Satu Nama Sebuah Kisah

Satu Nama Sebuah Kisah
Midi Dealova


__ADS_3


kenalan yuk.. sama strong women yang satu ini..


ia bernama Midi Dealova..


POV MIDI -


"kenapa nama saya unik?"


begitulah banyak pertanyaan menemani saya setiap orang bertanya siapa saya


menurut saya itu bagus.. sebuah judul dari lagu terkenal, tapi justru karna nama itu saya mengalami cybberbullying..


tapi saya tidak akan mau merubah dan mengganti nama itu.. saya cukup bangga dengan nama itu..


mereka yang membuli saya karna dianggap nama aneh, justru mereka tak tau perbedaan yang terbilang satu satunya, aku miliki


saya dilahirkan disekeliling orang yang biasa saja, tidak begitu memanjakan, tapi juga tidak begitu membenci saya..


hanya saja saya tau.. mereka.. sering meremehkan saya.. yaa mereka.. keluarga saya sendiri bahkan..


tapi saya akan selalu melupakan sakit itu..


okeh saya kembalikan ke writters nya yaa...


POV AUTHOR -


nah itu penjelasan dari orang yang akan saya ceritakan di novel ini..


mulai sejak ia awal memasuki masa sekolah hingga lulus sekolah, ia hanya memiliki 2 sahabat dekat..


Milki dan Miranda.. yaa ini alasan mengapa banyak seluruh teman ketiganya menjuluki dengan M3.. tapi bukan sim card ya wkwk..


okeh.. berawal ketika mereka lulus sekolah, dimana Midi berniat untuk kuliah dengan uang tabungannya, karna ia terlalu berpikir pendek memikirkan kuliah yang butuh uang bertumpuk tumpuk, ia dengan gegabah nya masuk dan daftar kuliah..


setelah berjalan dua tahun, dan kurang dua tahun lagi (pertengahan jalan), uangnya habis..


yaa.. terlalu sibuk dan padat di kampus membuatnya tak punya waktu jika mencari sambilan kerja


ditambah waktu itu olshop belum semarak ini..


akhirnya ia memilih benar benar berhenti ditengah jalan..


bukan mensuport atau memberikan kekuatan justru keluarga nya lagi lagi memandang dirinya lemah..


hingga akhirnya ia bekerja dan dengan pikir pendeknya lagi.. ia mengambil dua pekerjaan yang jauh berbeda..


membuatnya lagi lagi keteteran, akhirnya ia lelah dan sering mengorbankan salah satu pekerjaan nya untuk pekerjaan satunya..


itu membuatnya dideportase dari kedua kantor kerjanya disana


lagi lagi.. keluarganya hanya memandang rendah dirinya.. seperti menertawakan dalam hati mereka..


tapi bukan Midi jika berhenti disana...


yaa uangnya selama dua tahun bekerja di dua tempat bersamaan membuat rekening tabungannya benar benar membengkak karna banjir uang..


tak mau gagal lagi.. ia memanfaatkan uang jeripayahnya untuk membuka coffe shop


dan ini kembali membuatnya pangkatnya terangkat


coffe shop miliknya mlejit naik..


yaa.. penjualan yang laris manis dijaman mulai modern ia terbilang orang pertama yang mendirikan coffe shop sendiri pakai uang nya sendiri, bukan ikut orang lain


dan biasanya coffe tidak akan cocok dijual tanpa makanan lain namun Midi mentebas pikiran banyak orang..


bernama DEA_Lova kafe..


ia mampu membanjiri kembali uang di rekeningnya yang semakin larut karna mendirikan usahanya itu


bukan berbangga dengan dirinya, justru lagi lagi keluarga nya berfikir Midi pasti akan kembali jatuh..


"palingan juga bentar lagi turun lagi, jatuh, selesai, bangun lagi, kaga bosen tuh anak, bosen gue liat" ucap kakak perempuannya..


oh iya... Midi adalah anak kedua dari 2 bersaudara..


kakaknya perempuan namun jauh sukses sebelum dirinya sukses namun kakaknya sama sekali tak mau membantu adiknya itu untuk lebih bernasib baik sepertinya, itu juga karna permintaan ibunya yang tak ingin jika anak pertamanya membantu Midi..


hingga suatu hari, ketika itu salah satu pemilik restoran terkenal di beberapa negara menyapanya melalui sosial media pribadi

__ADS_1


yaa ia tertarik dengan kopi sajian khas indonesia..


begini isi pesan masuknya..


"assalamualaikum.. perkenalkan saya Dissi, pemilik restoran DIss di paris, saya asli indonesia, namun saya tinggal di paris ikut suami saya... kemungkinan sebulan lagi saya datang keindonesia apa saya boleh main ketempat anda?" isi pesannya


"oh tentu, dengan senang hati, saya tunggu kedatangannya" jawab Midi


dan Midi memberikan alamat lengkapnya..


dan berselang sebulan, Dissi pun datang keindonesia bersama suaminya..


"emm.. kak.. saya Dissi, sebulan lalu sudah jadwal bertemu dengan Midi" ucap Dissi


"oh silahkan tunggu kak, saya hubungi dulu"


"baik"


tak lama..


"kak diminta tunggu sebentar masih dalam perjalanan"


"baik"


Midi pun datang.. tak beberapa lama..


"mbak, mana yang cari saya?" tanya Midi kepada staffnya


"emm saya Dissi, apa anda Midi?"


"oh iya.. sudah lama ya?"


"baru kok, oh iya ini suami saya"


"iya.. silahkan duduk, wah tamu jauh ini dong?"


"hemmm ya biasa aja, kebetulan ada urusan jadi saya kontak kan bisa nambah teman"


"oh jelas..  em sudah lama ya tinggal disana?"


"kurang lebihnya hampir sepuluh tahun sih"


"wah hebat"


"wah serius gak ini kak? masa iya baru kenal kakak udah ajak kerjasama" tanya Midi


"why not?" jawab Dissi


"kakak gak takut saya menipu atau bagaimana kan saya orang baru kakak kenal"


"saya tidak pernah berfikir begitu, jika benar benar kamu menipu, itu bukan rejeki saya, rejeki kamu"


"bener sih.. wah kakak udah cantik, baik ya"


"ah udahlah.. jangan gitu, saya kan jadi seneng"


dan mereka pun bekerja sama sampai akhirnya Midi menyatakan dirinya ingin membuka sendiri, justru Dissi membantu mencarikan lokasi


dan karna dua lokal disamping restorannya tak terpakai hanya jadi gudang, akhirnya Dissi memberikan kepada Midi..


"kakak ini apaan, udah aku bayar nanti pertahun, anggaplah ngontrak" tanya Midi


"tidak perlu, untuk apa? saya ada tiga lokal, dan ini hanya du lokal cuman tempat nya jadi satu begini cuman bisa kita sendirikan kan, jadi ada yang hanya minum duduk sebelah sana, dan sini jika makan dan cari kopi bisa juga pesan ke kamu"


"sumpah kakak baik banget.."


dan sejak itu, Midi mulai mengidolakan Dissi.. yaa dengan full kebaikan Dissi kepadanya, Midi terinspirasi dengan Dissi yang seorang muslim menutup aurat ditengah tengah orang non muslim..


akhirnya Midi mulai belajar berhijap, dan dibantu juga dengan Dissi


"kamu yakin?" tanya Dissi


"yakin kak, bantu aku"


"saya bantu, cuman saya gak mau jika saya sudah susah payah bantu kamu pakai hanya sesaat"


"doakan saya saja kak untuk seistiqomah kakak"


dan akhirnya Midi pun berhijap..


kedua temannya pun kaget dengan perubahan Midi..

__ADS_1


"Midi? ini kamu?" tanya Milki


"emm, ini aku, kenapa sih?" tanya Midi


"aneh, kamu berubah" kata Mimi, Miranda


"kok aneh?"


"bukan aneh, berubah aja, gak biasa lihat, tapi bagus"


"ayo kalian berdua bareng aku juga berhijrah" ajak Midi


"mau Midi, tapi aku banyak dosa" kata Milki


"masak nunggu dosa nya hilang? ya dengan berubah kan lama lama hilang dosanya perlahan" jawab Midi


dan membuat keduanya yang tadinya merasa aneh pun mencoba sama dengan Midi untuk berubah karna keduanya ingat perkataan Midi jika menunggu dosa ya sampai kapan justru dengan ini menghapus dosa


dan ketika suatu hari ada seorang pelanggan yang datang... kebetulan Midi belum datang ke paris namun ada seorang pelanggan yang datang ke restoran miliknya disambut oleh Dissi..


"hai sir..?" sapa Dissi


mereka pun mengobrol dan lelaki itu ternyata seorang dari jerman dan keturunan jerman belanda..


bernama Defran Bernd Bilerdo


suatu ketika Defran kembali datang kerestoran itu, dan ingin bertemu Dissi, justru ia mendapat fakta jika Dissi sudah menikah.. yaa Defran menyuakai Dissi,


namun ia hanya diam... sampai akhirnya ia terkesan justru mendapati fakta mengejutkan soal status Dissi


dan ketika itu, Midi yang baru sampai..


"hai kak, gimana hari harimu?" sapa Midi


ketika Defran menoleh..


ia terkesan pada Midi.. dalam hatinya berfikir ternyata Midi si pemilik ini jauh lebih istimewa ketimbang Dissi, dan rasa kecewa nya pun terobati dengan bertemu Midi


"here it is sir, introduce, midi, oh because you have met, you guys continue, I have business"


(ini dia pak, perkenalkan, Midi, oh karena sudah bertemu, kalian lanjutkan, aku punya urusan)


dan tinggallah Midi dengan Defran mereka pun saling mengobrol dan berkenalan..


hari hari berlalu, sejak itu, Defran tidak pernah lagi dekati Dissi karna suka pada Dissi tapi justru mendekati Dissi karna menyukai teman Dissi, yaitu Midi itu


cukup dekat keduanya tak butuh waktu lama Defran menyatakan keseriusannya..


"I like you since you met for the first time, do you want to accept me? Marry me"


(aku menyukaimu sejak kamu bertemu untuk pertama kalinya, apakah kamu mau menerimaku? menikahlah denganku)


tak mau memberikan jawabannya langsung, Midi langsung berkonsultasi pada Dissi..


yaa hanya Dissi saat ini guru terbaik nya..


"kalo memang serius ya terima saja, begini, dalam islam, lebih cepat lebih baik, biar tidak ada fitnah dan semacamnya.. juga bisa membantu kamu kan dalam jalani hidup, sudah saatnya kamu harus bahagia" jelas Dissi


yaa memang ini saatnya Midi harus bahagia, tak selamanya sakit, tak selamanya menderita


"tapi ingat.. jangan karna aku bilang begini lalu kamu menerimanya, semua kembali kehatimu, kamu tanya ada gak perasaan sedikit saja untuk Defran? jika ada tanyakan lagi kamu mau bagaimana" ucap Dissi


"bukan nya ada lagi kak, tapi justru aku benar benar suka sama kedewasaannya"


"lah itu nunggu apa lagi, nyari nyaman itu susah, yang gampang nyari teman"


"iya sih kak..."


dan setelah seminggu akhirnya ia memutuskan menerima Defran, namun justru Defran mengatakan ia terlalu lama menunggu hanya untuk sebuah keputusan, Defran berkata jika dirinya sudah mendapat wanita lain..


dan mirisnya Midi, ia pun kembali menceritakan kepada Dissi..


"ha.. serius kamu?" tanya Dissi


"iya kak, dia bilang gitu" jawab Midi dengan wajah sedihnya


"wah seriusan nih"


Midi sibuk menangis dipelukan Dissi, Dissi tidak percaya apa yang dilakukan Defran itu


"udah udah, wanita hanya bisa menangis... menangislah, aku mengerti"

__ADS_1


dan berniat menemui Defran bertanya apa maunya..


esoknya Dissi pun datang ke jerman, sekaligus meeting dadakan restorannya yang ada dijerman..


__ADS_2