Satu Nama Sebuah Kisah

Satu Nama Sebuah Kisah
SL #4


__ADS_3

"Bentar bay?" Tanya Anissa


Bayu berlalu meninggalkan Anissa dan Dania begitupun Gilang yang menarik tangan tya dan mengajak nya pulang


Esoknya, karna sepeda motor tya mogok, akhirnya tya harus berjalan menuju rumah Anissa yang tidak terlalu jauh dari rumah nya, hanya saja harus melewati jalan setapak diatas sungai besar


Wati, mantan kekasih Gilang, yang sudah sangat ingin membalaskan dendamnya mengikuti perginya tya, sesampainya di atas tebing sungai, Wati memanggil tya


"Tya" panggilnya


"Elu? Elu kan Wati" ucap tya


"Iya gue Wati"


"Mau apa?"


"Mau habisin lo"


"Maksud Lo apa, lepasin, jangan Wati"


Tya terus beriak tapi karna memang jalanan sepi, tya pun terpaksa menghadapi sendiri, Wati terus ingin mendorong nya ke sungai, dan tak terelakan lagi, tya tak sanggup menahan dorongan terakhir Wati membuatnya terjatuh


Wati pun melihat kearah sungai dan berlari


Sudah seminggu berlalu, anissa tak bertemu temannya yang satu ini pun merasa rindu, akhirnya menuju rumah tya sepulang kerjanya


"Ty... Tya" panggil Anissa


"Cari tya ya neng?" Tanya tetangga tya


"Iya buk, tya kemana ya"


"Nah itu, belum pulang udah dua hari"


"Loh memang kemana?"


"Terakhir sih dia mau kerumah temennya katanya, tapi sepeda nya mogok jadi ya jalan kaki"


"Jangan-jangan mau kerumah gue" ucap Anissa pelan


"Makasih bu" ucap Anissa


Anissa menelfon Dania, dan tak lama Dania datang kerumah tya


Sesampainya Dania, ia menceritakan cerita versi tetangga tya


"Terus kemana ya?" Ucap Dania berfikir


"Mungkin Bayu gak sih dan?"


"Iya Bayu, mungkin, sangat mungkin"


Dania dan Anissa pun bergegas menuju rumah Bayu dan menanyakan keberadaan tya


"Anissa, ada apa ya?" Tanya bayu


"Tya kemana?"


"Tya? Mana gue tau"


"Lo pasti bohong, kemana tya"


"Gue gak tau Anissa"


"Kalo Lo sakit hati jangan main kriminal begini" ucap Dania


"Kriminal bagaimana, jaga bicaramu, gue suka sama tya, dan kalian kan sudah tau, gak mungkin gue sakiti tya lah"


Anissa dan Dania saling berpandangan


"Kok lo, bilang begitu kaga hargai temen gue disini, blak-blakan bilang suka sama tya" ucap Dania


"Anissa sendiri mutusin gue malam tadi, asal gue gak pernah nongol didepan muka nya, kalo suruh gue ngindari tya ya gak bisa lah"


"Udah udah, sekarang mikirin tya kemana. Perasaan gue ini kaga enak" ucap Anissa


"Oh atau kita tanya Gilang" ucap Dania


"Gilang, bener, Gilang"


"Emang kenapa sama tya"


"Tya ngilang seminggu gak balik"


"Kok bisa?"


"Bisa lah"


Anissa menelfon Gilang tapi tak ada yang menjawab, kedua kalinya barulah Gilang mengangkat


"Halo, Gilang, kenapa lama angkat"


"Sibuk gue, nyari si tya kaga ada kabar, lagi sama lu ya"


"Ini gue juga nyari justru"


"La gak sama lo? Sama Dania?"


"Gak juga, Dania sama gue ini nyari"


"Kemana tuh anak ya"


"Lapor polisi aja, kelamaan kalo masih nyarik" sambar Bayu


Gilang yang mendengar ucapan Bayu pun meradang


"He Anissa, speaker aktif"


Anissa pun menyalakan speakernya

__ADS_1


"Pasti loh kan yang sembunyikan pacar gue" ucap Gilang


"Sembarang Lo ngomong, he kalo gue yang sembunyikan juga gak bakalan gue kasih pendapat untuk laporan polisi, bisa-bisa gue masuk bui, Lo itu yang gak bisa jagain pacar Lo"


"He, jaga bicara lo, enak aja, mana mungkin gue nyelakai pacar sendiri?"


"Ini buktinya, mana? Gak tau kan kemana pacar sendiri berada?"


"Eh malah ribet, udah stop, kalian apaan sih" ucap Dania


"Udah udah, sekarang Lo Anissa sama Dania ke kantor polisi bikin laporan, yakin gue polisi bilang Bayu ini pelakunya"


"Hati-hati Lo ngomong ya" ucap bayu


"Udah udah, ini gue mau berangkat"


"He, kenapa kaga elu aja yang ke polisi, ini kasus pacar Lo, bukan urusan kita"


"Loh, okeh gue yang lapor"


Gilang mematikan telfonnya dan menuju kantor polisi, begitupun dengan Bayu


Tapi saat akan berangkat, Bayu dikagetkan oleh Wati


"Wati?" Ucapnya


"Iya, kamu mau kemana?"


"Lo ngapain kesini"


"Ya main, kan lama gue gak main kerumah kami"


"Gue sibuk, ada urusan, buang waktu gue aja lo"


"Mau kemana sih"


"Ke kantor polisi"


"Ngapain?"


"Urusan gue"


"Siapa sih bay" tanya Anissa


"Udah buruan, ikut kagak"


Anissa ternyata mendengar ucapan Wati


"Jangan jangan mau lapor masalah tya" ucap Wati pelan


"Apa Lo bilang barusan?"


"Ha, enggak, enggak"


"Ayo nis" ucap Dania menarik tangan Anissa


Butuh waktu cukup lama dalam hal pencarian yaitu sebulan, akhirnya polisi menghubungi Gilang dan Bayu, Bayu pun menuju ke kantor polisi


Setelah polisi menjelaskan, dan Bayu berpamitan pulang, barulah Gilang datang


"Baru Dateng, kemana Lo? Telat" ucap Bayu


"Ada urusan, bagaimana ya pak perkembangan nya"


Polisi kembali menceritakan kepada gilang


Sekitar seminggu, barulah tya ditemukan di daerah perumahan dekat dengan sungai saat tya terjatuh


Tanpa pikir panjang, Bayu langsung menuju alamat yang dikirim oleh polisi


Sesampainya


"Ini pak?" Tanya polisi


"Iya pak benar, ini, tolong pak dibawa"


"Kita bawa ke rumah sakit lalu saya visum dirumah sakit saja" ucap polisi


"Oh baik pak"


Sesampainya dirumah sakit


Hasil visum belum pasti akhirnya terpaksa menunggu hasilnya


Yang setia menunggu dan meninggalkan kesibukannya demi menjaga tya saat Gilang, Dania, dan Anissa sibuk, membuahkan hasil


Saat tya pertama kalinya sadar


"Tya, kamu sadar" tanya bayu


Tya menyentuh kepalanya


"Kenapa? Sakit ya" tanya bayu lagi


"Kamu siapa?" Tanya tya


Bayu hanya terdiam dan memencet bel memanggil suster maupun dokter


Setelah suster datang


"Ada apa ya" tanya suster


"Sus, ini istri saya, baru sadar tapi lupa sama saya" ucap Bayu


"Oh baik biar dokter yang menjelaskan"


Tak lama dokter datang dan memberikan suntikan penenang agar pusing dikepala tya tidak semakin sakit


"Begini pak, sebelumnya saya bicara dengan siapa?"

__ADS_1


"Saya bayu, suaminya"


"Oh baik pak Bayu, begini, ini ada benturan, cukup keras, dan membuat semua memori dikepala pasien hilang total, jadi mulai dari awal lagi untuk perkenalan"


"Maksud dokter amnesia?"


"Semacam itu pak, tapi ini tingkatan lebih fatal, jadi bapak harus sabar, jangan memaksakan untuk pasien mengingat karna percuma, lebih baik memulai dari awal" jelas dokter


"Jadi untuk diingatkan pun tidak akan sadar dok?"


"Benar, percuma juga nantinya"


"Makasih dok"


Bayu menuju ruang inap tya dan memulai baru, saat melihat tya duduk diatas ranjang rumah sakit dengan menatap jauh ke arah jendela, Bayu pun menarik nafas dalam-dalam untuk mempersiapkan dirinya


"Hei" sapa bayu


"Iya, ada apa?"


"Em, ini kamu makan, aku suapin"


Sembari menyuapi tya, Bayu pun memulai untuk perkenalan nya


"Em, kamu ingat siapa nama aku?" Tanya bayu tya menggeleng kepalanya


"Kalo nama kamu?" Tanya bayu lagi tya masih menggeleng


"Ini nama kamu, tya" Bayu memberikan nama yang ada diranjang tidurnya


"Oh, iya" jawab tya


"Kalo aku, Bayu, aku suami kamu, kita pernah menikah, beberapa bulan yang lalu"


"Suami?"


"Iya, jadi kamu harus ingat nama aku ya, Bayu suami kamu"


"Kapan kita nikah?"


"Udah lama, kamu pasti lupa, gakpapa. Kita mulai dari awal lagi"


"Ehm.." jawab tya santai


"Kalo kita suami istri, berarti sebelumnya kita pacaran kan, pasti ada bukti foto kek, apa gitu kek" ucap tya lagi


Karna memang Bayu tidak pernah memiliki foto bersama dengan tya, akhirnya mengarang cerita


"Nah itu, kan semua ada di galeri ponselmu, tapi justru ponselmu hilang di saat kamu kecelakaan" jelas bayu


"Oh jadi aku disini kecelakaan?"


"Iya, sebenarnya kamu masuk ke juga entah karna apa, mungkin karna terpeleset atau apa"


"Oh..."


Sejak itu, yang tya tau hanya Bayu, ia akan terbangun dari tidurnya hanya akan mengingat Bayu


Ditambah dengan cerita Bayu yang membuat tya pastinya percaya


Dan saat dokter mengabari kepada Bayu untuk tya boleh untuk dipulangkan, Bayu meminta suster bagian admin untuk menghubungi Anissa atau Dania


Dan saat anissa, Dania, bersama Gilang datang, ia pun membawa Dania pulang


Hingga akhirnya tya tersadar  bahwa dirinya sedang dijalan, membuat Anissa, dania, Gilang, dan Bayu senang namun semua rasa senang kembali menjadi rasa sedih karna tya lupa dengan semua yang pernah terjadi dalam hidupnya


Bahkan untuk sekedar membedakan warna saja tya tidak bisa


Sesampainya dirumah..


"Kalian suster dari rumah sakit itu ya, mau kemana?"


"Ty, ini gue, Anissa, ini Dania, kita temenan udah lama, inget enggak" tanya Anissa


"Gak tau, kalian siapa sih, mau apa?"


"Kita temen kamu ty"


"Eh udah udah, besok kita ke dokter aja, tanyain"


Tiba-tiba tya bertanya kemana Bayu


"Bayu mana?" Tanya tya


"Kamu inget Bayu ty? Berarti inget aku kan, aku pacarnya Bayu ty"


"Kamu pacarnya Bayu? Tapi Bayu bilang pernah menikah sama aku" ucap tya


Anissa dan Dania menatap ke arah Gilang dengan heran


Gilang pun memukul keras tembok dikamar tya dan pergi mencari Bayu


"Lang, Gilang, Lo mau kemana" tanya dania


"Cari Bayu"


"Eh, tahan emosi, lu harus ngerti kondisinya sekarang bagaimana"


"Justru karna gue tau kondisi, kenapa si bayu justru memanfaatkan kondisi lemah tya, dan"


"Iya gue ngerti, udah, Nanti pasti Bayu kesini kan"


Gilang duduk dan mencoba menenangkan diri di sofa ruang tamu tya


Esoknya, Gilang sengaja meminta izin tidak masuk bekerja untuk mengantar tya kontrol pertama kalinya ke rumah sakit untuk memantau perkembangan


Sesampainya di rumah sakit, karna memang Gilang sudah sangat penasaran dengan yang terjadi, ia pun membikin kegaduhan diruang tunggu rumah sakit, tya melihat ke arah Gilang dengan heran seperti melihat orang yang sedang stress karna memang tya sudah lupa segalanya


Saat giliran tya, Gilang pun masuk bersama Dania dan Anissa, setelah pemeriksaan, dokter berkata semua baik-baik saja dan tidak ada yang perlu dikhawatirkan

__ADS_1


__ADS_2