Satu Nama Sebuah Kisah

Satu Nama Sebuah Kisah
XLC #2


__ADS_3

ketika kebersamaan Wang Tyang menganggap dia dan Xiao adalah teman dekat..


ia mengikuti Xiao agar tau rumahnya..


dan ketika pulangnya..


"berdiri didepanku" teriak Xiao


Xiao tau seseorang mengikutinya


"cepet, atau aku yang mendekatimu lalu ku beri kamu pelajaran" bentaknya lagi


Wang Tyang mendekati Xiao


"apa?"


"enggak, cu-cu.."


"cu?"


"cuman ini, apa, emm, cu-ini, itu"


"apaaaa" ucap Xiao dengan nada keras


"cuman pengen tau rumah kamu" ucap Wang Tyang keceplosan karna kaget


"ikuti aku" ucap Xiao


ketika sampai..


"kamu gak ada pulang, langit sudah gelap tanda mau hujan Xiao" sapa Sung Ma


"iya oma baru selesai, tadi tambahan materi"


"ini siapa?"


"Wang Tyang bi" ucap Wang Tyang


"bi?" tanya Sung Ma


"eh dia oma ku" jawab Xiao


"eh.. maaf omah"


"tidak masalah"


"jangan sembarangan kamu menyapa" bentak Xiao


"he... ya gakpapa Kan Xiao, artinya oma kamu ini masih muda" jawab Sung Ma


"sudah tau rumah ku kan? terus apa lagi, kalau tidak ada pulang", aku ingin cepat tidur" ucap Xiao


"a-aku.. "


"Wang Tyang.. masuk dulu yuk, makan" ajak Sung Ma


"oma?"


"udah, kasian udah antar kamu, temenin kamu pulang" jawab Sung Ma


"ta-tapi..."


mereka pun makan..


sore itu..


ketika selesai makan..


"harusnya kamu tolak, langsung pergi pulang.. bukan masuk, kurasa ada pelajaran untukmu besok dari aku" ucap Xiao


"tapi Xiao..."


Xiao masuk tak pedulikan penjelasan Wang Tyang...


wktu berlalu dengan cepat..


awal kelas tiga dimana tahun terakhir Xiao dan teman lainnya akan menyelesaikan sekolah ditempat yang sama lalu akan berpisah masing masing untuk sekolah di sekolah yang sama..


ketika itu, Xiao yang baru datang..


melihat ada flashdisk dari meja salah satu temannya


ia mengambil dan menyalakan ke laptop mini (notebook) yang dibawa nya dan isi nya adalah foto dan beberapa video dewasa.. Xiao langsung melepaskan Flashdisk itu..


tak lama Sang Dong salah satu temannya sibuk mencari sesuatu.. mungkin flashdisk itu..


Xiao mendekati Sang Dong dan menyodorkan flashdisk nya


"oh, iya Xiao, eh makasih" ucap Sang Dong


"hemm isinya terlalu dewasa, usiamu masih terlalu kecil" ucap Xiao menahan tawa


"eh Xiao, ka-"


"iya aku liat, penasaran"


"ih kok diliat, aku malu"


"duhh apaan sih"


dan dihari kelulusan..


ia mendapat telfon nomor tidak dikenalnya


"halo" sapa nya


"halo, Xiao bukan?" tanya perempuan itu


"ya, saya, kamu siapa?"


"aku Lin Mei"


"Lin Mei?"


"iya.. waktu sekolah pertama kita di playgroup playbaby itu bareng aku duduk"

__ADS_1


"oh kamu, iya Mei Lin ada apa?"


"Lin Mei, Xiao, bukan Mei Lin"


"ah itu, iya ada apa, tau dari mana nomorku?"


"dari sepupu aku, yang ada sekolah disana juga, dia cerita kamu, jadi keinget kamu kamu yang temen ku deh"


"oh iya iya.. kamu jadi sekolah dimana?" tanya Xiao


"aku di Santa Maria, tapi udah mau keluar Xiao, sekarang ke Chigayo Schoolhighness"


"ah, sama"


"ha.. serius kamu?"


"iyaaa, aku sengaja ambil ke Chigayo karna tempat baru"


"wah kebetulan kah, kurasa kita harus bertemu.. aku penasaran denganmu sekarang"


ketika hari libur tiba..


mengatur janji bertemu dengan temannya yang bernama Lin Mei itu..


seperti biasa, setelah kelulusan, Xiao selalu menginap dirumah orang tuanya..


"pa.. jadi kan anterin Xiao masuk sekolah baru?" tanya Xiao


"jadi, kalau kamu boleh ya papa bisa aja"


"Xiao, kamu kan kuliah, bukan lagi sekolah, masak sih harus masih dianter papa" tanya Nada


"ku mohon ma, yaa"


"udah lah, gak masalah"


"ya sudah terserah sudahlah, lalu kamu hari ini jadi keluar?" tanya Nada


"jadi ma.. oh iya, aku hari ini janji ketemuan sama Lin Mei"


"Lin Mei?" tanya Nada


"itu ma, yang waktu sekolah di playgroup awal awal Xiao kenal sekolah, ya kenalnya sama anak ini"


"oh ya.. oh yang anak itu waktu itu pakai tali rambut warna warni?"


"nah, betul, tapi kurasa dia masih suka dengan full colour, banyak di sosmed pribadinya ma"


"emm.. namanya penuh warna, dihidupnya"


"iya sih"


dan ketika janji bertemu..


ketik Xiao sampai..


ia lirik ke sekelilingnya..


mencari foto yang pas dengan profil sosmed milik Lin Mei


tetapi ketika selang beberapa menit ia duduk dan menunggu..


ia melihat sedang terjadi keributan..


karna ia melihat, maka ia menolong..


tapi ketika tidak ia ketahui, ia akan bersikap biasa saja..


Xiao mendekati arah dua lelaki yang mengeroyok satu ibu ibu dan satu anak laki laki..


Xiao menahan pukulan yang akan didaratkan mereka pada anak laki laki itu dengan kakinya dan menendang tangan mereka


beberapa temannya turun membantu penjahat itu memberi balasan untuk Xiao, tapi Xiao tetap menghadapi mereka dengan santai..


Xiao menahan satu orang yang terjatuh dengan kaki nya, lalu menarik kerah baju satu orang lain dengan tangan kiri, dan melemparkan batu kepada kepala atau boss kedua orang yang digarap oleh Xiao..


ketika keduanya kalah, ia mendekati lelaki berbadan besar itu dan menatap arahnya..


"eh.. saya tidak memukul wanita" ucap lelaki itu


"saya tidak peduli, lalu anda menyuruh anak buah anda memukul ibu dan anak lelaki itu, bisa dikatakan hati anda lebih busuk" bentak Xiao


"kamu tidak tau urusannya"


"ya saya tidak tau urusan kalian, tapi saya tidak suka melihat kejadian ini depan mata kepala saya" jelas Xiao


"mereka ada penjanjian untuk memberikan anaknya sebagai membayar hutang"


"apa hubungan mereka punya hutang dan membayar dengan anak perempuan?" tanya Xiao


"sudah perjanjian.."


"hapuskan perjanjian itu, atau..." ucap Xiao


"atau aku menang memberimu pelajaran, lalu aku akan menganggap hutang mereka lunas"


"okeh"


terjadi pertengkaran keduanya..


sama sama memiliki kepintaran dalam bela diri membuat keduanya cukup lama melakukan perkelahian..


sampai akhirnya dimenangkan Xiao, sesuai perjanjian, ia melunaskan hutang dan tidak lagi mengejar keluarga itu


mereka pun pergi begitu pula Xiao


pergi tanpa menyapa kembali kedua orang yang dibantunya, mengambil tas dan pergi meninggalkan cafee, ditengah perjalanannya pulang, Lin Mei baru menghubunginya jika ia baru sampai


"halo, Xiao, aku sudah sampai, kamu disebelah mana?"


"aku dirumah" jawab Xiao


"ha.. kamu belum siap berangkat"


"tadi sudah sampai, kamu tidak datang ku kira tidak jadi, aku pulang, kamu kerumah saja, aku kirim lokasi nya"

__ADS_1


"okeh okeeeh"


dan ketika tak lama Lin Mei datang..


"cari siapa?" tanya Sung Ma


"emm saya Lin Mei bi, cari Xiao" ucap Lin Mei


"dia nenek ku, omah, itu Lin Mei, teman sekolah ku" ucap Xiao


"oh ya, silahkan masuk, ayo, saya buatkan minuman" ajak Sung Ma


"Xiao?" tanya Lin Mei


"iya, masuk dulu Mei Lin"


"kamu lebih cantik sekarang" ucap Lin Mei


"haha bisa aja, kamu juga, ya kan sudah sama sama tau merawat diri yang bagaimana"


"iya sih"


sejak itu kami berteman..


ketika hari pertama masuk, seperti biasa, Fu Zao mengantarkan anaknya..


dan untuk kali ini tak ada masalah dengan sekolah baru anaknya. .


tak disangka, Wang Tyang juga masuk disekolah yang sama.. dan mereka menjadi teman satu kelas di Chiva Gyo Highness scholl univertsity


"Xiao? kamu disini?" tanya Wang Tyang


"iya, kamu disini kenapa jauh?"


"justru lebih dekat disini dari rumah" jawab Wang Tyang


"oh ya, rumah kamu dimana?"


"ChigaFresh"


"oh perumahan situ.. eh iya kenalin ini Lin Mei"


"Wang Tyang"


"Lin Mei"


sejak itu pertemanan mereka erat..


tapi Xiao mencium bau bau keduanya sedang saling dekat dan pdkt


"hemm.. kalian pacaran ya?" tanya Xiao


"Xiao, engg-enggak kok" jawab Wang Tyang


"kalau iya gak masalah, asal gak anggap dunia milik kalian berdua aja, masih ada Xiao disini"


"ha, kamu gak marah?" tanya Lin Mei


"enggak lah"


tapiĀ  baik Wang Tyang dan Lin Mei sepakat untuk hanya bersahabat karna menghargai Xiao


seiring berjalan nya waktu..


kebersamaan ketiganya membuat Wang Tyang juga Lin Mei mengenal sosok seperti apa Xiao..


suatu ketika, keduanya mencoba menutupi dari pandangan Xiao ketika melihat ada kegaduhan dikelas karna


"eh emm ini ada diskon di lapak dalam mall, kita kesana akhir pekan ini bagaimana?" tanya Lin Mei


"wah iya tuh, ada tas kan, boleh"


tapi Xiao sadar, ada yang aneh dari keduanya..


karna jika ada sale, promo, atau diskon berapa persen pun biasa saja, mereka bakal datang tapi penyampaian keduanya membuat Xiao heran..


ia melirik sekelilingnya..


dan benar saja, ia melihat seorang perempuan karna tampilannya justru di kerjai beberapa teman di salah satu kelas


"emm gimana, ini kan kamu cari kan, Xiao, bagus loh, murah" ucap Lin Mei


"uust" kode Wang Tyang


"kalian sedang mencoba mengalihkan pembicaraan karna mereka?" tanya Xiao


"bu-buka-bukan" jawab Lin Mei


Xiao berjalan kearah kelas itu


"Xiao... udah lah, ayo pergi" ajak Wang Tyang


tapi Xiao tetap berjalan pergi menuju kelas..


karna ia lihat sudah keterlaluan, Xiao menendang pintu dengan keras..dan berdiri didepan tiga wanita yang menghakimi satu wanita cupu..


"siapa kamu?" tanya ketua dari tiga geng itu


salah satu anak berbisik pada ketuanya..


mengatakan jika didepannya ini adalah Xiao..


perempuan yang sangat hebat dan berani


"oh.. Xiao Lieng Cheu" sapa ketua itu


Xiao duduk diatas meja dan kaki ia angkat ke salah satu kursi disana


"kelas 2 biofisika.. bukannya kelas ini dikenal dengan kepintaran murid didalam kelas ini kan? siapa ketua kalian?" tanya Xiao


"tidak perlu anda basa basi, katakan saja apa urusan anda masuk kelas saya"


"kamu.. siapa namamu? katakan padaku, setiap perempuan ini memperlakukan kamu seperti yang ku lihat tadi" ucap Xiao kepada gadis cupu


"he.. apa urusan mu" tanya ketua geng itu

__ADS_1


"urusanku, karna aku kebetulan lihat kalian, kalau saja aku tidak lihat, kalian aman..."


__ADS_2