Satu Nama Sebuah Kisah

Satu Nama Sebuah Kisah
WPD #10


__ADS_3

mereka mengobrol, entah apa yang sedang diobrolkan, tapi wangi memastikan, suaminya membayar janjinya kepada ayna beberapa waktu lalu


dan ketika 7bulan kehamilannya..


ia juga mengadakan pesta makan dengan temannya...


walaupun ia bukan golongan muslim,  tapi lingkungan membuatnya terbiasa dengan ritual ritual islami yang kental dengan masyarakat


ketika hari berlalu dengan cepat.. dihari kelahiran wangi pun.. tak ada teman wangi maupun santa yang datang menjenguk wangi dirumah sakit seusai persalinan..


namun dengan berbesar hati, santa meminta waktu kepada irza, ayna, restu, bahkan enggar untuk menjenguk istrinya yang baru lahir..


ia sadar, sejauh ini ayna masih belum bisa memaafkannya yang merebut wangi dari kakaknya dan dia penyebab kakaknya benar benar menutup pintu hatinya untuk wanita lain..


tapi ia terus memohon dan akhirnya ayna datang..


ayna yang ketika itu sedang PKN, Meminta izin pulang sehari menjenguk wangi, irza pun melakukan hal yang sama, meliburkan dirinya seharian untuk menjenguk wangi..


dan begitupula dengan restu yang menyempatkan datang walau ia mengatakan kepada wangi juga santa tak Bisa berlama


namun santa mengerti dan berterimakasih ketika restu sudah keluar dari ruangan rawat wangi


"makasih.. sudah sempatkan waktumu" ucap santa


restu menepuk lengan santa tanda menerima ucapan terimakasih dari santa


tak beberapa lama, enggar pun datang dan masuk perlahan.. dengan seikat bunga..


enggar melirik kearah wangi sejenak, lalu melirik kearah santa.. santa pun mengizinkan dengan cara memberikan kode mata nya


"makasih bunganya" ucap wangi


"anakmu tampan.. semoga seperti ayahnya"


"seperti?"


"iya.. saya harus pulang.. maaf tidak bisa lama"


dan ketika ia keluar..


"enggar" ucap santa


"terima kasih.. bunganya"


"maaf saya kasih nya bunga, saya berharap setelah kelahiran baby kalian masih tetap seperti bunga"


"tentu.."


santa memeluk enggar rasa berterimakasih..


hari terus berjalan..


sejak melahirkan bayinya, wangi tidak pernah menyentuh make up, mengurus badan dan penampilan.. bahkan seminggu sekali santa memberikan uang ekstra untuk biaya salon istrinya justru tak digunakan oleh wnagi..


wangi benar benar tak lagi terlihat gadis.. sejak kelahiran bayinya badannya mengembang dengan cepat, wajahnya terlihat sudah ibu ibu muda yang matang..


ketika santa membawa serta istrinya ke acara kantor nya bersama beberapa klien..


salah satu klien dengan investor terbesar diperusahaannya, mengolok istrinya


"pak... itu atasan bapak kan.. eh saya baru tau istrinya.." bisik klien tersebut


"iya pak dia istrinya" jawab karyawan diperusahaan santa


"emm... emang suaminya sibuk banget sampek gak perawatan tuh badan melar dimana mana?"


"tapi dia baik kok pak.. istri boss baik banget"


"baik jaman sekarang itu gak penting pak, yang penting itu penampilan.. saya jadi pak santa.. ganteng, tajir, apa apa sudah siap sedia tinggal mengunakan, mau apa apa tinggal make.. gak mau lah sama cewek gak pintar jaga penampilan"


ketika sedang mengoceh, ternyata santa menyadari dirinya jadi bahan omongan klien nya tersebut..


santa pun yang sedari tadi berada dibelakang kliennya pun menyapa kliennya..


"hemm.. anda bilang istri saya jelek, hitam tak terurus, lalu tidak bisa menjaga penampilan?" tanya santa


"eh pak santa" sapa kliennya


"anda liat itu istri saya?" tanya santa menunjuk arah wangi yang sedang mengobrol dengan salah satu karyawan santa


"iya pakk"


"lihatlah foto ini..."


santa menunjukkan foto dari awal kenal, hingga dekat, lalu pedekate, lalu berpacaran dan akhirnya menikah bahkan foto sampai ketika wangi hamil dan setelah melahirkan


"wanita yang kamu bilang buruk itu, lihatlah, seperti apa dulunya.. kamu bandingkan saja dengan istrimu.. saya tau anda akan menjawab lebih cantik istri saya yang dulu.."


"iya pak maaf pak"


"oh jangan mudah dulu meminta maaf.. liat dulu ini... perbedaan sejak anak saya lahir.. dia seperti yang terlihat sekarang karna dia melahirkan generasi untuk saya.. jika wanita mu bisa menjaga diri seperti dulu, jangan samakan proses kebahagiaan istri saya dengan istrimu, jelas kualitas pembeda sangat tebal"


"i.. i.. iya.. iya pak" ucap klien tersebut gugup

__ADS_1


namun santa tidak diam, santa terus menjejeli ungkapan hatinya kepada klien nya tersebut..


ia tak memberikan klien itu space untuk membela dirinya


mendengar keributan, wangi mendekati arah sumber..


"sayang.." ucap wangi


santa menarik tangan wangi dan berlalu meninggalkan acara kantornya


"sayang.. acara kan belum selesai, itu tadi kenapa?" tanya wangi


"udah, pulang aja, sebelum aku emosi sama dia.. jadi salah nanti"


mereka pun berlalu..


beberapa hari setelah itu...


wangi yang sedang mencari makan siang di luar karna suaminya ada rapat terpaksa ia pergi sendiri..


ternyata ia bertemu dengan enggar..


ia menghampiri enggar yang duduk sendiri dengan segelas kopi


"enggar?"


"wangi? kamu ngapain disini?"


"santa ada kerjaan dadak sekalian nunggu mitting, keburu jam makan siang jadi aku duluan cari tempat makan"


"em..."


"kamu sama siapa?"


"sendirian"


beberapa menit tak lama setelah pesanan wangi datang..


"kamu kenapa?" tanya wangi


"ha? aku? emang kenapa? gakpapa kok"


"kamu pasti lagi boonk.. aku tau kamu bilang sama ayna kalo kamu gak akan mau sama cewek lain sampai kapanpun, terus kamu mau diem terus begini? sampek kapan?"


"kamu ngomong apa sih..."


enggar pergi meninggalkan wangi disana...


beberapa hari kemudian, ketika wangi melintas depan toko parfum, ia melihat ada merk yang biasa dipake oleh enggar..


"hai enggar" sapa wangi


"wangi"


enggar kaget tiba tiba saja wangi muncul didepan kepala nya


"ini" wangi menyodorkan bungkusan kado


"apa ini?"


"happy birthday"


"oh... iya makasih"


enggar pun berfikir, wangi lagi lah cewek satu satubya yang mengucapkan hari ulang tahun kepadanya..


"maaf ya baru bisa kasih sore nya" ucap wangi


"santai aja... emang ini apa?"


"buka lah"


setelah wangi pergi, enggar yang memegang hadiah dari wangi langsung membuang nya ke tong sampah disampingnya


ia berfikir jika menerima nya pasti akan lebih susah lagi melupakan wangi...


bukan soal tega.. tapi itu akan lebih membuatnya berat melupakan wangi


"enggar" panggil santa


santa yang ternyata sedari tadi ada disekitar sana juga


enggar membalikkan badan dan betapa kagetnya ketika tau yang memanggil adalah santa


santa yang mengambil bungkusan kado yang sudah dibuang oleh enggar itu ke tong sampah menyodorkan ke enggar untuk mengembalikan


enggar hanya kaget dan membelalak


"kenapa harus dibuang?" tanya santa sambil menarik tangan enggar dan menaruhnya ditangan enggar


enggar masih terdiam


"aku tau wangi hanya ingin menjadi sahabat untukmu.. mungkin jika nanti keeprgianku membuat wangi merasa sendiri, kuatkan dia, yakinkan dia jika ada kamu" jelas santa

__ADS_1


"maksudnya gimana nih?" tanya enggar


santa berlari meninggalkan enggar dan mendekati wangi merangkul wangi dari belakang..


beberapa hari berjalan...


ketika santa merasakan mager untuk berangkat bekerja.. ia pun melanjutkan tidurnya pagi itu..


sementara wangi pamit dan langsung berangkat ke toko rotinya, sekitar pukul 10 siang, santa menuju rumah sakit dan sudah ada janji untuk kontrol...


"siang pak" sapa perawat penjaga


"siang..."


"tunggu dua pasien nanti bapak masuk ya"


"makasih sus"


setelah dua pasien, barulah ia masuk


"dok.."


"silahkan duduk pak santa"


"makasih dok"


"gimana sama hari kemaren...?"


"cukup indah dok, ada istri dan anak syaa yang membuat semua indah" jawab santa..


"terus mau sampai kapan bapak simpan dan tutup rapat dari anak dan istri pak?" sapa suster


"gak tau sus, saya gak tega, saya gak mau mereka kepikiran"


"ya justru karna harus mereka tau, supaya bapak ada yang mengurus, ada yang mengerti" sambar dokter


santa didiagnosa dokter mengidap kanker tulang..


yaa masih stadium awal. namun jika dibiarkan akan merambat dan terus meningkat..


dan ketika setahun ia menunggu jadwal pertama terapi, ia harus menyisihkan waktu sedikit dari jam kerja nya untuk terapi tersebut..


membuat wangi curiga yang mengetahui jika suaminya tak sesemangat dulu lagi, wangi terus bertanya meyakinkan jika santa baik baik saja


hingga suatu ketika usia anak nya yang beranjak menjadi anak yang penurut, periang, dan juga menjadi anak yang sayang sama kedua orang tuanya


santa menghabiskan waktu diluar jam kerja nya bermain bersama anak lelaki nya yang bernama sapta...


sapta yang berusia 4 tahun memang lebih dekat dengan ayahnya.. mereka sering masak bersama untuk makan mama pulang kerja, mereka juga sering bermain petak umpet dan sapta selalu menemukan santa ketika santa bersembunyi...


hingga suatu ketika... stadium kanker nya benar benar merambat dengan cepat hingga stadium 3..


dokter terus menyarankan agar memberitahukan kepada istrinya namun santa terus keras dengan pilihannya untuk menyembunyikan itu..


ketika seminggu lagi santa harus kembali merujuk dan terapi.. wangi yang curiga mengapa ada nama suaminya tepat sebelum ia masuk dan mendaftarkan diri untuk kontrol..


"sus.. pasien diatas saya itu memang kenapa?" tanya wangi


"emmm.. maaf bu.. pekerjaan kami pekerjaan yang harus menjaga privasi.."


"enggak gitu sus, dia suami saya, tapi saya gak pernah liat dia kenapa napa"


"apa benar ibu ini istrinya?"


wangi memberikan buku nikah yang selalu ia bawa kemanapun pergi


"ini sus" ucap wangi menunjukkan buku nikahnya


"emm... silahkan ibu saya antar saja. untuk menjelaskan bukan wewenang saya"


suster mengantarkan wangi keruangan dokter..


dan benar disana sudah ada santa..


"dok..  kenapa saya terapi tapi kanker saya masih berjalan dan meningkat?" tanya santa


"ya pak, bapak bersabar cukup dengan berdoa"


suster pun memberikan kode kepada dokter memberitahukan jika yang disampingnya adalah istri pasien..


"pak.." ucap dokter menunjuk arah belakangnya


santa menoleh dan kaget..


"wangi" ucap santa


"apa yang sedang kau sembunyikan?" tanya wangi


santa mendekati arah wangi, wangi memaksa untuk melepaskan pelukan santa


"maafkan aku" ucap santa


dan seketika santa terjatuh..

__ADS_1


beberapa suster pun membantu dokter membawa pasien ke ranjang tidur


"apa kamu lakukan dibelakang aku? kenapa hal besar kamu sembunyikan dari aku?"


__ADS_2