
"ini loh, masak dia bilang aku ada maunya sama kamu, adik kamu ini baru kenal udah kurang ajar ya, males aku punya pacar yang adiknya begini" ucap Dindri
"kamu ngomong apa hevi, kenapa kamu bilang begitu sama dia? jangan urusin dia, dia pacar abang, biar dia jadi urusanku"
dan Dindri mendapatkan score baru.. ia mulai bisa merasuki pikiran ivan untuk mementingkannya
"yaudah aku betek disini, mending aku pulang" ucap Dindri
"tapi yang..."
"kalo kamu mau anterin aku pulang ya ayok cepetan.."
hari hari berlalu, Dindri selalu membuat ivan melupakan tentang hevi
saat ivan berada di rumah Dindri, Dindri mengecek ponsel dan isi pesan chat ivan dengan hevi yang ternyata hevi minta untuk dibawakan makan malam oleh ivan
saat tepat pukul 8 malam, ivan berpamitan, dan Dindri yang tau ivan akan membelikan makan untuk hevi pun memeluk ivan
"aku masih kangen kamu" ucap Dindri
"ya besok aku kesini lagi ya sayang"
"enggak, mau nya malam ini"
"aku ada urusan, yaudah gini, aku anterin makan dulu buat hevi baru kesini lagi"
"makan buat hevi, yaudah sana tapi jangan kesini lagi"
"kok gitu"
"males.. yaudah sana, sekalian aja kita putus"
"loh apa sih sayang kok gitu tiba tiba ngomongnya"
"ya kalo kamu pergi sekarang ya dah kita putus"
"tapi hevi sendirian, papa gak ada, adik juga pergi, adikku satu lagi pergi, dia punya sakit lambung loh sayang.. gak bisa telat telat makan"
"yaudah sana dah, males aku sama kamu, terserah dah, sana dah pulang, kita putus aja, sampek sini"
merasa ia tak ingin menyia nyiakan pacar cantiknya, ia pun tak jadi pergi
"yaudah enggak jadi pergi deh" ucap ivan
"bener ya..."
"iya sayang.."
"sini mana hape kamu, aku silent aja biar gak ada yang ganggu.."
ivan pun lupa akan janjinya membelikan makan hevi, dan hevi sadar ini pasti karna abangnya sedang bersama Dindri, hevi berkali kali menelfon tak ada respon sama sekali
"bang, ayo angkat.. kemana sih, pacaran kok lupa beliin adiknya makan, pasti lagi sama neli" ucap hevi kesakitan
sepulangnya dirumah, hevi marah besar kepada ivan
"dek, ini abang bawain" ucap ivan
"telat udah bang, kemana aja sih, aku udah beli mi instan"
"mie instan mana bagus"
"daripada aku kesakitan.. lagian abang dari mana sih?"
"kan abang dah bilang abang dirumah Dindri"
"kan, jelas kan"
"ya udah makan nih"
"hmmm..."
esoknya saat hevi meminta antarkan ke kampusnya.. diwaktu yang tepat, Dindri menelfon ivan meminta diantarkan untuk shopping
"iya halo sayang?" ucap ivan
"sayang kemana sih? aku pengen deh yang shopping, temenin ya?"
ivan menjauh dari hevi
"yaaa gimana ya, nanti sehabis aku anter hevi baru kerumah kamu"
"enggak ah, aku mau kamu seksrang kesini"
"tapi..."
"tapi kita putus deh, kalo kamu gak dateng sekarang, sampek lebih dari dua menit gak datang beneran kita putus" ucap Dindri
"iya sayang iya, aku berangkat"
ivan pun bergegas ke arah sepeda motornya..
"dek, ini uang kamu naik taksi aja, abang ada perlu"
"bang, kemana?"
"Dindri keburu"
"Dindri lagi, abaaang aku dikejar waktu loh bang"
ivan terus berjalan
yaaa Dindri bukan tanpa sebab, karna ia tau jika hari ini adalah hari jadwal ivan mengantarkan adiknya ke kampus..
"untung ya tepat waktu, kalo sampek telat kamu" ucap Dindri
"adik aku kan jadwalnya aku yang anter"
__ADS_1
"ya dia kan udah gede, mandiri lah, ajarin dia mandiri"
"yaaa aku sama adik adikku kan memang manjain dia, karna dia perempuan satu satunya dirumah"
"ngeles mulu, dikasih tau, males ih"
"iya sayang,,, maaf yaaa"
"yaudah ayok jalan"
Dindri hanya memperdaya ivan untuk tak lagi memanjakan adiknya..
dan saat dimana hevi akan berangkat ke acara temannya, diantarkan oleh ivan, didepan Dindri.. pertanda hevi menghancurkan sendiri hati abangnya.. karna ini akan jadi momen dimana Dindri beraksi lebih jauh
"bang, jadi loh anterin aku ke rumah asraf.. soalnya ada tugas deadline bang" ucap hevi
"iya kan bentar lagi aku anter pulang neli dulu" jawab ivan
"ha, apaan, enggak, ivan masih banyak yang harus dia lakuinĀ daripada anter kamu gak jelas ngapain" ucap Dindri
"sayang.. tapi aku cuman nganter, oh atau kamu ikut deh anter dia ya, gimana?"
"anter? enggak ada, jangan sering manjain adikmu kan udah ku bilang" ucap Dindri
"he, kamu apaan sih, wajar kali aku diantar abangku sendiri, lagian kamu kan cuma pacar, aku adiknya" jawab hevi
"oh yaudah, terserah kamu aja deh, terserah, aku pulang aja, kita putus" ucap Dindri kepada ivan
"ya bagus deh putus aja sekalian"
ivan memarahi hevi yang menganggapnya keterlaluan
"kamu ya.. bener bener keterlaluan" ucap ivan
"bang, udah lah biarin dia, dia itu emang cewek munafik"
"jangan asal bicara, abang, gak pernah ngajarin kamu bicara seenaknya"
"bang, biarin bang, dia gak baik buat abang.."
"hevi, lepasin tangan ku, dengar ya hevi, mulai sekarang jangan pernah lagi anggap kita adik kakak, kamu udah ngehancurin yang kakak impikan selama ini"
"bang..." teriak hevi menangis
ivan mengejar Dindri, dan sampai didepan rumah Dindri, Dindri tak mendengarkan penggilan nya, Dindri memasang henset di kedua telinga nya
sejak pertengkaran itu, ivan dan hevi sudah mulai ada rongga.. yaaa ivan mulai bersikap dingin kepada hevi..
ivan yang terus mencoba menjelaskan kepada hevi sudah tak lagi dihiraukan Dindri lagi
"aku jelasin ya sayang.. aku mohon jangan gini" ucap ivan
"lepasin, jangan ganggu aku, kita putus"
"masak masalah gini doang imbasnya ke putus yang"
"sepeleh menurut kamu? tapi buat aku itu besar, kamu gak bela aku didepan adikmu, udah aku capek, aku banyak kerjaan, sana jangan ganggu"
"lepasin.."
karna dari kedekatannya dengan ivan membuahkan hasil, ia pun mulai mengintai seorang asraf, dimana asraf adalah sahabat dekat hevi..
saat melihat asraf sedang sendiri menunggu temannya datang.. Dindri mendekati arah nya
"emmm.. apa aku boleh duduk disampingmu?" tanya Dindri
"oh, boleh"
asraf melihat kesekeliling nya tapi melihat bangku kosong memang sedang terisi penuh
"kamu tidak makan?" tanya Dindri
"enggak, aku kerjain tugas kuliah, baru kelar, ini mau pesen makan kok"
"oh yaudah pesen aja"
"iya..."
penasaran dengan Dindri yang super cantik dan baik, asraf menyapa dan berkenalan
"namaku asraf..."
"oh aku Dindri..."
"emmm...."
"eh iya, ini nomorku jika gak keberatan bisa kok disimpen, aku cabs dulu ya.." ucap Dindri
"oh iya, makasih kontaknya"
tak butuh waktu lama, hari itu juga asraf menghubungi nya
"hai, ini nomorku, asraf, yang tadi di rumah makan"
"eh iya, aku save deh"
"yaudah nanti lagi ya temen ku udah dateng.."
"iya"
Dindri tau yang datang hevi dan beberapa teman lainnya..
"wih, siapa bos?" ledek salah satu orang
" kepo sih"
"biarin, emang siapa?"
__ADS_1
"pacar baru nih?" ledek hevi
"ah lu kepo sama ma dia"
Dindri pun meninggalkan mereka disana..
hari demi hari pun berlalu, Dindri yang dengan mudah nya menarik fokus asraf hanya kepadanya pun membuat asraf mengatakan jika ia menyukai Dindri
"yaaa aku sih suka juga. kamu orangnya simple, rajin juga" ucap Dindri
"terus kamu mau jadian sama aku?" ajak asraf
"emmm iya"
"beneran mau?"
"iya..."
"jadi pacar aku ada syaratnya" ucap Dindri
"apa?"
"kenalin aku ke semua temen kamu tanpa tersisa"
"itu jelas, aku akan pamerin pacar baru aku yang super cantik seperti kamu ini"
"gitu dong"
beberapa hari berlalu, saat ada waktu senggang, asraf yang sudah bersama teman mengenalkan Dindri sebagai kekasih barunya..
betapa melongonya teman asraf terutama lelaki, asraf pun bisa mendapatkan wanita secantik itu
"wah serius sraf? dia pacar lu?" tanya salah satu temannya
"coba lu tanya orangnya"
"sejak kapan mbak. pacaran sama temen saya?"
"baru jalan dua bulan kok"
"wah..."
saat asik mengobrol, beberapa teman asraf sudah lumayan dekat dengan Dindri, sampai kedatangan hevi tak didengar oleh mereka
"ha.. aa... aa..i" ucap hevi yang kaget sudah ada Dindri disana
"nah, ini sayang temen aku yang paling spesial, kenalin, dia hevi" ucap asraf
"hevi" ucap hevi pelan seolah masih bingung
"hev, dia pacar baru gue, jadi kalo ada perlu atau nongkrong sama gue pasti ada cewek gue" jelas asraf
"pacar? sejak kapan?"
"dua bulan.."
"emmm..."
beberapa teman hevi sibuk mengobrol dengan Dindri, seolah hevi sudah tak jadi bagian mereka lagi..
"sekarang asraf.. mau kamu apa?" tanya hevi yang duduk disamping Dindri
Dindri meminta asraf berpindah tempat dengannya
"yang, kamu disini ya" ucap Dindri
"kenapa yang?"
"aku pengen nyender tembok aja"
"oh iya udah"
hevi dibuat kesal olehnya..
beberapa hari kemudian, ivan mencoba datang dan membujuk Dindri lagi
"apa lagi?" ucap Dindri
"aku kangen sama kamu, plis kamu terima aku lagi"
"aduuuh maaf ya bang, aku udah gak bisa, aku tuh paling gak bisa balikan sama mantan, sorri bang, kebetulan aku udah punya pacar baru, bentar lagi datang"
"pacar? kamu udah punya pacar?"
"iya.. pacar, itu dia dateng"
melihat yang datang adalah asraf..
"asraf, ngapain disini" tanya ivan
"bang ivan, aku kesini jemput neli, neli kan pacar aku sekarang"
"apa, jadi pacar baru kamu asraf, dia temen adik aku neli" ucap ivan
"ya terus kenapa, udah ya jangan ganggu lagi"
Dindri meminta asraf membawanya
"oh jadi bang ivan itu mantan kamu?" tanya asraf
"iya, iya, iya"
"pantes si hevi seperti kenal kamu"
"hmmm, tapi kita saling diam kok yang"
"iya juga sih, aku juga tau tadi lihat jugaj
__ADS_1
"hm... iya aku sudah tau itu, makanya aku memilih diam pasti hevi berpura pura tak kan mengenalku"
asraf yang terbilang rajin, sekarang semakin sering tidak belajar bersama temannya..