Satu Nama Sebuah Kisah

Satu Nama Sebuah Kisah
ACR #6


__ADS_3

sejak hari itu kami berpacaran..


dan sejak berpacaran, dia mengatakan pada seluruh teman di sekolah..


suasana kantin..


"permisi, bisa minta waktu?" teriak Alex


"ada apa lex?" tanyaku


"aku mau bilang kita pacaran"


dan Alex mengatakan kepada semua anak disana, jika aku dan dia telah resmi berpacaran..


tidak ada yang begitu heboh, karna banyak yang menyayangkan jika aku dan dia berpacaran memang..


tapi tidak ada yang berani mendekatiku sejak ia mengatakan aku dan dia berpacaran


bahkan Aries, Rasha dan beberapa lelaki yang mencoba ambil perhatianku juga mulai mundur..


Odie pun sama, ia berusaha mundur dan tidak sering bersama ku, tapi aku melarangnya jauh dariku..


aku bahkan bilang pada Odie didepan Alex..


"aku tidak mau kamu menghindariku atau sedikit saja jaga jarak" kataku


"tapi" kata Odie


"Odie, kamu itu yang menemani ku sejak awal, ayolah, plis ya"


Odie melirik arah Alex yang tersenyum dan seolah mengerti bahwa Alex menerima itu..


aku telah menyelesaikan semua misi ku, kecuali Alex..


Alex tidak pernah aku melakukan misi apapun, tapi karna aku dan dia mungkin takdir bersama, kupikir bagaimana jalannya juga akan sama, kami akan bersatu juga


masuk masa ujian kenaikan kelas...


aku, Odie, Rasha, Alex, Bima, Aries, Galuh, Amara, dan semua murid di sekolah, semua sibuk.. sibuk dengan ujian kami masing masing


seminggu berlalu dan ujian berhasil, mulai mendapatkan nilai kami, dan hasilnya semua baik.. untuk nilaiku, Odie dan Rasha...


sementara geng onar itu?


para guru kembali memanggilku..


setelah hasil nilai milik semua anak di geng onar itu keluar..


para guru mengatakan, jika nilai mereka baik..


tapi tidak bisa membantu mereka naik kelas...


"karna kami tidak mungkin tidak menaikkan mereka, yang ada jika orang luar tau disekolah ada yang tidak naik kelas, maka kami pun akan tercoreng Cha" kata kepsek sekolah


"lalu bagaimana pak caranya buat mereka naik?"


"dua jalan"


"yang pertama?"


"yang pertama, keluar dari sekolah, atau kamu bantu mereka agar bisa menjawab soal penentu dari para guru, jika mereka bisa menjawab, kami akan menaikkan mereka"


mendengar kesempatan itu, aku menemui Alex di tempat tongkrongan ia dan yang lain..


aku menceritakan pada mereka..


mereka paham..


aku menawarkan untuk belajar bersama menghadapi soal penentu mereka naik kelas atau keluar dari sekolah..


setiap sore, mereka berkumpul di kelas mereka, aku masuk dan memberikan beberapa pengajaran dari kelasku dan dari kelas dasar mereka..


disekolah terbilang aku murid paling pintar satu sekolah, paling aktif dan paling berani..


untuk soal di kelas mereka aku ternyata sangat bisa dan mudah


aku membantu mereka sampai tepat di hari ujian, mereka masuk ruang rapat sekolah..


kepsek memberikan beberapa lembar soal


aku menunggu diluar bersama Odie dan Rasha


dan tak lama mereka menyelesaikan


menunggu dua hari untuk hasilnya


"kamu yakin?" tanya mereka kepadaku


"kenapa tidak yakin? kalian yakin juga tidak?"


"ya aku belum tau" jawab amarah

__ADS_1


"ya dicoba saja belum, sudah menyerah"


"kamu yakin kita bisa?" tanya mereka lagi


"kenapa tanya aku?"


"lah ya kamu jawab saja menurutmu"


"aku yakin lah, udah berusaha, udah berdoa, tinggal hasilnya"


"aku takut"


"tidak ada kata terlambat"


Karna semua tidak ada kata terlambat, nasi pun sudah menjadi bubur memang ada, tapi jika berusaha kenapa tidak?


Alex, Amara, Galuh, Bima, Aries akhirnya mendapatkan hasil mereka naik..


Alex berusaha untuk itu, untuk naik kelas hanya karna ayahnya memberi imbalan pada guru untuk menaikkan kelas Alex, tapi Alex membuktikan ia tidak butuh itu..


karna di kelas terakhir ini Alex sudah mulai berubah ia menghadapi guru dan meminta agar nilai nya murni bukan karna ayah atau ibu nya, dan kebetulan guru wali kelas berhenti entah apa sebabnya yaa mungkin karna dia sudah capek menangani Alex dan yang lain


dengan setulus hati guru baik mau dengan segala resiko menjadi wali kelas dan bersedia bertanggung jawab akan segala kemungkinan yang terjadi


ujian dan kenaikan pun telah didepan mata..


aku berkenalan dengan guru baru... guru cantik, lembut.. bernama Bu Dona


aku sedikit mendengar nama itu, belum tau orangnya.. ketika aku memberikan surat berhenti dan pindah sekolah..


"gimana sama kabar kalian setelah ujian?" dapa bu Dona


mereka bercerita disana proses belajar mereka, semua mengangumi cara kerja keras usaha ku, tapi aku tidak berbesar hati untuk menyombongkan diri


"terimakasih Cicha, kamu sudah lahir menjadi gadis baik" kata bu Dona kepadaku


"aku berterimakasih, ibu sudah menjadi guru paling sabar menghadapi mereka" kata ku


bu dona adalah guru paling sabar sebelumnya dia adalah guru BP disekolah lama, tapi karna ia ingin sedikit bermasalah, ia pindah dan bekerja disekolah kami maka ia diputuskan jadi guru wali dikelas di kelas Alex yang kudengar


ah semoga dia tidak berhenti seperti guru sebelumnya karna tidak kuat pada godaan Alex dan temannya


beberapa hari berlalu.. sekitar dua hari setelah hari kenaikan, aku memutuskan pulang ke jogja, rumah nenek dan ibuku..


aku disana lanjutkan sekolah..


beberapa hari berlalu..


ia mengatakan jika semua anak menanyakan kamu


beberapa hari berlalu, ketika ada study tour ke jogja, aku meluangkan waktuku untuk bertemu Odie..


kami janjian bertemu di salah satu rumah makan cukup terkenal di jogja


tempat yang pernah kami ceritakan bersama antara aku dan Odie


aku sampai dan mencari Odie


setelah bertemu, aku menyapanya dan memeluknya


kami mengobrol...


"kamu baik kan?" tanya Odie


"baik, kamu baik?"


"sangat baik"


ia menjelaskan banyak hal tentang beberapa anak yang menanyakan nya..


aku memang hanya menceritakan itu kepada Odie tentang aku akan pindah sekolah dan mengganti nomor hape


"lalu hubungan kamu dengan Alex?" tanyanya


"tidak ada keputusan apapun, aku langsung pergi tanpa pamit" kataku


Setahun sudah berlalu...


aku berada di situasi berbeda saat ini, bersama teman teman baru ku kami pun berjuang untuk kenaikan


aku teringat, kali ini pasti Alex dan yang lain persiapan kelulusan mereka..


aku berniat datang, tapi aku tidak akan menemui mereka


hari tiba, setelah aku dapat pengumuman aku telah naik kelas.. masa libur tiba sebelum aku memulai kembali sekolah di bangku terakhir sekolah


aku datang menemui sekolah lama ku di jakarta..


aku melihat ada Alex dan teman temannya disana sedang bersama dan menikmati hari kelulusan dengan pesta semprot warna warni nya..


aku melihat kearah kelas lama ku, disana sudah berdiri Odie, Odie yang tau aku datang, ia hanya diam perhatikan aku yang sedang memerhatikan Alex

__ADS_1


tak lama aku melihat seorang gadis menyapa Alex, Alex mencium keningnya..


Odie mendekatiku..


"mereka lulusan" katanya


"iya"


kami diam lalu aku bertanya siapa gadis bersama Alex


"siapa itu?" tanya ku


"namanya Nona.. dia adik kandung guru wali kelas Alex yang baru, guru itu bernama Dona" kata Odie


"pacar baru Alex?"


"sepertinya ia, tapi Alex tidak pernah mengakui terutama depanku dan Rasha" kata Odie


"oh"


"kedekatan mereka juga tidak dapat restu teman teman Alex, terutama Aries dan Amara" kata Odie


"kenapa?"


"entah" jawab Odie


semua sudah benar benar nasi menjadi bubur..


dan semua lulus 100% tanpa tertinggal, karna Alex ingin kelulusan dirayakan dengan bermanfaat maka ibu dan ayah Alex mengada kan acara makan bersama di sekolah untuk seluruh siswa, guru, dan pekerja lainnya


"kamu gak datang minggu depan? tante Yani sama suaminya ngadain makan makan satu sekolah" kata Odie


"acara?"


"kelulusan anaknya"


"tidak bisa Odie, aku juga ada urusan minggu depannya"


"ooh"


Setelah hari perpisahan sekolah kami satu sama lain tidak saling mendengarkan kabar, tidak saling bertemu, karna aku pulang ke kampungku, dan akan meneruskan kuliah ku di tempat baruku


yaa harapan ku semoga saja tak seperti hari yang sudah sudah terjadi


dan saat hari pengumuman aku pun menuju universitas yang aku pilih untuk melihat aku lulus atau tidak


jaraknya lumayan jauh, dari rumah kalau aku lulus aku kembali mencari kost baru didekat sana dan akhirnya aku lulus, aku diterima di universitas itu, fakultas psikologi.


hari pertama ospek adalah hari yang mengingatkan ku akan tiga tahun silam yang harus membuatku mendapatkan hukuman karna keterlambatan ku


"gimana kampus nya sayang? kamu jadi sekolah disana? disana jauh loh dari sini" kata ibuku


"iya buk, gak papa, aku akan ngontrak nanti"


"semoga lancara segalanya ya sayang"


"iya buk"


dan akhirnya dihari pertamaku berjalan mulus dan hari demi hari kulewati kini tiba saat nya dihari pertama ku kuliah


aku ada di ruangan paling belakang dekat kantin di lantai empat..


aku berjalan..


setelah sampai..


dihari pertamaku masuk betapa dikagetkan nya aku berada disatu kelas dengan teman-teman semasa SMA ku


yaa ada Alex, Bima, Aries, Rasha, Odi, kasih, Amar, galuh, dan kami berkumpul lagi


bahkan mereka lebih dulu masuk..


hanya saja berbeda beda fakultas diambil mereka..


dan bertemu dengan Baverlee, dia akan menjadi dosen di sekolahku.. astaga, ini kejadian apa? aku begitu bahagia..


aku bertemu dengan Alex dengan tatap muka...


kami saling menatap mata masing masing dengan melepaskan penuh kerinduan kami


"kamu kenapa pergi tiba tiba sih Cha?" tanya Amara


"iya, aku sudah lebih dulu mendaftar sekolah disana, aku sempat down membantu kalian berubah, tapi aku berhasil, tapi aku sudah terlanjur memutuskan berhenti dan pindah"


"kami rindu banget, dan jodoh, pasti bertemu lagi kan" kata Amara


"iya.."


Jam pertama kami bernostalgia seperti setahun yang lalu terakhir kebersamaan..


dan ketika jam kuliah selesai aku dan yang lain bergegas menuju kantin yang tak jauh dari ruang kelas ku..

__ADS_1


disana kami bertemu dengan salah satu guru andalan di kampus kami ini, orang tua ke dua bagi kami, dia adalah guru dosen tercantik dan paling muda


__ADS_2