
Anak pertama : laki-laki (Edo)
Anak kedua dan ketiga : laki-laki kembar (Sultan n Dewa)
Anak keempat : laki-laki (Danial)
Anak kelima dan keenam : laki-laki (Arthur n Wisnu)
Anak ketujuh : perempuan (Bianca)
Kaya anak yaa😂
Alhamdulillah aku dan Alex tetap masih bersyukur karna kata banyak orang bilang banyak anak itu banyak rejeki
tidak sampai disini, kisahku, masih ada lanjutan loh..
Setelah apa yang aku dan Alex bangun mulai dari awal, ada seseorang yang membantu menangani permasalahan yang membuat kami bangkrut
akhirnya setelah ke jalur hukum selesai, semua kembali kepada kami, yaa itu adalah berkah yang begitu besarnya untuk keluarga kecilku
sekarang perlahan tugas ku menjadi ibu dari anak-anakku sudah satu persatu berkurang. Dengan didikan Alex ayah dari anak-anakku yang memang bersifat tegas dengan galaknya ia memiliki cara sendiri untuk mendidik anak dan istri
aku sebagai istrinya dan anak-anaknya mengerti hal itu, dan aku sebagai ibu masuk kategori tegas, tapi tetap lembut, mendidik anak mengerti disegala kondisi jika suatu saat aku dan Alex tak mampu lagi membiayai atau bahkan kembali miskin, kuajari anak anak ku menerima dan berjuang bukan saling menyalahkan apalagi meninggalkan..
"Edo, adik kamu belum belajar, kasih pinjam buku kamu" kata ku
"bundaaa.. tapi buku ini sisa satu" kata Edo
"ya, bunda belikan kamu lagi nanti yang baru"
"bundaaa" rengek Edo
"Edo, dengar kata bunda jelas tidak?" tanya alex
"iya pa" jawab Edo
yap, kharisma alex sangat tinggi didepan anaknya jadi setiap sekali ia mengatakan akan anak anaknya turuti
Setelah anak-anakku mulai dewasa dan mandiri, tak sampai disini masalah datang lagi padaku, yaa benar yang ku takutkan akan terjadi...
setelah semua kembali kepada keluarga kecilku, kini perlahan justru kembali menyusut, kalo untuk saat ini aku tidak tau pastinya kenapa dan bagaimana bisa untuk kedua kalinya perusahaan dan semua aset-aset ludes
kami kembali miskin, dengan sabar aku mengajarkan anak-anakku untuk tetap gigih dalam berjuang karna ini bukan waktu untuk down, untuk lemah. Ini waktu untuk kita memang harus memeras keringat sendiri sekalipun membanting tulang..
"Danial? ada apa?" tanya ku
"tidak bunda"
aku tau anakku tidak ada yang pernah hidup dalam kesusahan, aku selalu bersama suamiku untuk memberikan yang terbaik
Untunglah karna ilmu yang kuberikan kepada setiap anakku, tiada satu dari mereka mengeluh, justru mereka lah yang membuat aku dan Alex kuat, tabah harus ikhlas karna semua sudah jalan Allah
Alex dan anak-anakku mulai sedikit memperbaiki kehidupan kami, setahun pun berlalu dengan hidup sederhana, sebuah kontrakan yang membuat aku kembali teringat kisah sebelumnya, dan hanya bedanya sekarang suamiku tak berdaya
Mau tak mau aku yang harus kembali bekerja yaa meskipun anak-anakku membantuku tapi mereka punya keluarga sendiri yang harus mereka tanggung
saat aku dan alex dikamar..
"beb, aku besok mulai nyari kerja lagi ya" kata ku
"loh kenapa beb?"
"ya aku biar bisa bantu kamu beb, biar kita tanggung sama sama"
"beb"
"udah beb, jangan larang aku, aku mohon, ya, aku kan orang tua mereka juga, harus memberikan tanggung jawab juga" jawabku
terus merayu suami, aku berhasil mendapatkan kesempatan
"beb, maafin aku ya sudah merepotkan kamu" kata alex
"beb apa yang kamu katakan? kita kan adalah orang satu, kita orang yang sama" jawabku
alex memelukku disana, dan aku menerima pelukannya juga memeluk balik badannya
Tiba di hari pernikahan aku dan Alex, kejutan sangat besar yang belum pernah aku dapatkan kado sangat spesial..
Suami dan semua anak-anakku memberiku kejutan bahwa aku dan keluarga kecilku tak pernah kehilangan aset-aset
mereka hanya ingin melihat seberapa besar perjuanganku mendidik anak, dan menjaga suami...
"apa? ini serius?" tanyaku
"yap, ini semua masih milik kita beb" kata nya
"kamu ini" ucapku kesal
"tunggu, ini atas persetujuan mama papa ku dan kamu, juga anak anak"
"anak anak juga ya?"
Cara mereka memang salah tapi tak dipungkiri aku tak pernah kecewa karna memang aku benar-benar cukup dengan kesederhanaan, dan bahagiaku, hartaku, kehidupanku yaa keluargaku. Bukan hartaku...
Edo
anak pertama kami, dia adalah anak yang mirip dengan ku, meski pun dia lelaki tapi hatinya lembut, jangan salah jika anak lelaki berhati lembut bukan berarti dia lemah hanya saja dia lebih mengerti tentang hati perempuan.
dia sudah menikah dan memiliki 2anak laki-laki dan 2anak perempuan, Edo lulusan UI fakultas sastra bahasa internasional,
saat kami sedang makan bersama dengan istri dan anak anak nya
__ADS_1
"edo, gimana sama kerjaanmu?" tanya alex
"ya begitu lah pa"
"begitu apa? yang jelas"
"paaa" ucapku
"ya gitu pa, gak ada apa apa, biasa saja, meningakat gak juga, standar pa, masih sama saja seperti sebelumnya" jawab edo
"kalau orang tua tanya, jawab yang tegas"
"iya pa, maaf"
"maaf maaf, apa apa jangan sering maaf"
"pa" jawab ku lagi kepada alex
alex memang tipe bapak yang kasar dan keras, ia paling tidak suka anak nya melawan, jangan kan melawan, mau menjawab sedikit pembelaan saja ia akan marah
untung bertemu dan bersatunya dengan ku, aku tidak menyanjung diriku tapi ity faktanya, suamiku diam ketika aku yang bicara, apapun pembahasannya
edo mengolah usahanya dari ku dan Alex. Perusahaan jasa pengantar touring untuk para turis luar maupun dalam negri, karna memang usaha ini yang pas untuk gelarnya
usaha ini memang aku dan Alex persiapkan untuk anak pertama, agak ia menafkahi cucu cucuku kelak tanpa harus susah payah mencari-cari lagi.
Sultan dan Dewa
anak kedua dan ketiga aku dan Alex mereka kembar, mereka anak yang mengambil sifat keras dari ayahnya,, cuek
"gimana, kesibukan kalian?" tanya ku
"ya lancar ma, aku merasa kasus dinegara lagi banyak" jawab sultan
"oh ya? ada kasus berat apa?" tanya ku
"berat ya koruptor ma, susah mau bilang dan debat sama orang bawaan dia"
"kok susah? bukannya kamu ini hakim? semua keputusan pada mu kan?" jawab alex
"ya susah pa, mereka berani menawari tawaran untuk sogokan"
"sogokan? kalau kamu terima ya kamu sama saja dengan mereka" jawab alex
"ya gak ku terima kok pa"
"bagus"
"pa" ucap ku berbisik
"em" jawabnya santai
mereka dirumah akan tetap menjadi anak ku dan alex, anak kecil yang baru saja kurasa baru melahirkannya
dan kali ini, sultan dan dewa lebih tau menghadapi ayah mereka bagaimana
Si kembar masing-masing menikah
sultan 2anak laki-laki
dan dewa 3anak laki-laki
Sikembar lulusan UI fakultas hukum tapi hanya Sultan yang memilih jalannya sendiri bekerja sebagai hakim jaks
sedangkan Dewa melanjutkan usaha dari Alex dan aku, perusahaan susu sapi yang juga membangun pabrik utama di Indonesia yang akhirnya go internasional.
"dewa, gimana sama kamu nya?" tanya ku
"ya begitulah ma, susu sapi lagi banyak yang order ma, apalagi sekarang banyak stan yang mulai usaha buka minuman cup cup dengan bahan dasar susu dan kopi" jelas dewa
"ya bagus deh, kerjaan kalian lancar semua, mama ya senang" jawabku
Danial
anak keempat aku dan Alex ini adalah anak yang lebih pintar dari yang lain soal keagamaannya, orang yang paling mengerti agama, sifatnya yang lebih cenderung tertutup untuk masalah diluar keagamaan membuat dia memiliki satu poin dikeluarga kecilku.
Sama seperti kakak-kakaknya iapun sudah menikah dan memiliki 1anak perempuan karna memang ia bisa dibilang baru menikah, Danial adalah lulusan UI dengan gelar Spd
hanya saja ia berpengalaman dalam hal keagamaan saja, ia bekerja sebagai dosen dan ia pun meneruskan usaha ku dan Alex yaitu restoran bertaraf internasional yang sekarang dikelola nya dengan tetap mengusung yang menu utama makanan mie dan minuman susu..
karna itu masih bekerja sama dengan anak ku yang ketiga dan tak mau merubah menu andalan karna menurutnya ini adalah masing-masing kesukaan ayah dan bundanya
"danial, rame nak?" sapaku
"iya ma, rame banget, apalagi sekarang minuman susu banyak peminta banget ma"
"iya sih ya, hemm, bagus deh nak, pertahankan ya"
"iyaa"
Arthur dan Wisnu
anakku yang kelima dan keenam, mereka kembar, dan sifatnya masih menurun dari ayahnya yang keras, kurasa sifat jelek ayah dan ibunya nurun ke sikembar yang kedua ini, entahlah mengapa begitu, mereka beda dari yang lain.
mereka belum menikah sebenarnya untuk menikah usia mereka sudah pas, hanya saja masih kuliah pertengahan, universitas UI fakultas sastra Indonesia
karna mereka memang menyukai ragam ragam budaya Indonesia salah satunya batik, yang meneruskan usaha dariku dan Alex mereka berdua dan sepakat membagi sebuah butik batik ternama yang sudah merambah internasional
"sayang" sapa ku ketika mampir ke butik mereka bersama alex juga
"iyaa, mama sama papa kok gak bilang kalau mau datang?"
__ADS_1
"iya kebetulan mampir, kalian sudah masuk makan siang kan?"
"iya ma"
"yaudah makan yuk barengan"
"iya"
kami makan bersama disana, sembari kami menanyakan pekerjaan mereka berdua, yap kami juga menerapkan ini kepada semua anak, untuk menanyakan usaha mereka
agar tidak membuat mereka mengentengkan sebuah usaha
"kalian kapan mau nikahnya? jangan serius banget buat nyari uang ya" kataku
"iya ma, kami sudah punya pikiran sendiri soal itu nanti"
"yasudah, semoga kalian cepat menyusul kakak kakak kalian yang sudah berumah tangga" jawabku
"usia kalian itu sudah pas untuk menikah, papa mu menikah sama mama mu, benar benar selepas lulus kami SMA loh ya" kata alex
"iya pa, aku mengkiblat kisah cinta kalian kok, tapi kami emang belum ada pikiran apapun"
"okeh, lebih baik pembahasan balik ke usaha kalian" jawabku
aku tau jika sudah alex yang turun bicara, apa yang akan terjadi keluar dari mulutnya hanya akan membuat aku sendiri pun kesal mendengarkannya, apalagi anak anakku
tapi aku salut kepada seluruh anakku, yang mau bagaimana juga bapaknya, mereka tetap hormat
bicara usaha mereka, sejak mereka yang mengelola, batik diluar Indonesia makin dikenal dan produk dari butik kami menjadi brand terlaris, terbaik, dan ter Indonesia lebih pentingnya
dan yang terakhir..
Bianca
anak terakhir dariku untuk Alex karna faktor usia, hanya dia yang membantu segala dan mengurus kebutuhan kedua orang tuanya, karna hanya ia yang menetap di belakang rumah yang Alex bangun untuk keluarga kecilnya
meskipun mandiri dengan sudah memberikannya rumah bukan berarti ia gampang mencari suami kelak, karna kakak-kakaknya akan lebih selektif dibanding Alex ayahnya, setidaknya suami dari anakku terakhir tidak menyentuh sedikit dari apa yang telah aku dan Alex berikan.
Bian begitu panggilannya dia belum menikah, masih duduk di bangku sekolah menengah atas kelas 10, jadi tinggal satu usaha untuk anak-anakku yaitu usaha per-film-an yang bergerak dibeberapa stasiun televisi
untuk usaha ini memang aku dan Alex siapkan untuk anak terakhir kita, namun tetap dalam awasan kakak-kakaknya, terutama Arthur dan Wisnu, mereka yang sering membantu sebelum akhirnya di kelola seutuhnya oleh bian, dan kita akan memberikan nya setelah ia lulus sekolah nanti
Masih tentang usaha untuk bian, aku dan Alex tidak lepas begitu saja untuk pengelolaan usaha yang diberikan pada bian
"maa, ini beneran mau kasih bian?" tanya wisnu
"iya ma, kenapa harus terlibat kita ma?" tanya danial
"kalian tidak mau membantu bian memang?" tanya alex
"bukan gitu pa, tapi kan kita sudah dikasih urusan masing masing sama papa mama, masak masih minta jatah dari usaha adik?" jelas edo
"iya maksud papa sama mama biar bian itu tidak terlalu banyak uang, jadi biar bisa memanagemen uangnya dengan baik saja" jawabku
aku menjelaskan semuanya tentang rencana ku untuk usaha bian nanti
Aku dan Alex memberikan pada bian dengan catatan dibawah pengawasan kakak-kakaknya, dibantu kakak-kakaknya dan hasilnya pun dibagi sama rata dengan kakak-kakaknya
karna bagaimana pun bian adalah wanita, yang tidak seharusnya memiliki harta yang berlebihan melebihi suaminya kelak..
Dan usaha ku dengan Alex benar-benar tinggal satu dan kita kelola sendiri dan tidak memerlukan bantuan karna lokasi beberapa langkah dari rumah
yaitu usaha seribu pintu alias kamar kost yang jumlah nya lumayan banyak, kita memang mempersiapkan untuk hari tua sembari bantu-bantu apabila antara anak-anakku urgent dan nantinya akan ku berikan kembali sebagai warisan untuk ketujuh anakku.
Inilah hidupku.. dengan keluarga kecilku
Bahagia ada ditengah-tengah
Suami yang mengerti, enam anak laki-laki, satu anak perempuan, delapan cucu laki-laki, dan dua cucu perempuan
.
.
.
.
.
.
.
-SELESAI-
List Cast :
Alexander Achmad Islami / Alex - suami
Aneska Cicha Raveena / Cicha - istri
Edo - anak pertama
Sultan & Dewa - anak kedua dan ketiga (kembar)
Danial - anak keempat
Arthur & Wisnu - anak kelima dan keenam (kembar)
Bianca - anak ketujuh atau terakhir
__ADS_1
Teguh - mata mata suruhan Alex untuk Cicha