
"Ngapain dia" tanya Fitro
Gilsha terdiam
"tumben tumbenan dia keluar sampek nyamperin bawahan" ucap Fitro lagi
"Dia ngajakin pulang bareng barusan"
"Lah terus lu mau"
"Ya dia bilang ada yang mau dibicarakan"
"Apa?"
"Entah"
"Atiati, dia kayaknya punya maksud jelek" ucap Fitro bisik
"Sama siapa?"
"Elu"
Tak lama Fitro mendapatkan panggilan dari Jordi
"Siang pak" ucap Fitro
"Siang, masuk"
"Bapak panggil saya?"
"Silahkan duduk"
"Iya pak"
Jordi menyodorkan sebuah berkas berisikan pemberhentian kerja Fitro dikantornya
"Apa ini pak?"
"Bacalah"
Setelah membaca, betapa kagetnya Fitro
"Loh, kok"
"Bisa mengerti kan?"
"Tapi bapak gak bisa dong pecat saya sepihak apalagi tanpa alasan jelas"
"Dimana ada kantor yang mau bekerja dengan orang yang menjelekkan atasan?"
"Menjelekkan bagaimana maksud bapak"
"Anda bilang pada gilsha saya jahat memiliki maksud lain"
"Tapi..."
"Anda keluar atau perlu saya panggil security"
"Okeh saya keluar, dan akan membawa gilsha"
"Memang kamu siapa nya gilsha"
"Saya cuman teman nya tapi saya yakin saya keluar dari sini, gilsha pun ikut keluar"
"silahkan"
Setelah keluar, Fitro menuju mejanya
"Pak, mau kemana?" Tanya gilsha
"Saya dipecat"
"Dipecat"
"Iya"
"Loh, terus bapak?"
"Ya cari kerjaan lain"
"Yaudah pak saya juga pamit"
"Loh, jangan, nanti kalo kamu susah cari kerja?"
"Saya tekuni bisnis orderan kue tart aja"
gilsha memang sedekat itu dengan Fitro.. alasannya begitu karna memang ia banyak berbalas Budi terlalu banyak yang dilakukan Fitro membantu nya dengan keluarganya
"Siang pak"
"Siang, gilsha, ada apa?"
"Saya mengundurkan diri pak"
"Mengundurkan diri?"
"Iya, saya mau fokus sama usaha sendiri"
Terlihat heran saat gilsha datang mengundur kan diri, sesaat setelah ia memecat Fitro
"Gilsha" panggilnya
"Ya pak"
"Ada hubungan apa kamu sama Fitro"
"Fitro teman dekat saya"
"Saya yakin lebih"
"Enggak pak, permisi, saya mau beberes"
Masih curiga jika gilsha dan Fitro ada hubungan.. tak lama ia mendapat kabar jika gilsha tengah menjalin hubungan dengan seorang sahabatnya..
Pandu adalah orang yang berhasil mengambil hati gilsha
Jordi tahu dari orang tua pandu...
Ketika ia sedang mencari minum di mini market
__ADS_1
"Jordi kan ya" sapa seorang ibu
"Iya.."
"Mamanya pandu, masak lupa, yah kelamaan di luar ya"
"Tante, kalo sama pandu enggak lah, gimana kabarnya pandu Tante"
"Pandu baik kok, biasa, anak muda, lagi bunga-bunga"
"Bunga?"
"Iya, lagi kasmaran"
"Oh iya tante, paham Jordi"
"Jordi gimana kabarnya disana?"
"Baik kok tante, saya kesini kan gantiin Rangga"
"Iya Rangga, soal dia, dia katanya makin parah ya"
"Iya Tante"
"Hmmm, Tante sama pandu terakhir lihat dia dua Minggu lalu sih"
"Iya"
"Ah Tante, jangan bahas sedih lah, baru ketemu lama gak ketemu eh dibahas sedih"
"Haha bisa aja kamu"
"Memang siapa pacar pandu Te?"
"Pacar pandu"
Mama pandu menyodorkan foto pandu bersama gilsha
"Perempuan ini Tante?"
"Iya kamu kenal?"
"enggak kok"
"Kirain kenal"
Beberapa hari kemudian, saat gilsha tak mendapatkan satupun kendaraan umum, ia terpaksa berjalan sembari mencari
"Gilsha" sapa seseorang
"Pak Jordi"
"Masuk?"
"Enggak pak, nunggu angkot"
"Udah, masuk aja"
"Saya mau ke chips resto"
"Boleh, ayo"
"Ayok, gak masalah"
Setelah masuk kedalam mobil Jordi
"Mau ngapain kamu ke chips resto"
"Anterin pesenan, chips resto kan sering pesen tart untuk acara-acara ke saya, sekalian saya datang juga diundang"
"Oh"
"Gimana kabarnya Fitro?" Tanya Jordi
"Baik kok pak"
"Em..."
Terdiam sejenak, ia pun kembali membuka pembicaraan
"Saya sebenernya masih loh penasaran, kenapa kamu berhenti ikut dengan fitro, kamu bilang tak ada hubungan apa"
"Em.. soal itu, Fitro kan sahabat saya pak, beliau sering kok bantu saya sama keluarga saya, jadi ya saya ingin di anggap orang yang tau terima kasih"
"Kamu sekarang dekat sama siapa?"
"Dekat, sama siapa ya pak"
"Kalo pandu?"
"Kok bapak tau sama pandu?"
"Pandu sahabat saya diindonesia"
"Oh...."
"Kamu pacaran sama pandu"
"Pacaran? Enggak, temen aja, Deket"
"Sama Fitro temen, sama pandu juga, kalo Rangga?"
"Rangga juga temen biasa pak"
"Yakin"
"Iya"
Sesampainya di tempat yang dituju, gilsha pun turun..
Esoknya ketika pandu drop dan masuk rumah sakit, kebetulan ia sedang ada masalah dengan pacarnya, gilsha
Sejak itu pandu sakit-sakitan, sering kali drop, memang diakui oleh Mama pandu, jika pandu rentan, penyakit sedikit didekatnya kena pula ia dampaknya
Namun semua disalahartikan lagi oleh Jordi
Justru Jordi menangkap jika gilsha lah penyebabnya
Suatu hari ketika ia geram, dua temannya dibuat sakit oleh gilsha, ia mencoba memesan kue tart dengan nomor lain dan mengirim alamatnya
__ADS_1
Saat gilsha sampai di alamatnya, ia tak menemukan seorang penghuni dirumah bekas kebakaran itu, untungnya, Fitro yang mengikuti perginya gilsha dengan sembunyi-sembunyi pun secara otomatis membuat keamanan untuk gilsha
Tak lama Jordi datang, dengan paksa mengikat tangan dan kaki gilsha disebuah kursi, dan menutup bibir nya
Gilsha hanya bisa menangis...
Sementara Jordi yang siap dengan sebuah balok kayu cukup panjang ditangannya siap mengeksekusi gilsha
"Setelah Rangga, pandu, iya? Dasar cewek gila, mau kamu apa coba saya tanya? Mau menghancurkan teman-teman saya" ucap Jordi teriak
Jordi menarik rambut gilsha dan mengatakan hal membuat gilsha semakin takut
"Bodoh ya Rangga, bisa gila hanya karna cewek kaya kamu, juga pandu, sakit-sakitan, daaaaan bodohnya aku juga suka sama kamu, gila ya... Gue suka sama elu, Haha gilaaaaa anjir Lo bikin gue suka, eh elu udah ninggalin kerjaan dikantor gue, apa gak ikut sres gue kehilangan Lo?" Ucap jordi
Jordi dengan kasar nya pun menampar gilsha sampai pingsan hingga membuat fitro akhirnya keluar
"Jordi" teriak Fitro
"Halo Fitro..."
Dengan santai nya,jordi menyapa Fitro
"Gila lu, eh ngaku kuliah di California, fakultas psikologi, psikolog kok mirip psikopat sih" ucap Fitro
Tak terima, Jordi pun menghajar Fitro... Dan tak lama gilsha terbangun melihat Fitro tak berdaya, ia pun teriak
"Pak Jordi udah, stop, berhenti pak" teriaknya
"Halo sayang.. kamu bangun.. bagaimana tidurmu baru saja?"
"Pak, lepasin pak"
Suara ponsel gilsha yang berada di genggaman Jordi pun berbunyi
"Pandu.. wah, ini pandu sayang.. kamu mau angkat atau aku?"
"Gausah diangkat.. biarin"
"Oh oh jangan dong, kasihan nanti nunggu kabar dari kamu, biar aku yang bilang ya kalo kamu baik baik sama aku"
"Enggak pak, jangan"
"Iya Halo" ucap Jordi mengangkat telfon pandu
"Halo, siapa?"
"Ada apa du? Kamu cari gadis pemilik ponsel ini"
"Jordi?"
"Tenang dia sama aku"
"Pandu... Tolongin aku du" teriak gilsha
"Gilsha.. eh Jordi, kamu culik gilsha"
"Culik? Haha emang iya kenapa?"
"Kamu tanya kenapa, harusnya aku tanya"
"Ini pantas buat dia, dua kali dia sakiti dua orang teman saya, rangga, dan sekarang kamu"
"Jordi, dia gak salah apa-apa, soal dia sama Rangga, bukan dia penyebabnya. Coba tanya lagi detailnya, justru gilsha itu orang yang berhati besar, memaafkan Rangga yang udah menyakitinya, tapi karna emang Rangga dapat azab"
"Lalu elu? Elu sakit-sakitan karna Lo tau dia Deket sama cowok lain kan"
"Gue sakit karna memang gue sakit-sakitan, imun gue emang rendah, dan gilsha orang yang paling baik sabar ngadepin aku sering nyusahin, dan soal dengan lelaki lain, gilsha mau dengan siapa juga itu hak dia"
Lewat ponsel itu, pandu menjelaskan semua secara detail apa yang terjadi pada Rangga dan dirinya.. dan tak disangka, ini adalah suara terakhir yang bisa didengar oleh Jordi dan gilsha sebelum akhirnya pandu menghembuskan nafas terakhir nya karna shock mendengar Jordi menyakiti dan menyiksa gilsha
Saat pemakaman, ayah pandu menceritakan jika memang anaknya sering sakit sejak kecil, imun nya sangat rendah, membuat dia tak sama dengan orang lain, tapi karna baik hati seorang wanita yang membuat ia mampu bertahan melewati prediksi hidupnya dari dokter
"Ia berjuang demi gilsha, wanita yang ia cintai, ia semangat karna gilsha, gilsha banyak membantu setidak nya memperpanjang umur pandu, karna pandu tau benar ia mencintai orang yang dicintai sahabat nya, itu alasan pandu tak mau memiliki gilsha.." jelas ayah pandu
"Ini juga ada buat kamu, pesan terakhir ditulis pandu" ucap ibu pandu
Dan surat berisikan pesan menitipkan gilsha membuat Jordi semakin bersalah
Jor.. jangan ya disakiti,
kamu tau gak, dia itu wanita super sabar,
wanita terkuat untukku juga Rangga..
coba tanya sama dokter atau suster yang mengurus Rangga di RSJ, pasti akan bilang orang yang bisa membuat tenang Rangga ya cuman gilsha..
Gilsha gak tau apapun, gak salah apapun, gilsha hanya menjadi korban namun berbesar hati mengurus orang orang yang menyakitinya,
kamu tau yang salah itu Rangga? Rangga kenapa bisa stres, karna dia membunuh orang yang udah membuatnya meninggalkan gilsha,
Rangga sempat masuk sel tahanan, setelah tahanan nya selesai, ia didiagnosis kejiwaan,
hingga membuat ia harus diam diri di RSJ, dan soal aku, kamu tau, aku sakit dari kecil,
aku berjuang hidup, menahan sakit untuk bisa bersama orang baik sebaik gilsha,
dan sekarang aku minta jangan pernah kamu sakiti orang yang dicintai kedua sahabatmu
Dia terlalu baik jor...
Semakin menjadi bersalah besar, Jordi pun hanya bisa terdiam, Ia mencoba menemui gilsha, kebetulan sedang bersama Fitro
"Kamu" ucap Fitro kaget
"Em... Aku.. cuma. Aku.. mau"
"Mau apa?"
Karna gengsi nya yang terlalu besar, ia mengurung kan niatnya meminta maaf kepada gilsha..
Esoknya ia menuju RSJ, untuk menjenguk Rangga, tapi yang ia lihat disana sudah ada gilsha yang memeluk Rangga hangat, terlihat menenangkan Rangga
"Sus..." Panggilnya
"Ya pak"
"Itu siapa?"
"Oh, itu mbak gilsha pak, sering datang kesini apalagi saat saat pak Rangga mengamuk, karna cuman mbak gilsha pak yang bisa menenangkan pak rangga"
__ADS_1
"Baik sus makasih"