
dengan berbesar hati kelima pekerja pak gin berhenti tanpa ada yang meminta uang saku..
bahkan sisa gaji yang belum mereka terima mereka iklaskan, berkat masukan juga dari kebesaran hati zakia
dan ketika tity memutuskan untuk ikut kemana pun zakia pergi,berbeda dengan tiga teman lelaki lainnya yang memilih untuk berpisah..
itu memang perbedaan wanita dan lelaki
dan ketika perpisahan itu dimulai, pak gin meminta maaf dengan menunduk kegagalannya membuat sukses pekerjaan ini, namun pak gin berjanji akan memanggil kelima pekerja nya kembali ketika awal kesuksesannya..
dan ketika tity akan masuk grab
"kia" sapa tara
"iya tara"
"jangan pernah cuekin setiap aku chatting, telfon, atau sms biasa, kamu bales lama gakpapa tapi jangan gak bales ya"
"iya tara kamu semangat ya"
"nanti kalau sudah dapat tempat baru kabari aku kia"
"iya misal kamu duluan kamu juga"
"iya.."
namun ketika kia akan masuk
"kia.. aku sayang sama kamu, sebenernya udah lama, tapi aku baru berani sekarang.. aku janji sama kamu aku akan pergi menjemput sukses dan akan melamarmu" ucap tara
dan kaget nya kia..
"woy healah drama, cepet kiaaaa" teriak tity
"iya iya, aku duluan ya tar, soal barusan kamu lanjutin di telfon saja ya"
"iya... hati hati.. ti semangat ti"
"iya tara, kamu juga ya, bar kabar, anak anak lainnya juga ya" sapa tity
karna kedua nya sama sama sibuk dalam pekerjaan yang sama sama mereka sudah dapatkan, membuat zakia dan Antara pun jarang komunikasi..
namun kedua nya sudah sama sama mengirim google maps posisi masing masing
zakia mendapat pekerjaan penjaga stand makanan seperti salad buah lumer, brownis lumer, browkat lumer, semua serba lumer, dan tity di stand ayam bakar raksasa
sementara tara berita terakhir didengar sebagai pengurus sekaligus pengawas utama "twenty laundry" dan laundry itu cukup dikenal dibeberapa kalangan menengah hingga atas, karna menerima melaundry baju baju ber merk
dan ketika sudah sama sama dalam pekerjaan yang berbeda..
waktu terus berlalu, kurang lebih berjalan di tahun ke tiga, sesekali zakia dan tara meluangkan waktu untuk bertemu berdua sharing pengalaman masing masing..
seolah mencoba melupakan tentang pernyataan yang pernah diungkapkan oleh tara kepadanya, zakia tak sedikitpun menyinggung hal itu sampai akhirnya ketika tara merasa dirinya sudah dititik awal sukses
ia memberanikan diri nya untuk untuk mengatakan ulang perasaannya..
"kamu masih inget sama ucapanku pertama kita terpisah?" tanya tara
"inget.."
"aku sudah datang lagi, dan aku sudah berani mengatakan ini, kamu mau menikah dengan aku?" tanya tara
"maaf tara.. aku gak bisa"
"kenapa?"
"aku sudah ada pacar"
"kamu punya pacar?"
"iya."
"bukannya kita berjanji kita akan bersatu ketika kita sama sama sukses, aku sudah mulai kesuksesan itu didepan mata"
"tapi aku tidak.. aku belum sukses. aku masih pekerja rendah, sementara kamu?"
"gak soal itu kia"
"enggak tar.. maaf aku sudah ada pacar"
__ADS_1
dan ketika itu juga kaki tara seketika lemas..
bagaimana tidak, wanita yang sering ia temui, ia simpan harapan itu untuk masa depan nya, justru milik orang lain
"dan aku tidak mau menyakiti pacarku, dia adalah orang tersegalanya untukku"
dan tara seketika diam...
ketika hari berlalu, dan zakia mulai berani mengenalkan siapa pacarnya..
ia menemui tara bersama pacar barunya, rizal..
"tara.. kenalin ini rizal" sapa zakia
"hai.. rizal" ucap rizal mengulurkan tangannya
"antara"
"oh ini yang nama nya tara?" tanya rizal
"emmm.. maksudnya?" tanya tara
"ini, kia sering minta izin jalan sama kamu tapi aku gak pernah tau kamu"
"ini membuat aku tidak akan pernah iklaskan kamu dengan lelaki yang belum tentu sebaik aku" gerutu tara dalam hati
"kok diem?" tanya zakia
"enggak, gakpapa, aku duluan"
dan ketika mereka kembali sibuk dengan pekerjaan masing masing terutama kehidupan masing masing dalam percintaan..
tara pun mulai membuka hatinya untuk menerima beberapa kenalan wanita
dan ketika ia memutuskan dekat dengan dengan seorang wanita..
beberapa bulan berpacaran..
dibulan ke delapan, rosha itupun yang kini adalah kekasih dari tara ternyata bukan wanita baik baik, dibalik itu, rosha adalah kekasih dari nade..
nade... yaa.. nade.. lelaki yang pernah hampir menjadi pesaingnya dalam mendapatkan zakia
"pak nade" sapa tara
"oh kamu orang ketiganya?"
"pak, saya gak tau pak, yang saya tau dia jomblo ya saya dekati, mana saya tau dia ternyata perempuan bapak"
"oh gakpapa gakpapa tara.. tenang aja.. aku kasih dia untukmu, karna aku akan bisa fokus dengan wanita lain"
"kan aku bilang apa, kamu belum bisa kan melupakan perempuan itu?" ucap rosha
"sudahlah, kau putar putar seolah aku yng salah?"
"memang kau yang salah nade, aku begini juga karna ulahmu yang menggilai wanita lain, berapa kali aku bilang, lupakan kia.. lupakan wanita itu, berapa kali aku tersakiti setiap kamu marah ketika melihat kia bersama lelaki itu?"
"wanita lain? kia?" tanya tara
"iya. kia, kamu kenal kia?"
"kenal.."
"apa ini orangnya?" ucap rosha menunjukkan foto kebersamaan kia dengan nade
"iya itu"
"dimana rumahnya?"
"dia perantau, sama dengan aku"
ketika rosha sedang berbicara dengan tara, nade pun pergi..
daaaan waaaaww..
hal baru terungkap, ternyata nade diam diam mengikuti kemana setiap perginya zakia tanpa seorangpun tau kecuali rosha yang sekarang jadi pacarnya..
bahkan nade tau selama tiga tahun ini zakia sering sharing dengan tara pada akhirnya zakia memiliki lelaki lain...
hari terus berlalu, hingga tahun kelima, kesuksesan seorang zakia pun didepan mata, dengan kumpulkan uang gaji dari pekerjaan nya kia mampu membuka "Zaa Fash" atau nama lainnya zakia fashion, yaa hobi nya yang sering menggambar beberapa baju namun ia tak mahir dalam menjahit memutuskan untuk untuk membuka usaha ini dan rizal lah orang yangada ketika zakia belum menjadi apa apa hingga menjadi sukses sekarang...
__ADS_1
dan ketika tau rencana pernikahan zakia dan rizal, membuat tara geram, tara pun menghampiri keduanya..
dan menanyakan keyakinan kia..
"bukannya dulu kamu yang janji sama aku? kenapa nikah sama dia?" tanya tara
"ya dia ada ketika aku butuh dia, bukan kamu yang sibuk dengan pekerjaan mu dan sekarang aku tau betul kamu sudah bisa melupakan aku"
"tapi harusnya kamu tau, aku begitu juga untuk kamu" ucap tara
"iya.. aku..."
"aku lebih sukses dari dia, dan lebih dulu aku sukses darimu, tapi aku menunggu kamu kia"
"maafin aku tar"
dan ketika tara memutuskan pergi..
nade pun memilih untuk mengikuti jalan langkah tara..
"kamu orang bodoh yang sedang mengharapkan cinta dari seorang wanita polos seperti kia.. caramu terlalu cepat, kurang bisa bermain secara halus..." sapa nade
"pak nade, kok disini?"
"kan sudah saya benarkan tentang pacar saya yang sekarang pacar kamu, jika aku selalu ada dikejauhan tapi tidak pernah melewati dimana pun kia berada"
"kurasa kamu yang terlalu berharap, buktinya kamu masih bisa diam dari belakang.."
"oh tidak, kamu belum kenal siapa saya..."
"maksud kamu?"
"intinya caramu tadi sama dengan memalukan dirimu sendiri" bisik nade ketelinga tara
dan ketika dua hari berlalu..
ketika persiapan pernikahan antara kia dan rizal sudah 30%, nade datang menampakkan dirinya didepan kia setelah 5th jadi mata mata kejauhan kia
"pak nade" sapa zakia
"hai kia.. saya tadi disana lihat kamu disini"
"oh hehe, bapak sama siapa?"
"saya sendirian, oh ini pacar kamu?"
"iya pak, dan calon suamiku"
"wah selamat ya" ucap nade mengulurkan tangannya kearah rizal
"iya makasih" jwab rizal
dan terlihat disana mereka berbincang dengan santai, tara yang melihat hal itu membuat nya kembali berfikir..
"aku yang dibodohi nade, padahal dia tau sudah mengiklaskan kia dengan rizal, atau ada rencana lain dibalik kebaikan seorang nade?" gerutunya dalam hati
dan ketika ada kesempatan ia bertemu dengan nade, tara pun bertanya apa rencana nade dibalik kebaikan nya..
"gini ya tara... saya tau siapa zakia, karna itu, rizal bukan orang yang pantas untuk perempuan seperti zakia, dan saya kira kamu juga bukan orang yang pantas.. tapi bahkan perbandingan kamu dengan rizal, rizal jauh diatas level mu.." ucap nade dengan espresi dingin
"maksudmu apa bilang begitu?" tanya tara
"gini tara... "
"tunggu tunggu tunggu.. kamu bilang saya jauh dibawah level rizal tapi menurutmu bahkan rizal bukan orang yang pantas untuk zakia.. lalu siapa? kamu yang pantas? nade.. saya tau kamu sedang gila, tapi pakai otakmu" ucap tara
masih dengan espresi tenang nya, tanpa sedikitpun ada rasa marah karna ucapan tara
yang mungkin jika orang lain dikatai seperti itu pun akan marah..
"tara.. tara... " ucap nade
"zakia itu wanita baik baik, saya kenal siapa dia, dia adalah tulang punggung keluarganya, jangan buat dia mengurusi kamu membuatnya lupa kewajibannya kepada keluarganya" jelas tara
"gini tara.. zakia orang baik menurutmu?" tanya nade
"iya.. tentu, tanpa aku katakan harusnya kamu tau itu"
"tara, tara... zakia terlalu baik, dia sangat baik, sangat polos, sangat pekerja keras.. saya tau itu, saya tau di perantauan yang sangat kejam seharusnya zakia tidak berada disini sebagai perantau, saya tau itu, saya tau... justruuuu zakia butuh saya... dia butuh saya yang jaaaauh lebih berpengalaman saya daripada kamu atau rizal.. okeh lah, kamu kenal jauh siapa zakia, okehlah rizal adalah orang yang menemani zakia mulai nol, tapi.... zakia butuh saya.. dia milik saya walaupun sekarang.. dia sedang menjadi milik lelaki itu..." jelas nade
__ADS_1
"oh iya.. satu hal perlu kamu ingatkan dalam otak, hati, dan harapan mu.. saya pastikan zakia terbang kesana sini dengan siapa dan bagaimana pun saya akan jadi orang pertama yang akan terus disini sampai akhirnya zakia melihat saya"