Satu Nama Sebuah Kisah

Satu Nama Sebuah Kisah
Rindu Kamu karna Restu Waktu


__ADS_3


Oh ya.. nih aku datang lagi dengan cerita baru lagi ya.. masih tetep masuk dalam kisah nyata ya.. karna semua cerita no hoax no bajak, semua real fact..


kisah ini sekarang dari gadis bernama Hanna Tatia Malik, gadis yang 80% kesibukannya dengan gadget.. ya memang sarana itu yang buatnya mungkin tanpa kesepian..


Hanna.. terlahir dari keluarga yang termasuk kategori broken, papa? entahlah bagaimana kabarnya, sejak usia nya tujuh bulan tidak pernah mendengar kabar apapun, dan usianya delapan bulan mamanya harus membanting stir untuk menghidupinya


"Hanna, makan" teriak Tatik, ibunya


"ya" jawab Hanna


"mau makan apa? mama mau pesan ini"


"terserah ma"


"ayam gril ya?"


"yaa"


Triastatik atau biasa memanggil sebutan Tatik adalah mama seorang perantau yang cukup dibilang sukses di kala itu..


tapi tetap hidup Hanna terasa sepi, hanya tinggal dengan kedua tantenya dan seorang nenek dari mamanya..


sejak kecil Hanna memang dimanjakan dengan harta yang begitu banyak, apapun inginnya pasti akan dituruti, beda dengan keadaan dan kenyataan saat beranjak dewasa..


saat usia Hanna sudah masuk sekolah dasar.. hal yang sering juga dilakukan anak mudah lainnya sering dia lakukan seperti berpacaran


bukankah di usia yang baru menginjak bangku sekolah dasar masih belum mengenal pacar?


tapi tidak berlaku pada Hanna


hingga saat usia Hanna duduk di bangku SMP, ia lebih mengenal dunia malam, balapan liar, diskotik, karaoke, minuman keras dan lainnya..


"maa, kenapa dirumah?" tanya Hanna


"iya, mama sudah gak kerja lagi, mau nyari di dekat dekat rumah" kata Tatik


"kenapa?"


"ya gakpapa, memang sudah kan waktunya pulang, biar bisa jagain kamu juga, apalagi nenek nambah tua"


"emm, jadi mama gak lagi pergi pergi merantau itu?"


"iya"


disaat sekolah terakhir di SMP nya, Hanna malah mendengar pernyataan ibunya yang berhenti bekerja jauh lagi diluar luar kota


kini usianya duduk di bangku SMU semakin menjadi-jadi..


ya itu semua karna ulah kedua orang tua nya juga, ego masing masing lalu bercerai


meskipun sejak ia duduk di bangku 9 SMP Tatik sudah mulai fokus mengurusnya dan tidak lagi merantau.. seharusnya pada kebanyakan seorang anak diluar sana, mendengar kata itu mereka pasti akan merubah sikap nya tapi kenyataan tidak berlaku pada Hanna


"Hanna, kamu berteman pilih pilih ya, kemarin mama lihat kamu pergi sama teman cewek yang compang camping pakai baju, gimana sih" kata Tatik


"kenapa ma? mama terganggu?" tanya Hanna


"loh ya bukan terganggu, gak juga lah, tapi ngapain berteman begitu, cari teman yang baik baik gitu" jawabnya


karna larangan Tatik itu yang tidak memperbolehkan Hanna berteman dengan semua teman-teman nya yang menurutnya tidak baik untuk Hanna membuat Hanna merasa terkekang dan ia harus bisa bak bermain petak umpet dari nya..


hari berlalu, saat sedang santai dirumah saja, satu hal lagi tentang Hanna


"Hanna, kamu ini pulang malam, jangan mandi, mandi itu gak bagus buat gadis lebih jam 6" kata Tatik


"kenapa?"


"lah kok kenapa? ya pamali itu kalau orang bilang. nanti kamu sakit pinggang atau paru paru basah"


"aku gak pernah sakit pinggang sih, kalau paru paru basah ya takdir dari Tuhan bukan karna mandi malam"

__ADS_1


"Hanna kalau dibilangin" kata Tatik


Hanna adalah seorang gadis yang bisa dikategorikan paling tidak takut dengan mitos dan larangan-larangan dari jaman nenek moyang, baginya itu hanya hal kuno, yang sudah punah tapi mereka berusaha menganggap itu masih berlaku, bak mayat diberi baterai, mana mungkin bisa hidup kecuali robot


"Hanna kalau dibilangin memang begitu ce, cece kan kerja kerja diluar negri, gak ngerti sama sikap terbentuk anaknya" jawab adik Tatia


-oh ya btw.. aku ambil kisah dari keluarga china tapi tinggal diindonesia dan mahir indonesia-


saat usia Hanna sudah mulai dikategorikan sebagai remaja memang hal yang tak ingin ia siakan selagi bisa sebelum janur kuning atau bendera kuning terlebih dulu menghampiri lalu merenggut masa remajanya.. asekkk


sekalipun harus bermain peran wajah anak polos didepan Tatik


"Hanna, kenapa kamu tidak pernah bersikap baik sih sama orang?" tanya tantenya


"baik kok tante, kapan aku jahat?"


"ya sikap mu itu, jangan urakan, jelek, beneran, yang manis gitu"


"ahh bicara orang, apa tante sudah baik?"


"Hanna!" bentak Tatik


"apa sih maaa" jawab Hanna


"bicaramu sama orang lebih tua jangan dibiasakan sama dengan bicara dengan teman" kata Tatik


"loh salah?"


"salah lah, jatuhnya jadi kurang ajar, seperti tidak dididik sama orang tua"


"memang iya kan?"


"sudah sudah, Hanna, sana masuk kamar" kata nenek


"jangan pernah bikin dirimu menyesal di hari depan Hanna dengan sikap mu" kata tante kedua Hanna


bukan hanya tante nya yang bilang tentang itu, banyak yang bilang Hanna akan menyesal suatu hari


untuk soal lelaki, tak sedikit bahkan ia mengelabui beberapa temannya yang ingin berkencan dengannya justru ia memanfaatkan situasi itu


tak sedikit pula perkenalan lewat Facebook dijaman-jaman sekarang, banyak yang bilang jika berkenalan via Facebook memang banyak kerugian


misalkan foto yang tak sama dengan asli, sering terjadi pembunuhan dan lainnya.. itu pun tak berlaku pada Hanna, karna ia bisa lebih bermain api dari orang-orang macam itu


"Hanna" sapa Roy, salah satu temannya


"oi" sapa balik Hanna


"ini elu?" tanya Roy sambil menunjukkan akun Facebooknya


"oh, iya, kenapa?" jawab Hanna santai


"weh gila lu, cantik amat disitu?" tanya Roy


"emang kalau begini aslinya jelek?" tanya Hanna


"iya gak sih, sama aja sih, gila ya, beda loh" kata Roy


"ribet lu, ada apa sih, ada apa, nanya gitu doang?"


"hemm, oh ya, gak sekalian deh lu open BO?"


"mata lo?" bentak Hanna


"hahahah" ucap Roy tertawa puas


hingga akhirnya lulus sekolah, Hanna memang sengaja tidak melanjutkan apa-apa, seperti kebanyakan teman yang setelah lulus sekolahnya


ada yang kerja, kuliah, bahkan nikah


Itu tidak berlaku bagi Hanna karna Hanna akan mengisi hari-hari nya setelah lepas pisah dengan beberapa temannya dengan jauh lebih asik

__ADS_1


nongkrong, main, intinya menyibukkan diri sendiri dengan hal yang dia senangi sekalipun tak bermanfaat mungkin bagi dia


tapi Hanna masih menyempatkan diri terkadang pula menerima job untuk beberapa acara, karna keahlian nya sebagai penari dance


dance keahlianku sekarang baik slow dance atau hard dance, semua jenis dance, tidak dari turunan maupun belajar tapi otodidak.. tiba tiba bisa aja gitu..


"halo Hanna? kamu dimana nak?" tanya Tatik


"ditempat teman, kenapa?" tanya Hanna


"pulang nak, nenek meninggal"


"apa? kapan?"


"baru saja, dia mencarimu tapi keburu dia sudah meninggal"


"astaga, ya aku pulang"


sejak lulus dari SMA, dan mulai aktif mendapatkan uang, nenek yang mengasuhnya meninggal, padahal dalam hati Hanna berniat ingin memberikan hasil uangnya untuk nenek


karna neneklah yang tau penuh tentang dirinya, keluarga nya yang mengerti dia juga ada tante dan mama tapi berbeda dengan ketulusan dari nenek


"gimana ceritanya itu tante?" tanya Hanna kepada Cika. tantenya


"ya kan nenek akhir ini sering mengeluh sakit"


"terus sempat dibawa kerumah sakit ini?"


"kemarin nya, kan dibawa sama mama"


"apa kata dokter?"


"tidak boleh aktifitas, kan tau nenek sudah lama gak aktifitas apa apa"


semua diceritakan oleh tantenya, banyak alasan kedekatan Hanna dengan Cika, ini alasan apapun tentang Hanna selalu diketahui oleh kedua tante dan nenek Hanna


bernama Cika, ia adalah tante yang sangat mengerti perjalanan Hanna sampai sekarang.. sedangkan Tatik? Ia hanya tau soal Hanna yang bisa nya ia kekang, ia larang ini itu apalagi sejak kehadiran adik laki-laki dan sejak fokus dirumah lagi


Oh iya, untuk adik laki-laki Hanna bernama Banna, sekarang Banna masih duduk di bangku sekolah dasar kelas VI


dibilang akur enggak sih ya, karna rasa cemburu dan ego masing-masing, terutama Banna yang merasa Tatik lebih memilik perhatiannya penuh kepada kakaknya, karna kan memang Tatik memiliki hanya 1 anak perempuan


justru dalam diri Hanna sendiri, ia yang lebih iri pada Banna, sekarang adiknya duduk di bangku SMP, apapun dimanja, Tatik suruh Cika siapin keperluan Banna, Tatik lebih sayang sama Banna dan itu faktanya, karna itu lah kenapa Cika jarang lagi memerhatikan Hanna


Banna keluar bareng temennya yang bisa dibilang gak baik juga Tatik biarin, sedangkan Hanna? Sedikit aja keluar pas pulang telat omelannya seharian hanya karna dianggapnya teman teman Hanna buruk semua


"Hanna, kenapa pulang selalu saja malam?" kata Tatik


"kenapa?"


"kenapa? biasakan jangan main malam, gak bagus" kata Tatik


"kalau pulang tengah malam kaya Banna itu bagus?" tanya Hanna


"Hanna. kamu kenapa balik balik"


"sudah sudah, capek aku"


saat santai duduk bersama Cika, tak lama Banna membawa teman temannya,


coba temen Banna yang main kerumah, disuguhkan jajanan, makanan, minuman dingin dan lainnya


sedangkan teman Hanna yang datang, jangan kan hidangan, untuk sekedar menyapa pun ia enggan, melewati mereka begitu saja


"sudah biarin" kata Cika


"hemm begitu kah tante bilang peduli kepadaku? tidak ada tante, lihatlah perlakuan berbeda dari mama" kata Hanna


Cika tau apa yang dirasakan keponakannya itu, karna Cika tidak memungkiri jika ia juga tau untuk makan, apapun ingin adik Banna minta pasti dibelikan oleh Tatik, sedangkan ingin Hanna, yang suruh beli sendiri lah, gak ada duit lah, gausah manja lah, membuat banyak alasan untuk tidak memberi kepada anaknya itu


oh ya.. setiap harinya sejak Hanna lulus sekolah, ia gak pernah nyenggol makanan dirumah karna Tatik selalu menyiapkan makanan hanya untuk Banna dan Tatik sendiri saja, jadi bisa dibilang Hanna gak kerja tidak dipedulikan oleh Tatik juga

__ADS_1


__ADS_2