Satu Nama Sebuah Kisah

Satu Nama Sebuah Kisah
NA #4


__ADS_3

mendengar kabar dia putus dengan Sami, Nirmalla tidak peduli itu, tiba-tiba ia mendekati Nirmalla dengan Diandara


"hai mantan sahabat, Nirmalla" ucap Diandara


"darrr.. emm, kenapa?" tanya Nirmalla kearah Noni


"ku rasa kau sudah mendengar kabar putus ku dengan Sami, karna kamu" ucap Noni


"iya banyak yang dengar tapi tidak dengan Malla, dia tak peduli lagi soal itu, hidup Malla sedang bahagia dengan Dipo" jawab Diandara


"diem bisa gak?" ucap Noni


"no problem" jawab Diandara


Noni menjelaskan bahwa Sami, dia memutuskan Sami karna dia lebih penting kan persahabatan nya dengan Nirmalla..


bisa bisa nya Noni mengatakan memilih sahabat daripada lelaki padahal ia sudah menjalani hubungan dengan Sami


"halah, lagu lama, udah lah Malla jangan denger, jangan pikir gue begok, gue tau cerita asli lu putus ama Sami" ucap Diandara


"lu apa sih, diem deh" jawab Noni sedikit nada kerasnya


"oh okeh, gue beber sekarang.. denger ya Malla.. dia pacaran sama Sami, diputusi, bukan dia yang mutusin, karna Sami lebih sayang dan butuh sama kamu, karna dia ini nih gak becus jadi pacar baik seperti kamu dulu, makanya dia ditinggal sama Sami, dan mohon balik jadi sahabat mu jangan harap gue rela" ucap Diandara


"benar itu Non?" tanya Nirmalla


Noni hanya diam, mungkin malu dirasakannya karna apa yang diucapkan Diandara disana semua nya benar


"gak nyangka aku kamu segini jahat, kamu beda, kamu bukan Noni dulu, aku sudah relakan Sami, tspi ini balasanmu buat ku?" tanya Nirmalla


"Malla jangan mau kemakan omongannya dia" kata Noni


"maaf, aku sekarang bahagia sama pacar ku, jadi aku tidak memikirkan hal lain selain kebahagiaan ku" kata Nirmalla


"eh gak ada bedanya ya Malla, gue ama Diandara, buktinya dia deket kan sama cowok lo, dulu aja dia buang, dikasih ke lu karna lu dianggap remeh, tapi gue banyak bukti kedekatan mereka dibelakang lu, jangan jangan sama lagi seperti gue sama Sami" ucap Noni


Nirmalla dan Diandara saling bertatapan, lalu Diandara mengeluarkan lembaran kartu keluarga lama, yang belum diganti nama ibunya dengan almarhum ibunya itu, tertera bahwa didalam kartu keluarga, Dipo dan Diandara sekandung


"malu kan lo, makanya jangan ngoceh sebelum tau ceritanya, wajar kan gue deket dan saling sayang sama Dipo? wajar lah, dan soal gue minta Malla deket sama Dipo karna Dipo minta, Dipo suka sama Malla pandangan pertama, dia minta bantuanku" jelas Diandara


"udah ya Noni, siapa yang kamu bicarakan soal siapa Diandara itu aku yang lebih tau dia" kata Nirmalla


Noni yang mendengar merasakan malu,bia berlari kecil meninggalkan mereka disana, menangis,, tak lama saat Nirmalla dan Diandara bercerita, Noni mendatangi mereka bersamaan dengan Nino


"kalian apain adik gue" ucap Nino


"kita apain? lucu ya adikmu, anj**g pun kalah" ucap Diandara


"lu diem ya dasar pelakor" ucap Noni


"pelakor? ya iyalah, cantik gue ketimbang lu, jelas pacar lu milih gue" ucap Diandara


"Malla, kamu kenapa tega sih" tanya Nino


"apa sih ribut-ribut" ucap Dipo


Dipo tiba-tiba datang dengan menyeret Sami


"kalian ribut karna dia?" ucap Dipo


"Sami, Dipo" ucap Nirmalla kaget


"lu bilangin, jangan lagi ganggu pacar gue, elu, maupun kalian berdua" ucap Dipo kepada Sami dan kedua teman pacarnya disana, Nino dan Noni


Sami menarik tangan Noni keluar begitupun Nino akhirnya mereka keluar


"dasar, anak gila" ucap Diandara


"udah sabar, aku kan udah sabar" kata Nirmalla


"capek gue" ucap Diandara


hari-hari pun kembali tenang


hingga esoknya Diandara mendatangi rumah Nirmalla


"hai Malla, lagi nyiram" sapa nya


"iya nih, hampir seminggu lupa gak dirawat karna banyak tugas untung aja gak layu" ucap Nirmalla


"hem, aku boleh curhat?"


"boleh boleh"


"menurutmu bagaimana jika aku berhijab?"


"kamu mau berhijab? kok sama? aku juga lagi persiapan untuk berhijab ini"

__ADS_1


"oh ya Malla?"


"insya Allah, susah nabung hijab, dan baju-baju islami, nantik kalo jadi aku mau berhijab tapi putus dengan Dipo"


"Kamu mau putusin kak Dipo kalo udah berhijab? Kenapa?"


"kalo berhijab gak boleh pacaran, ta'aruf"


"waduh, aku gak bisa pacaran ya, gimana sama karier ku, gimana sama supermodel ku? gimana sama pendapatan ku?" ucap Diandara mengeluh


"rezki ada yang mengatur, percaya lah"


"iya sih, yaudah pikir panjang lagi deh yang mau berhijab"


"yaudah, kalo bisa lebih cepat lebih baik"


dua hari kemudian Nirmalla mulai memakai hijab, ia kira Dipo akan tidak suka apalagi menjauhi nya, ternyata tidak, dia justru mendukung Nirmalla


tak lama setelah berhijab, Diandara pun mengikuti Nirmalla, tapi hanya saat kuliah..


cepat bukan keputusan Diandara, tapi harus menghargai, karna sesungguhnya bukan dari niat tapi dari kemauan, bukan dari hati tapi dari keterbiasaan


"kamu kenapa memakai hijap?" tanya Nirmalla


"aku hijrah lah"


"iya aku tau, bukannya baru kemaren berbaju baru rapi dan itupun masih masang tutup ya?"


"aku capek Malla, di bilang pelakor, aku capek dibilang wanita hina, padahal aku sudah berusaha lebih baik lagi"


"sabar, mungkin sudah jalannya agar kamu bisa berubah begini"


"kamu kapan Malla?"


"aku ya? hehe gampang" ucap nya


"aku tunggu ya" ucap Diandara


Nirmalla mengelus lengan Diandara, menandakan Nirmalla berusaha lebih lagi dan salut dengan perubahan Diandara, dia beristiqomah, dia berpegang teguh pada pilihannya, dan Nirmalla salut itu, Nirmalla saja masih harus memperkuat dulu iman baru menyusul jika Allah merestui


"Dipo, aku mau kita putus" ucap Nirmalla mendadak


"apa ? salahku apa yankk?" ucap Dipo


"Dipo gak salah, aku berhijrah dan aku ingin fokus, jadi aku masih tak mau berpacaran karna fokusku akan terbagi"


"yaudah tapi kita masih bisa bersama kan?"


"Okeh"


hari-hari bahagia penuh canda tawa tiba-tiba saja berubah dalam sekejap, saat ibu Sami menghubungi Nirmalla melalui ponsel


"Malla.." ucapnya


"iya, saya sendiri, ini siapa?"


"saya ibunya Sami, kamu bisa bantu tante, kita bisa ketemu mungkin sore ini?"


"oh bisa tante, dimana"


"saya kirim alamatnya, ini di pasarroti"


"iya"


pasarroti adalah Nama caffe...


sesampainya Nirmalla di tempat yang dituju


"Malla ya?" ucap ibu-ibu


"iya saya bu, ibunya Sami ya?"


"iya duduk nak" sapanya


Mia, adalah nama ibu Sami, disana Mia menceritakan bahwa anaknya mengidap penyakit kanker otak stadium 2 lanjut


"turut berduka cita ya te" ucap Nirmalla


"iya, makasih nak, tante cuma ingin menceritakan kepadamu, karna tante tau nya kamu pacarnya Sami"


Mia juga bilang pada Nirmalla, ia meminta nya juga merawat anaknya, menjaga anaknya, karna ia tau, anaknya masih mencintai Nirmalla


Nirmalla bingung harus bicara apa pada Dipo, pasti tidak akan di izinkan, akhirnya Nirmalla memutuskan diam, tidak menceritakan


"Malla?" sapa Sami ketika tau ada Nirmalla datang


"ya, apa kabarmu?"

__ADS_1


"baik, kamu ngapain?"


"aku lewat jadi mampir, sudah lama tidak ketemu sama tante Mia juga" kata Nirmalla berbohong


semua harus ia karang cerita karna Mia meminta agar tidak menceritakan kepada Sami jika Mia yang meminta untuk Nirmalla datang


Nirmalla sembunyikan semua nya dari Dipo dab Noni, tapi sering jalan bersama lagi dengan Sami membuat Noni juga mulai memanas


"kalian, balikan?" tanya Noni


"kamu, ngapain sih, kita udah putus" ucap Sami


"bukannya lu pacar Dipo, oh lu selingkuh dan ada hubungan lagi kalian?" ucap Noni


"jangan tunjuk dia, jangan lagi ganggu aku" ucap Sami


"kenapa Sam" tanya Noni


"kamu egois Noni, sana pergi"


"aku egois apa?"


"kamu egois, aku sudah bertahan buat kamu, kamu tetap mwminta putus kan? gak ada berjuang buat aku"


sifat asli Noni memang, egois, tapi Nirmalla tak masalah, karna memang sudah bersahabat lama juga, tapi tidak untuk sekarang, dimana semakin membuat Nirmalla bingung tentang sikap Noni


lima bulan berlalu, Nirmalla masih menutupi dari Diandara maupun Dipo, hingga akhirnya terdengar sampai pada telinga Dipo


"sini.." ucap Dipo menarik tangan Nirmalla keluar dari ruang kelasnya


"ada apa Dipo?"  tanya Nirmalla


Diandara yang melihat sedikit aneh dengan sikap kakaknya mengikut mereka disana, Nirmalla tau dia menguping..


"kamu balikan sama Sami?" ucap Dipo


"Sami? ya gak lah Dipo, apaan sih"


"Ini apa?"


Dipo memberikan bukti beberapa foto dan video kebersamaan mereka, memang ada disalah satu video Nirmalla sedang menyuapi sami makan, itupun karna waktu itu kondisi Sami drop


"aku bisa jelasin Dipo" ucap nya


"yaudah jelasin, sekarang"


"gak bisa sekarang Dipo"


Tiba-tiba Diandara datang...


"aku sudah dengar, benar semua ini" jawabnya


"ya aku jelasin, sebenernya Sami itu sakit kanker otak stadium dua jalan, dan ibunya memintaku menjaganya, karna Sami hanya mau makan, dan bersemangat lagi denganku" ucap nya menjelaskan


Nirmalla menjelaskan semua panjang lebar dengan jelas disana


mendengar penjelasan Nirmalla, Dipo meminta bukti, tak lama ibu Sami menelfon


tapi Dipo langsung merampas ponselnya, melihat ke layar dengan panggilan masuk dari ibu Sami


"angkat" ucap Dipo mengembalikan hapenya


Nirmalla mengangkat


"halo, iya te" ucap Nirmalla


"Malla sore ini bisa kan, anterin kontrol, karna Sami sering mengeluh sakit di kepalanya, tante kuatir"


"bisa te, nantik sore ya"


"iya, yaudah, makasih ya"


Nirmalla menutup telfonnya


"mau kemana?" tanya Dipo


"kamu sama Diandara sore ini ikut untuk kontrol ke rumah sakit biar ada bukti soal penyakit Sami"


"okeh, ikut" ucap Dipo


"ya aku juga" jawab Diandara


bukan karna mau ikut campur urusan kecemburuan Dipo pada pacarnya tapi Diandara ikut karna ingin tau apa yang dialami oleh mantannya yaitu Sami itu


sesampainya dirumah Sami, ia disambut Mia..


"Malla, ayo cepat, itu Sami mengeluh sakit terus" ucap Mia

__ADS_1


"iya te"


setelah masuk ke mobil Sami, mereka menuju rumah sakit, Mia memutuskan yang menyetir saja


__ADS_2