hubungan nya dengan Ajeng hanya karna kucing dan kucing lagi
tak lama Yahya terbangun, dan bingung apa yang sudah terjadi
zetelah semua berlalu, seminggu pun berlalu, barulah Ajeng menceritakan pada Yahya yang terjadi, mengapa Davi tak lagi terlihat untuk mendatangi rumah pacarnya
"Serius dia bilang gitu jeng?" tanya Yahya
"Iya yah, udahlah, semua juga salah aku kan, aku yang dititipin malah orang lain yang ngurusin"
Yahya tiba-tiba berlalu
"Yahya, mau kemana?" Tanya Ajeng
"Pulang, aku lupa ada urusan, aku janji kesini lagi setelah urusan selesai"
Itu hanya alasan, padahal ia menuju rumah Davi untuk menjelaskan semua nya
"loh yahya?" sapa Davi
"kamu dan Ajeng?" Ucap Yahya
"Iya, dia gak becus, kucing aja gak dia jaga apalagi kalo udah nikah nanti, bisa bisa terlintas kucing-kucing ku" ucap Davi
"Asal lu tau, demi elu, dia mau kerepotan kucing, lu tau bagaimana dia takut kucing? gak minta bantuan gua ngurus tuh kucingmu, tapi gua yang prihatin harus liat sahabat gue berusaha banget untuk urus kucing itu, dia tidak pernah menyia-nyiakan kucing itu, karna gua tertidur lupa menutup pintu kandang kucing akhirnya kucing itu keluar, dan lu tau kenapa gua sampai tertidur kelelahan, karna semalaman harus jagain pacar lu yang sedang menjaga kucing itu" jelas Yahya
Yahya menjelaskan semua nya, membuat Davi menyesal membuang Ajeng hanya karna salah paham yang sebenarnya sepeleh
Davi menemui Ajeng, meminta maaf, dan Ajeng pun memaafkan tapi untuk balik pacaran itu tidak mungkin lagi, karna Ajeng sudah melupakan kesalahan Davi bersamaan dengan melupakan cinta Davi juga
dalam pikiran Ajeng, bisa saja ini terulang lagi kedua, ketiga dan seterusnya hanya karna kucing
"Maafin aku jeng, aku tau aku salah, aku gak tau faktanya langsung menyalahkanmu" ucap Davi
"Iya aku tau, aku maafin kok, aku di posisi mu akan melakukan yang sama mungkin" jawab Ajeng
__ADS_1
"Balik lagi ya jeng, seperti dulu" ucap Davi
"Untuk itu maaf dav, aku sudah gak bisa, aku melupakan semua tentang kita bersamaan dengan aku melupakan kesalahan mu"
"Beri aku kesempatan jeng"
"Ya aku akan berikan kesempatan, kamu jadi teman ku"
"jeng..."
sebulan lebih setelah berpisah dengan Savi, akhirnya membuat Ajeng masih santai dengan kesendirian nya
hingga suatu hari Ajeng hampir saja tertabrak oleh mobil yang melaju kencang dari arah samping nya saat Ajeng mau menyebrangi jalan
tapi tiba-tiba kucing melompat dan mengenai wajahnya membuat Ajeng terpental karna kaget sekaligus takut dengan kucing itu, tak lama mobil melintas
"Kucing itu.... dia menyelamatkanku dari maut" ucap Ajeng pelan dan kaget juga
Ajeng baru menyadari, ia diselamatkan oleh kucing, dan kucing itu menatap tajam kearah Ajeng, karna masih deg-deg jantungnya, membuat ia menarik napas
Yaa, Ajeng mendapatkan gelar nya bukan dengan cuma-cuma, ia mendapatkan nya dari orang-orang yang tau bahwa Ajeng sangat mengerti apa mau kucing, dan banyak kucing dimanapun mendekati nya
hanya karna sejak kejadian hampir kecelakaan itu, yang dimana Ajeng dibantu seekor kucing
dan tak lama Yahya pun memiliki hobi yang sama dengan Ajeng, penyuka kucing hanya karna sering Yahya bersama dengan Ajeng
dan tiba-tiba tak disangka, Yahya menyatakan perasaan nya dengan berani
"jeng " ucap Yahya
"Hem" jawab Ajeng yang sibuk dengan kucing nya
"mau gak jadi pacarku?"
Tiba-tiba Ajeng menatap mata Yahya
"Aku suka sama kamu" ucap Yahya lagi
"Sejak kapan?"
"Sejak pertemuan pertama di pernikahan Linda"
Ajeng menatap lagi mata Yahya lagi dengan tajam
"Ahh gak mau kita pacaran, aku mau kita nikah, kamu tau siapa aku, dan aku juga kenal lama siapa kamu" jawab Ajeng
"Lalu?" tanya Yahya
"Yang aku mau, kita nikah, apa kamu mau?" tanya Ajeng
kamu serius ini? aku mau lah, aku akan menikahi kamu" jawab Yahya
2 minggu berlalu, Ajeng belum memberikan jawaban hingga tepat pada sebulan berlalu, Ajeng menanyakan lagi untuk soal lamaran yang diucapkan Yahya beberapa hari lalu
"Syukurlah, gua pikir sudah terlambat" ucap Ajeng
"Lalu apa jawab nya?"
"Lu siap menikah? kan aku maunya menikah?"
"Siap, apapun pilihan karna kamu"
"Jadi aku minta maaf sebelumnya"
"Oh ya gakpapa kok jeng, kenapa?"
"Maaf kalo aku mau menerima kamu"
"Ha, kamu serius jeng ahhh?"
"Iya serius"
"Beneran nih?"
"Iya, kemarin aku juga sudah bilang padahal loh"
Ajeng mencubit pipi Yahya dan terasa sakit
"Au sakit, berarti bukan mimpi?" tanya Yahya
"Bukan, cuman ngorok"
"Haha bisa aja.. beneran kan jeng"
"Tanya lagi gua cancel"
"Eh eh ya enggak enggak deh, yes yes"
Persiapan demi persiapan untuk pernikahan telah terlaksana hampir 75% persiapan, tapi Davi kembali menemui Ajeng
Davi tidak tau jika Ajeng akan menikah dan waktu itu kebetulan, Ajeng sedang dengan Yahya menulis beberapa tamu untuk undangan yang akan mereka undang nanti
"jeng, maafin aku, aku masih sayang sama kamu, aku sudah tau semua tentang kamu yang sekarang menyukai kucing" ucap Davi
Ajeng bingung, takut menyinggung Yahya tapi harus ia tuntaskan hari itu juga
"Kamu masih cinta kan sama aku" tanya Davi
"maaf dav, semua sudah terlambat" ucap Ajeng
bersamaan dengan Yahya yang memberikan undangan pernikahan mereka
"Kalian bercanda kan?" Tanya Davi
__ADS_1
"Coba perhatikan nama, dan foto kita" ucap Yahya
"Gak mungkin, kalian kan sahabat"
"Kamu benar, lebih tepat lagi, sahabat hidup jadi gaknperlu jelasin siapa diri kita, bagaimana baik buruknya kita"
Ajeng dan Yahya berlalu, meninggalkan nya di teras rumah Ajeng untuk menyebarkan undangan pernikahan itu
hingga pada bulan ke 6 persiapan tuntas, tinggal akad nikah, dan pesta resepsi yang bertema kucing abu-abu itu banyak juga terjejer mengelilingi ruangan beberapa kucing yang berbeda jenis, dan sama jenis juga beda warna
pernikahan benar-benar pasangan pecinta kucing
mengundang seluruh teman dari SMP dan seluruh anggota organisasi kucing seluruh dunia (okusedu)
dan membuat dua sahabatnya yaitu Devana dan Vivian tercengang mendapat undangan dengan nama kedua sahabat nya..
betapa hebohnya saat mereka berdua datang ke pesta..
"Ya ampun, jodoh kaga ada yang tau kan ya" ucap Vivian
"Iya kalian tiba-tiba aja menikah" sambar Devana
"Kalian semoga bahagia ya" ucap Diyan
"Makasih semua, doanya semoga terkabul, Amin" ucap Ajeng
"kamu gak cemburu lagi kan Dedev?" tanya Yahya
seketika itu membuat Devana menepuk keras pundak Yahya karna malu
"Jodoh memang tak kemana-mana tuh buktinya" ledek Devana
"Eh tapi tunggu, mak comblang ktia itu pernikahan Linda loh" ucap Yahya
Yahya menjelaskan jika pertemuan nya dan rasa cinta nya berawal dari pernikahan Linda, dimana rasa yang dulu sama sekali tidak ada untuk Ajeng, karna terbilang dulu Ajeng memiliki banyak teman laki laki dan sering berganti pacar itu bukan sama sekali tipe dari Yahya
tapi semua seketika berakhir dan mati ketika pertemuan setelah 4 tahun berpisah
"Wah semacam takdir tak terduga itu" ucap Vivian
"Salah, itu namanya berawal di pelaminan teman menjadi teman di pelaminan" ucap Linda
"Haha iya bener hanget itu" jawab Ajeng dan Yahya
mereka pun bercanda ria, berfoto ria, bersenang senang seharian
sejak pernikahan itu, hidup baru Yahya dan Ajeng dimulai..
karna memang memulai hubungan dari persahabatan, membuat kedua nya tak canggung untuk saling protes, kritikan dan lainnya, jadi semua mengalir saja, tak ada rasa saling menghormati hanya cukup menghargai
"Kita mah pikiran santay, namanya juga nikah berawal persahabatan ya, gak perlu gengsi, malu, dan bla bla bla" ucap Yahya saat sedang berkumpul dengan teman SMP di reuninya
"Kalo kamu gimana jeng?" Tanya beberapa temannya juga
"Ya sama, apa yang kita mau bicarakan ya ungkapkan, kita berprinsip tetap bersahabat walaupun kita sudah menikah tapi kita masih anggap ini cinta monyet, makanya langgeng" jawab Ajeng
"Iya sih, perlu ini jadi contoh" ucap mereka lagi
"Jelas, apapun masalah kecilnya, ungkapin, sekecil apapun itu, ingat" ucap Yahya
"Iya, bisa buat pelajaran juga cinta sebenarnya tak kemana-mana, bisa dari masa lalu kita, bisa dari permusuhan, bisa dari persahabatan seperti kita" ucap Ajeng
"Bisa pula dari perbedaan, apalagi kesamaan" sambung Yahya
Pernikahan harmonis bukan tentang bagaimana kita bersikap pada pasangan, tapi tentang bagaimana kita menjalaninya dengan kekurangan dengan metutupi dengan hobi yang sama
.
.
.
.
.
.
.
-SELESAI-
cast pemain :
Ajeng Dinasti - peran utama
Muhammad Yahya - peran kedua, sahabat jadi cinta Ajeng
Wiko - mantan pacar Ajeng 1
Davi - mantan pacar Ajeng 2
Davana - sahabat Ajeng 1
Vivian - sahabat Ajeng 2
Diyan - teman kelas, mantan pacar Yahya
Asti - nama kontak Ajeng saat selingkuh dengan Davi
Vida - nama kontak Davi saat selingkuh dengan Ajeng
Lella - nama kontak Davana saat selingkuh dengan Wiko
__ADS_1
pak Tun - guru