Satu Nama Sebuah Kisah

Satu Nama Sebuah Kisah
DI #6


__ADS_3

saat bertanya, benar, Dindri mantan kedua abangnya


"kamu sama dia dek? gakpapa, kan kamu seumuran"  jawab ivan


"iya, jangan bawa kesini deh"


"kenapa kak?"


"cewek itu sebelahmu bisa bisa nyelesaikan hubunganmu, gakpapa deh jadi istri ku, tapi jadi adik iparku" jawab dondi


"bang, aku gak maksud jahat bang" jawab Dindri


mereka pun bubar


"raden, pokok kamu harus putus" teriak hevi


"apa kak, eh kak, aku pernah ngelarang kakak pacaran sama siapa aja? enggak, kakak mau ngancurin hubungan aku sama seperti kakak ngancurin hubungan bang ivan sama bang dondi gitu?"


"enggak gitu dek"


"alah, udah deh, cukup kak ivan sama kak dondi, jangan aku"


raden masuk kedalam kamarnya dan memutar musik sekeras kerasnya agar tak mendengar suara hevi


hari itu juga, hevi menuju rumah Dindri, dan memohon untuk tidak menyakiti adiknya


hevi mengetuk pintu tak lama Dindri keluar


"hei" sapa Dindri


hevi spontan memohon kepada Dindri untuk tidak memainkan adiknya


"ada apa?" tanya Dindri


"aku mohon, jangan kamu korban kan adik aku, dia masih harus sekolah, masih harus belajar, kalo dia gak konsen aku gak mau dia kenapa kenapa"


"raden bilang kita pacaran? bagus lah, dia ngaku"


"aku mohon, ayolah"


"maaf aku gak bisa.."


Dindri masuk dan menutup pintunya lalu menelfon raden sembari menangis


"yang, didepan rumah aku ada kak hevi, dia marah marah sama aku"


"apa kak hevi"


raden mencari hevi di kamar nya namun tak ada..


"yaudah okeh, aku kesana"


kedua kakaknya pun menyapa


"ada apa?" tanya ivan


"ini kak, kak hevi. kerumah pacarku lagi"


"hevi berulah lagi, apasih mau dia.." ucap dondi dengan emosi tanpa pikir panjang ia menuju ke arah rumah Dindri


sesampainya..


"hevi" teriak dondi


melihat kedua kakaknya dan adiknya datang, hevi kaget


barulah Dindri keluar dan langsung memeluk raden dari belakang seolah sedang bersembunyi takut


"kamu mau kamu apa?" teriak dondi


"dia ngapain?" tanya ivan kepada Dindri


Dindri hanya diam memperlihatkan dirinya sedang shock


"liat Dindri, keterlaluan kamu, liat aja aku bilang keayah sampek ayah mengusir mu dari rumah" bentak dondi


"bang aku..."


"liat aja nanti"


hevi hanya bisa menangis dan berlari


"maafin dia ya " ucap raden memeluk Dindri


"enggak, aku gak bisa, mending kita putus"


"loh, Dindri, jangan, kamu jangan putusin adikku, dia rajin sekolah walaupun niatnya mlenceng tapi dia gak pernah absen, karna kamu" ucap ivan


"iya Dindri, jangan, kasian kan adik aku" jawab dondi


"yang..." ucap raden


"kamu kasian sama adikmu, mentang mentang dia adikmu, lalu aku? berapa kali aku diperlakukan hal yang sama oleh dia?"


"ya aku minta maaf ya sayang"


Dindri berlalu dan masuk kedalam rumahnya


esoknya, mencoba menemui Dindri, namun Dindri bulat dengan keputusannya..


saat Dindri berniat untuk membayar beberapa makanan yang belum ia bayar ke kantin dekat sekolah raden


ia melihat raden bersama seorang perempuan


"buk, saya mau bayar total kekurangan saya, soalnya saya gak akan kesini lagi" ucap Dindri


raden melirik ke arah Dindri


"sayang, yang... aku jelasin ya. duduk ya"


"apa, jelasin yang mana?"


"soal kak hevi, ya duduk"


"kak hevi aja, terus itu cewek yang sok nyuport kamu gak kamu jelasin. pantes aja enak kemaren kamu pulang tanpa usaha lebih meminta maaf aku"


"rima, dia temen sayang"


"oh jadi ini pacar kamu den" tanya rima

__ADS_1


"iya saya pacarnya, tapi udah putus, dia sama kamu, turun deh selerahnya" ledek Dindri


"maksud kamu apa turun selerah raden" jawab rima


"rim, udah" ucap raden


"oh iya, aku ada urusan sama yang lain jadi harus cepet cabs"


"sayang.. plis, jangan ngejauh gini"


Dindri pun berlalu


dan saat Dindri pergi, raden pun pergi


esoknya rima menemui Dindri


"Dindri ya"


"iya"


"saya yang kemaren bareng raden"


"oh, iya ada apa?"


"kamu pacaran sama raden"


"udah putus"


"kenapa"


"apa urusanmu"


"kamu tau, dia menyukai aku, namun aku gak terlalu respon, saat tau ketulusannya aku sering meninggalkan pacar aku.. dan demi bersama dia, justru karma kudapat, dia memilih mu dari aku, dan sekarang kau tinggalkan dia, kenapa?"


"ya bagus lah, karna karma emang harus datang pada orang seperti kamu"


Dindri bergegas masuk mobilnya yang sudah berada empat temannya didalamnya


"bye" ucap Dindri


awalnya ia tak terlalu memperhatikan ucapan rima tadi, memang menurutnya tak terlalu penting


saat ia akan menuju salah satu diskotik yang sudah mulai buka pukul 5 sore


malamnya Dindri menyukai seorang lelaki bekerja sebagai penjaga diskotik dengan tubuh kekar nan tinggi membuatnya suka pada lelaki itu


dan ia mencari cara untuk memangsa akhirnya ia memutuskan berpura pura kaki nya lecet untuk bisa mendekati lelaki itu..


saat lelaki itu sudah kelar waktu kerjanya, Dindri beraksi


"mbak, kamu kenapa?"


"aduh mas, kaki aku, lecet, kelamaan kali ya pake sepatu ini"


"rumahnya dimana?"


"gak jauh kok mas, tapi boleh anter aku pulang, soalnya mobilku juga habis bensin"


"oh bisa tapi jalan"


"kok jalan"


"oh yaudah"


saat ditengah jalan, lelaki itu melihat tukang sate dan membelinya makan bersama Dindri


"mas, kerja di diskotik tadi kan?"


"iya"


"udah lama?"


"lumayan, tapi aku baru liat kamu malam ini"


"dapat rekomen dari temen sih mas"


"oh rekomen, emm"


"iya"


"oh iya nama aku sunan"


"sunan? oh hai, aku Dindri"


"iya, neli kan?"


"iya.."


Dindri yang memang awalnya tertarik pada sunan, kelamaan tau siapa sunan, dan membuat Dindri semakin merasa mendapankan point lagi


sunan ternyata adalah mantan dari hevi..


sunan terbilang mantan paling disayang sebelum hevi bertemu dengan gandi, dan sampai kini hebatnya, sunan dan hevi masih saling perhatian


hevi yang sudah ditinggal ketiga saudara nya juga sempat curhat kepada sunan


"sebenernya aku kenal sama hevi" ucap Dindri


"oh ya?"


"tau sama bang ivan, bang dondi, sama adiknya raden?"


"kenal sekali, dondi sahabat karibku"


"aku mantan mereka"


"mereka bertiga, dan tiga tiga nya?"


"iya, namanya juga mencari yang pas, aku juga gak tau bisa kebetulan"


dalam hati sunan berkata wajar saja Dindri bisa mendapatkan ketiga lelaki itu, karna siapa yang tidak suka dan menolak wanita secantik dan seimut ini


"em... kalo semisal nih, aku deketin kamu, kira kira ada gak yang marah?"


"emmm... ya enggak lah, aku loh jomblo"


"em... kalo misal beberapa hari ini aku jalan sama kamu terus ada perasaan sama kamu, gimana?"


"ya aku terima"

__ADS_1


"segampang itu?"


"iya lah gampang, buat apa diribetin kalo aku juga suka sama kamu"


"kamu juga suka sana aku?"


"iya"


"jadi kita pacaran?"


Dindri mengangguk


tak disangka keduanya menjalin kisah bersama


memang Dindri kepada sunan sudah memiliki rasa, namun tak menampik maksudnya juga ingin memanfaatkan..


sunan dan Dindri sama sama mengetahui keduanya bahwa masing masing dari mereka memiliki hubungan dengan keluarga hevi..


"sebenernyaaku sih gak mau kerja itu, tapi aku kerja apa lagi adanya itu" ucap sunan


"ya kamu bisa lah promot di sosmed, kamu kan pengalaman jadi bodyguard.."


"hemm... udah, gak ada yang mau"


"haha gak ada yang mau, kan aku mau"


"kamu bisa aja, beda lah"


keduanya pun saling tertawa..


"sayang.. janji ya sama aku, jangan pernah deketin hevi lagi" ucap Dindri


"iya sayang.. ada kamu masak iya deketin hevi"


beberapa hari kemudian, saat sunan bersama Dindri


hevi mengirimkan pesan chat kepada sunan


"siapa?" tanya Dindri


"hevi"


"apa katanya?"


"dia bilang pengen ketemu, dia lagi kesepian"


"yaelah, kesepian terus kekamu gitu, terus kalo gak butuh enggak"


"terus gimana?"


"yaudah iyain aja, ajak ketemuan disini, aku sembunyi, pengen tau dia ngobrolin apaan"


sunan pun mengiyakan dan mengirimkan lokasinya kepada hevi


selang beberapa menit hevi datang.. dengan wajah sembab


"bang sunan" ucap hevi memeluk tangan sunan


"kenapa kamu"


"bang ivan, bang dondi, juga raden semua jauhi aku"


"ayah kamu?"


"ayah selalu sibuk, mana mungkin perhatian"


"bilang lah ke ayah kamu, jangan aku terus"


"kok kamu gitu bang jawab nya?"


"loh kan bener, kamu anaknya kan, ya harusnya kamu itu lebih buka bukaan ke ayah kamu bukan aku yang cuman mantan kamu"


"bang, kamu kok beda sih?"


"beda apa sih, enggak lah"


"bang.. cewek itu tega ngehancurin kehidupan aku..." ucap Dindri


sunan hanya diam


"dia cewek gak punya hati yang pernah aku kenal"


sunan masih terdiam


"bang, kenapa diem sih"


"kamu nih gimana sih, lagi pms apa?aku diem salah, aku jawab kaya tadi salah"


"baaaang, kok kasar.."


"ya terus kenapa, kamu tuh bikin hilang semangat ku, udah udah jangan pegang aku, aku capek dikasih harapan tapi cuman jadi tempat curhat aja"


"maksud abang apa sih, aku gak maksud itu bang"


"udah, lagian aku udah punya cewek, aku gak bisa sedeket ini sama kamu"


"abang punya pacar?"


"iya"


"siapa?"


Dindri pun mendekati arah keduanya


"aku" jawab Dindri


"Dindri, kamu lagi" ucap hevi kaget


Dindri pun memeluk mesra dan mencium bibir sunan didepan hevi, sunan kaget, tapi ia berusaha tenang karna ini yang dia mau, selain dapat ciuman ia juga bisa memanasi kecemburuan hevi


sunan terlalu sakit hati dengan hal yang dilakukan hevi kepadanya..


"Dindri, kamu mau apa sih, kamu ambil dua kakak aku dan satu adik aku, sampek mereka bertiga hanya ingat ke kamu, sekarang bang sunan" teriak hevi menangis


"sunan emang siapa elu? mantan toh, bukan pacar, diperjelas, mantan yang disia siakan sama lo, wajar lah seorang cowok bareng sama cewek lain yang lebih perhatian sama dia" ucap Dindri


"udah jangan drama, nangis nangis, kalo nangis aja kamu ke aku" jawab sunan


"jangan gini bang" ucap hevi menarik tangan sunan

__ADS_1


__ADS_2