Satu Nama Sebuah Kisah

Satu Nama Sebuah Kisah
LA #9


__ADS_3

dan ketika berpamitan, untuk pertama kalinya afan mencium tangan dito..


setelah afan pergi, tinggallah dito bersama anaknya, lidi..


lidi menatap arah ayahnya dengan penuh sumringah dan langsung memeluk ayahnya itu


"i loveeeeeeee yooouuuuu pa" ucap lidi mencium


"iya.. papa orang yang sportif nak"


dan ketika lusanya datang...


ketika mereka dipertemukan di salah satu restoran yang selalu jadi andalan lidi dan afan..


mereka sewa full time sejak matahari tenggelam sampai matarahi akan terbit..


pertemuan dramatis itu terjadi..


luka lama yang sudah hilang bekasnya sekalipun kembali terbuka.. masa lalu itu..


masalalu kelam benar benar terbanyang dan seperti mengulang cerita lama ketika pertemuan antara dito (ayah lidi) dengan tante am (adik dari ibu afan)


"am" sapa dito yang baru datang bersama rombongan keluarganya


"dito.. rira..." ucap am kaget


"kalian?" tanya afan


"oh jadi lidi ini anak kamu sama ruri?" tanya am kepada dito


"iya, dia anakku dengan rira" jawab dito


mungkin apa yang terjadi antara tante am dan papa dito sama sekali gak diketahui oleh lidi dan afan..


tapi keluarga yang masing masing am dan dito bawa termasuk rira (istri dito) dan lutfi (suami am) sudah paham alurnya bahkan dari a hingga z


"ini ada apa sih pa?" tanya lidi pada dito


"kamu perlu tau.. bayangkan pada dirimu sendiri ya nak.. pacaran hampir 15tahun, tapi pacar kamu, yaa paham? pacar kamu, tiba tiba memutuskan kamu di hari dimana ia pernah janji akan serius tapi malah datang bawa cewek lain, dan tinggalin kamu perempuan itu, apa perasaanmu?" tanya am..


"he.. kamu jangan bawa masalah itu didepan anak saya.. anak saya tidak tau tentang ini, dia tidak tau tentang masalalu kamu dan mas dito, tolong jangan bawa anak saya" bentak rira dengan menunjuk tepat di muka am


dan am melepaskan tangan rira dengan santai..


"perebut milik orang.. itu pantas disematkan kepada perempuan seperti kamu" bentak am membalikkan menunjuk wajah rira


dan dito pun melepaskan tangan am


"saya sudah tegaskan, saya cari perempuan yang menghargai saya dan mandiri,  saya cari wanita pekerja, saya tidak butuh wanita yang memanjakan suami ketika berangkat dan ketika pulang kerja, yang saya cari perempuan yang bisa bekerja membantu saya menompang keuangan.." jelas dito


"yaa supaya apa? supaya kamu tidak menbiayai kebutuhan wanita itu, dan uangmu tidak terpakai" jelas am


"bukan.. bukan.. soal selera jangan samakan dengan materi am.. kamu boleh tanya pada rira juga anak kami, siapa yang membiayai hidup mereka? saya! bukan pakai uang istri saya, pakai uang saya, dan uang istri saya? penuh untuk dia" jelas dito


percekcokan tak terelakkan


seperti mimpi di dalam tidur, sekejap saja hati kedua insan (lidi dan afan) yang tadinya retak karna tak kunjung dapat restu, kini justru harus patah..


"udah, udah, ngapain juga kamu kenal sama perempuan yang gak bisa ngerjain kerjaan rumah seperti dia" ucap am kepada keponakannya, afan


"susah papa bilang, sejak awal papa kenal sama afan ini ,ada hal besar yang akan terjadi, benar kan firasat papa, kamu salah pilih orang" ucap dito


"hei heeei dito dito.. kamu ulangi perkataan mu? anak kamu menyesal kenal afan? salah, bukan anak kamu yang menyesal, tapi afan, afan dan saya menyesal kenal anak kamu, anak kamu itu tidak bisa masak, tidak bisa cuci piring, cuci baju, tidak bisa kerjain kerjaan semestinya" jelas am


"oh iya memang, karna saya terapkan anak saya anak orang kaya, bukan tugas dia untuk kerjaka  kerjaan rumah, itu kerjaan pembantu" sambar rira kesal sedari tadi anaknya dijadikan bahan


"sombong, ingat bumi berputar, kamu sekarang diatas, liat nanti..."


dan perpisahan itu terjadi..


dimana dua orang yang sama saling mencintai, harus mementingkan ego keluarga mereka..


dan menerima nasib untuk kembali menata hidup dilembaran baru..


beberapa hari kemudian berlalu, sudah didepan mata pergantian tahun yang harusnya tahun depan adalah sejarah persatuan lidi dan afan yang kini menjadi kenangan


mendengar kabar itu, yunan terbang dari turki ke indonesia memastikan yang ia dengar sama atau tidak dengan yang terjadi..


"apa yang terjadi lid?" tanya yunan


mendengar suara yunan, lidi langsung memeluk yunan dan menangis..


"heeei ada apa?  kenapa?" tanya yunan

__ADS_1


lidi masih terus sesegukan..


"aku dengar sedikit dari papa ku dan papa dapat cerita dari om dito.." ucap yunan lagi


"aku gak mungkin bersatu lagi sama afan, yunaaaan" ucapnya menangis


"tidak, ada hal yang masih belum selesai kalian perjuangkan.."


"apa? aku sudah lihat didepan mataku, tidak akan ada pemersatu lagi aku dan afan"


dan ketika semua harapan hilang, musnah, harus dipendam... dengan hati yang masih hancur, lidi harus terus bekerja, mengembangkan usaha nya dan beberapa usaha dito lainnya....


beberapa bulan berlalu, kejadian itu masih terkenang..


lidi mendapat telfon dari rigro


"hallo beb.. ini sudah 98% lagi ya, dua persen nya lagi tinggal celebrasi dan peresmian rumah baru" ucap rigro


yaa rigro tidak tau apa yang telah terjadi dikeduanya, maka dari itu ia santai..


"emm..  iya rigro, tapi mungkin bulan tiga aku baru bisa kesana"


"yatuhan lama nya, kenapa gak bareng afan" tanya rigro


lidi terdiam..


"hallo, lid?" panggil rigro


"emm iya iya, gimana?"


"kenapa gak bareng afan, kan enak sekalian gitu, biasanya kesini juga bareng"


"kerjaannya kebetulan beda rigro"


"halah, mau kerjaan beda, jalan beda, apa beda, kalian kesini ya bareng, afan akhir bulan ini lid, jadi awal bulan depan langsung bisa kalian beberes kan?"


"iyaa.. tapi.. beneran aku bisa akhir bulan besok deh"


"yaudah deh, kamu keras.. ya in aja dah"


"bye rigro"


"bye"


kebetulan tugas negara harus lidi jalankan..


lidi sedang ada proyek di burdur, salah satu kota di turki.. memang cukup jauh dari kediaman yunan dan eni, tapi lidi benar benar menyempatkan datang ke rumah yunan dan eni


setelah kerja nya selesai, ia pun datang kerumah yunan.. sesampainya..


"hai eni" sapa lidi


"lidi? masuk lid"


"iya makasih ya, yunan masih dikantor apa gimana?"


"oh yunan masih keluar kota sih, ke cirum"


"kok jauh?"


"begitulah tapi udah dari semalam, sore ini datang kok"


"emm... eh kamu gimana katanya udah isi?"


"haha iya lid, baru dua bulan"


"wah tapi itu tetep hal positif yang sangat membahagiakan pasti"


setelah lama mengobrol, ternyata eni adalah keturunan turki asli, tapi ia tinggal sementara ke indonesia bersama art yang menemani hidupnya selama diindonesia karna eni menjalankan kuliahnya


"iya.. ehmm aku mau tanya soal kamu sama afan, kata yunan kamu sama..."


"iya.."


"kenapa?"


lidi menarik nafas nya dan melepaskan pelan pelan, lalu memejamkan mata nya seolah tak sanggup menceritakan nya..


"i know.. semoga semua baik baik saja..." sambar eni menenangkan lidi


dan tak menunggu pulangnya yunan, siangnya lidi berpamitan pulang..


setelah sampai bandara..

__ADS_1


ia memutarkan tujuannya ke amerika menyempatkan waktu sejenak melihat kondisi rumahnya yang kata rigro selesai...


butuh waktu cukup lama perjalanan tapi tak jadi masalah.. dan sesampainya di amerika


"rigro" sapa lidi melihat rigro sibuk disalah satu taman rumah baru nya


"lidi? kenapa datang hari ini? katamu bulan besok?"


"aku kebetulan dari turki, langsung kesini karna memang sempat"


"oh.. ayo aku antar kamu keliling rumah yang utama" ucap rigro


dan ketika berkeliling, rigro mengatakan jika ia sudah mendengar cerita dari afan..


"aku sudah tau lid, afan kemaren cerita disini" ucap rigro


sekilas lidi melirik rigro.. rigro pun menepuk lengan lidi memberikan simpatinya


ketika rigro mengarahkan lidi ke salah satu ayunan ditaman itu..


"gini lid, aku memang sangat dekat sama afan, tapi yang lebih dekat itu kamu, kamu orang yang pertama dekat dengan ku sebelum dengan afan, aku paham posisi kamu, tapi bagaimana cerita nya bisa sejauh itu?" tanya rigro


"entah lah, aku pusing.. lelah.."


dan ketika lidi kembali keindonesia..


esok paginya, seperti biasa, ia bersiap ke kantor..


ketika turun..


"lidi" panggil rira, ibu lidi


"ya ma?"


"sini duduk dulu"


"iya kan sudah dapat bekal"


"sebentar dulu" ucap dito..


dan ia pun duduk


"ada apa pa, ma?" tanya lidi


"gini deh, papa restuin kamu sama afan, tapi..."


"serius pa?" tanya lidi senang


"belum selesai papa bicara lidi" ucap rira, ibu lidi


"oh iya"


"tapi.. dengan syarat, kamu dapat juga restu dari tante nya afan" ucap dito


"papa serius gak sih?"


"papa serius, ini udah papa bicarain ke mama, yaa walaupun berbelit belit dulu, masih debat panjang sama mama setengah malam"


"aku akan kabari afan"


melihat anaknya berubah 100persen dari sebelumnya.. wajah senangnya membayang ke wajah pagi itu seorang lidi...


ketika memberikan berita itu kepada afan, afan turut senang dan tak basa basi mendatangi kantor lidi


"kamu serius kan lid?" ucap afan


"ihhh sumpah papa bilang gitu"


"yaudah, aku akan berjuang demi kamu, kemaren kamu berjuang didepan papa kamu, dan kini aku akan menggantikan mu berjuang didepan tante aku" jelas afan


dan setelah mengobrolkan itu, dengan wajah sumringah, afan pulang ke rumahnya..


"tante" ucap afan kaget, am sudah dirumahnya


"baru pulang?" tanya am


"iya.. tante kapan datang, terus mama dimana sekarang?"


"mama di rumah lah, kan sini ke rumah gak jauh, ada yang mau tante omongin dulu sama kamu"


"memangnya ngomong apa te?"


"tante ada kenalan temen tante punya anak gadis, cuantik, tante kenalin ya, pinter masak, pinter bersih bersih rumah, sopan, gak pinter make up, natural gitu aja orang nya" jelas am

__ADS_1


"emmm.. terserah deh.. tapi aku mau ngomong sama tante, mau tante kenalin aku ke wanita mana pun, siapapun, apapun, tante.. aku cuma kenal wanita itu satu, dan gak akan berpaling ke siapapun"


__ADS_2