Satu Nama Sebuah Kisah

Satu Nama Sebuah Kisah
XLC #5


__ADS_3

"udah, lepasin, sok kenal sok dekat anda ya. lepas, aku mau balik"


tapi ketika akan pergi, Xiao kakinya justru terpelintir dan jatuh, tak sengaja ia menarik baju Hyung Tyang


sedikit lagiii ciuman itu akan terjadi..


ketika sadar.. Xiao bangun dan pergi..


sejak itu, Hyung Tang mulai jadi pesaing berat untuk Liu Xwa mendapatkan hati Xiao, keduanya saling memberikan kesan sendiri didepan Xiao


suatu ketika..


Xiao sedang duduk sendirian, tiba tiba Hyung Tang memeluknya dari belakang, mendekapnya


"Hyung Tang" teriak Xiao


ketika akan memeluk Xiao dari depan.. Liu Xwe datang tiba tiba dan berdiri ditengah tengah keduanya..


alhasil Hyung Tang memeluk Liu Xwe bukan Xiao


hari hari berlalu..


musim musim pun sudah berganti, ini awal musim penghujan.. musim paling dibenci Xiao juga termasuk mama nya, Nada


kedua wanita ini akan sakit terkena air hujan..


entah itu sugesti atau memang bawaan sejak lahir


tapi hari ini adalah hari dimana bisa saja hujan pertama akan datang..


banyak persiapan yang benar benar dibawa oleh Xiao.. mulai dari yang tadinya Xiao pergi dan pulang menggunakan sepeda, bahkan mood baik akan berjalan kaki tapi harus menggunakan mobil.. tapi tidak bisa sepenuhnya membawah mobil kesekolah..


ketika sampai di ruang kelas...


"pagi..." sapa Liu Xwa


"eh, hai, pagi juga" jawab Xiao


dan ketika dikelas hanya ada Wang Tyang bersama Lin Mei sementara Xiao dengan Liu Xwa.. Liu Xwa melihat Xioa memeluk tubuh sendiri, pastilah kedinginan..


"gak bawa jaket?" tanya Liu Xwa


"enggak, lupa, keburu, cuacanya sangat gelap takut hujan datang duluan"


"yaudah pakai jaket ini"


dan Liu Xwa memakaikan jaket ke tubuh Xiao


tak lama Hyung Tang datang.. menyapa keduanya


lalu duduk disamping kiri Xiao, kini Xiao diapit dua lelaki tampan..


ketika petir menyambar terdengar cukup keras


Xiao kaget memeluk Liu Xwa dan Liu Xwa pun merangkul balik pelukan tangan Xiao


dan tersadar, Xiao melirik kedua mata Liu Xwa yang sudah beberapa jengkal saja dengan wajahnya duanya saling tatap sampai membuat Hyung Tang kesal lalu menarik Xiao


"apa yang kalian lakukan?" bentak Hyung Tang


ketika pelajaran berakhir..


Xiao sedang tidak berniat untuk keluar kelas sama sekali karna suhu diluar pasti sangat dingin dan tak lama Hyung Tang membawakan segelas Corn Drink panas


"kamu kok tau aku suka ini?" tanya Xiao


"tau lah, cuaca diluar memang sedang dingin.. minumlah"


tapi ketika belum setengah makan, Liu Xwa datang dengan menu sama pesanan nya di kantin Corn Drink panas


"eh kok.. " ucap Lin Mei bingung


Xiao terlihat bingung, sebenarnya ia ingin mengambil pemberian Liu Xwe tapi Hyung Tang yang pertama memberi nya..


akhirnya keduanya sama sama dimakan oleh Xiao


"astaga Xiao, lapar ya?" tanya Lin Mei


"hemm" ucap Xiao mengangkat bahunya


ketika pertengahan pelajaran terakhir..


hujan benar benar turun sangat deras, dengan sambaran beberapa petir


mengerti kondisi Xiao, Hyung Tang dan Lin Mei menemani Xiao sampai hujan benar benar berhenti dan ketika lampu mati, hari mulai gelap, ponsel juga ikut kehabisan batrai Xiao meminta kedua temannya pulang..


supir yang menjemput keduanya juga masih menunggu jadi Xiao memintanya untuk pulang tapi mereka tetap ingin pulang ketika Xiao pulang..


ketika pukul 7 malam..


barulah, hujan mulai redah, Xiao memberanikan diri masuk ke mobil jemputan Lin Mei, sementara Wang Tyang pulang lebih awal..


ketika sampai dirumah..


"kamu baik baik aja sayang" sapa Sung Ma


"baik oma, tadi Wang Tyang juga Lin Mei nemenin kok, terus batrai habis jadi gak bisa kabari mati lampu"


"yaudah masuk, yuk nak Lin"


"emm langsung pulang deh oma, soalnya dirumah juga takut nungguin"

__ADS_1


dan ketika selesai membuatkan bubur sup untuk Xiao


"oh mau telfon mama kamu, dari tadi tanya kamu belum datang" ucap Sung Ma


dan selesai menghubungi, terlihat Xiao tertidur pulas..


"hemm... anak ini.. tuhan itu memang adil.. ketika ada seorang anak sempurna segi fisik, harta, wajah, tahta, tapi akan ada kelemahan terburuk yang akan dimiliki nya" ucapnya pelan


lalu Sung Ma turun..


esoknya ketika kembali kesekolah..


"hari ini jadi dua aja kan?" tanya Wang Tyang


"iya nih, dan besok cuman satu jam sekolah" sambar Lin Mei


terlihat Xiao hanya terdiam lihat kearah jauh dibalik jendela kelasnya..


ketika Xiao menyadari temannya cukup banyak yang datang..


ia duduk kembali bersama Liu Xwe dan Hyung Tang


ketika jam pertama berakhir..


baik Hyung Tang maupun Liu Xwe sama sama memberikan perhatian..


"apa sih" bentak Xiao


"astaga Xiao, kaget" jawab Hyung Tyang


"ngapain sih berisik banget kalian itu"


ketika jam dimulai..


cuaca cukup cerah, sedikit lega Xiao melihatnya


"Xiao, aku duluan ya" sapa Lin Mei


tinggallah Xiao dan Wang Tyang


beberapa menit kemudian..


Wang Tyang juga turut pulang karna memang ibu nya sedang sakit..


tapi ketika keduanya sudah pulang, cuaca tiba tiba mendung..


tak lama hujan mulai turun..


jika ia paksa akan turun dan pulang karna belum terlalu deras, bisa saja di tengah jalan hujan semakin deras..


dan benar saja, hujan turun mulai deras


Hyung Tang tak sengaja menyentuh punggung Xiao ketika mengobrol dengan salah satu teman sekelasnya..


"eh maaf Xiao maaf ya" sapa Hyung Tang


Xiao terkaku diam


daaan setelah kesekian kalinya..


ia kembali menjadi Xiao yang lemah..


bahkan lebih lemah dari beberapa orang yang sering ia bantu dari pembulian


"Xiao" sapa Hyung Tang..


"bantu aku berteduh dari hujan" ucap Xiao dengan nada suara lemas dan tak seperti biasa


Hyung Tang mengangkat tubuh Xiao dan membawa nya masuk kemobil..


beberapa hari ini, kebetulan Hyung Tang membawa mobil kesekolah karna cuaca tidak mendukung


karna tidak tau dimana rumah Xiao, Xiao juga tidak membawa identitas pribadinya, Hyung Tang membawa Xiao kerumahnya...


sesampainya.. ia membawa Xiao ke kamarnya..


tapi Xiao sudah sadar.. tetap masih lemas..


"Xiao" sapa Hyung


"Hyung.. makasih" ucap Xiao


"soal ini? aku yang minta maaf tadi membuatmu terjungkal"


"gak masalah, aku gakpapa"


"gak apa gimana, kamu sakit ya, tadi dikelas gak apa, nih badan mu panas, kamu demam"


"aku lemas saja.."


tak lama telfon Xiao berbunyi..


"halo oma" sapa Xiao lemas


"Xiao, kamu kehujanan ya, kamu dimana,  bilang oma nak" ucap Sung Ma


"Xiao dirumah temen ma, tapi jangan bilang papa ya oma, Xiao yakin papa akan marah ke temen Xiao, padahal dia membantu Xiao"


"ta-tapi"


"ayolah oma, kumohon"

__ADS_1


"yasudah, sini oma mau bicara sama temen kamu"


dan Xiao memberikan ponselnya


"halo" sapa Hyung


Hyung memberikan teh panas dan keluar mengangkat telfon itu


"iya, nak, ini oma nya Xiao, titip di kamu dulu ya"


"oh ya oma, memang Xiao sedang sakit ya?" tanya Hyung


"Xiao itu anak yang bandel, sama dengan mama nya, dia itu gak bisa kena air hujan, pasti jatuh sakit, tapi dibilangi itu dia nakal masih aja main"


Hyung kaget, ia kini menyadari, kelemahan seorang Xiao hanya hal sepeleh yang bahkan orang berpenyakit keras pun tak masalah untuk berhujan hujanan..


"oma.. maafin saya ya, tadi sebenarnya Xiao tidak turun karna hujan mungkin, saya gak sengaja sentuh punggungnya sampai terjatuh tapi demi tuhan, saya benar benar tidak sengaja" jelas Hyung


"ya sudah gak apa, oma titip ya"


selesai dan menutup telfon..


Hyung berfikir ah lagi dan lagi.. dia kembali dikejutkan untuk kedua kalinya tentang Xiao


pertama, ia tak sangka selain pintar basket, Xiao juga sangat pintar bela diri dan kedua tentang satu hal kelemahan Xiao


ketika Hyung masuk dan memperhatikan wajah Xiao ketika tidur dan sedang demam..


"kamu tenang saja, aku tau tentang hal ini aku tidak akan mengatakan pada siapapun, orang terdekatku pun, orang tuaku pun" ucapnya pelan


sebenarnya Xiao sudah sadar hanya saja badannya masih panas tapi ia masih berpura pura tak sadar


ia memeluk Hyung


"jangan pergi" ucap Xiao


Hyung mengangkat dan melihat wajah Xiao ternyata masih terpejam, Hyung bernafas lega mengira Xiao mengigau


ketika dua jam lagi langit sudah akan terang..


Hyung hanya tidur dua jam menunggu Xiao dan terbangun masih dengan Xiao memeluknya..


ia pun melepaskan pelan tangan Xiao dan menggosok gigi pagi itu..


di hari ini adalah hari dimana tanggal merah dan tidak ada jam kuliah pagi, jam kuliah hanya satu dan itu malam, menggantikan jam yang dicancel salah satu guru


ketika Hyung keluar kamarnya...


dan melihat assisten rumahnya akan mulai memasak..


"buk.. emm biar aku saja" ucap Hyung


"ha.."


"iya aku saja, aku mau masakin temen aku"


dan ketika selesai memasak telur goreng dua butir, ia membawa ke kamarnya berniat membangunkan Xiao


tapi Xiao sudah tidak di ranjang tidurnya


ketika ia bingung dan kaget, ternyata Xiao berada dikamar mandi..


"Hyung" sapa Xiao


"ku kira kamu dimana" ucap Hyung bernafas lega


"apa"


"aku buatin kamu telur rebus"


"kamu yang masak?"


"iya..."


Xiao memakan dan benar benar lapar mungkin


"makasih" ucap Xiao


"ha?"


"harusnya kamu ganti pakaianku bodoh, aku bari kehujanan dan baju basah tapi gak menggantikan bajuku" gerutu Xiao


"ha.. aku ganti bajumu, eng-enggak salah?"


Hyung menatap Xiao heran..


"eh emm maksudnya ini, apa, ya bisa suruh kan kamu punya asisten rumah perempuan"


"bajumu gak terlalu basah kok, sampai rumah ku juga lumayan kering"


"ouh.."


dan ketika siangnya ia pun pulang..


Hyung memaksa mengantarkan Xiao pulang tapi Xiao menolak


"kamu jangan keras kepala, badanmu masih hangat, nanti malam masih ada jam, ayo masuk mobil aku antar" ucap Hyung


Xiao tetap melanjutkan jalan dan pergi dari rumah Hyung..


sesampainya dirumah..

__ADS_1


"gimana? badan kamu?" tanya Sung Ma


"udah enakan kok"


__ADS_2