
"oh iya, kalo lu Pengen tau siapa dia lu deketin aja dj hanri, atau marix, pengusaha muda, ini kartu namanya"
Yuna terdiam tak lama ia berpamitan
Merasa frustasi dengan keadaan dimana suaminya lebih banyak waktu diluar, ia memulai penjelahan lewat max bar..
"dj hanri? " sapa yuna
"ya, siapa? "
"yuna"
"oh okay, yuna, ada apa? "
"em, putih disini gak? "
"dj white? "
"putih bang"
Hanri menunjukkan foto didompetnya bersama putih
"iya" jawab yuna
"nama dia dj white.. Jadi lu cari putih kaga bakal ada yang kenal"
"iya bang, dia malam ini disini? "
"no, dia sih gue taunya jadwal di konser beng-bengs di club coti city"
"em, dimana alamatnya ya bang? "
"no, kartu nama pemiliknya.. "
"thanks bang "
"yap... "
Baru ia pergi sedikit dari hanri, sudah bergerumun beberapa wanita berebut memeluknya, yuna yang melihat terlihat risih
Sesampainya yuna di cito city
Ia bingung mana yang namanya putih, padahal posisi putih duduk dibalik kursi piano
Yuna pun memutuskan pulang..
Esoknya, karna yuna tak lagi ada kerjaan diluar, dengan semangat ia bangun pagi menyiapkan sarapan, namun hingga waktu menunjukkan pukul 11 siang, ia tak sengaja melihat suaminya bergaya anak muda
Baru ia tau, karna pras selalu berpenampilan rapi dengan kemeja
Pras yang tidak mengetahui jika yuna sedang berada dirumah tak curiga dan merasa bebas..
Saat ia keluar, yuna pun membuntuti..
Dan ternyata ia bertemu dengan seorang gadis diujung jalan perempatan samping gang, namun yuna terhalang beberapa kendaraan membuatnya kehilangan jejak namun ia sempat melihat wanita itu
"apa itu putih" ucapnya pelan
Sesampainya putih direstoran..
"kamu malam ini beda, kamu cantik"
"aku dandan dong buat malam ini, masak ia buat orang spesial eh penampilan biasa"
"hmm bisa aja" ucap pras mengusap hidung putih dan menariknya manja
Setelah diner selesai, ia mengantarkan pulang putih lalu ia pun pulang..
"baru pulang" sambut yuna
"eh, iya"
"dari mana"
"kerja an banyak"
"oh"
Yuna tau jelas ia berbohong, namun yuna hanya terdiam, tak mengerti harus apa.. Disinilah titik dimana yuna sudah mulai bosan dan hengkang untuk terus mengurus suaminya, toh pras tak membutuhkannya
Yuna pun memilih sering jalan, makan, nonton, happy day, bareng tementemen nya
Suatu hari, sebulan berlalu, dengan kondisi rumah tangga retak.. Ia melihat dua orang yang ia kenal
"mas pras" ucap nya pelan
"siapa yun"
"enggak kok, eh gue ketoilet"
"oh okeh"
Yuna Mendekati arah kedua orang itu
Dan benar, itu adalah pras
"mas.. " sapa yuna
"yuna"
"ngapain disini mas, gak kerja? "
"off, kerjaan udah selesai, jadi jalan, kamu ngapain "
__ADS_1
"mas, kamu sadar gak sih. Kita itu seperti bukan pasangan suami istri.. "
"emmm... "
"ehm maksudnya apa ya? " tanya putih
"hai putih, putih kan, saya yuna, saya orang yang dinikahi oleh pras.. Kamu bisa gak cari lelaki lain, gak harus suami orang"
Seketika pras menampar pipi yuna, sementara putih berdiri dari duduknya
"eh, tadi kamu bilang apa, menikah, maaf tapi pras gak pernah bilang apapun, terakhir yang aku tau, pras ya sama aku, kenapa nikah sama kamu" ucap putih
"emmm putih, udah, dia cuman mantan yang ngaku menikah sama aku kok, ayo kita pergi"
"mas praass" ucap yuna kesal
"bentar, tapi dia, cuman mantan ngaku istri, kurang ajar gak sih"
"iya iya, udah biarin, gila dia" ucap pras..
"kamu nih, aku dikatain, aku kapan pernah pacaran sama suami orang coba, kesel mas"
"iya udah, udah, maaf ya jadi bikin kesel"
Pras memeluk putih menenangkannya
Setelah pras sampai rumahnya
"oh jadi dia putih, dia orang yang merebut kamu dari saya" ucap yuna
"dia bukan merebut saya, tapi saya nemang milik nya.. "
"maksudnya apa mas, mas, aku istrimu, bukan dia, dia boleh cantik, boleh keren, tapi aku yang tulus"
"hei, kamu tidak mengenal siapa putih, jadi diam, dan satu lagi perlu saya ingatkan jika kita menyatu atas perjodohan, saya mengikrarkan akad untukmu tapi hati saya untuk yuna, dan kamu, jangan sampai sesekali mengganggu ku dengan putih, sebelum kau pun lebih menderita"
"maaaas.... " teriak yuna
Beberapa hari berlalu, yuna memutuskan untuk berselingkuh dan beberapa kali berhubungan badan dengan suami siri dari sivilia, adik pras
Yang namanya bangkai, sepandai pandainya ditutup juga akan tercium baunya..
Pepatah yang pas untuk yuna dan dewa (suami sivilia)
saat perselingkuhan nya diketahui oleh ima, betapa marahnya ima mendapatkan fakta itu
Tanpa basa basi ima menceraikan kedua anaknya dari pasangan masing-masing..
Hari pun berlalu, hingga saatnya dimana putih mengetahui dimana pras memang sudah sah menikah dengan yuna..
Namun ia terlambat mengetahui, dimana pras sudah mengurus perceraian
"mas pras... " teriaknya sedikit kencang didepan rumah pras
"mas, mas pras ada? "
"em, duduk dulu, mulai dari mana ya saya bingung"
"emang kenapa ya mas? "
Ayi menceritakanyang terjadi.....
"astaga, sekarang? "
"sidang terakhir dan keputusan rwsmi perceraian.. "
"aku kesana apa nunggu disini ya mas"
"terserah, kesana bisa, gue mau kesana ini, ayo kalo bareng"
"yaudah deh, ikut"
sesampainya putih tertinggal
Sidang selesai
"putih" ucap pras kaget dan langsung memeluk putih
"em, yang sabar ya mas.. " ucap putih menepuk pelan pundak pras
"pras, mama tunggu di mobil, ngomong dirumah aja, ajak putih, ya putih, mama tunggumobil" ucap ima
"oh iya tante" jawab putih
Yuna begitu dendam melihat dimana pras terlihat sangat mencari muka didepan putih
Sesampainya dirumah..
"prasss.. Mama sekarang terserah kamu, mau bagaimana, mama setuju kamu sama putih" ucap ima
"mama serius, ya tinggal keputusan putih kan, ya put, menikah denganku"
Putih menatap tajam mata pras, dan beranjak pergi
"put, gimana"
"gak bisa, pras kamu baru cerai, entar sangka orang apa? "
"apa kata orang kan kita yang tau"
"pras, aku gak perawan, kamu gak layak pras dapetin aku, aku gak perawan" ucap putih menangis
Pras memeluk putih
__ADS_1
"aku terima segala yang sudah terjadi, aku iklas menerima kamu"
"tapi.... "
"sssst kita atur konsep pernikahan ya.."
Terdiam sejenak, putih melihat ke arah mata pras dan mengangguk
"serius? Kamu beneran kaan? " ucap pras
"iya, aku beneran serius"
Dan akhirnya, pras mendapat kepastian dari putih..
Mereka oun menyiapkan segala kebutuhan pernikahan..
Namun beberapa hari sebelum pernikahan, yuna menemui putih yang sedang asyik di sebuah club malam..
"ini dia.. Perempuan yang tega merebut lelaki dari istrinya.. He kamu putih, kamu boleh cantik, tapi berapa lelaki sudah yang menyentuhmu, kasian pras mendapatkan bekas orang"
Putih tak menjawab dengan emosi.. Ia berfikir percuma, tandanya apa yang dikatakannya itu benar..
Putih menghentikan putaran musik dj, menghentikan semua obrolan beberapa orang..
"disini, saya ingin berbagi.. Sama kalian semua.. Buat wanita maupun lelaki.. Yang disini.. Ada seorang lelaki yang mencintai wanita lain, namun ia dijodohkan dengan wanita lain yang sekarang menjadi istrinya, bhkan sampai menikah, lelaki tak bisa menutupi perasaannya, sampai pada akhirnya si wanita ketahuan selingkuh dengan suami dari adik iparnya.. Apa tanggapan kalian" ucap putih
"gue ya cabs, ngejar cewek gue sayang.. " teriak hanri
"iya put, gue mah udah ngelempar dia jauh sejauh mungkin" jawab beberapa orang lelaki disana
"gue put, ya gue sebagai cewek nya ya bakalan ngaca, ngehina orang eh dianya yang terhina.. " ucap sivilia
Sivilia menarik paksa tangan yuna
"nah, buat lelaki, wanita seperti ini, apa pantas disaingkan dengan ku? " tanya sivilia
"engggaaaak, woi turun lo, apaan, cantikan lo lah vi.. "
"sama putih? " tanya sivilia
"woi anjir, jauh"
"perbedaan tai sama tanah.. Jelas jauh beda.. " ucap sivilia mendorong yuna..
Betapa malunya yuna ingin membuat malu justru ia yang malu..
Tepat dihari pernikahan...
Semua lancar.. Dan setelah menikah, putih memutuskan berhenti total untuk urusan dengan club..
Kemewahan ia dapatkan, apa yang putih minta, sekejab akan terlaksana..
Putih, seorang yang memiliki hati berdasar baik, tante.. Keponakan.. Sepupu.. Beberapa keluarga nya selalu ia ajak berlibur..
Bukan soal menghamburkan uang, tapi ia sadar betul, bahwa keluarganya untuk makan sehari saja masih harus mencari, apalagi untuk berlibur, itu tak mungkin..
"mbak put, kok kasih yang ke pengemis banyak amat..." tanya keponakannya
"ia, kalo dikit kan gak cukup buat makn"
Yaa sejak putih berhenti dari aktivitasnya.. Putih masih sering memberikan orang dijalanan, orang tak dikenal, entah memberi uang, makan, atau lainnya
Sampai pada disaat dimana tetangga ima pinjam uang untuk makan..
"mbak ima, pinjem uang, buat makan mbak, mas belum pulang.. "
"bentar, gak salah tah, rumah segede itu bisa pinjam uang, kamu bisa jual apa kek, perhiasan mu gitu"
"pinjem mbak, nanti aku balikin.. "
Tak lama putih keluar
"berapa mbak?"
"100 ribu aja deh, bulan depan aku balikin ko put"
"ambil aja.. "
"loh, enggak, jangan, aku balikin"
"udah, ambil,cepet lah, sebelum anak mbak nangis kelaparan"
"makasih put"
Ima terlihat kesal
"Kamu tau kan dia itu orang ada, liat rumahnya aja gede, perhiasan pasti banyak, jual kek, usaha gitu" omel mama ima
"gppa ma, mungkin mau ambil, atau tarik tunai gak sempet.. Kita kan harus saling membantu"
"membantu sih iya, liat dulu orangnya "
"gak harus liat miskin apa gak nya loh ma.. Penting membantu, itu siapapun"
"ada apa sih ma.. " tanya pras..
"liat tuh kelakuan istri kesayanganmu, mbak yuli, sebelah, pinjem uang mama, eh dia kasih, bukan minjemin malah ngebiarin dikasih, pras.. Mbak yuli itu tajir loh, bisa kek jual perhiasannya"
"udah ah ma, biarin"
"hemmm kalo kamu yang lagi kesusahan liat aja dia mau gak bantu"
Mama ima pun pergi dengan banyak omelan dari mulutnya
__ADS_1
Saat teman kuliah pras mengundangnya untuk datang kepernikahannya.. Pras memberikan uang pada putih untuk dimasukkan amplop untuk diberikan saat bertemu kepada pengantin nanti