Satu Nama Sebuah Kisah

Satu Nama Sebuah Kisah
RKKRW #3


__ADS_3

setelah Allan pergi, tak terasa sebulan setelah pernikahan lebih tepatnya, Hanna dan allan berpisah untuk sebuah kisah long distance relasionship..


"hallo baby" sapa Allan dalam video calling


"halo baby, gimana kerjanya hari ini?" sapa Hanna


"hem lelah, coba ada kamu, pasti pijat pijat mantap"


"haha"


"jaga diri disana ya baby" kata Allan


"iya, oh ya, aku sudah tidak pernah datang ke tempat tempat nongkrong, kemarin teman teman datang tapi aku bilang aku tidak bisa" kata Hanna


"bagus deh, dirumah saja, kalau bosan bilang saja buat belanja, aku kirim uang" kata Allan


setelah mengobrol itu, bahkan didepan Hanna, karna Hanna ikut dengan Allan bertemu bosnya


disinilah sikap dewasa Hanna mulai tumbuh


"apa kamu menyesal menikahiku setelah tau tidak bisa membawaku?" tanya Hanna


"ahh? kenapa kamu bicara itu?"


"kamu bilang kan menikah agar bisa membawaku. tapi ternyata?"


"aku tidak menyesal, aku cinta sama kamu, tapi bagaimana aku bekerja diluar negri sementara kita pisah?"


"aku mau, aku bisa jaga diri disini" kata Hanna


seketika Allan menyentuh kedua pipi Hanna


"kamu serius bisa jaga?" tanya Allan


"serius"


"aku tinggal kerja dan pulang belum tentu sebulan sekali?"


"serius, aku bersumpah"


Allan yang tinggal dan di Jepang untuk pekerjaannya membuat Hanna dan Allan menjalani hubungan jarak jauh.. akhirnya Hanna tak mau keluar dari kebangsaan Indonesia, tapi tidak memungkinkan juga untuk Allan menetap diindonesia karna pekerjaannya apalagi untuk apa pindah warga negara indonesia karna Hanna tidak ikut pindah ke negara lain


mereka selalu menyempatkan untuk video calling setidaknya sehari 2x


Hanna tinggal dirumah milik Allan yang sudah lama Allan bangun memang untuk ditinggalinya bersama anak istrinya kelak, sedangkan Allan tinggal di Jepang dalam beberapa saat untuk pekerjaan Allan


sejak menikah banyak perubahan signifikan dari dalam diri Hanna yang menonjol seperti salah satu yang utama adalah meninggalkan Tatik, Cika dan Banna,


saat dirumah sendirian sorenya..


"halo nak, kamu dimana?" tanya Tatik


"dirumah ma, ada apa?"


"sudah makan? kalau belum pulang nak kerumah, mama buatin makanan"


"sudah kok ma"


mereka bertelfonan sering sekali, membuat Hanna merasa jika semua sudah berubah, kenapa baru merasakan jika Tatik peduli kepadanya


Tatik memiliki pemikiran yang sama, dimana ia malah merasakan kehilangan anaknya, padahal baru saja ia memutuskan berhenti bekerja, untuk bisa menemani anaknya, tapi sudah ditinggal anaknya menikah


pun sama dirasakan oleh Banna yang bercerita kepada Cika, tantenya


"kak Hanna menikah langsung ditinggal sama suaminya ke jepang, apa tidak sedih?" tanya Banna

__ADS_1


"iya, tante kepikiran sama, kasihan anak itu, sendirian pasti dia, tapi beruntung dia bertemu Allan, Allan memang anak yang baik kok" kata Cika


"apa menurut tante, mereka bahagia?"


"bahagia lah pasti, tante tau bagaimana Hanna jika sudah mencintai orang lain"


"hemm kak Hanna, kadang aku masih berpikir masih banyak kesalahan ku kepada dia, egoisku"


banyak orang memikirkan penyesalan, bahkan Hanna kepikiran kembali soal ibunya, bagaimana ia kembali merasakan sendirian, dulu ia menyalahkan ibunya karna tidak ada waktu untuknya tapi ia merasakan sendiri menikah tapi dengan jarak jauh bukan hal yang mudah


apalagi melihat bagaimana Hanna yang dulu, yang jauh sebelum bertemu dengan Allan yang mampu merubahnya menjadi jauh lebih baik


kedua, Hanna lebih pendiam dari sebelumnya.. tidak lagi urakan yang disayangkan oleh beberapa teman Hanna tapi demi suami nya, ia tinggalkan semua dunia itu untuk dunia baru


"Hanna" sapa teman temannya


"hai, roy, kalian? waah ayo masuk" ajak Hanna


"Hanna, kapan main main lagi sama kita?" tanya mereka


"aku pengen main, tapi sekarang kondisinya berbeda, aku harus mengikuti kata suami"


"Hanna, apa kamu bahagia menikah tidak ada yang menemani? semua sendiri? bukannya enak dengan Dito?" tanya Roy


"Roy, aku dan Dito tidak ada hubungan lagi, tolong jangan bahas dia, hargai suamiku"


"yaudah deh, kamu berbeda sekarang Han, kamu berubah"


"kalian akan tau rasanya setelah kalian menikah" kata Hanna


inilah yang namanya pernikahan memang, akan merubah semua kondisi, pernikahan yang diawali pertemanan membuat Hanna dan Allan sama sama merubah diri dan terlihat perubahan itu dari teman mereka masing masing


jika Hanna terlihat berubah tidak lagi menjadi Hanna yang perusuh, yang abal abal seperti dulu, beda dengan Allan yang malah berubah menjadi bucin


hari berlalu, Hanna yang tak lagi canggung ketika harus bertemu untuk sejenak berlibur


tapi sayangnya sejak pernikahan itu Allan tak pernah ke Indonesia hanya saja Hanna yang ke negara Allan jika Allan libur dari pekerjaannya


sebuah hubungan LDR mengharuskan seorang Hanna menjadi wanita mandiri tanpa penjagaan dari sang suami


seiringnya berjalan waktu bareng suami, dimanjakan lelaki yang tak pernah Hanna dapatkan dari keluarga sendiri dan beberapa mantan Hanna juga membuatnya bertahan sekalipun harus rela bolak-balik negri orang


"sayang, gimana perjalanannya?" tanya Allan


"yaa begitu lah sayang, doakan aku selamat selama dijalan ya"


"pasti lah sayang, tapi bulan depan datang gak kejepang lagi"


"wooh kemana?"


"keturki, aku jadi pergi ke turki" kata Allan


"bulan depan? ahh aku ikut biar tau tempatnya nanti diturkinya, kan biar bisa sampai sana langsung temui kamu"


"pasti aku ajak nanti"


kepindahan ke Turki, dimana selama diturki juga membuat Hanna sering datang dan berlibur, karna Turki adalah kota yang sangat disukai oleh Hanna


membuat suaminya selalu ingin bahagiakan istrinya, Allan selalu membawa Hanna jalan keliling kota Turki ketika Hanna datang


hingga akhirnya kabar terbaik Hanna berikan pada suaminya, yaitu kehamilannya


senang bukan main, Allan begitu bersyukur atas kehamilan istrinya


kehamilan itu membuat Hanna kembali lebih fightingnya tanpa suami

__ADS_1


9bulan hamil, saat lahiran khusus waktu untuk Allan pulang menemani Hanna melahirkan anaknya, membuat Hanna yang melahirkan tidak merasa sakit, karna ditemani suaminya


"siapa namanya ini cucu mama" kata Tatik saat datang menyambangi anak cucunya


"aku kasih nama Abinata Rendra Malik ma, panggil Abi" kata Hanna


"Hanna. perasaan baru kemarin kamu yang segini kecilnya" kata Cika


"tante, jangan buat aku sedih lah, tante"


"hehe gak sedih kok, senang lah ada anak ini lucu, mirip bapaknya ya? gak mirip kamu sama sekali"


"haha iya ya"


sejak kelahiran Allan, baik Tatik dan Cika sering datang bergantian untuk menemani Hanna sekedar menjaga Abi ayau bermain dengan Abi


hanya saja bedanya jika Cika datang, ia akan mengajak belajar Abi, membaca, menulis, menggambar, berhitung, tapi yang datang Tatik, ya makan, main, dan semuanya


hari berlalu begitu cepat, bayi yang lahir itu yang diberi nama Abinata Rendra Malik, gabungan nama Rendra dari kakek Allan dan keluarga dari ayah Allan, sementara Malik dari keluarga ayah Hanna


dimana masih dijalani oleh Hanna, hingga tak terasa 10 tahun pernikahan dan 7tahun usia Abinata kini, masih dengan kondisi LDR


ya kenapa Hanna bisa bertahan segini lama? Karna memang baik Allan dan Hanna berpikir, mereka akan bisa tinggal bersama nanti setelah masa pensiun pekerjaan Allan


sepuluh tahun pernikahan, tentu tak membuat Abinata kehilangan perhatian dari sang ayah, karna Hanna selalu membawa sang anak setiap tahun nya, tapi sayang setiap tahun itu sekitar 3 negara kepindahan Allan


kepindahan Allan diusia Abinata 2 - 3 tahun dari Turki ke korea, ada selama 1 tahun saja, karna Abinata lahir dan masih dikandungan, ia masih di turki


kepindahan Allan diusia Abinata 3 - 5 tahun dari korea ke Jerman dan belanda selama 2 tahun


baru kepindahan diusia anaknya 5 - 6 tahun dari Belanda terakhir ke Mesir 1 tahun


terakhir sekarang ia berada di Thailand, sejak usia Abinata 7 tahun yang artinya masih sangat baru


Hanna pernah menawarkan untuk anaknya bisa tinggal dengan ayahnya tapi hanya saja ayahnya akan lebih sedikit waktu untuk menemani mereka mungkin itu yang dipikiran Abinata, dan memilih tinggal bersama ibunya


"kalau sama Dady, boleh kah tinggal Mom?" tanya Abinata


"boleh, kamu sekolah di negara Dady tinggal, gakpapa, tapi Momi gak ikut nak, kan Momi disini"


"gimana kalau Momi gak ikut, aku ikut Dady, tapi Dady sibuk bekerja?"


"ya tapi Dady tetap memerhatikan kau kok nak" kata Hanna


"enggak lah Mom, biar aku sama Momi Hanna" kata Abinata


Hanna memeluk anaknya terharu, karna memilih tinggal dan menamaninya


dan ada hal yang membuat lebih senangnya.. selain Hann dan anaknya keluar negri untuk bertemu ayahnya dan berlibur ayahnya juga sering ke Indonesia tak seperti sebelumnya yang punya momongan yang sama sekali tidak pulang ke Indonesia jika tidak aku yang kesana pasti tidak akan bertemu


jadi intinya, sejak Hanna melahirkan Abinata, itu membuat Allan lebih sering juga kembali ke indonesia, ditambah saat Hanna mengatakan dia hamil keduanya lagi


"Mom, kenapa ya Dady gak kerja disini aja" tanya Abinata


"ya Dady kan gak bisa nak, harus kerja diluar luar negri, itu pekerjaan Dady memang" kata Hanna


"Mom, kenapa Dady harus kerja yang jauh, memang gak ada kerjaan lagi di indonesia?"


"iya nak, sabar ya nak, tapi kan Dady janji pulang sering? jadi kita gak kesana lagi"


"Mom kalo deket kan enak ada Dady ada Momi bersama"


Kadang membuat Hanna sedih, karna Hanna tau pertanyaan itu dari hati karna Abinata memang polos, ia menanyakan apa yang benar benar ada dikepalanya. tapi Hanna dengan kasih sayangnya memberikan pengertian itu, agarAbi paham, nilai nilai dan hikmah kenapa ayahnya bekerja jauh darinya


"nak.. Dady kerja jauh, itu untuk kita, untuk Abi, untuk Momi juga ya kan, tandanya Dady sayang sama kita, kalo dekat Dedy gak kerja terus mau kamu gak disayang sama Dady"

__ADS_1


__ADS_2