
dimana titik senyum seorang Fu Zao?
itulah pertanyaan membekas dikepalaku saat ini
bahkan hampir setahun kami dekat..
aku tak juga melihat ketika ia sedang tersenyum
dan ketika hujan turun malam itu..
"ah.. hujan" ucapku
"eh ngapain"
"keluar lah"
"enggak, udah jangan"
"ih kenapa sih"
karna aku memaksa keluar, Fu Zao justru mengikat tanganku dengan isolasi besar dan juga menutup mulutku
aaaargh dia jahat.. gerutuku..
apasih maunya..
sampai sampai sebegitunya..
"kalau sakit aku yang repot jagain kamu" gerutunya
eh, Sung Ma juga bisa menunggui ku, siapa yang minta kamu jagain, ah sial kau
tapi bukan aku jika tidak bisa melepaskan tali ku
aku meminta nya membeli minuman
ketika ia turun, aku juga bersiap turun
ketika ia kembali, ia kaget sudah melihatku berada diluar mobil dan bermain hujan
beberapa menit kemudian..
sampailah dirumah Fu Zao
ketika masuk..
Fu Zao duduk di sofa dengan membuka laptopnya....
"ganti ke kamar" ucap nya
"aku gak bawa baju ganti"
"pakai bajuku, cari dilemari"
akupun mencari baju dilemari ini, tapi tak ada satupun yang pas, semua kebesaran..
alhasil aku ambil salah satu baju, dan kupakai yamg benar benar kebesaran.. sengaja aku ambil itu untuk tak lagi cari celana bawahan..
ketika aku keluar dan duduk disamping Fu Zao
"hai pak, baju ini ya" ucapku
ketika ia melihat..
ia batuk batuk
"kenapa pak?" tanyaku
"kamu ambil dimana itu baju?"
"lemari pak"
"lemari? emm.."
"enggak boleh ya pak yang ini?"
"oh boleh boleh kok"
"pak, air minum, aku haus"
"ambil disana"
ketika mengambil gelas yang ada diatas..
baju yang kupakai sekalian jadi dress mini itu terangkat..
pak Fu Zao kembali batuk batuk
"pak, bapak habis kehujanan flu mungkin ya" ucapku
"enggak"
"kenapa pak?"
"gak papa, sudah malam, tidurlah.."
"okeh siap"
dan aku berjalan ke kamar nya tapi aku lihat ia menepuk wajahnya pelan
hujan masih deras diluar..
ketika petir mulai menyambar..
aku teriak, kaget, sekeras mungkin..
Fu Zao Masuk..
"ada apa?" tanya nya
petir bergantian menyambar..
aku memeluk Fu Zao dan memintanya menemaniku.. tapi samar samar terdengar Fu Zao sedang berbicara dengan orang di telfonku..
apa itu Sung Ma..
ah aku lanjutkan tidurku, aku sudah gak tahan mendengar gaduhnya petir..
paginya..
aku terbangun sudah ada tepat didada Fu Zao
ketika aku bangun..
ia menarik tanganku, dan aku tertidur di dadanya
"sebentar aja... lalu aku akan bangun" ucapnya
oh tuhan..
disini jauh berbeda dengan indonesia.. benar benar perbedaan yang sangat jauh..
jangan kan tidur semalaman seperti ini..
berdua didalam rumah pasti akan di grebek..
dan ketika waktu menunjukkan jam 6 pagi..
"udah jam 6" sapa ku
"emm iya.."
aku bangun.. dia pun juga..
akhirnya..
untuk kali pertama.. pagi itu..
aku melihat wajah senyum seorang Fu Xao..
__ADS_1
tuhaan aku berani bersumpah atas namaMu..
senyumnya mengalah duniaMu.. maafkan aku tuhan..
"kenapa?" tanya Fu Zao
"enggak, aku baru lihat kamu bangun lalu senyum kepadaku setelah hampir dua tahun aku kenal kamu" ucapku sambil jalan....
tiba tiba dia mengangkat tubuhku, membawa aku ke wastafel yang cukup besar di rumahnya itu..
menyuruhku menggosok gigi
"yang dilakukan bangun pagi pertama itu gosok gigi, jadi mandi tanpa gosok gigi gak masalah"
aku menatapnya lekat..
kagum.. tuhan.. lanjutkan hari cerahMu
"terima kasih" ucapku mendekatkan wajahku
"terimakasih? untuk?"
"semalam, menjagaku tidur dari gaduhnya petir.."
"oh"
ketika ia menoleh kedua mataku..
tuhaaan mata ini, hidung, mata, bibir, dan dada yang kupegang sekarang..
aku melepaskan nafas lega..
tapi seseorang mengetuk pintu rumah Fu Zao, membuatku kaget tiba tiba Fu Zao mencium bibirku
aku kaget.. benar bebar kaget..
tuhan...
dan aku tersadar... ketika Fu Zao membuka pintu, ternyata XieLung
XieLung juga terlihat kaget melihat ku berada diatas wastafel itu..
"Na...Da" ucapnya
"eh pak XieLung.. emm aku ketoilet dulu pak presdir" ucapku
dan kami pun menuju kantor
sejak pagi itu, aku tak henti hentinya terbanyang wajah Fu Zao ketika senyum..
ketika aku duduk menggarap pekerjaan, aku benar benar senyum sendiri melirik ke arah Fu Zao..
"Nada" teriak Dum Zao memgagetkanku
"Dum Zao"
"kenapa kamu?"
"enggak kenapa kok"
"ehmm... gimana malam nanti?" tanya Dum Zao
"malam nanti? kemana?"
"jalan, malam yaa.."
"eheeem.. gak bisa" ucap Fu Zao
"kenapa?" tanya Dum Zao
"karna dia sudah janji sama ibunya pulang cepat, sejak kamu ajak jalan malam, dia sedikit waktu bersama ibunya.."
"benar Nada?"
"emm..."
"iya bener"
sorenya..
ketika aku bersiap pulang..
"pulang?" tanya XieLung
"iya pak, saya duluan ya.."
tiba tiba ketika dilobi bawah, aku melihat mobil Mao Do Za.. ayah kandungku
"pak, ini mobil, orangnya kemana?" tanyaku
"oh sedang ketoilet tadi, tanya toilet"
"oh makasih pak"
tak lama menunggu, papa datang..
"pa"
"sudah pulang nak?"
"sudah pa"
"sore ini capek gak, mama Xie Yun mau ajak kamu jalan, bareng papa juga"
"enggak pa, jalan kemana?"
"udah naik aja"
"ehemmm" sapa Fu Zao
"ehm pak, oh iya, ini papa saya pak, Mao Do Za"
"pak presdir utama Cheu City" ucap Mao Do
"iya.. apa sebelumnya kenal?"
"ah, saya yang undang bapak ke acara peresmian juga pameran baju jadi"
"emmm.. oh iya.."
"apa kabar pak?" sapa Mao Do
"baik"
"bagimana kerja anak saya?"
"mampu... itu saja komentar saya, sudah saya pergi dulu..."
"makasih. pak" ucapku
dan ketika esoknya aku kembali ke rumah Sung Ma..
"Aku kira kamu gak datang hari ini" ucap Sung Ma
"datang ma, kenapa?"
"ya enggak, mama belum masak, buat kamu pulang"
"oh, gakpapa ma, kita makan diluar aja pagi ini"
"kamu gak ke kantor?"
"kan tanggal merah ma"
"astaga iya, mama lupa"
aku lihat wajah Sung Ma tak ceria
"mama sakit?" tanyaku
__ADS_1
"emm enggak"
"kik mukanya begitu ma?"
"mama pikir kamu sejak ketemu sama papa kandung kamu, jarang kerumah plang kesini"
"ya tuhan, ma aku sibuk kerja, kerumah papa aja aku gak pernah nginep, disana aku akan bersalah mengingat Ming Du"
"ya itu pikiran buruk mama aja"
"mama sabar yaa.. aku hanya sibuk kerja, dan mama tau, aku sering aja kerumah Fu Zao"
"eh.. ngomong bos kamu itu, sebenernya baik loh, bawain mama makanan, beberapa hari lalu belikan mama baju, baguuuus banget, gaun untuk pesta, ah mama pesta siapa pakai baju semacam itu"
"iyakah ma?"
"iya, mama serius, bentar mama ambil"
dan baju itu memang sangat bagus..
kurasa tidak akan semurah baju gaun biasa..
"tapi ya Nada.. mama pikir dia punya penyakit keras" ucap Sung Ma
"apa ma? emang iya ma? dia bilang gitu?"
"enggak, bukan dia bilang gitu, ini menurut mama"
"lah terus mama kenapa bilang begitu?"
"tuh muka nya, keras terus rahangnya keras, gak bisa apa dia senyum"
"oh itu, semua orang dikantor juga udah tau ma"
"kenapa begitu tuh?"
"entahlah, mama coba deh bajunya, pengen liat aku"
beberapa hari berikutnya..
ketika Fu Zao meminta ku datang kerumahnya..
aku datang.. sepagi mungkin...
dengan baju kaus untuk olah raga..
dan ketika sampai dirumah Fu Zao..
aku melihat pintunya terbuka, dan satpam penjaga mempersilahkan aku masuk
"pak" sapa ku
dia melihat ku dari ujung ke ujung
"mau kemana?" tanyanya
"kesini"
"kenapa baju olahraga?"
"kenapa kamu selalu pakai baju serapi itu, ini tanggal merah bukan, libur kan? pakai lah sana dengan ku" ucapku
ia masuk kekamarnya, tak lama keluar dengan baju olahraga
"yesss nah,begini kan keren"
"tapi gak ada yang gratis" bisiknya
"ha.. maksudnya apa? kamu mau balas dendam apa?" tanyaku
"udah, ayo" ajaknya
dan setelah kami berlari..
kami kembali ke rumah Fu Zao..
"tadi yang kamu bilang gak gratis itu yang gimana?" tanyaku
dia menatap kedua mataku tajam..
sembari tersenyum setengah bibir..
"santai saja.. aku tidak akan membunuhmu.." ucapnya
"ha.. kamu mau membunuhku?" tanyaku
"tidak akan membunuhmu" ucapnya tepat di telinga kanan ku...
beberapa hari berlalu..
malam tahun baru akan segera tiba..
aku menghubungi beberapa teman di kelasku dulu, banyak yang menolak..
karna memang semua sibuk..
tapi lain waktu, semua harus lengkap datang..
pergantian tahun baru ini..
hanya ada aku, Man Nna, dan Sun Mih
Chu Zuhn tadinya bisa tapi karna deadline nya sebelum tahun baru, alhasil ia akan sibuk super sibuk di hari itu..
tiba tiba Dum Zao menyapaku.. mungkin dia melihat percakapan ku dengan teman temanku
"mereka jadi sama pacar mereka?" tanya Dum Zao, aku mengangguk
"emm.. sama aku aja gimana, yaa biar gak dibilang merana begitu"
"ha.. beneran?"
"iya.. gimana?"
"bo.."
"sudah sama aku" sambar Fu Zao
"sama kakak, bener Nada?"
"ha.. aa...a..ku.. ah i-iya"
"emm... kakak, kakak lagi, kakak, kakak lagi.. kenapa sih kak.. aku udah jalan bareng sama Nada.. aku sering bahkan keluar.. ngalah kak sama adik sendiri" ucap Dum Zao
"jangan bikin ribut dikantor kakak" ucap Fu Zao
Fu Zao menarik baju adiknya membawa nya keluar dari kantor..
aku mengikutinya..
jelas, ini kan karna aku..
dan ketika sampai diluar..
"katakan" ucap Fu Zao
"pak, udah pak, gak enak dilihatin" bisik ku
dia hanya menatap ku dengan penuh kemarahan
seketika aku diam..
"kamu katakan tadi yang kamu katakan didalam" bentak Fu Zao
"kakak harusnya ngalah, aku sering kak jalan berdua, bersama sama Nada, kenapa kakak tidak cari wanita lain.. bukannya selera kakak tinggi" tanya Dum Zao
"karna selera saya tinggi, saya pilih wanita pintar seperti nada" bentak Fu Zao
"kenapa kakak lagi, kakak lagi, kak, kurang apa disayang sama mama sama papa, masih kurang semua? aku dewasa bahkan mereka selalu ingat kakak kakak kakak, dan sekarang.. aku dekati wanita pun kakak yang merusak"
__ADS_1