
"kamu serius ray? kok bisa sih" tanya nuni menghentikan suapan nasi nya
"rayyi sibuk banget ma, sampek rayyi gak lihat ada orang"
rayyi menjelaskan dan menceritakan ketakutannya..
"kamu sudah bertemu dia belum, atau dia udah tau siapa kamu?"
"dia udah tau ma kalo rayyi yang jadi penyebab dia begitu"
"lalu dia marah?"
"enggak"
"serius?"
"iya serius"
"masa sih ray, temuin mama sama dia.. mama penasaran"
"besok ma, dia di toko nya"
"oh dia buka usaha apa kerja?"
"lanjutin usaha ibu angkatnya ma"
"oh... loh kemana ibu kandungnya?"
"selama rayyi sama dia dekat, rayyi tanya tanya dia tinggal sama nenek kakeknya sejak lahir, tapi karna nenek kakeknya meninggal ia hidup sendiri sampai bertemu dengan toko pemilik yang dia tempatin sekarang"
"wah besok ajak mama kesana"
esoknya... ketika rayyi berangkat ke toko kain milik rayya..
ditengah jalan karyawannya menelfonnya
"maa.. bentar ma, karyawan kantor telfon"
"iya udah sana"
nuni pun hanya terdiam lirik sana sini menunggu anaknya dengan urusan di telfonnya
namun ketika ia melihat ke satu toko kain dan disitu ada gadis yang duduk dikursi roda sedang melayani pembeli
nuni mendekati arah gadis itu, melihat lebih dekat
yaa gadis itu rayya, wanita yang dimaksud oleh anaknya, ia tersentuh melihat cara rayya melayani pelanggannya
"ibu ambil aja kain yang mana, itu di ujung aja papan garis satu meternya lihat Bahannya buk" jelas rayya
"kalo ini berapa nak?" tanya ibu pelanggan
rayya mengusap usap kain merasakan kain yang seharga berapa itu
"oh ini, perduameter bu pembelian minimal, itu harga dua meter 165"
"oh yaudah saya ambil 2meter x4"
"oh silahkan bisa di ukur sendiri bu disana"
setelah pelanggan selesai
"ini rayya uangnya" sapa pelanggan menyodorkan uang
"emm.. 165ribu dikali 4, total 660ribu ya, ini ada tujuh lembar kembali 40 ribu ya bu"
"oh jangan udah gausah, buat rayya aja kembaliannya"
"loh bu. jangan lah, kok dikasih saya, ada kok kembaliannya, ini bu"
"saya kasih buat rayya emang, bisa tambah tambah untuk beli obat"
"loh bu, saya ada kok untuk..."
"udah ya saya pamit"
"makasih bu"
tak lama alga datang..
nuni berfikir jika alga pasti kekasihnya atau bahkan suaminya..
karna tak memiliku wajah yang cukup sama antara keduanya
"ray.. ada yang beli?" tanya alga
"iya kak, barusan"
"mana uangnya?"
"itu"
__ADS_1
"oh, ada kembalinya kan?"
"ada tapi ditolak, suruh ambil rayya, kakak anterin aku ya ke mesjid sebrang sana"
"kamu mau kasih uang kembalian ibu itu ke masjid"
"iya... kenapa? gak mau anterin? yaudah"
"eh iya iya, kapan aku bilang enggak"
dan rayya bersama alga pun menuju salah satu masjid diikuti oleh uni..
setelah mereka kembali ke toko, tak lama rayyi datang..
"ma.. maaf, tadi ada kesalahan dikantoraporan di cancel jadi copy dulu yang kemaren biar tau salah dimana"
"iya, yaudah ayok"
setelah masuk ketoko, rayya yang sedang menikmati es bersama alga pun menyambut
"mau cari kain apa bu?" tanya rayya
"ini rayyi, aku sama ibu aku" ucap rayyi
"oh rayyi, ada apa ya kok sama ibu kamu?"
"emm.. mama saya ingin ketemu kamu"
"kenalin, saya uni, mamanya rayyi" ucap uni
"rayya tante"
"rayya? nama itu" ucap uni dalam hatinya
tiba tiba nuni teringat ayah ibunya yang memberikan nama kepada rayyi, pasti tak jauh berbeda dari anak ku yang satunya
"pasti anak ku sebesar ini" ucap nuni lagi dalam hati
"silahkan duduk tante"
"iya makasih"
terdiam beberapa detik
"tadi saya lihat kamu dapat pembeli dan mdmbeli kain dengan melebihkan uang kembalian, kenapa kamu kasih masjid seluruhnya?" tanya nuni
"oh itu, kalo itu bukan hak saya tante, pelanggan saya memberikan kepada saya karna rasa kasihan, sementara diluar sana masih ada yang lebih menderita dari saya, lagian uang itu ada hak milik orang lain, jadi untuk membantu masjid cukup tante"
"tante kenapa?"
"ah maaf, tante jadi rindu sama ibu tante, dia selalu mengajarkan hal yang sama seperti kamu lakukan saat ini"
"saya diajarin oleh kakek nenek saya tante"
"wah hebat kakek nenek kamu ya"
"enggak juga tante biasa aja"
awalnya, nuni berfikir jika anaknya tak perlu terus terusan membiayai hidup gadis itu, karna itu sudah jadi nasib gadis itu menjadi lumpuh dan buta
namun ketika sudah mengenal rayya, uni justru meminta anaknya terus menemani rayya jika perlu menjadikan rayya kekasih anaknya..
"tadinya mama pikir begitu, tapi mama setuju kamu kamu jalan sama dia, apalagi pacaran"
"mama apaan sih, maa.. aku begini karna aku merasa ini tanggung jawab ku, bukan berarti aku suka"
"yah mama kenal kamu sayang.. kamu itu suka sama dia.. mama juga srek kok sama dia. dia gadis cantik luar dalam"
hari terus berlalu, uni masih sering menelfon sekedar bertanya keadaan rayya setiap malam sebelum rayya tertidur
nuni seperti bertemu dengan pengganti ibunya yang sudah lama menghilang dari rumahnya membawa anak perempuannya...
apa yang ada pada diri rayya terdapat jiwa ibunya..
rayya tak patah semangat.. ia terus menemui dokter yang menangani nya sekaligus dokter langganan ketiga kakak angkatnya untuk menanyakan pendonor mata untuknya walaupun itu benar benar sulit
rayya terus berusaha untuk bisa berjalan dibantu salsa dan sabila disisi lain mungkin rayya sedang drop, jatuh, lemah, Karna cobaan bertubi tubi datang pada nya
namun disisi lain rayya bersyukur, ia memiliki keluarga baru yang peduli padanya..
salsa, sabila, dan alga penuh memberikan perhatian dan support pada rayya, rencana tuhan memang lebih indah
"kamu ini loh, dijaga kesehatan, jangan forsir pekerjaan dan waktu" kata sabila
"kalau sakit, kita kuatir, kamu sudah aku anggap adikku ray" kata Salsa
yaa memang mereka sudah bisa mulai dekat, salsa dan sabila juga mulai bisa menerima rayya sebagai adik
suatu hari ketika rayya menuai tanaman yang ia tanam, ia sedikit demi sedikit bisa berjalan..
walaupun dibantu dengan dua tongkat kanan kiri, namun perubahan semakin terasa, sampai ketika rayya mampu berdiri dengan satu tongkat, usahanya semakin terlihat
__ADS_1
dan kini setelah menanti tepat tiga berlalu, akhirnya ia bisa berjalan tanpa alat bantu apapun..
salsa ketika itu yang menemani rayya pun membawa raya untuk cek ke dokter
"ayo, kita siapkan pergi ke dokter" kata salsa
"kak, aku saja mengurus disini, kamu bisa urusan buat cek up rumah sakit" kata sabila
dokter mengatakan jika ini adalah penantian cukup cepat memang untuk rayya bisa kembali berjalan, karna prediksi nya akan cukup lama bahkan lebih dari lima tahun, walaupun seperti itu, rayya menunjukkan sikap optimisnya
setelah dokter menyatakan rayya benar benar telah sembuh dari kelumpuhan dan survival paling cepat dalam kasus ini, rayya mendapat uang ganti setengah dari pengobatannya dirumah sakit walaupun itu dari uang pribadi sang dokter
karna dokter begitu takjub dengan semangat tinggi rayya..
"waaah serius ini kah?" tanya rayya
"iya lah, serius, karna saya salut sama kerja kerasmu"
lagi lagi rejeki tidak akan menghianati hasil
salsa, sabila, maupun alga kembali seperti ditampar oleh kebaikan rayya, bahkan ia tak seperti rayya bisa tulus kepada siapapun..
dan uang dari sang dokter tak mau ia sia siakan..
ia membuka "PANTI ZOO"
tempat dimana hewan hewan dipelihara, mulai dari hewan jalanan, hewan cacat, dan lainnya
tak tanggung tersedia juga rumah sakit untuk hewan didalam nya dengan pekerja yang ahli hewan
paling banyak didalam rayya mengumpulkan kucing kucing yang cacat.. dan beberapa hewan lainnya
sebagian lagi uang yang tersisa untuk membesarkan dagangan milik almarhum bu tarsih yang dipercayakan padanya..
hingga ia menoreh sukses dari uang pemberian sang dokter, ia menghirup udara yang lama tak ia hirup, yaa udara sejuk diteriknya siang hari
rayya duduk dilantai bersender di kursi
tiba tiba seekor kucing datang dan langsung duduk dipangkuannya..
ia kaget..
"kucing, ih ngagetin aja" ucap rayya
"kucingnya demam, kamu sakit kucing.. makan ya"
si kucing terus diam, terasa kucing tertidur..
lama lama sikucing terasa cukup kaku
"yah kucing nya kok... pussss.. kamu kenapa"
tiba tiba seorang perempuan tak jauh dari usianya menyapanya
"kucing ku disini, kak, kucingnya mati" ucapnya
"ha? maksudnya itu gimana ya"
"itu kucing saya. dia sakit gara gara ditabrak sama orang, beberapa hari dia lemas, dan dari tadi saya cari eh dia lari kesini pas saya tanya warga"
"yah, pantesan si kucing kaku, kamu kubur aja.. ini bawa ke alamat ini, bilang disuruh sama rayya"
"ini tempat apanya kak?"
"ini tempat usaha kakak, disitu ada babershop untuk hewan peliharaan, juga ada salon, ada juga toko makanan, rumah sakit hewan, disana juga ada kebun binatang, semua lengkap dan kamu bilang nanti di satpam disuruh sama rayya kuburkan kucing ini nanti saya nyusul kamu"
"disana ada pemakaman khusus kucing atau gimana kak?"
"disana ada pemakaman khusus hewan. jadi yang kangen sama hewan nya bisa dateng kesana"
"bayar berapa kak disana?"
"gak ada tarif disana udah bawa aja kesana"
pemilik kucingpun membawa kucing ke alamat yang dituju dan tak lama rayya menyusul menutup toko kainnya
karna ia tak mungkin mengendarai kendaraan sendiri, ia pun memberhentikan bis tujuan pamekasan ujung daerah dimana PANTI ZOO ia dirikan
karna ia tak tau kursi mana aja yang kosong, ia pun terpaksa berdiri dan tiba tiba lelaki memberikan duduk pada rayya dan lelaki itupun berdiri
tak mendapat respon lelaki itu menatap arah wajah rayya dan terkejut ketika tau gadis didepannya itu ternyata buta..
akhirnya ia membantu untuk rayya duduk
"duduklah" sapanya
"ah.. makasih"
terdiam cukup lama
"arah mu mau kemana?"
__ADS_1
"saya mau ke PANTI ZOO"