Satu Nama Sebuah Kisah

Satu Nama Sebuah Kisah
ETS #1


__ADS_3

akhirnya julian merelakan ia kehilangan seluruh hartanya.. saat semua hartanya hilang, semua teman teman dan wanita wanita yang sering ia belanjakan pun ikut menghilang tak peduli padanya


barulah ia sadar.. jika temannya hanya memanfaatkannya..


saat ia mencari keberadaan sofia, ia tak menemukan


"harta tinggal satu, cuma sisa handphone ini, lumayan dijual laku puluhan juta kan gue baru beli" ucapnya


ia terpaksa menjual ponselnya untuk kelangsungan hidupnya beberapa hari ini


dengan uang seadanya, ia masih santai dengan membeli rokok, membali makan yang enak, namun saat uangnya kembali mulai menipis, ia kembali bingung akhirnya ia mencari kerja...


namun tak satupun dapat kerja kantoran, dan terpaksa lah ia bekerja sebagai tukang ojek pengkolan yang bekerja dengan seorang pengusaha ojek kecil kecilan


tapi bahkan dengan susahnya ia mencari uang, tak membuatnya hrus menurunkan apalagi berhenti merokok dan mengkonsumsi narkoba..


jadi membuatnya tak semakin kaya, ya hidup begitu begitu saja..


sementara irly, yang masih bekerja baru beberapa bulan sudah dipaksa mengredit motor untuk ibunya, sementara motor lama untuk adiknya...


terpaksa ia mengikuti keinginan orang tua, dan kini hasil kerjanya menurun hanya bisa untuk makan yaitu 40%, itupun seperti pengeluaran membayar air, listrik, sejak irly diam di kost, ibunya mencuci pakaian di laundry dan irly membayar bulanan untuk laundry, cicilan motor semua urusan irly


saat itu ia sedang masuk kerja sif sore hingga malam..


sorenya baru saja ia mendapatkan uang bonus dari bos karna hasil kerja yang memuaskan.. ia melihat sebuah keributan di pintu masuk tempatnya bekerja..


"kenapa pak?" tanya irly pada penjaga


"ini loh ir.. dia maksa, nodong nodong begini, minta uang.."


"kamu butuh uang? saya ada.. ini kamu ambil, kalo kamu butuh, jangan pakai cara kotor, lebih baik mengemis daripada memaksa.. ambil nih" ucap irly


"ir.. malah dikasih, orang begini baiknya dilaporin polisi"


"pak, gakpapa, dia butuh uang, ini ambil" ucap irly


lelaki itu mengambil


"gak ada lagi?"


"ada, ini terakhir, uang makan saya, ambil aja kalo masih perlu, berhentilah berbuat begini, saya tak suka, orang tak suka, lebih baik saya kelaparan memberikan uang itu daripada melihat kamu berbuat kasar pada teman kerjaku"


merasa malu, lelaki itu lari tanpa ucapan apapun


"dasar gila" teriak penjaga


irly memang dikenal dengan guardian.. berhati malaikat..


suatu malam, ketika ia mencari udara malam, ia sengaja menemui lelaki yang pernah ia tolong ketika lelaki itu menjadi korban beberapa orang pemuda


"paaak.." sapa irly


"kamu.." ucap bapak itu dengan suara serak serak karna batuk


"iya pak, ini saya beliin bapak makan, udah makan?"


"belummm"


"bapak makan ya, saya bersiin tubuh bapak.. biar gak kotor"


irly mulai membersihkan tubuh bapak, merawat, dan memberikan baju layak pada si bapak..


melihat itu, dimana jarang bahkan punah terlihat, julian yang kebetulan berada disekitaran sana melihat dan memperhatikan irly


dengan sebatang rokoknya ia terus mengisap dan memandangi irly


saat irly pergi, lelaki itu mengikuti pergi nya irly


merasa diikuti, irly curiga.. lelaki berkaos hitam itu ingin berbuat jahat padanya


irly berlari sekencang kencangnya dan masuk kedalam kamar kostnya


"huuufh semoga dia tak sadar aku masuk sini" ucap irly menarik nafasnya


sejak itu, julian sering datang ke tempat lelaki gila itu duduk terdiam, dan pasti ia akan bisa bertemu dengan irly


tiba suatu saat, ada seorang ibu dan anak yang melewati irly dengan bapak itu


"mbak, mbak, jangan deket deket, dia gila, bisa bisa kamu diserang"


tak lama orang berbeda pun lewat


"dasar anak remaja bodoh, liat dia, buang waktu tidurnya untuk mengurus lelaki gila, dapat apa dia?" bisik beberapa orang itu


sampai pada saat dimana gerombolan lelaki itu datang lagi, dan memaksa irly ikut dengannya.. saat akan membantu, lelaki gila itu justru dibuat pingsan oleh empat pemuda itu, dan empat pemuda itu menarik paksa irly


julian mengikuti perginya mereka membawa irly

__ADS_1


dan saat sampai di tempat cukup sepi gerombolan pemuda yang hampir memperkosa irly itu pun dihampiri oleh julian dan menangkis kepala mereka satuper satu


sampai akhirnya julian menang, irly dengan cepat memeluk julian sembari menangis


"kamu gakpapa?"


"enggak"


"saya julian"


"saya irly"


"oh okeh, saya sering liat kamu dengan bapak disana dia ayahmu?"


"bukan"


"lalu kenapa kamu sering datang membantu nya membersihkan tubuhnya dan memberikan ia makan?"


"kasihan, ia butuh orang seperti saya"


"bahkan sampai kau hampir diperkosa oleh mereka?"


irly pun menangis


"makasih, maaf membuat mukamu babak belur"


"iya.., lain kali berhati hati, biar aku antar kamu pulang?"


julian pun mengantarkan irly pulang ke kost, sejak itu, julian menemani irly setiap irly pulang malam..


"makasih ya beberapa hari ini kamu nemenin aku" ucap irly


"iya.."


"kamu kerja apa?"


"aku pagi sampek sore kerja jadi ojek pengkolah milik pak haji, diujung jalan pertama sana"


"oh, iya iya"


kedekatan mereka pun terjalin


suatu malam ketiga semakin hari ia menyadari jika ia menyukai irly..


"apa pantas orang sepertiku dengan manusia bidadari seperti dia?" ucapnya pelan


berharap bisa menjadi yang terbaik untuk irly, ia pun mulai berhenti merokok dan narkoba, makan seadanya dan secukupnya


"yaa.. anggap saja ini uang aku habiskan untu rokok dan narkoba" gerutunya pelan


saat hari libur tiba..


"jalan?" ajak julian


"kemana?"


"ke kebun binatang?"


"wah boleh, udah lama aku gak kesana"


sesampainya di kebun binatang dan irly puas dengan hasil jalan jalan nya bersama julian mereka duduk di bawah pohon besar yang sejuk


"irly?"


"ya..."


"kamu gaji setengah untuk ibu dan adikmu bersenang senang, setengah dikelola kamu untuk membayar tagihan ini itu  dirumah, terus kamu untuk makan?"


"mengirit, sama kayak kamu, seadanya, sebisanya aja"


"kenapa kamu lebih memilih kelaparan sementara uangmu untuk kau belikan makan orang dan hewan dijalanan"


"gimana jelasinnya ya.. terbiasa sih"


"yang begini apa masih pantas aku miliki?" ucap julian dalam hati


"kamu sendiri, kenapa bisa kamu hidup seperti ini?" tanya irly


"panjang.. tapi intinya aku bukan dari kalangan seperti ini, jadi memang harus belajar untuk bisa menjadi aku yang lama lagi"


"maksudnya?"


"yaa aku harus berfikir berubah?"


"apa yang membuatmu berfikir untuk berubah?"


"kamu" ucapnya dalam hati

__ADS_1


"kok diem?" tanya irly


"hem.. sori"


"oh mungkin pertanyaanku menyinggung.. maaf ya" ucap irly


"enggak kok, gakpapa"


terdiam beberapa menit..


"kamu ada gak pikiran dimana kamu lelah, kamu harus menyerah, kamu capek berjuang sendiri?" tanya julian


"enggak, untuk apa begitupun kita gakkan dapat durian runtuh atau ketiban tangga?"


"iya sih..."


beberapa saat lagi terdiam


"kamu sendiri emang ada manfaat apa menggambar tubuh mu begini?"


"em.. apa ya.. biar di anggap keren aja"


"em.."


"ya ini salah satu cerita dari masa lalu aku sih.."


julian pun menceritakan semua tentang hidup nya yang dulu


gak adil dong julian tau semua masalalu irly tapi irly tak tau


"oh gitu.. terus gimana kabar ibu kamu sekarang?" tanya irly


"gak ada kabar, memang salah ku kok, aku harusnya dengerin dia"


saling kenal satu dengan yang lainnya namun tak saling menyatakan perasaan masing masing pada pasangannya..


membuat keduanya larut dalam asmara tanpa status (berkutat dengan friendzone)


saat ada lelaki yang mengaku anak dari bapak yang sering ia temui malam malam itu


"kamu yang sering bantu ayahku disini?" tanya lelaki itu


"oh dia ayahmu? maaf lancang membantunya"


"oh justru saya berterimakasih, apa bisa saya mengganti kebaikanmu?"


"jangan, saya iklas membantu, kamu kemana? kenapa sampai tidak tau ayah mu seperti ini?"


"saya sibuk dengan pekerjaan, dia tinggal dengan istriku, dan istriku bilang ayah kerumah didesa, ya aku biasa saja, saat aku temui ke desa ternyata tak ada orang melihat ayah disini"


"kenapa istrimu tega?"


"entahlah"


dengan modus berterimakasih atas kebaikan irly, lelaki yang bernama  nurdin eka candra..


eka begitu panggilannya, selalu menunjukkan rasa perhatiannya kepada irly, yaa memang dia tak sedekat irly dengan julian, tapi ia menunjukkan dirinya pantas untuk irly daripada julian..


merasa tersingkir oleh eka, julian bersikap biasa saja saat bertemu dengan eka, karna dipandangannya, seorang eka lebih tak pantas lagi mendapatkan irly


merasa direndahkan.. eka membuktikan jika ia bisa mendapatkan irly, dan kabar besar didapat julian jika irly berpacaran dengan nya..


selama berpacaran barulah terlihat sifat asli eka.. berubah drastis mulai saat pertama ketemu lalu pendekatan akhirnya berpacaran..


"irly.. beliin rokok sana.."


"mana uangnya.."


"ini, sekalian korek sama makan siangku" ucap eka


perlakuan eka memang tak sesadis jainun, ibunya sendiri, namun bisa dikatakan sama..


sampai akhirnya irly menuliskan sebuah tulisan pada laptop yang baru dibeli nya untuk pekerjaan barunya di tempat kerjanya sebagai pelapor kegiatan perhari dilapangan pada atasan


...kamu pacarku, kuanggap ya pacarku, bukan pesuruhku, tapi kenapa kamu justru anggap aku tal lebih dari seorang pesuruhmu?...


...apa kamu tak lagi ingat pertemuan kita diawal dengan manisnya kamu menyatakan rasa.....


...aku tak suka kamu merokok didepanku, meniupkan asapnya diwajahku...


...aku tak suka kamu merendahkanku didepan banyak temanmu...


...kamu pacarku.. aku tak suka kamu melarangku dekat lelaki lain sementara kamu ngelarang aku untuk ikut campur kedekatanmu dengan wanita lain...


...kamu pacarku.. harus tau, aku mencari hal yang bisa menghargaiku, bukan merendahkanku sama dengan orang yang harusnya menyayangiku namun justru membenciku...


...aku sayang sama kamu, tapi dulu saat kamu bersikap rispek padaku, dan sekarang rispek itu hilang, sayang ku juga hilang.....

__ADS_1


...aku ingin pergi......


tak lama berhenti menuliskan curahan hatinya.. telfon nya berbunyi pesan dari eka memintanya untuk datang membelikan makan siang untuknya


__ADS_2