Satu Nama Sebuah Kisah

Satu Nama Sebuah Kisah
STW #2


__ADS_3

melihat ada parfum yang sering ia beli bersama suaminya.. ya satu botol parfum untuk berdua karna memang harga nya mahal jadi Tiya dan Romi membelinya hanya satu untuk berdua


"siang kak" sapa Tiya


"siang.. ada yang bisa dibantu?" sapa pelayan disana


"begini kak, saya liat ini dari kejauhan, ini parfum faforit saya sama suami saya.. saya tanya dulu berapa harganya ya?"


"oh harganya 500 ribu kak"


"oh 500 ya, gini kak, saya pesan bisa kan? saya ambil ini tapi minta yang lebih baru ya, saya titip dulu uang setengah, nanti tiga hari dari hari ini saya akan balik bareng suami saya. tolong bilang saja ini sedang ada diskon besar besaran jadi suami saya hanya perlu bayar 250 ribunya" jelas Tiya


"oh baik kak" jawab Pelayan disana


dan ketika tiga hari kemudian..


"kita jadi mau jalan sayang?" tanya Romi


"jadi, ini aku udah siap"


"aku begini aja gimana?"


"bisa kok, yaudah yuk jalan"


mereka pun jalan... sampai di depan toko parfum tempat Tiya menitipkan uang untuk pesanan parfum


"sayang.. itu parfum kita kan, punya kita habis dirumah.. tinggal beberapa kali semprot pasti habis.. beli yuk" ucap Tiya


"boleh sayang"


kesal nya Tiya karna suaminya itu tidak ada sama sekali keluhan apapun tentang keuangan, padahal Romi tau harga parfum itu mahal tapi Romi tidak menolak sama sekali permintaan Tiya


"silahkan kak dipilih" sapa pelayan


"kak.. saya ambil yang merah itu, saya bayar berapa harga?" tanya Romi


"ini 250 ribu kak"


"250, kakaknya gak salah? kenapa murah?"


"nah, kebetulan kak, hari ini kami ada diskon untuk produk ini"


"oh gitu, masak sih, kenapa tidak ada pemberitahuan didepan?"


"kebetulan sudah menipis jadi kami sudah lepas banner promosinya"


"waaah saya ambil deh kak, satu botol ini ya"


"baik kak saya bungkuskan"


"terimakasih.."


dan Tiya pun memeluk Romi..


Tiya memberikan kode tanda terimakasih atas bantuan pelayan tersebut..


beberapa hari kemudian, Tiya kembali ke toko parfum itu


"eh kakak" sapa pelayan disana mengenali Tiya


"aduh makasih ya maaf juga kalo merepotkan meminta mu berbohong"


"iya kak, tapi kalau boleh tau memang kenapa?"


"kenapa?"


"kenapa harus melakukan itu, kan dia suami kamu, harusnya dia lebih banyak pengeluaran parfum itu. "


"dia sudah banyak mengeluarkan uang untuk makan, kebutuhan, dan lainnya, sejak saya tau suami saya sudah lama kehilangan pekerjaan, saya tak bisa tinggal diam melihat suamiku menghidupkan lampu untuk jalanku tapi memadamkan lampunya demi aku"


"salut kak, semoga langgeng ya, saya berharap nanti bertemu jodoh yang baik seperti suami kakak"


"terimakasih kak, oh iya saya beli yang ini botol kecil 4 ya"


"siap kak, ada pesenan ya?"


"temen nitip aja sih"


beberapa hari berlalu, ketika Tiya menuju kantornya sementara Romi kembali bekerja sebagai kurir antar makanan..


Tiya curhat kepada kedua kakaknya yang ketika itu sama sama sedang free work atau bebas kerjaan..

__ADS_1


ia meminta solusi apa dia harus mengatakan pada Romi atau akan terus diam..


"kak... apa harus diam begini didepan Romi?" tanya Tiya


"ya itu kan soal kepercayaan kamu, kalo pribadi kakak sama Seno ya prinsip kakak seburuk buruknya Seno, aku tetap membanggakan dia disituasi apapun" jelas Libra


"kalo kak Ayanna?" tanyanya


"kalo kakak sih gini dek, selama kamu tulus melakukan itu untuk Romi, yasudah biarkan sampai pada waktunya untuk mengatakan padamu" jelas Ayanna


"hem.. gini loh kak, aku tuh gak mungkin sebagai istri tega melihat dia susah payah diluar, sementara aku, kakak liat sendiri kerjaan ku ya jagain tiyana, santay, dilain waktu itu aku cuman tiduran, nonton televisi"


"ya itu kan jadi pikiran kamu, yang perlu dipikirkan, cuman.. gimana kamu bisa tahan menyembunyikan semua nya dari Romi ketika kamu bisa menerima keadaan Romi tanpa Romi tau" jelas Ayanna


dan Tiya memutuskan untuk terus diam, dia tetap tidak mengatakan pada siapapun termasuk Romi.. Tiya benar benar tulus


setiap malam, Tiya rela bangun ditengah malam, keluar dari rumahnya dan mengambil peralatan kerja Romi dan membersihkan, mencuci pakaian kerja nya, mencuci sepatu, dalam waktu semalam...


karna Tiya tak terbiasa waktu tidur sedikit.. Tiya sering mengantuk dipagi hari..


"kamu jam segini sudah ngantuk?" tanya Romi


"iya nih"


"kamu pusing?"


"enggak, kecapekan aja kali"


"kamu semalam gak tidur?"


"tidur kok"


"terus kenapa mata itu sayup? kelihatan sayang kamu gak tidur ya semalaman?"


"gakpapa, udah kamu gak telat pergi kerja"


"oh iya, yaudah aku berangkat..."


dan Romi kaget, baju kerjanya sudah bersih dan rapi untuk kesekian kali..


tiba suatu malam, ketika ia curiga ada apa dengan bajunya..


ia tidak tidur, hanya berpura pura tidur, lalu benar saja, ia mendapati istrinya turun dari ranjang dan pergi keluar rumah


"sayaang" ucap Romi


Tiya kaget, ia menjatuhkan tas peralatan kerja suaminya


"oh kamu yang membersih kan ini?" tanya Romi


"aaa.. emm aku.." ucap Tiya kaget


"kenapa kamu melakukan itu? lalu bagaimana caramu tau?"


"Romi... aku bukan orang sejahat pemikiranmu, yang akan pergi, meninggalkan kamu, ketika kamu tidak bisa lagi menghidupi aku dengan fasilitas mewah, jangan memaksa, kamu kenal aku lama, aku bukan orang yang bergantung pada suami, aku mampu mencari tanpa menyusahkanmu" jelas Tiya


Tiya memang pekerja keras, ia tak masalah jika harus membanting tulang tapi ia sangat tidak suka dengan cara Romi


"aku hanya tak mau jadi satu beban pikiran untukmu" ucap Romi seketika duduk di sofa ruang tamunya


Tiya memeluk Romi, tapi justru Romi melepaskannya


"aku tak mau jadi sumber hidup susah mu, pekerjaan ku berat dengan upah minim, kenapa kamu tidak pergi saja, meninggalkan aku, mencari lelaki lain, dan bisa hidup dengan tenang tanpa memikirkan pekerjaan mu dimalam hari yang harus mencucikan baju kerjaku"


"kenapa bilang begitu? aku tidak masalah kerjaan kamu susah makanya aku ingin meringankan, aku cinta sama kamu Romi, tulus dan besar, apa kamu tidak bisa merasakannya?"


"aku ada teman, dia kaya harta, temui saja dia"


"Romi, ngomong apa kamu ini" bentak Tiya


"kenapa kamu masih disini untuk aku? kenapa tidak pergi?"


"ya aku disini memang untuk kamu, aku tidak akan pergi dari sini"


"kenapa Tiya.. lihat lah aku, lihat baju ini. aku hanya seorang pengantar makanan dengan motor pinjaman, mobilku semua aku jual, maaf aku bohongi kamu jika mobil aku dibengkel dan rumah aku dikontrakan.. faktanya semua aku jual"


"aku tidak mau pergi dari sini aku akan tetap disini"


"percuma kamu disini, aku takkan bisa membahagiakan kamu, aku tidak tidak bisa mengemban ucapan ayah mu untuk menuruti semua kebutuhanmu, lalu sampai kapan kamu disini?"


"sampai kamu yang meminta aku pergi"

__ADS_1


"baik, kau pergilah, ini temanku, temui dia, dia menyukaimu dan dia punya segalanya untukmu"


Tiya pun pergi pagi itu juga, menuju Tiyana


ketika pagi Ayanna akan membuka cafe nya, Ayanna melihat kafe sudah terbuka, Ayanna masuk yang ternyata sudah ada Tiya didalam masih memakai piyama menangis sesegukan


"Tiya?" panggil Ayanna


Tiya menoleh.. Ayanna pun mendekati adiknya lalu Tiya pun memeluknya


"kamu masih pakai piyama, pagi pagi sekali kesini lalu menangis, ada apa?"


"kak.. Romi mengusirku"


"loh bagaimana bisa?"


"aku ketahuan sering mencuci pakaian nya, dan dia malu, dia ingin aku pergi meninggalkannya"


"lalu kamu pergi?"


"aku sudah bilang kan sama kakak aku akan pergi ketika dia yang meminta"


"harusnya kamu tetap disana, kecuali kamu diselingkuhi, dia butuh kamu dek"


"aku gak ngerti ngapain kak"


Ayanna memberi tau Libra untuk datang pagi itu..


Libra datang bersama Seno, suaminya..


"ada apa yan?" tanya Libra


Ayanna menjelaskan yang tadi diceritakan Tiya, sementara Tiya menangis sesegukan dipelukan Ayanna


"ya kalau dia minta kamu pergi bersama temannya itu pergi saja, kasih tunjuk dia kamu menuruti dia" ucap Seno


Libra menginjak kaki Seno


"loh kan bener, Tiya bilang menuruti semua permintaan Romi, saya lelaki, ketika saya diposisi Romi saya akan iklas melihat orang yang dicintai bahagia sekalipun dengan lekaki lain, itu juga kan permintaan Romi" jawab Seno


kisah 5


dan sebulan berlalu, Tiya memberanikan diri menemui Doni, teman Romi..


bukan untuk bisa dekat dengan Doni namun untuk bekerjasama supaya Romi mau berpaling kembali pada Tiya..


Tiya menceritakan peristiwanya, dan Doni pun memahami maksudnya


"aku pikir kamu menemuiku untuk aku, tapi untuk Romi, baiklah aku salut dengan usahamu, aku bantu kamu" ucap Doni


dan mereka pun memulai aksi..


mereka mencari Romi dan berusaha untuk mesra didepan Romi..


"eh hai Romi" sapa Doni


"eh, iya don" sapa balik Romi


"emm... kamu sekarang?" menunjuk pakaian kerja Romi


"iya"


sesekali Romi melirik arah Tiya yang menggandeng tangan Doni disana..dan itu dilakukan Doni dan Tiya tak hanya sekali, sampai membuat Romi kesal dan menarik tangan Tiya


"kamu bisa kan bahagia? tapi bisa juga gak jangan didepan ku" ucap Romi


"aku hanya mengikuti permintaan mu untuk mendekati Doni" jawab Tiya


"yaa okeh okeh"


"kenapa sih kamu keras kepala?"


"keras kepala? kalau aku keras kepala aku tidak akan membiar kanmu bahagia dengan siapapun"


"aku gak bahagia sama Doni" teriak Tiya


Romi membalikkan badan nya ketika ia akan berjalan pergi tapi Tiya memeluk Romi dari belakang..


"sebulan aku pergi, aku masih ada untuk mu, aku mohon jangan meminta ku pergi, aku takkan pernah bisa pergi" kata Tiya


"lepasin.. kamu bukan untukku, kamu milik Doni.. dan gak pantes kamu peluk aku, aku sahabat kekasih barumu"

__ADS_1


"Romi, kami hanya melakukan ini membuat mu berkaca dimana salahmu, harusnya kamu bersyukur atas pemberian Tiya untukmu" sambar Doni


__ADS_2