Satu Nama Sebuah Kisah

Satu Nama Sebuah Kisah
R&R #2


__ADS_3

"kamu itu sakit, harus nya dia ngerti, udah dikasih pengertian juga"


"kak ayolah plis, kalo enggak ya aku berangkat aja deh"


"eh yaudah iya ayokk"


mereka pun menuju rumah pelanggan bernama hilda tersebut


"tante.."


"ray..  kok kamu? kamu kenapa?"


"saya habisa kecelakaan bu, maaf ya jadi beberapa hari ini nutup"


"udah tau kan? masih gak percaya? tolong bu hargai orang" bentar alga


"kak" teriak rayya


"udah tau kan? masih gak percaya? tolong bu hargai orang" bentar alga


"kak" teriak rayya


"udah pulang, selesai kan? timbang terima barang terus bayar doang susah amat minta rayya, udah tau kan rayya gimana masih begitu?"


"mbak rayya. saya beneran minta maaf, habis kalo bukan mbak rayya saya kurang srek aja sih, maaf mbak"


"yaaa bu gakpapa, udah bu, ini barangnya"


"oh iya ini uangnya"


"waduh ibu ini kebanyakan, dua lembar udah cukup masih ada kembalian kok"


"udah ambil, untuk beli obat, sama tanda terima kasih mau datang maksain buat saya. ini yang buat saya gak mau sama yang lain, gakpapa bawa uangnya, mas saya minta maaf" jelas bu hilda


hari terus berlanjut, kebutuhan rayya masihvjadi tanggung jawab rayyi seperti perjanjiannya dengan alga.. namunvalga tak mau jika rayya bertemu dengan rayyi, alga merasa rayyi cowok tampan, takut rayya naksir dan suka pada rayyi


walaupun kondisi berbeda, tak membuat rayya berhenti memberikan makan kepada hewan jalanan..


ia masih sering menyisihkan uang dan makanan nya untuk kucing pinggiran..


ketika berjalan sebulan dengan kondisi lumpuh kedua kakinya, rayya tiba tiba mengeluhkan kepalanya sakit


"kak.. kok pusing?" tanya rayya


"kamu udah minum obatnya?"


"sudah kak"


"ya kamu kurang istirahat, makanya masih kurang fit jangan nurutin orang, belum lagi kerjaan kamu kasih makan kucing kadang setengah kamu gak makan demi kasih kucing, gak baik itu" jelas alga


tiba tiba raya pingsan sambil duduk di kursinya


alga pun panik dan langsung membawa nya kerumah sakit...


setelah sadar dan pemeriksaan, alga dan rayya menemui dokter dan menurut dokter rayya butuh istirahat lebih extra lagi


"tuh denger kan?" tanya alga sedikit kesal karna sifat rayya memikirkan orang lain


setelah pulang pemeriksaan, rayya hanya beristirahat sehari.. esoknya kembali bakerja


namun esoknya ketika tau rayya akan buka toko nya, alga kaget mendapat pesan dari rayyi yang akan datang ingin menemui rayya


alga bergegas menemui rayyi yang ternyata sudah dekat dengan toko rayya


"heh.. kemana?"


"aku mau ngobrol sama rayya"


"apaan, kamu udah bikin hidup dia sengsara, tuh kamu liat ulahmu dia begitu"


"ya karna itu, aku mau temui dia, minta maaf"


"gak ada yang ada dia bakal marah, dan benci banget"


"resiko, kan dah ku bilang, resiko saya angkat"


ketika terus memaksa dan alga bingung, suara ponsel rayyi berbunyi


"hallo" sapa rayyi


"oh iya iya, saya kesana" sambar rayyi lagi


akhirnya rayyi pun mengurungkan niat nya menemui rayya..


dan ketika rayyi sampai ditempat kerjanya..


setelah mencek satu persatu kerjaan deadline karyawannya. ia pun duduk memainkan sosial media di laptopnya


ia tiba tiba memikirkan rayya


seperti ada satu hal yang menjanggal dalam hatinya


"apa mungkin aku terkesan dengan dia? tiba tiba aku teringat mama ku" ucap rayyi dalam hati


rayyi menelfon mama nya karna kangen


"ma"


"iya.. kamu dimana?"


"aku di kantor ma"


"hari minggu kok dikantor?"


"ya cuma cek deadline nya karyawan karyawan aja ma, tiba tiba keinget mama"


"oh... kirain kenapa"


terdiam beberapa menit


"maa.."


"iya ray"


"mama kok diam, rayyi kira mati telfonnya"


"enggak.. kamu diam, mama bingung ngomong apa"


"ma.."

__ADS_1


"iya"


"kalo mama misalnya nabrak orang, terus orang itu lumpuh, mama biayain hidupnya gak?"


"kalo perlu sih iya, karna kan gara gara mama dia lumpuh, emang kenapa ray?"


"gakpapa nanya doang ma"


"kamu ya?"


"bukan ma, temen kok, emm iya temen"


"oh... yaudah.."


beberapa hari berlalu, rayya kembali merasakan pusing dan lemas..


rayya dua minggu terakhir sering mengeluh sakit kepala tapi jika sakit ia hanya meminum obat


dan terakhir rayya mengeluh sakit dan perih dibagian matanya.. seperti gatal tapi perih


akhirnya ia tak kuat dan menuju rumah sakit sendirian, sementara rayya diperiksa, suster menghubungi salsa, sabila, dan alga


tak lama diperiksa, kondisi rayya semakin menurun dan mengkhawatirkan..


kemudian ia tak sadarkan diri..


namun dokter sudah mengetahui penyebab kepalanya sering sakit, bahwa ternyata benturan tak hanya dikedua kakinya tapi juga di kepalanya..


dan dokter terpaksa mengatakan jika nanti rayya terbangun jangan kaget jika rayya akan buta


"haa.. apa dok?"


"buta?" tanya alga


"memang seperti ini dampaknya jika tidak cepat ditangani, semoga setelah ini semua baik baik saja" ucap dokter


setelah rayya terbangun, betapa takutnya salsa, sabila dan alga mendapati ekspresi rayya mengetahui dirinya buta


"kak.. kak alga?" panggil rayya


"kak.. rayya udah buka mata kan, kok masih gelap? kak.. kamu dimana?"


"ray.. yang sabar ya" jawab sabila memeluknya


"kenapa kak?"


"dokter bilang sama kami jika kamu nanti membuka mata, kamu akan tetap terlihat gelap, karna kamu buta" jelas alga


"kak alga, jangan ngomong begitu"


"ray.. kata dokter itu" jelas salsa


"aku buta maksud kakak?"


"kami akan jadi mata kamu ray"


"kakak... aku buta kak?" teriak rayya


salsa kembali memanggil dokter


dokter harus extra kuat lagi menjelaskan kepada rayya..


kakinya belum sembuh ditambah buta..


hidupnya benar benar gelap sejak saat itu..


berhari hari raya mengurung diri didalam kamarnya, tak keluar makan, mandi, atau mencari udara segar, sampai akhirnya rayya mendengar suara  ribut tepat diteras rumahnya


yang ribut ternyata alga dengan rayyi


alga memukul rayyi berkali kali begitupun dengan perlawanan rayyi


beberapa warga justru membantu pisahkan keduanya


"kak alga" teriak rayya


sekejap semua terdiam..


begitupun dengan rayyi, yang semakin merasakan hal aneh di hatinya, seperti ia bertemu dengan orang yang lama ia kenal tapi sesungguhnya baru ia kenal


"pak maafin kak alga, makasih sudah membantu kami" jelas rayya


"ya neng, saya kan kasihan sama neng mereka ribut ribut"


"ya pak makasih"


"kak alga"


"masuk ray, kamu butuh istirahat"


"disini aja, kakak sama siapa?"


"apanya?"


"ribut sama siapa?"


"sama..."


"emm..  saya ra..." ucap rayyi terpotong


"sama.. rayyi, dia orang yang membuat kamu seperti ini"


terkejutnya rayya mendengar itu


"kak alga maksudnya rayya sekrang gara gara dia itu apa ya?"


"emm.. aku bisa jelasin" jelas rayyi


"kamu siapa?"


"masuk dulu aja, kan gak enak ada yang denger"


setelah masuk, rayyi menjelaskan, awal nya rayya marah namun setelah rampung menceritakan, rayya pun berusaha tegar.


"kamu gak marah?" tanya rayyi


"percuma juga.. saya marah tidak merubah kembali seperti semula kan.. kamu lain kali hati hati"


"iya makasih, aku bersedia membantumu untuk belajar berjalan"

__ADS_1


"memang bisa?"


"bisa kan asal mau berusaha, usaha takkan menghianati hasil akhir"


rayya tersenyum..


ia memang tak bisa melihat sosok lelaki didepannya, tapi entah mengapa hati dan pikirannya terasa dingin, tak bisa marah sedikitpun


sejak itu, rayyi membantu rayya untuk berjalan dan menuntun nya..


hampir dua bulan berjalan, kaki rayya masih tidak ada perubahan sedikit saja..


"kamu tenang aja.. ini kan belum seberapa, kan emang dokter bilang butuh waktu lumayan lama tapi pasti bisa.." jelas rayyi


suatu hari, ketika rayyi mengajak launch party di acara makan makan bareng temen rayyi


"kamu serius? kamu gak malu ngajak aku?" tanya rayya


"enggak lah, harus ikut gak ada alasan alasan.."


"iya iya"


setelah sampai...


"hai" sapa teman rayyi


dan teman lainnya pun turut menyambut rayyi


"dia siapa?" tanya teman rayyi


"dia... orang yang harus aku tanggung jawabkan, karna dia begini gara gara saya"


"serius kamu? cantik sih, eh tapi dia juga buta ya?" bisik salah satu teman nya


"iya.. dia juga buta.."


"wah sayang sekali, cantik padahal" ucap teman lainnya


dan ketika rayyi membawa rayya kesalah satu meja


"ini aku bawain kamu udang, sama daging sapi"


"aku gak suka daging"


"ah terus kamu suka apa?"


"emm. "


"kamu suka hati ayam gak? aku ambilin"


"ah iya hati ayam digoreng kan?"


"iya.. bentar aku ambilin"


setelah mereka menikmati makanan..


ditengah tengah makan, rayya bertanya.


"ini acara apa?" tanya rayya


"oh, teman ku sedang merayakan hari pernikahannya, jadi saya ajak kamu aja"


"oh.. ehmm nama kamu emang rayyi kan?"


"iya lah, aku lahir semua berkas kelahiran, dari akte, pengenal, dll namaku rayyi shandro"


"emm.."


"kenapa?"


"enggak, kadang aku mikir, nama kita ada sedikit sama ya"


"iya sih tapi kan bumi itu luas, jadi nama juga sedikit banyak ada yang sama kan?"


dan ketika sepulangnya rayyi dari acara temannya, rayyi menghubungi kembali mama nya


"ma"


"iya nak"


"mama kapan main ke kota rayyi?"


"rencana jadi tiga hari sayang"


"mama bawain aku jajanan khas sana ya.."


"iya dong, kesukaan kamu itu kan?"


"iya ma.. bawain ya ma"


beberapa hari, tibalah uni, mama rayyi datang...


"mama sendirian?"


"iya, papa kamu keluar kota lagi"


"emm.."


"sini mama baru masak"


mereka pun makan sore bersama dan rayyi bertanya kembali


"ma.. kalo mama nabrak, terus orang itu lumpuh, gimana?"


"kamu kok yang ditanyain itu, kamu kan pernah tanya sama mama, kan sudah mama jelasin"


"em.. udah nanya ya"


"kamu kenapa sih, lagi ada masalah?"


"enggak ma"


"kamu yakin gak ada apa apa? mama kenal kamu sejak kamu lahir nak, bahkan sebelum itu mama kenal kamu masih dalam perut"


"em..."


"kamu kan yang ditanyain ke mama barusan?"


"sebenarnya iya, rayyi nabrak perempuan, awalnya koma, sampai dia dinyatakan lumpuh, dan sekarang karna ternyata benturan dikepalanya sering nyeri, lama lama dokter nyatain dia buta, ma"

__ADS_1


__ADS_2