Satu Nama Sebuah Kisah

Satu Nama Sebuah Kisah
Syahdu & Rindu


__ADS_3


memiliki sebuah nama cantik itu adalah kebanggaan ditambah ketika mengetahui arti sebenarnya...


RINDU NIAS NASYILAH


panggil saja nama nya rindu...


seperti yang ada pada deskripsi cover..


Rindu adalah gadis yang sejak kecil bahkan sejak lahir, ia mengalami dua kepribadian ganda..


ia baru sadar ketika berusia 13 tahun..


dan butuh waktu 2 tahun mulai awal dia mengetahui itu dan mengatasi masalah itu


dan kini ia beranjak menjadi gadis remaja berusia 15 tahun, dan diusia nya ini lah ia sudah mampu mengendalikan emosinya


"Rindu.. aku kemaren main ke rumahmu kan masuk kamarmu? kok ada tas Ransel, itu mahal banget sumpah rin" ucap teman sekolahnya


"oh itu milik tanteku, nitip aja"


"wah kirain punyamu"


yaa sering memang seperti itu...


ketika ada masalah, dan membuat kepala nya seperti berat dan pusing, Rindu akan tertidur dan beberapa menit terbangun akan menjadi sosok lain..


Rindu terbilang anak tajir...


segala kebutuhannya selalu dipenuhi orang tuanya yang tajir mlintir, bahkan uangnya sering tak habis dalam waktu sebulan karna terlalu banyak ayahnya memberikan uang jatah bulanan..


tapi Rindu adalah orang yang tidak terlalu pintar mengatur uang, ia akan membeli apapun keinginannya sekalipun tak terlalu dibutuhkan


"rindu.. mama mau ke dokter Weda, kamu mau cek sekarang gak?" tanya Lirna, ibu Rindu


"enggak ma, jam nya gak sama, biar nanti Rindu berangkat sendiri"


"oh yaudah mama pergi ya sayang"


"ya maa"


dan sejak ia mengetahui hal yang sering dialaminya..


Rindu rutin sebulan sekali untuk kontrol ke dokter Weda, dokter yang puluhan tahun dipercaya oleh keluarga Rindu mulai dari buyut atau nenek tertua Rindu


ketika Rindu sampai di rumah sakit dan disambut oleh Weda..


"duduk Rindu" sapanya


"makasih dok"


beberapa menit memeriksa


"kamu kan sekarang udah mulai besar dan mengerti, kamu berhati hati mengendalikan dua sifat dalam satu tubuh ini ya" jelas Weda


"iya dok, tapi apa seterusnya begini? apa tidak bisa disembuhkan?"


"disembuhkan tidak bisa, bisa hanya mencegah"


"lalu apa seterusnya seperti ini? saya sering banget bingung ketika sedikit masalah beban ke pikiran, udah pusing, tidur, dan saya pikir tidur saya 5 jam, tapi selama itu ternyata saya sudah jadi orang lain, dengan pakaian yang jauh berbeda dengan pakaian saya sebelum tidur tadi... sering juga barang barang mahal, diseluruh ruangan aksesorisku" jelas Rindu


"iya.. itu seterus nya seperti itu, hanya saja kamu terus bersabar, cuman kalau kamu masih sering depresi, memikirkan hal berat, itu terus akan bertambah seorang baru"


dan tak ingin menambah masalah, rindu cukup menikmati tanpa memikirkan membuat beban tambahan..


suatu hari ketika ia sedang terlalu banyak tugas yang belum selesai, ia menyenderkan kepala di tembok kamar nya, dan kembali terbangun...


namun bukan lagi seorang Rindu, tapi ia selalu menyebutkan namanya adalah Syahdu..


yaa ketika pribadinya yang lain muncul menjajahnya ia sangat yakin dirinya adalah Syahdu..


Syahdu berbeda dengan Rindu, Rindu yang selalu berpanampilan biasa dengan celana street jeans panjang, dan tak pernah memakai bawahan diatas lutut dan baju kaos oblong selalu dipadukan dengan blezer hem khas cewek tomboy jika keluar sepatunya selalu sepatu sport


berbeda dengan Syahdu, yang selalu memakai baju tidak pernah dibawah lutut, selalu diatas lutut, tetap menyukai baju kaos oblong dengan blezer kotak kotak namun selalu memadukan dengan bandana senada dengan sepatu dan sepatu selalu kets yang berheels


kembali perbedaannya, Rindu sering diam, sendiri, dan tanpa teman.. hidupnya terlampau sepi, sementara Syahdu lebih humble, Syahdu cepat berteman, dan sering menghabiskan waktunya dengan foya foya..


inilah gunanya seorang Rindu yang sangat mengikat kencang ikat pinggangnya supaya jika berubah menjadi Syahdu ia tak menyusahkan orang terutama ayah ibunya

__ADS_1


walaupun orangtua nya paham akan yang dialami anaknya


"Syahdu? mau ke mana?" tanya Lirna


"shopping ma, mama nitip"


"enggak, hati hati ya"


"iya ma"


dan sangat lah mengerti kondisi anaknya, Lirna tak pernah melarang dan Lirna tau betul siapa anaknya, membedakan ketika sang anak menjadi Rindu dan ketika menjadi Syahdu


jika orang diluar akan susah menyamakan Rindu dan Syahdu, tidak dengan Lirna dan suaminya yang adalah orangtua kandung Rindu sekaligus Syahdu


bahkan dari segi make up lah membuat kedua nya benar benar menjadi dua karakter berbeda...


tak tanggung Lirna menyiapkan dua kamar sekaligus untuk anaknya itu, bukan memanjakan kelemahan Rindu, tapi Lirna tau betul jika tidak ada dua kamar seperti sekarang, Syahdu akan diam berjam jam, tidur, dan beraktifitas lainnya di gudang..


suatu ketika, ketika itu Brahma, ayah Rindu, mendapat panggilan dari sekolah Rindu, dan ia menghubungi Lirna untuk berangkat bersama...


"kenapa pa?" tanya Lirna pada suaminya


"tadi guru Rindu ngubungi papa, katanya ada yang ngaku ngaku Rindu.." jelas ayah Rindu


"ha.. apa disituasi sekolah Rindu tertidur dan menjadi Syahdu?"


"entahlah ma"


dan ketika sampai, Lirna dan Brahma tiba disekolah Rindu dan berpapasan dengan Tinta..


Tinta kebetulan baru akan berbicara dengan kepala sekolah


Tinta sendiri adalah salah satu teman disekolah Rindu


"silahkan ibu bapak duluan mungkin lebih perlu dari saya" ucap Tinta


"oh gak apa kan kamu duluan yang sudah disini"


"gak apa Tinta, kamu tunggu di bu Nadia" ucap Toha, kepala sekolah disekolah Rindu


"ya pak" jawab Tinta


Toha, kepala sekolah mempersilahkan Lirna dan suaminya duduk..


"gimana pak anak saya sekarang, dimana dia?" tanya Lirna


"maaf bu ya, misalkan saya singgung, saya bukan bermaksud, cuman tadi ada gadis, tiba tiba masuk, dengan baju sangat minim, rok sangat pendek yaa seperti anak jaman sekarang begitu buk, tapi mengaku sekolah disini dan dia tunjuk meja kursi milik anak ibu" jelas Nadia


"sebelumnya saya minta maaf pak, mungkin bapak tidak mengenali siapa itu, tapi dia Syahdu" jawab Lirna


"oohh namanya Syahdu" jawab Toha


"iya dia memang Syahdu, dan sekarang apa Syahdu masih dikelasnya?" tanya Brahma


"masih, cuman saya cari kemana Rindu?" jawab Toha


"apa bapak benar benar tidak tau jika yang masuk ke kelas itu adalah rindu" tanya Lirna


"apa maksudnya ya bu?" tanya Toha


"maaf pak tapi kami punya privasi.. saya cuman ingin menshare supaya selanjutnya bapak tidak lagi kaget.. sebenarnya Syahdu itu adalah Rindu" jelas Lirna


"ha.. bagaimana?" tanya Toha kaget


"iya Rindu ataupun Syahdu itu satu orang yang sama, Rindu didiagnosa berkepribadian ganda pak oleh dokter, yang membedakan keduanya ya cuman gaya penampilan terutama make up nya pak" jelas Lirna


"yang serius bu, waduh maaf ya bu, pak, bukan saya menyinggung, kalau begini kan saya bisa wanti wanti guru lainnya" kata Toha


"iya pak, tidak masalah, tapi saya minta pak, ini untuk para guru saja ya, kalau teman teman nya jangan dulu, takut mereka tidak ada yang menyebar cukup jauh lagi" kata Brahma


"baik pak" jawab Toha


dan setelah percakapan itu..


Lirna meminta izin untuk bertemu Rindu yang sekarang menjadi Syahdu itu...


"oh boleh bu, sebentar saya telfonkan bu Nadia"


dan ketika Nadia datang ke ruang Toha, Nadia ada wakil guru dari kelas Rindu, datang bersama Tinta..

__ADS_1


"oh yaudah bu Nadia, sekalian Tinta masuk ke ruang kelas Rindu ya, kan disana ada satu bangku yang kosong?" ucap Toha


"iya pak" jawab Tinta


dan ketika sampai dikelas...


Nadia mengenalkan Tinta..


oh iya, saya juga belum kenalkan Tinta ya?


sekalian saya kenalkan Tinta sekarang..


Tinta adalah anak baru dikelas Rindu, dan ia pindahan dari aceh, ia pindah karna ibunya yang ingin mencari suasana baru karna ayah Tinta baru meninggal dan memutuskan berhijrah keluar dari aceh saja


setelah Nadia mengenalkan Tinta dan mempersilahkan duduk di barisan meja ke 2, tepat didepan meja yang berada disamping Rindu, lebih spesifik Tinta duduk di arah jam tangan nomor 2


kalau masih belum paham yasudah cerna sendiri saja seenak kalian yaa hehe


dan Nadia mempersilahkan Syahdu bertemu kedua orang tuanya


"mama.." sapa Syahdu manja


"kamu kenapa?" tanya Lirna


"aku gakpapa ma, guru guru suruh aku pulang, masak gak kenalin aku, kenapa sih ma?"


"rokmu terlalu kecil, mana rok yang lebih panjang?"


"panas ma, cuaca nya gerah"


"sayang ini sekolah, bukan tempat bebas harus ada aturannya, tadi mama dimarahi sama kepala sekolah, kamu ganti ya, roknya aja deh" kata Lirna


Syahdu kembali masuk dengan rok yang sebelumnya dikenakan Rindu, rok dibawah lutut..


"permisi buu" sapa Syahdu


"masuk, nah rok ini lebih bagus, yaudah duduk saja" jawab Nadia


sejak itu seluruh guru dan staff lainnya tau apa yang dialami oleh Rindu, mereka menjaga Rindu selama disekolah atas permintaan Brahma dan Lirna


beberapa jam ketika itu jam istirahat berbunyi..


Syahdu mengenakan handset dan memutar musik..


suasana kelas benar benar sepi dan hanya ada beberapa anak yang sliweran..


ketika Tinta baru dari kantin dan melihat dari jendela kaca kelasnya.. ia fokus hanya kepada Syahdu


"kenapa Tin?" tanya Sahrul teman sebangku Tinta


"ah gak papa.." jawab Tinta


"yaudah ayok"


"oh iya iya"


dan ketika Tinta masuk dan duduk di kursi nya, sesekali ia melirik kearah Syahdu, dan Syahdu yang menyadarinya langsung melepas handset ditelinganya lalu berdiri mendekati arah Tinta


"apa?" tanya Syahdu


"ha.. maksudnya?" tanya balik Tinta


"maksudnya maksudnya.. lu apa liatin gue?"


"gak kok, sorry deh"


"gue sih santai, gerah aja diliatin.. anak baru juga lu" ucap Syahdu


"iya.."


"apasih, kamu juga asing malah dikelas ini" kata Sahrul


"apa maksudnya?" tanya Syahdu


"udah eh... udaah"


saat sebelum istirahat kedua, guru memberi pengumuman kepada kelas Syahdu agar menganggap Syahdu murid baru disana, dan neminta agar mereka jaga sikap


ketika jam terakhir tanpa guru, dipakai ketua kelas untuk mengisi pelajaran titipan dari sang guru

__ADS_1


__ADS_2