
"Maafin Om ya jadi kalian bertengkar kan"
"Enggak lah om, ngapain, salah dia juga kok, sok tau"
"Oh iya, dirumah ada siapa?" Tanya Frans
"Dirumah aku?"
"Iya"
"Ada Mama jelas, papa paling belum pulang, kenapa Om"
"Gakpapa kok"
"Oh kirain kenapa"
"Yaudah Om anter pulang ya"
Sering diantar oleh Frans hanya sampai depan rumah saja, tanpa pernah masuk ataupun sekedar keluar dari mobil. Membuat Wina bertanya
"Om, gak pernah deh turun kek, apa masuk gitu kerumah aku"
"Oh, kan Om sibuk"
"Iya yaa Om sibuk, namanya juga orang sibuk, jadi turun aja susah"
"Siyah malah ngambek, nanti hidungnya makin masuk loh"
"Om mah, biasa aja"
"Hem, udah gih, masuk"
"Ya udah, bye Om"
"Bye"
Apa yang mereka jalani hari ini dan beberapa hari lalu memang salah, harusnya Frans tidak menutup dirinya didepan Wina, justru membuat Wina salah prasangka
Suatu hari ketika Wina memaksa untuk Frans makan bersama siang itu, Wina pun meminta izin untuk ketoilet
Namun ketika kembali, ia melihat Frans duduk bersama seorang lelaki yang seperti nya ia kenal
"Om Frans sama siapa ya" ucap nya pelan
Wina mendekati arah meja, dan sangat kaget tau yang bersama dengan Frans adalah papa nya, Rendra...
"Hei, kamu disini?" Sapa Rendra
"Rendra" ucap Frans kaget
"Iya, gue, cari makan doang sih cuman Bungkus makan dikantor, lagu deadline soalnya"
"Oh, em..." Ucap Frans kaget dan bingung
"Sama siapa?"
"Gue? Em gue sendiri kok, tadi sama temen cuman pulang dulu, tapi ehm jadi sendiri"
"Oh, yaudah pesanan gue udah nih, gue cabut ya"
"Ah oke okeh"
Tak lama Wina mendekati arah Frans...
"Om, sama siapa tadi"
Frans terdiam, apa yang harus dia jelaskan pada Wina..
"Tadi? Temen Om"
Akhirnya Frans memilih berbohong...
"Temen? Bentar deh, jujur Om, itu papa aku"
"Papa kamu? Oh dia papa kamu?"
"Berarti Om kenal dong sama papa aku? Papa Rendra"
"Oh iya temen kuliah Om dulu"
"Oh, kalo sama Mama?"
"Mama?"
"Iya Mama aku, Mama Lila"
"Mama Lila, oh jurnalis handal ya"
"Om tau"
"Tau kok, dia kan cukup terkenal, banyak novel bikinan nya laku terjual mlejit"
"Iya sih, Mama emang hebat Om, makanya kenalan sama Mama aku"
Mendengar itu, Frans tersedak...
"Om, ati ati dong" ucap wina
"Iya uhuk uhuk huk..."
__ADS_1
"Minum dulu Om" menyodorkan minuman kearah Frans
Esoknya, Aga datang menemui Lila, semua awalnya baik-baik saja memang, aga dapat Restu dengan mudah dari Lila apalagi dari Rendra
Rendra mengetuk pintu rumah Lila, tak lama Lila keluar...
"Eh ga.. kamu, masuk yuk"
"Makasih te"
"Kamu ada apa kesini, Mana Wina"
"Justru ini yang mau aku bicarakan sama Tante"
"Loh, kenapa, soal Wina?"
"Wina itu, sering jalan sama Om Om Tante, aku sering kok liat sendiri, jalan sama Om itu"
"Om Om? Siapa maksud kamu"
"Om Om Tante, siapa dah, lupa namanya Aga Te, mungkin udah pacaran bahkan"
"Masak sih wina sering jalan sama om, bukan nya terakhir Tante liat kalian baik-baik aja?"
"Iya itu Tante, aga pusing, gaktau harus bilang siapa lagi"
"Yaudah nanti Tante bantu bicara sama Wina ya, kamu tenang aja"
"Iya, makasih ya Te"
"Iya, kalo dapat kabar lagi, bilang sama Tante ya"
"Ya Tante"
Sorenya sepulang Rendra kerja, Lila menceritakan tentang Aga dan pengakuannya siang tadi dan malamnya ketika makan malam, Rendra mulai menanyakan pada Wina
"Malem pa, ma.." sapa Wina
"Malem sayang.." sapa Lila
"Adikmu mana?" Tanya Rendra
"Willi dikamarnya, udah Wina panggil kok pa"
Setelah Willi ikut turun...
Rendra memulai membuka pembicaraan sembari menikmati makan malam
"Kalian gimana urusan diluar, kak Wina kulah gimana? Willi juga gimana sekolahnya?" Tanya Rendra
"Baik kok pa, wina baik, gaktau kalo Willi, dia kan nakal"
"Kakak enak aja ya" jawab Willi
"Maksud papa apa sih"
"Eh, malah ngelak, papa tanya siapa dia, lelaki yang sering bersama kamu"
"Jawab aja Wina, papa gak marah kalo jujur, kalo bisa memang kamu serius sama dia, ajak lah main kerumah, kenal sama kita keluarga kamu" jwab lila
"Iya pa, ma, nanti aku ajak main kesini"
"Nah gitu dong"
Sabtu nya, Wina berusaha membujuk Frans untuk datang ke rumah nya, namun frabs terus dan berkali-kali menolak ajakan nya
"Kenapa sih om"
"Gak enak sama orang tua kamu, karna Om tu....."
"Karna Om udah tua gitu maksudnya, karna Om temen papa maksud nya"
"Iya itu"
"Ayolah om"
"Enggak, gak mungkin win"
Dengan segala cara ditempuh agar Frans mau bertemu dengan papa Mama Wina, akhirnya Wina menjebak pertemuan
Wina berpura-pura sakit perut karna lapar, dan mengarahkan ke meja dimana sudah ada Rendra, Lila, dan Willi, namun mengetahui jika ia dijebak oleh Wina, kebetulan telfonnya berbunyi, ia beralasan pada Wina mengangkat dulu telfon dari kantornya padahal dari Mama Vika, Mama nya frans
"Halo, iya, oh gitu, jadi meeting dimajukan, oh baik, sekarang saya meluncur"
Dengan cepat Frans menutup telfon dan meminta untuk pulang terlebih dulu
"Aduh, ini sekertaris ku telfon, nanti aja ya, atau besok gitu" ucap Frans
"Yah Om, kok mendadak"
"Klien bisa hari ini, maaf ya"
"Iya udah deh"
Wina pun masuk kedalam restoran...
"Loh mana, katanya sama pacar kamu yang baru itu" ucap Rendra
"Iya, itu pa, tadi udah kesini kok, tapi gak jadi, sekertaris nya telfon kalo klien minta hari ini meeting pa"
__ADS_1
"Oh, mendadak" jawab Willi iseng
"Diem lu, anak kecil"
"He, udah udah, gakpapa, gak jadi Dateng bukan berarti gak jadi makan kan, tanggung juga, makan sekalian" ucap Rendra
Rendra memang berjiwa tegas, didepan kedua anaknya, tak heran jika kedua anaknya menghormati Rendra
Ketika Minggu tiba, dan hari dimana tak ada kata jam kuliah padat, Wina mengajak kembali Frans jalan, dan berencana akan mengatakan cinta padanya, begitupun dengan Frans yang sebenernya ingin sekali memberi tahu jika dirinya adalah ayahnya, karna Frans tak mau larut dalam kesalahan pahaman banyak orang terutama Aga, kekasih anaknya, Wina
Tapi mengetahui Wina akan jalan dengan Frans, lantas mengajak Lila dan Rendra untuk ikut bersama nya memecahkan bukti jika dirinya benar
"Pa, willi ikut ya" ucap Willi
"Eh, kamu dirumah, gak ada ikutikut, atau kamu main sana"
"Yaudah tambahin uang jajan"
"Kamu yaa"
"Udah pa kasih aja" ucap Lila
"Yaudah ini"
"Makasih pa"
Lila, rendra, dan aga pun mulai perjalanan mengintai Wina
Dan ketika sampai di taman bermain
Aga mulai mencari dimana Wina, dan setelah cukup lama sekitar 15 menit mencari, Wina pun ditemukan, dan benar, sedang bersama Frans
"Nah, Tante, itu dia, Wina, sama Om Om yang aku maksud Tante" ucap Aga
Melihat yang bersama Wina seperti dikenalnya, Lila bingung
"Pa, kaya pernah kenal aja ya" ucap Lila pelan
"Bentar iya sih, dimana"
"Eh pa coba itu liat pa, liat itu, Frans bukan sih"
"Oh Frans iya Tante, itu nama cowok itu" ucap Aga
"Jadi maksudnya kamu, Wina selama ini jalan sama Frans" tanya Rendra
"Iya Om, Tante, kenapa ya? Om sama Tante kenal ya"
Rendra dan Lila hanya saling bertatapan. Ketika Wina dan Frans duduk dan memesan makanan disebuah lapak disana, Lila dan Rendra mulai mendekati arah Wina dan Frans, yang diikuti pula oleh Aga
"Wina" ucap Lila
"Mama" ucap Wina kembali
"Papa" ucap Wina lagi
"Kamu sama Frans.. ngapain" tanya Rendra
"Oh, ini jalan aja kok pa, oh iya Om Frans temen papa kan, soalnya dia kenal sama papa katanya pa" ucap Wina
"Selain dia teman papa, dia mantan suami Mama Lila, yang artinya ayah kamu"
"Maksud papa apa ya"
"Pa..." Ucap Lila
"Udah ini saatnya dia tau, dia udah besar, main sama Om Om aja udah salah apalagi sampek jatuh cinta, Wina harus tau" ucap Rendra
"Ehm, gini Lo win.."
Ketika Lila akan menjelaskan, Rendra mengambil alih untuk menjelaskan
"Jadi dia, lelaki bersama kamu, yang sering dibilang sama banyak teman dikampus kamu terutama Aga tu adalah Om Om itu papa kamu, papa kandung kamu, dan saya hanya papa sambung, artinya papa Tiri" jelas Rendra
"Papa pasti bercanda ya kan"
"Emmm Wina, Wina, papa Rendra benar. Saya itu ayah kandung kamu"
"Lalu maksud anda apa selama ini mendekati saya, ha?" Ucap Wina kepada Frans
"Em, maksud Om, em maksudnya saya, untuk bisa dekat dengan anak kandung saya" ucap Frans
"Tapi cara kamu salah Frans, harusnya melalui saya atau Rendra, bukan dibelakang seperti ini, sedikit banyak justru kamu malah merusak anak kamu sendiri" jelas Lila
"Stttoooop, ini apaan sih, maksud nya semua apa? Wina gak ngerti, oh atau gara gara anak ini ya, kamu ya gara-garanya" ucap Wina menyalahkan Aga
"Wina, Wina, denger papa, bukan dari Aga pun apa yang kamu lakukan semua ini salah, salah nak, dia itu ayah kandung kamu"
"Mana buktinya kalo dia ayah aku?"
Rendra menarik tangan Wina menuju mobil, dan pulang, memberikan surat tanda kelahiran (akte) kepada Wina
"Pa.. kenapa kak Wina" ucap Willi
"Kamu bilang kamu main, kenapa disini?"
"Temen Willi yang main kesini tadi pa, tapi udah pulang"
"Oh" ucap Rendra singkat dan lanjut menarik tangan Wina menuju kamar Rendra dan Lila
__ADS_1
"Baca coba, siapa tercantum dalam sini" ucap Rendra
Setelah membaca dan tercantum dua nama antara Lila dan Frans yang melahirkan seorang anak bernama Wina, membuat Wina benar-benar shock, ia kaget, tak percaya dengan semuanya