
Terdengar suara, putih pun bergegas dengan dua gelas teh menuju arya
"mas pras.. " ucap putih
"pergi saya bilang"
"mas, tenang, ada apa ini, kenapa tiba-tiba mengusir nya, kamu ada apa? " tanya putih menenangkan
"okeh, terserah anda mau apa dirumah ini"
Arya menarik tangan putih dan membawa nya ke kantornya
"dokter kenapa ya? " tanya mama ima
"cuman urusan lelaki aja tante, silahkan dimakan tante saya temani, lalu saya balik ke kantor"
"baik dok"
Sesampainya pras dan putih dikantor
"mas.. Kenapa? " tanya putih
"mas cuman gak mau putih pergi ninggalin mas.. Putih jangan pergi" ucap mas pras
"pergi kemana mas, putih kan terus sama mas"
"makasih"
Pras mencium kening putih, putih pun duduk disofa dalam ruangan pras...
Esoknya, saat malam hari
"yang, kita lama loh gak diner kaya pas masih deket dulu, aku kangen tau" ucap pras
"iya ya... Emang mau gimana? "
"emmm.. Kita malem ini diner yuk, ke mana gitu, coba aku Rekomendasi sama temen aku, kamu siap siap deh"
"iya"
Setelah menemukan tempat yang pas, pras pun menyiapkan diri
"kemana yang" tanya putih
"cafe Holic.. "
"apa itu?"
"rekomen dari hanri pas waktu pacaran sama sivilia. Bagus banget view nya liat dari kiriman hanri"
"emm ya deh"
Saat keluar dari rumah melaju dengan mobil sedang, keduanya tak sadar jika arya mengikuti dari belakang
"sampailah kita" ucap pras
"waaah dari luar aja bagus ya... Cafee Holic, emmm"
Sesampainya, mereka pun masuk dan memesan makanan
Saat sedang enak menyantab makanan, suara mikrofon seseorang yang cukup familiar pun terdengar
"selamat malam, maaf menganggu, saya hanya ingin menyumbang suara untuk para hadirin malam ini, saya akan bernyanyi disini, untuk seseorang disana bersama lelaki lain" ucap arya
Yaaap arya mengambil alih pentas kecil tampat home band disana
Ia menyanyikan lagu dengan lirik
bila nanti saatnya tlah tiba..
Kuingin kau menjadi istriku....
Berjalan bersama mu dalam terik dan hujan kesana kemari dan tertawa..
Dan bila nanti saat nya tlah tiba..
Izinkanku menjaga dirimu.... Bersama menikmati sentuhan diujung waktu..
Sudilah kau temani diriku...
Yaaa banyak sambutan tepuk tangan dari cafe itu, banyak yang memuji romantis, sedih, dan 1 orang yang menyebutnya dengan kotoran manusia.. Itu adalah pras
"hei ***, apa maksud anda bernyanyi itu untuk istri saya, ohh anda mengikuti saya.. Gak punya kerjaan anda, pasien anda keburu mati siasia menunggu anda mengurusi rumah tangga saya" teriak pras
"mas.. Udah mas, apa sih, jangan gini lah" putih menarik tangan pras yang mengeras seketika
"dokter gila, anda suka pada dia? Hem.. Seberapa cepat anda berlari mengejar nya, segitu kuat pula saya menghalangi anda.. "
"masss.. Pulang ya"
Putih pun menarik tangan pras dengan sekuat tenaga nya
"emm mohon maaf jadi mengganggu ketidaknyamanan kalian semua.. Tadi hanya orang yang besar cemburu hanya karna saya dekat dengan istrinya.. Saya sedikit cerita, apa saya salah saya dekat dengan orang tuanya lalu saya sering berjumpa? "
Mendengar ucapan arya, pras pun membalikkan badannya namun putih memeluknya untuk menahan..
Dan dengan penuh dendam, pras pun pulang, sesampainya dirumah, pras marah hebat kepada putih
"yang.. Kamu apa sih, apa kamu lihat aku kontak dia kemana, aku janjian, gak kan, kamu nih" ucap putih
__ADS_1
"tapi mata kamu harus lah kebuka, dia itu suka sama kamu"
"ya itu biarkan jadi urusannya.. Yang penting aku kan, utama itu aku, toh aku gak ngapain "
"ya kamu gak ngapain, tapi dia, ngapain cobak, dia suka sama kamu"
Mendengar keributan, mama ima pun keluar bersama sivilia dan kebetulan sivilia sedang menjenguk mama nya dirumah pras
"ma.. Udah malem kok belum tidur, sivilia kpan datang? " tanya putih
"baru aja put, tiba-tiba keinget mama, eh beneran mama sendirian, kalian dari mana? " ucap sivilia
"iya, kalian kenapa tiba-tiba datang marahmarah.. Mama gak ngerti, sampek degdeg" ucap ima
"maaa... udah kubilang jangan pernah urusi rumah tanggaku, terutama dengan putih, bukannya sudah kubilang sejak aku menikah dengan yuna.. " bentak pras membuat kaget ima termasuk putih
Tak terima bentakan pras kepada mama ima, putih pun melakukan pembelaan
"maas... Udah, berapa kali aku bilang, jangan kasar sama mama, berapa kali harus aku bilang jangan bersuara keras seperti itu" teriak putih
Pras membuang muka
"ini masalah kita, jadi jangan pernah kasar sama mama, aku gak suka, paling gak suka"
Putih mendekati arah mama ima dan memeluknya yang berlinang air mata
"ma, malam ini putih tidur dirumah mbak darni, putih kangen sama kamar ayah, sivilia nitip mama" ucap putih
"kamu mau kemana" tanya pras tak dijawab oleh putih
Pras mengejar putih yang sudah menyetop taksi, dan ia mengejarnya
Saat ditengah jalan, pras berhasil memberhentikan taksi ditumpangi putih
"emm mbak, itu didepan " ucap supir
Putih turun tanpa kata
"maafin aku, aku gak maksud kasar, aku gak maksud marah dan bentak kamu apalagi mama, maafin aku" ucap pras memeluk putih
Pras membayar tagihan taksi dan meminta taksi pergi
"kita masuk mobil, pulang ya"
Putih hanya masih terdiam, dan masuk kedalam mobil pras..
Sementara arya yang mengikuti sedari tadipun hanya tersenyum
Sayangnya putih tau jika mobil arya mengikutinya sedari pagi
Sesampainya dirumah, tak terlihat memang satu pun orang disana
Pras, malam ini mama menginap dirumah sivilia, mama gak mau Mengganggu kalian, Maaf kalo mama terlalu ikut campur
Membuat menelfon sivilia
"vi, mama sama kamu beneran kan" tanya putih
"iya put, sama aku, dia gak mau ganggu lagi"
Putih menitihkan air mata
"bilangin sama mama, minta maaf atas perlakuan mas pras.."
"iya put, aku paham, nanti aku bantu bicara"
Beberapa hari kemudian, ketika pras pergi ke luar kota, putih dengan tak sabar menemui arya..
"sus, dokter arya apa ada praktek?" tanya putih
"oh ada tapi jadwal hari ini bersama dosen kesehatan untuk merevisi beberapa nilai mahasiswa dan jadwal akhir materi, jadi pak arya sibuk"
"oh sibuk ya sus"
"apa sudah bikin janji?"
"belum sih, yaudah gakpapa, besok aja, makasih sus"
"ya"
Saat baru saja keluar dari rumah sakit milik arya, pras menelfon.. Terpaksalah ia harus berbohong
"halo" sapa putih
"halo yang, dimana? Kok kata mama kamu belum dateng"
"dateng?"
"iya, lah mama bilang kamu mau kerumah sivilia, menginap pula, tapi kok belum dateng"
"ya ampun, aku lupa, sampek dari tadi santai, ini baru mau ke supermarket.."
"oh, yaudah, kamu hatihati dijalan loh"
"iya..."
Arya yang baru akan keluar menemui dosen untuk meeting tiba-tiba mengundur pertemuan, karna ia melihat putih
"emm pak tono, tolong jadwal pertemuan dengan pak darmin diundur tiga hari, saya ada keperluan, bisa?"
__ADS_1
"bisa pak"
Arya lalu mendekati putih, dan mendengar ucapan dari telfon pras
"dia cemburu" ucap arya
"arya"
"kamu kok ada disini?"
"oh tadinya cuman lewat sekalian ada yang mau aku omongin, tapi kata recepsionis kamu ada pekerjaan, jadi aku pulang, ini baru aja mau kabari kamu eh pras telfon duluan"
"emang ngobrol apa?"
"gak jadi"
"loh kenapa?"
"kan kamu ada kerjaan"
"enggak, salah jadwal, tadi itu sibilang recepsionisnya tiga hari lagi"
"oh gitu"
"masuk keruangan ku?"
"boleh"
Melihat arya membawa wanita itu masuk membuat beberapa karyawan nya tercengang..
Karna memang baru pertama kali arya membawa wanita seksi nan cantik
"sini duduk" ajak arya
"aku langsung ngomong keintinya aja deh, Kenapa kamu suka menggangguku? Apa tujuanmu?"
"putih, aku kan berapa kali bilang, aku gak bermaksud yang kamu tuduhkan, aku cuman mau gak bisa melupakan kebersamaan kita beberapa hari lalu, kita jalan barsama, makan, semua hilangbegitu saja.. Padahal itu sudah masuk zona ternyaman ku"
"kamu...."
"yaaa.. Aku suka sama kamu, aku sayang kamu"
Arya menyentuh tangan putih
"kamu mengambil 90 persen risiko, arya kita itu gak sama, aku siapa kamu siapa, dan aku, sudah milik pras, tolong lupakan itu semua, aku bermaksud ya berteman bukan membuatmu terkesan"
"yaudah, okeh, tapi plis jangan didepan pras"
Tak tau lagi harus bagaimana, putih pun mengambil keputusan salah, tapi yang ada dipikirannya saat ini cuman pras tak lagi marah
Yaaa kedekatan keduanya terus berjalan..
Jalan, makan, dan menonton
berjalan 6bulan
seiring berjalannya waktu.. saat putih merasakan mual begitu hebat, pusing, bahkan sampai sering tak sadarkan diri
pras membawa nya ke dokter, dan ternyata putih sedang hamil
mengetahui hal itu, putih memutuskan benarbenar berhenti dari kebersamaannya dengan arya
melalui pesan chat, putih meminta untuk bertemu...
dan ketika bertemu..
"arya, aku mohon untuk sekarang benar benar kita hentikan semua ini"
"kenapa, ketahuan sama pras?"
"enggak, tapi aku sekarang sedang......"
"sedang males"
"enggak, aku sedang hamil"
"ya terus kenapa kalo kamu hamil"
"ya aku gak bisa, aku pengeb diem dirumah seutuhnya"
"ya gppa, kita kan bisa chat"
"benar benar berhenti arya"
"oh gak bisa, selama enam bulan ini, kamu liat mobil aku, penuh dengan boneka kesukaanmu, banyak tempelan stiker tom and jerri kesukaanmu, aku gak papa kan, kalo gak demi kamu aku marah lo, Terus jalan, makan, nonton, kamu gampang nganggapnya pelampiasan, pelarian, aku? aku sudah terlalu nyaman, gk bisa, aku gak mau"
"arya.."
"putih, aku gak akan lepasin kamu sedikit pun"
"aryaaaa... stop ya, kita ini orang, kamu orang lainaku juga orang lain, dan inget, kemarin adalah petualangan kita sebagai teman baru"
putih berlalu meninggalkan arya
"enggak put, aku gak bisa, aku tetep disini" ucapnya pelan
beberapa hari kemudian arya menuju rumah putih..
saat sedang sarapan, dan kebetulan pras belum berangkat kerja, putih melihat ada seseorang dari balik jendela dekat dapurnya
__ADS_1
"emm, berkas pembatalan kontrak, sudah kamu liat" tanya pras