
"emm gue kan dijemput sama mama gue tau sendiri kan?"
"udah bilang kok aku ke mama Lirna.."
"haa.. kapan?"
"baru aja, aku udah telfon"
"emang kenal?"
"dih lupa ya, yang pertama kali kita kenalan, yang sama sama nunggu jemputan kan"
"oh iya iya.."
dan ketika pulangnya.. mereka pun pulang bersama..
"ke mall?" tanya Tinta
"terserah"
"lah kamu maunya kemana?"
"terserah aja, eh tapi aku mau ambil sepatu di mall depan situ, kita mampir kesana aja"
"yaudah boleh"
selama di mall, Tinta kini sangat bisa membedakan Rindu dan Syahdu..
Syahdu lebih pintar memilih merk ternama dan barang barang brended..
sementara Rindu lebih kepada apa yang membuatnya nyaman tak masalah soal harga yang murah..
setelah mereka selesai belanja baru mereka pun pulang..
Tinta berada dirumah syahdu cukup lama..
bahkan Tinta menumpang mandi, makan, dan tidur sore disana.. Lirna juga tak keberatan tambah bersyukur jika ada orang yang tulus berteman dengan anaknya..
setelah malam...
"mau kemana?" tanya Tinta yang baru bangun tidur
"ke club"
"sama siapa?"
"ama temen temen gue lah, udah diem aja dirumah atau pulang aja gih"
"mana ada? aku ikut"
"dih mana tau soal club?"
"he ngina.. gue sering ke club club malam"
"hemm.."
dan ketika sampai, Tinta kaget pertama kali yang disapa oleh Syahdu adalah Bilqis dan Yoga
kaget karna bisa lebih akrab Syahdu ketimbang ia
"hai syah.. wah berapa lama lu gak kesini?" tanya Bilqis
"halah palingan berapa.. kangen ya kalian"
"sumpah gak sama lo gak rame coy"
"ma siapa?" tanya Yoga
"eh iya.. ini temenku" ucap Syahdu mengenalkan Tinta
"loh Tinta?"
"Bilqis, Yoga,"
"kalian kenal?" tanya Syahdu
"kenal lah, dia temen sekolah ku dulu, temen kecil" jawab Yoga
"terus kamu sama dia?" tanya Bilqis ke Syahdu
"ya aku temen dia disekolah sih, cuman dari siang pulang sekolah tadi dia dirumah.."
Yoga dan Bilqis menarik tangan Tinta..
dan melemparkan banyak pertanyaan..
sementara Syahdu asik berjoget ria
"sumpah demi apa lu kenal dia? eh Tinta dia cewek paling hits di jakarta ini.." jelas Bilqis
"ah masa sih?" tanya Tinta
"enggak bro, tunggu tunggu.. lo kenal dimana?" tanya Yoga penasaran..
"gue kasih tau ya.. dia itu cewek terkenal remaja terkeren.. semua barangnya branded dan mahal mahal, dia super kaya bro, dia aja kalau mau sama laki ya gak mau yang rehe.. cuman kadang gue heran sih, dia sering ngilang.. jarang dateng kesini, gue datengin dirumahnya, maksud gue ama yoga kan silahturahmi.. kadang ada, kadang dibilang ama nyokabnya ke luar negri" jelas Bilqis
"gini gini, okeh, kalian kan deket ama Syahdu, juga kalian kenal siapa gue.. gue kasih bocoran.. Syahdu itu... Rindu" jelas Tinta
"Syahdu itu Rindu maksudnya gimana ya?" tanya Bilqis
"gini gini, kalian inget gak kita ketemu pertama dimana gue ama siapa?"
"inget inget"
"inget cewek yang ama gue?"
"ah.. yang namanya Rindu?" tanya Bilqis
"nah, Rindu yang ama gue kemaren itu ya Syahdu yang ada di depan kalian sekarang.."
"ah.. gimana gimana, pusing gue"
dan cukup waktu lama menjelaskan keterkaitan Rindu dan Syahdu barulah Bilqis dan Yoga mulai mencerna dan mengerti
"serius lo, beneran sih pertama ketemu kek kenal tapi siapa, gue mikir kaga pernah gue temenan sama cewek yang agak agak gak mikir penampilan, soalnya tin, temen gue semua penampilan utama" jelas Bilqis
"itu dah, perbedaan keduanya"
"itu apa sih, penyakit? atau sindrom? atau gimana sih gak paham" tanya Yoga
" kata ibunya sih... dokter bilang itu dampak dari pikiran rind6u yang sering memikir hal berat dan selalu ingin diselesaikan sendiri tanpa bantuan orang.. alhasil jadi kaya yang depresi dan kepribadian ganda itu terjadi, ini masih satu, kan ada kasus sama bahkan sampai kepribadian ganda 5, ganda 6, dan seterusnya" jelas Tinta
"iya sih, gue sempet juga baca artikel"
"aaah baru tau gue, tapi jauh banget dong dandanan nya ya gak sih, kalau aku lihat Rindu, sederhana kan anaknya" kata Bilqis
__ADS_1
"naah"
"ooyy ngapa disitu ajee" teriak Syahdu
dan mereka pun kembali berkumpul dengan Syahdu..
setelah malamnya pulang..
melihat kekamar ibunya.. Tinta langsung mengunci pintu rumah dan tidur
paginya...
"semalem pulang jam berapa? mama sampai ngantuk nungguin kamu" tanya Risma
"jam 1 ma, biasa anak muda lupa waktu kan biasa"
"sama Rindu?"
"Syahdu"
"oh Syahdu yang dulu pernah ketemu?"
"iya"
"ajaklah dia kesini"
"iya kapan kapan"
dan terdiam sejenak menikmati sarapan bikinan Risma, ibunya..
"ma.." ucap Tinta
"iya"
"mama lebih suka sama Syahdu atau sama Rindu?" tanya Tinta
"mama? mama sih gak ngeharusin kamu ya.. cuman mama lebih suka sih ke Rindu... soalnya bajunya lebih sopan, cara bicara juga, walaupun gak cantik.. tapi Rindu anaknya sopan, mama suka juga dua nya sih"
"kalau Syahdu?"
"Syahdu sih mama suka, tapi biasa aja, mungkin dia dari keluarga kaya raya ya, soalnya pas pertama ketemu itu kan dia pakai sepatu, itu sepatu dari jamannya mama sama papa pacaran, perusahaan nya selalu bikin sepatu mahal dan yang dipakai kemaren sama syahdu pernah mama tau sepertinya bekisar 60an"
"tahun 60an?" tanya Tinta
"bukan, 60an maksudnya 60 jutaan"
"ha.. serius sepatu doang segitu harganya ma"
"beneran, serius mama, orang mama penggila barang begitu cuman sejak papa gak ada mama sadar diri"
dan waktu yang tepat untuk Tinta mengatakan dan menceritakan siapa Rindu dan Syahdu kepada Risma, ibunya
dan kagetnya Risma mendengar ucapan itu...
dan sejak itu, Risma bersimpati, ia memberi perhatiannya sebagai tanda ia peduli kepada Rindu terutama kepada orangtuanya yang tentu sabar dalam masalah ini..
Risma memaksa meminta alamat rumah Rindu dan bertemu ibu Rindu, bu Lirna..
suatu hari ketika Rindu dan Tinta sama sama sudah berangkat kesekolah, kebetulan juga Lirna sedang tak ada pekerjaan, kebetulan Brahma juga sudah berangkat..
sesampainya dirumah Lirna, Risma mengetuk pintu rumah itu
ketika membuka...
"siang bu, masak lupa sama saya"
"emm siapa ya?"
"saya ibunya Tinta, dulu kita pernah ketemu ibu kan jemput Syahdu"
"oh astaga bu, maaf bu, asli lupa saya, sudah lama loh saya gak ketemu jadi agak lupa"
"iya itu dah saya dapat alamat rumah dari Tinta, katanya Tinta sering main kesini" ucap Risma
"iya bu sering banget, ayok masuk"
"bu saya bawakan sarapan"
"loh loh apa apaan ini repot repot aja"
"ya gak repot lah bu, kan saya juga belum sarapan, sengaja bawa kesini biar ada temennya, terus papanya Rindu kemana?"
"suami sudah berangkat bareng Rindu tadi.. sebenernya gak sepagi itu sih, cuman kan demi anak bu"
"iya betul, apapun demi anak"
"terus suami ibu?" tanya Lirna
"saya single mother bu"
"ha.. aduh maaf bu"
"gakpapa, makanya saya seneng dapet kabar kalau Tinta sering main kesini deket juga sama papa nya Rindu.. dia seneng bu seperti ketemu ayah baru gitu katanya"
"haha serius, bisa aja itu"
mereka pun mengobrol sembari menikmati makan paginya dan mengobrol juga tentang rindu dan Syahdu
Risma menjelaskan jika ia tau semua tentang Rindu dan Syahdu, disana juga Lirna meminta maaf jika mungkin ada sikap baik saat jadi Rindu atau jadi Syahdu
"mari bu saya antar ke kamar Rindu sama Syahdu" jelas Lirna
"ah serius ini saya kan orang asing, gak takut ada yang hilang atau gimana gimana?"
"ah enggak lah, Tinta sering juga main kesini"
ketika masuk kamar Rindu dan Syahdu, benar benar membuat Risma, ibu Tinta itu heran..
"ternyata benar ada ya bu seperti itu, saya juga turut berduka bu, semoga segala nya baik baik saja, terpenting kan Rindu ataupun Syahdu dalam kondisi baik sudah cukup" jelas Risma
"iya bu...saya berfikir sama..."
dan sejak itu, risma (ibu tinta) dan lirna (ibu rindu) menjalin tali persahabatan, saling berbagi cerita anak masing masing..
setelah beberapa hari, barulah Tinta menyatakan cinta nya kepada Syahdu..
"Syahdu.." sapa Tinta
"hem" jawab Tinta
"aku mau jujur sesuatu"
"jujur? dih ada apa lu?"
"kamu mau tidak jadi pacarku?" tanya Tinta
__ADS_1
"ooh" ucap Syahdu seketika menatap Tinta tajam
"aku serius, aku sayang sama kamu, kita dekat selama ini buat aku suka" kata Tinta
"tapi aku bukan tipe kamu"
"cinta mengalahkan segalanya"
"tapi aku bukan kamu pikirkan, aku.." kata Syahdu terpotong
"aku tau semuanya Syah" kata Tinta
sebagai bukti cintanya, Tinta ingin menjadi dua orang berbeda demi Rindu.. Tinta bisa menempatkan dirinya ketika dengan keduanya diwaktu berbeda..
dan dalam sejarah, Tinta lah yang berani melakukan itu demi cinta
akhirnya karna kegigihan Tinta mengatakan perasaannya jadilah Syahdu menerimanya dengan syarat tetap bersabar menghadapi tempramen tinggi dari Syahdu, dan Tinta menyanggupinya
*skiptime....
ketika Rindu dan Tinta sudah lulus sekolah, mereka nekad memilih untuk menikah diusia yang sama sama muda masih 19 tahun...
benar benar fresh baru lulus dari bangku sekolah..
Brahma kekeh ingin membiayai pernikahan Rindu dengan Tinta namun Tinta menolaknya saat Tinta dan ayah Rindu duduk dan mengobrol tentang pernikahan..
"pa.. biarkan semua tanggungan saya, karna nanti saya ingin menikahi Rindu juga Syahdu" kata Tinta
"ha.. kamu serius" tanya Brahma
"serius pa, saya ingin menunjukkan biar nanti saya sama sama sah suami Rindu juga sah suami Syahdu.."
"ya kan nanti buku nikah dan surat lainnya juga cuman dapat satu"
"iya... ya gakpapa, saya sudah konfirmasi sama pak de saya, pakde saya kan juga penghulu"
"ya itu terserah kamu, saya titip Rindu ya nak intinya"
tak lama Lirna datang....
"nanti sesudah menikah, kalian tinggal sama kami ya" ucap Lirna
dan tiba tiba muncul juga Risma
"jangan, kalau sama mbak Lirna, yang ada nanti Tinta gak ada usahanya untuk senengin istri pakai uang sendiri" jelas Risma
"gakpapa bu, kan Rindu butuh saya" kata Tinta
"gini aja, semua kan yang jalanin mereka ma" ucap Brahma...
saat Tinta bicara berdua dengan Rindu
"Rindu, makasih ya sudah mau menjadi istriku" kata Tinta
"iya, aku berharap kamu bisa tuntun aku ke jalan yang benar dengan kekuranganku" iata Rindu
"aku cinta sama kamu" kata Tinta
"sama lah, aku juga"
tapi berbeda ketika Tinta bicaranya dengan Syahdu
"Syah, makasih sudah bersedia jadi istriku" jata Tinta
"ya asal lu bisa aja mengendalikan gue, gue udah bilang, gue cuma butuh lelaki mampu terima gue, makanya gue mau sama lu karna lu baik buat gue" kata Syahdu
"kamu cinta aku?"
"ya lah"
"aku cinta kamu"
"hehe, iya sama"
beberapa hari kemudian mereka benar benar menikah diusia sama sama muda, karna Rindu juga bersedia dan Syahdu juga bersedia
prinsip keduanya antara Rindu dan Tinta adalah hidup dan sukses untuk berjuang bersama. ..
bukan menunggu sukses dulu baru menikah..
lebih baik bersama dulu berjuang dan menikmati kesuksesan dalam kebersamaan..
namun mereka membuktikan walaupun pernikahan dini bukan berarti akan cepat pula berpisah karna sifat labil dan sifat kekanak kanakkan, berniat untuk Tinta bisa menjaga Rindu sekaligus kekurangannya yaitu Syahdu
namun ada satu sisi lain dimana Tinta yang lebih sering mengalah dan selalu menuruti permintaan Rindu bukan berarti Tinta orang yang lemah, tapi itu cara dia mempertahankan hubungan..
jika tidak ada kesadaran saling mengalah, hubungan seerat apapun akan cepat berpisah...
dan mereka bahagia, menjalani kehidupan setelah menikah dengan tentram dan aman
.
.
.
.
.
.
.
-SELESAI-
cast pemain :
Rindu Nias Nasyilah / Syahdu Nias Nasyilah - orang yang sama
Tinta - pacar Rindu Syahdu
Lirna - ibu Rindu Syahdu
Brahma - ayah Rindu Syahdu
Risma - ibu Tinta
Nadia - guru wakil kelas
Toha - kepala sekolah
Onil - ketua kelas
Sahrul - teman sekelas
__ADS_1