
"eh eh, bentar, yang salah bukan dia bos, tapi abang kau nih" ucap hanri
putih tak sengaja menutupi kamera dengan jaketnya namun video masih berdurasi..
itu artinya perkacapan terdengar agak remang dengan music didalam ruangan itu
"bentar vi, tunggu dulu, kita jelasin" ucap putih
"jelasin apa? udah jelas, dia gak ngerti apa apa tapi sok ngerti" ucap hanri
"ay..."
"udah ya, sekarang kamu harus tau, abangmu, sering keluar sama mantannya, bahkan sampek dia mau menutupi mantannya didepan keluarga mantannya karna mantannya hamil diluar nikah dengan pacarnya.. Gila aja dia gak ngehamilin rela ngaku ngehamili demi bantu mantannya, wajar aih putih sama orang lain.." ucap hanri
mendengar perdebatan, pengaman datang dan malah mengusir sivilia
keributan selesai, barulah kedua nya sadar jika sedari tadi video masih berdurasi..
karna itu live, mereka langsung memberhentikannya.. dan berlalu pulang
sesampainya dirumah..
"pras" ucap putih
pras sudah berdiri didepan rumah hanri
"hei, kau, oh, abangnya kesini, adiknya ke club buat bikin malu kita, pinter akal lu" ucap hanri
"bentar, maksudnya apa ya? adik? adik siapa?"
"adik lu"
"ay, udah" ucap putih
"gue gak tau apapun ya" ucap pras
"oh, lu kaga tau? oke gue beri tau lu, adik lu, baru tadi ini, diclub gue dan marahmarah, dia bilang kita penghianat.." jelas hanri
"em... sori, tapi bener bener gue gak tau"
"terus mau apa kamu kesini?" tanya putih
"aku pengen ketemu sama biyan, biarkan dia bersama ku.."
"oh gak perlu, biyan ada pada orang yang tepat bahkan lebih baik dari aku, ibunya"
"dia sama siapa putih?"
"gak perlu tau, tapi aku pastikan dia sehat tak berkurang sedikitpun"
tak lama mak ulfa datang..
"putih, biyan demam" ucapnya
"biyan demam? terus terus?"
"ya aku bawa kerumah sakit, habis aku telfonin kamu sama hanri gak ada yang angkat"
mengecek ponsel masing masing, hanri dan putih tak mengetahui ada telfon beberapa kali dari mbak ulfa..
mak ulfa.. adalah orang yang dipercaya putih mengasuh anaknya.. mak ulfa adalah adik dari nenek hanri (bu lek)
"terus bu lek, gimana sekarang, ayo kita kesana" ucap putih
"putih, saya ikut"
"bisa, silahkan ikuti mobil kita.. biar bu lek ulfa yang mengarahkan kita"
sesampainya.. dokter mengatakan biyan baik baik saja, ia hanya kelelahan karna memang beberapa hari tak bisa tidur..
ia lakukan jam tidurnya dengan bermain
dan putih maupun pras berganti..
saat putih dan hanri pergi mencari makan, karna waktunya menunggu biyan digantikan oleh pras.. mereka pun santai..
tapi tak lama ia melihat pras memesan makanan bungkusan
"loh pras..." ucap putih
"iya"
"kamu kok keluar, biyan sama siapa?"
"biyan sama ola" ucapnya bernada rendah
"oh, ola, rupanya ada yang bisa buka hati" ledek hanri
"yaa sudah jelas aku dan putih gak akan kembali, jadi apa yang ada dan bisa terima aku dan biyan ya aku terima"
"syukurlah bang.. kalo emang kamu berfikir begitu, ola memang baik kok buat kamu" ucap putih
dan saat biyan mulai bersekolah, pras meminta bertemu dengan putih, tapi karna putih tak bisa bertemu hanya berdua, putih mengajak hanri, begitupun pras yang sudah berpengalaman sebelumnya ia akan membawa ola
setelah bertemu
"sebenernya ada apa?" tanya Putih
__ADS_1
"aku ngajak kamu sama hanri kesini termasuk ola, mau bilang, aku iklas kita pisah, tapi aku gak mau kalo kita cerai ke pengadilan" ucap pras
lah, terus gimana, lu berharap gitu sama putih, masih berharap balik gitu, gila lu" ucap hanri
"kau tenang aja, soal itu saya jawab dengan ini" pras memberikan undangan pernikahan
saat putih dan hanri memvaca ternyata pernikahannya dengan ola
"apa yang bisa kamu jelas kan tentang itu?" tanya hanri
"itu sudah jadi jawaban saya mulai membuka hati saya untuk ola, saya akan terima dia selagi dia terima saya, dan jangan kuatir, saya sudah berfikir matang untuk tak lagi mencintai putih lebih dari mencintainya sebagai ibu dari anakku, tapi aku hanya minta, jangan ada kata cerai untuk pelaminan kita yang pernah terjalin" ucap pras
"ya aku terserah aja deh" ucap putih
akhirnya putih dan pras memutuskan biyan tinggal bersama pras.. yaa walaupun kadang pras maupun ola sibuk, mereka selalu menitipkan kepada mak ulfa..
karna memang mak ulfa tak pernah memiliki anak lelaki, membuatnya sangat menyukai biyan, terutama biyan adalah anak kecil lugu yang bisa membantu beberapa pekerjaan nya tanpa ia minta... itulah alasan mak ulfa sayang kepada biyan
dan saat biyan mulai tumbuh besar.. ia mulai mengerti bagaimana posisinya..
iya bertanya sama mak ulfa didepan hanri dan pras
"mak, temen temen aku seeeeemua semua nya itu ayah sama ibunya ada dua aja, ibu satu, dan ayah satu, kenapa biyan sendiri yang ayah nya ada dua, ayah pras dan ayah hanri, ibunya juga dua, mama putih sama mama ola.. terus yang bener orang tua aku yang mana mak?" tanya pras..
mak ulfa pun memandangi kedua lelaki yang berada bersamanya..
"biyan tau enggak biyan sering nya sama siapa?" tanya emak ulfa
"tau, kan sama emak ulfa, sama epak oding" jawab biyan polos
karna memang ia lebih sering bersama mak ulfa
"nah, jadi biyan udah tau sekarang biyan anak siapa"
"oh jadi aku anak mak ulfa sama pak oding ya mak.. kan yang sering sama biyan berarti orang tua biyan"
"iya..."
"terus kenapa aku harus panggil mama ola sama mama putih, kenapa harus panggil ayah pras dan ayah hanri?"
"ya artinya biyan banyak orangtua yang sayang sama biyan"
"yeeee hore orang tua biyan banyak sekali" ucap nya girang..
pras sangat teriris, anaknya belum mengerti sesuatu hal itu, dimana cerita sesungguhnya jauh dari yang ia ketahui bahkan yang ia bayangkan..
begitupun hanri, lelaki yang bukan berdarah daging dengan biyan pun merasakan bagaimana diposisi pras..
keduanya pun saling merenung dan saling intropeksi diri masing masing atas segala yang terjadi berdampak pada seorang anak yang tak berdosa.. bahkan harus melibatkan mak ulfa yang harusnya tak harus berbohong..
"aku cuman mau kasih usul untuk kita secepatnya memutuskan biyan harus tinggal dengan siapa.. jika dengan ku, kepengurusan secepatnya begitupun dengan putih.." ucap pras..
"biarkan dengan kita put" ucap ola
"ha.. bareng lo.. bisa aja sih ya kalo lo bisa ngurus biyan sementara lo tar lagi mau ngelahirin" ucap hanri
"ya gue bisa kali ngurusnya, cuman butuh bantuan doang, pras bisa lah bantu, lu pikir lu lebih bisa, lah lu aja nitipin ke bu lek lu" ucap ola
"ya bu lek gue aja bisa ngurus ketimbang lu, pernah biyan bareng lu betah, hemm ga ada" ucap hanri
pras dan putih pun mendapatkan keputusan terbaik dari perdebatan hanri dan ola
"nah, aku punya suara, gimana kalo biyan sama emak ulfa, kita benar benar menganggap dia anak mak ulfa, bukannya kita akan meninggalkan dia, tapi kita harus ambil keputusan ini untuk kebaikan" jelas putih
"nah, setuju aku, bisa juga itu di realisasi, aku liat mak ulfa ngurus baik kok biyan" ucap pras
"kan ditambah lagi mak ulfa berapa kali minta sama kita untuk benar benar melepaskan biyan untuknya.." ucap putih
"yaudah, itu keputusan kamu, aku terserah kamu, kamu kan ibunya" ucap hanri
"aku terserah kamu aja, keputusan kudukung apapun" ucap ola
akhirnya keputusan memberikan biyan kepada mak ulfa...
dan karna hanri ada job untuk nge dj dengan bayaran cukup besar, membuatnya tak bisa mengikut sertakan diri untuk kerumah mak ulfa.. begitupun dengan ola yang kebetulan ada jadwal untuk cek up karna seperti yang diketahui jika ola memang berbadan dua dan tak lama akan melahirkan..
membuat putih jalan sendiri begitupun dengan pras..
sesampainya dirumah mak ulfa..
"mak... " sapa putih
tak lama pras pun datang..
"hei, kalian, waduh berdua?"
"enggak mak, sendiri sendiri kok, tadi pras nganter ola dulu ke dokter, aku mampir beli roti buat biyan sama mak, jadi papasan bareng ketemu disini" jelas putih
"oh, terus hanri kemana?"
"ada kerjaan mak"
"oh, eh ada apaa nih"
"gini mak, jadi aku sama pras udah sepakat untuk emak ngurus adopsi untuk angkat biyan anak mak" ucap pras
"emmm.. maksudnya gimana nih?"
__ADS_1
"ya emak kan pengen ngurus berkas biyan jadi anak emak, sekarang kita serahkan sama mak, jujur mak, kita gak akan bisa ngurus biyan seperti emak ngurus dia.. tapi putih yakin emak akan jadi ibu terbaik untuk biyan.." jelas putih
"kalian beneran kan? terus ola? sama hanri.. utama mereka loh harus tau" ucap mak ulfa
"mereka serahkan sama kita mak, dan kita ambil keputusan ini berempat" jelas putih
"tapi kalian masih atau akan melupakan biyan?"
"untuk melupakan jelas tidak mungkin, tapi kalo iklas, insya allah kita iklas.. karna kita pun bukan orang tua sempurna.." jelas putih
dan cukup dalam waktu seminggu biyan sah menjadi anak kandung mak ulfa..
sejak surat pengangkatan anak diterbitkan, pras maupun putih harus bisa benar benar mempercayakan kepada mak ulfa dan suaminya dalam segala hal
bahkan mak ulfa ataupun suami nya tak sama sekali meminta bantuan untuk membesarkan biyan kepada putih, hanri, pras, ataupun ola..
dan kini yang diketahui pras hanyalah.. dia terlahir dari seorang mak ulfa..
sekalipun surat keterang kelahiran biyan terlahir dari pasangan pras dengan putih..
begitupun pras dengan ola lalu putih dengan hanri sering membawakan sekedar mainan, makanan, ataupun jajanan kesukaan biyan..
kini hidup kedua nya bahagia dengan pasangan masing masing..
.
.
.
.
.
.
.
-SELESAI-
List Cast :
Ananta Putih Pelangi - Putih / Dj White
Prastio Widodo - suami Putih
Arya - dokter langganan
Biyan - anak Putih dan Pras
Sivilia - sahabat Putih, adik kedua Pras
Yandra - mantan Putih
Ola - mantan Pras
Ulfa - adik dari nenek Hanri, pengasuh Biyan
Oding - suami Ulfa
Marix - teman club Putih
Hanri - teman Putih, Dj
Marsmellow - Dj idola Putih
Darni - kakak perempuan Putih
Kano - suami Darni
Ayi - adik pertama Pras
alm. Setyo - ayah Pras
Ima - ibu Pras
Banu - teman Pras
Ikbal - teman Pras
Sandro - sepupu Pras
Yuna - dijodohkan oleh Ima dengan Pras
Dewa - suami Sivilia
Rina - adik Ola
Tono - dosen
Darmin - dosen
Coti City - nama Club
Berlian - nama RS milik Arya
Holic - nama Cafe
__ADS_1