Satu Nama Sebuah Kisah

Satu Nama Sebuah Kisah
SMM #13


__ADS_3

dia orang yang keras, mana ada yang berani mendekatinya


dan aku menerimanya dengan alasannya, yaa aku yakin dengannya...


"jadi?" tanya nya


aku menganggukkan kepalaku yang artinya aku memberikan tanda menerima..


"beneran ya" tanyanya


"iyaaaa"


dan malam itu, malam benar benar bersejarah dimana menit dan detik terutama hari dimulai ketika kita berpacaran..


ketika waktu menunjukkan pukul 4 subuh, hanya menghitung menit matahari sudah akan muncul..


Fu Zao bertanya padaku..


"kalau aku mengalami yang dialami Xieng Yuang dan Ming Du, apa kamu masih mau menemaniku sebagai kekasihku?" tanya nya..


"mengalami seperti Xieng Yuang? mungkin, ada kemungkinan iya, ya aku akan setia lah, sama kamu tapi kalau seperti Ming Du, kurasa tidak akan pernah"


"kenapa tidak pernah, bagaimana jika aku anak dari ayah angkatmu atau anak dari ibu angkatku?"


"ah, tak mungkin, sejak aku tau siapa Mao Do Za, aku sudah pastikan hanya aku yang memiliki cerita cinta serumit aku dengan Ming Du" jelasku


dan hari berganti..


langit gelap sudah terang..


tahun ini adalah tahun dimana aku sah menjadi pacar seorang Fu Zao, lelaki tanpa senyum..


sejak itu pula, aku tanpa pekerjaan, Fu Zao tak mengizinkan aku bekerja sekalipun di kantor miliknya, aku hanya jadi assisten pribadi yang menemani kemana pun Fu Zao pergi..


dan hidup ku ditanggung olehnya..


sementara Fu Zao menjabat sebagai tangan kanan Feng Liang pemilik perusahaan besar yang tak diketahui orangnya..


padahal Fu Zao dan Feng Liang orang yang sama dan itu hanya aku yang tau..


dan ketika di minggu kedua setelah tahun baru..


Xin Yu, istri baru Mao Do Za, ayahkandungku


(Nb, Xin Yu dan Xie Yun, atau nama lainnya berkaitan, itu satu orang ya, istri dari ayah kandungku dan ibu kandung dari mantan pacarku Ming Du)


ia mengabari jika Ming Du datang kerumah..


aku senang bukan main, akhirnya aku bersiap ke rumah...


"kemana?" tanya Fu Zao


"emmm ini ke rumah papa,  Ming Du datang" ucapku


"aku ikut" ucapnya


"ha... kamu kan belum selesai kerjakan untuk laporan meeting nanti sore"


"aku bisa kerjakan di laptop, aku ikut"


"ya sudah, ayo"


dan ketika sampai


"turun?" tanyaku


"enggak deh, aku disini saja"


dan aku pun masuk


menyapa Ming Du


"Ming Du" panggilku


"Nada.."


"apa kabar?" tanyaku


"baik, kamu?"


"sama, baik juga"


"bagus lah."


tiba tiba Fu Zao menghampiriku..


"oh kenalin Ming Du.. ini pacarku, Fu Zao" ucapku


"kamu" tanya Ming Du


"kenal?" tanyaku


"dia.. emm sudah lah" ucapnya


"emm Fu Zao, dia Ming Du" ucapku


"oh kamu Ming Du" tanya Fu Zao


"iya" jawan Ming Du


"Nada sering cerita tentang mu"


"oh"


dan ketika Ming Du melirik arah Mao Do


Mao Do paham tatapan anaknya seperti sedang bertanya..


"iya, papa tau mereka sedang dekat.. papa restuin kok" ucap Mao Do


"bukannya papa tau siapa Fu Zao ini?" tanya Ming Du berbisik


"ehem" ucap Fu Zao


ia mengisyaratkan dari matanya untukku menyelesaikan percakapan dan pergi


"emm... aku pamit dulu pa, ma, Ming Du" ucapku


"haa.. kenapa keburu?" tanya Xin Yu

__ADS_1


"iya, ini ninggalin kerjaan dikantor.."


"oh yasudah.."


dan Fu Zao pergi pun tanpa permisi masih dengan sikap cuek nya..


"emm... Nada" panggil Mao Do


"ya pa"


"hati hati dengan kekasihmu itu" ucapnya


"iya pa.."


dan ketika aku pergi..


baru saja pulang..


papa Mao Do kembali menghubungiku..


"siapa lagi?" tanya Fu Zao


"papa"


"papa?"


"bentar"


dan papa bilang jika Jodi dan Mini ada dirumahnya sekarang.. tapi papa menghubungi ku dengan sembunyi sembunyi..


jika tau ia menghubungiku, mereka akan pergi


"ada apa?" tanya Fu Zao


"papa bilang mama sama papa ku yang diindonesia datang" ucapku


"terus mau balik arah?"


dan Fu Zao meminta supirnya membalik arah..


menuju kembali kerumah Mao Do..


setelah turun, kini Fu Zao ikut turun berasamaku


"kamu sudah laporannya?"


"sudah.." ucapnya


dan ketika masuk..


setelah tiga tahun mereka membuangku


"mama.. papa" sapa ku..


mereka kaget aku tau mereka disini


"apa kabar kalian?" tanyaku menggunakan bahasa korea..


"baik.. ka-kamu gimana?" jawab papa turut menggunakan bahasa korea


"baik pa, sejak ketemu orang orang baik yang mau mengurusku bukan malah membuangku"


"maksud kamu apa, kami tidak membuang mu, kan sudah ku berikan alamat itu.. kamu harusnya langsung datang kealamat itu, papa mu juga sudah menunggumu" jelas jodi


"ka-kami"


"tapi diluar masalah aku dibuang.. aku rindu kalian, sekarang sudah terobati, saya pamit"


aku berjalan masuk mobil dan pergi bersama Fu Zao


ketika didalam mobil, aku menangis..


aku rindu mereka, tapi mereka membuangku, dan aku teringat Sung Ma.. akhir akhir ini, terutama sejak aku bekerja, aku sering meninggalkan rumah dan meninggalkan Sung Ma sendiri dirumah..


bagaimana jika tuhan tidak pertemukan aku dengan Sung Ma hari itu? entah aku jadi apa sebelum aku masuk ke sekolah itu


tiba tiba Fu Zao memelukku, menenangkan aku..


ia memberikan perhatiannya seperti ia tau posisiku..


dan ketika sampai dirumah Sung Ma


"loh Nada, kenapa nak nada nak?" tanya Sung Ma pada Fu Zao


aku menceritakan semua tentang yang kualami baru saja sesaat sebelum aku datang disini..


Fu Zao berpamitan..


karna memang ia akan ada meeting..


aku berdua dengan Sung Ma


"menghindari bukan masalah tepat.. selesai kan" ucap Sung Ma


"semua sudah selesai ma... semua sudah kudapatkan.. apa yang sedikit saja ingin ku ketahui tentang keterkaitan jodi, mini, dan Mao Do Za termasuk Ming Du" jelas ku


dan ketika memintaku menengkan diriku..


sebulan berlalu, aku bernafas lega tentang beberapa masalah dihidupku..


kupikir selesai..


tapi belum..


aku lupa Xieng Yuang juga ada cerita bersama ku...


dan ia tiba tiba berada di depan rumahku..


menyapaku..


"Xieng Yuang?" sapa ku


"pagi"


"pagi.. masuk?" ajakku


"terimakasih.."


kamipun duduk..

__ADS_1


dan Xieng Yuang memberiku kejutan, ketika ia mengatakan ingatannya kembali


kaget pasti..


tak sangka..


dia bisa memulihkan seluruuuh hal yang terlupakan karna kecelakaan itu..


"ketika banyak orang mengingatkan aku banyak hal, aku mencoba mengingat kamu dan kita, dan aku ingat sekarang.. aku kangen" ucapnya..


tiba tiba Fu Zao datang dengan serangkai bunga ditangannya..


ia melepaskan bunga itu ketika ia tau yang bersama ku Xieng Yuang..


"ehmm.. anda" ucap Xieng Yuang


Fu Zao tetap terdiam menatap arah Xieng Yuang..


kedua tatapan itu membuatku kuatir, akan ada pertengkaran di rumah Sung Ma


"emm sudah sudah, duduk semua dulu, bicara dengan baik" ucapku


setelah kami duduk, tapi keduanya masih saling tatap


"emm.. oh iya Xieng Yuang.. ini Fu Zao" ucapku


"kurasa sebelum kamu kenal dia, aku sudah mengenal nya" jawab Xieng Yuang


Fu Zao hanya tersenyum sinis arah Xieng Yuang


dan ketika aku memperkenalkan siapa Fu Zao


"Naaadaa?" ucap Xieng Yuang dengan wajah heran


"iya.. dia pacarku" ucapku


"hemm.. kurasa nyawamu sedang dalam bahaya" ucap Xieng Yuang


dan kesal dengan ucapan Xieng Yuang, mungkin Fu Zao merasa dirinya seperti sedang dihina dengan kata kata itu..


Fu Zao berdiri..


aku menenangkan Fu Zao dan meminta Xieng Yuang pulang..


setelah Xieng Yuang pergi..


Fu Zao melirik tajam berganti kearahku


"ih jangan lihat aku seperti itu.." ucapku


dan ketika aku mengajaknya makan...


beberapa hari kemudian...


aku mendapat kabar dan pesan chat dari Ming Du yang menghubungiku beberapa kali..


ia mengatakan sedang disekap oleh orang orang suruhan Fu Zao


aku menuju alamat Ming Du..


setelah melihat..


aku berkeliling mencari mereka dirumah kosong itu..


dan sampai di lantai paling atas..


yaa disana ada Ming Du juga Fu Zao dan beberapa anak buah Fu Zao


"Fu Zao.. berhenti" teriakku..


Fu Zao meminta beberapa orang suruhannya itu menghentikan segala aktifitas mereka


aku berlari menuju arah Fu Zao dan memeluknya


"cukup sayang" bisikku


"ingat.. baik baik diotak kamu, kamu harus sadar berurusan dengan siapa" jelas Fu Zao


"justru kamu yang harusnya sadar.. Nada adik saya, dan dia adalah gadis baik dan pintar yang tak pantas dengan anda" ucap Ming Du


"urusan cinta, beda cerita dengan urusan keluarga.. jangan jadikan kamu adalah kakak dia jadi bisa menghalangi saya apalagi mengancam saya seperti tadi kamu kerahkan beberapa teman kamu"  ucap Fu Zao


"Ming Du, kamu kerahkan seluruh teman mu?" tanyaku


"Nada, hentikan semua nya, kamu tidak akan pernah bisa lepas dari dia ketika kamu sudah menjadi miliknya" jelas Ming Du


"dengar baik baik, urusan kita berlanjut, saya pergi sekarang akan datang lain waktu" bentak Fu Zao


dan ketika didepan mobil..


aku meminta untuk menghentikan sampai disini urusan appaun diantara Fu Zao dan Ming Du


"kamu cinta gak sama aku?" tanyaku


"ya lah, masih tanya?"


"hari ini selesai, tadi urusan selesai, stop jangan dilanjutkan.. aku gak akan pilih diantara kalian" jelasku


dan Fu Zao mengiyakan untuk tidak melanjutkan permasalahan itu...


ketika didalam mobil..


Fu Zao meminta Ponselku dan mengecek beberapa aplikasi dan memasang gps untuk tau kemana aku pergi tanpa dia..


its okay, untung cinta..


kalau selain cinta, aku akan hentikan semua laranganmu padaku dan pergi tinggalkanmu tanpa peduli resiko apa yang aku dapat


beberapa hari berlalu..


dimana ketika Fu Zao menyatakan akan melamarku ditengah ramainya orang lalu lalang tengah malam...


kami ada rencana menikah, tapi untuk mempertemukan dua keluarga bukan hal yang mudah, apalagi kondisi kita bisa bersama seperti sekarang karna hal mendasar dari kekurangan keharmonisan orang tua..


tapi rencana tetap berjalan, tuhan bekehendak, aku yakin itu..


namun suatu hari..


ketika aku datang mengunjungi Mao Do yang sedang kerumah Sung Ma..

__ADS_1


Fu Zao tak mau Turun, ia tetap dimobil..


ketika aku didepan rumah.


__ADS_2