Satu Nama Sebuah Kisah

Satu Nama Sebuah Kisah
MDJ #2


__ADS_3

karna Jeffry adalah seorang polisi yang menyamar, ia adalah intel dari kepolisian, yang mencari tentang buronan disekitar hotel mewah dekat Febby bekerja


dimana saat tugas inilah ia dipertemukan dengan gadis idamannya, tapi sayang karna ia juga harus bekerja, ia harus membagi fokus nya antara gadis ia sukai dan pekerjaannya saat awal awal bertemu


Saat rapat dikantor Jeffry berakhir, Jeffry menuju tempat biasa Febby stay untuk mencari pelanggan untuk dilukisnya


Jeffry melihat bunga matahari putih kesukaan Febby dan membelinya dari penjual bunga itu untuk ia memberikan pada Febby


tak lama menunggu kedatangan Febby, Febby datang, Jeffry memberikan bunga yang ia beli tadi


"waaah untukku?" tanya Febby


"iya, karna aku tau kamu suka matahari putih"


"iya, au suka banget, makasih"


karna saking senangnya pada bunga matahari putih, Febby merasa siapa saja yang memberikannya bunga itu, begitu terlihat baik dimata Febby


sedikit aneh, teeapi memang itulah yang dirasakan oleh Febby setiap ada yang memberikan ia bunga matahari putih


disini lah, Jeffry mulai menceritakan tentang siapa dirinya dan tujuan nya kepada Febby


Febby kaget, tidak percaya tapi mau bagaimana lagi, tapi Febby pun memahami jika Jeffry harus kembali bekerja


"aku akan kembali, tapi aku harus pergi dulu" kata Jeffry


"iya sudah, tidak apa apa" kata Febby


"kamu disini ya jaga diri"


"iya"


pekerjaan intel yang mencari gelagat aneh dari beberapa orang disekitarnya dan benar ia mendapatkan seorang yang sedang tertutup jas hujan lengkap dengan baff membuat seseorang itu mencurigakan


karna cuaca sedang hujan Jeffry tetap mengejarnya tapi Jeffry kehilangan jejak orang tersebut dan saat berbalik badan seseorang menghajar wajahnya hingga tak sadarkan diri..


karna yang terjadi saat Jeffry mengejar lelaku itu, tapi lelaki itu mengambil isi dompet dari Jeffry dan meninggalkan Jeffry disana dalam keadaan pingsan


Saat hujan mulai reda Jeffry pun tersadar dan ia mendapati dompet dan seluruh isi nya ludes


Keesokan harinya di pagi hari.. Jeffry mendatangi tempat Febby stay bekerja.. ya masih tetap didepan hotel mewah..


Ia membelikan bunga matahari kuning


"Hai.. aku ada sesuatu untukmu" menyodorkan bunga


"Untukku? Kau tak perlu repot begini"


"Tak apa lah..trima kasih atas semua perhatian mu"


"Aku senang jika kau senang"


"Ou.. mungkin kau juga orang yang sering menaruh bunga didepan pintu rumahku lalu pergi"


Jeffry hanya menatap Febby diam dan tersenyum


"Ou.. kau jangan-jangan penjual bunga?" tanya Febby dan tertawa kecil


"Aku hanya menyukai bunga.. melihat bunga ingat wajahmu"


"Kau bisa saja lah"

__ADS_1


saat sedang mengobrol, Jira juga mengambil kuas karna salah satu orang disana meminta untuk Febby melukis anaknya


tapi tiba-tiba tembakan peluru dari lantai atas hotel mewah itu dan membuat semua disana jadi berlarian, Jeffry pun ikut dalam pertempuran baku tembak keributan terjadi disana


Seorang lelaki dari balik salah satu jendela itu menembak tepat dibahu Jeffry tapi justru terkena Febby..


Febby pun segera dilarikan kerumah sakit.. oleh Jeffry dan juga ayah Jeffry yang kebetulan juga dari kepolisian


Sesampainya dirumah sakit..


Febby ditangani dokter dan beberapa suster..


Jeffry menitipkannya kepada salah satu perawat yang bertugas disana sedangkan Jeffry mencari kenali pelaku baku tembak yang tadi terjadi


Jeffry mengendap endap tapi seseorang menembak terkena bahunya, membuat dia terkapar dan dilarikan kerumah sakit juga


Sementara dirumah sakit.. Febby sudah siuman.. tapi ia harus kehilangan suara nya karna peluru yang menembus tenggorokan


Suster memberi sebuah bunga matahari putih kesukaan nya dan Febby bertanya lewat tulisan


"Dari siapa bunga ini?" kata Febby dalam tulisan itu


"Saya tidak tau.. ia tak ingin memberitahu kan siapa namanya"


"Ou okeh trima kasih"


skip, karna kondisi anaknya memprihatinkan, jadi untuk beberapa hari dulu Jhony tidur dirumah anaknya untuk merawatnya hingga berangsur-angsur membaik Jhony pulang kerumahnya lagi


tapi sampai hingga Febby sembuh pun tak mendapati Jeffry menjenguknya.. yaa Jeffry harus menjalani perawatan di luar negri di kediaman asli kedua orang tuanya


Sementara seseorang yang berbuat onar atas baku tembak itu adalah Giant.


Giant adalah ketua gengster terbesar disini, dia seorang buronan yang sedang dicari Jeffry dan beberapa teman Jeffry lainnya dari pihak kepolisian


Giant memang sangat licik untuk bisa membunuh orang yang selalu menyakiti Febby.. siapapun orang nya jika Mira merasa sedih karna orang itu.. maka orang itu akan dibunuh oleh Giant


Giant yang sama sekali tidak menyukai seni lukis ia mulai belajar.. melukis sedikit demi sedikit hingga ia bisa melukis dengan benar hanya karna cintanya kepada sosok pelukis itu


Suatu hari Giant membersihkan pistol yang sudah membuatnya menembakkan peluru pada gadis yang ia cintai.. Giant menyimpan nya rapat-rapat semua hal


Giant mencoba menghibur diri, ia pergi kemanapun dia ingin pergi, ke bioskop, caffe, museum, dan beberapa tempat lainnya tapi dengan pikiran nya yang masih pada Febby


Giant duduk di kursi taman pinggir jalan sembari melihat foto seseorang yang sudah ia tembak


suatu hari ia mendatangi pengusaha kaya yang sempat mendekati Febby hanya karna ingin merusak Febby tapi selalu gagal dan dengan mengendap-endap ia memasuki ruangan manager


disana ia mendapati lelaki itu dan akhirnya menembakkan peluru tepat pada kepala pria itu lalu meninggalkan tempat


*FLASHBACK...


Awalnya taman itu hanya tanah lapang biasa.. tapi karna Giant mengetahui jika gadis yang ia sukai yaitu gadis pelukis itu yang menyukai sekali bunga matahari putih


Giant merubah seketika tanah lapang itu menjadi taman bunga matahari putih


Setiap hari Giant menyirami, merawat beberapa bunga disana, setiap pagi Giant melihat Febby selalu menyempatkan diri disana.. hingga suatu hari Febby terjatuh dan Giant tak mungkin menolongnya pasti akan malu karna Giant pemalu


Giant inisiatif untuk mengambil alat-alat lukis Febby yang tak sempat Febby ambil karna terhanyut air sungai itu


Giant dengan sigap mengambil tas itu dan menyimpannya dan hari itu juga giant memanggil beberapa temannya untuk membantunya membuat jembatan itu lebih layak agar suatu saat ketika Febby ingin melintas tanpa harus terjatuh, dengan kerja kerasnya semua selesai,


barulah Giant menaruh tas alat-alat lukisan Febby di tengah jembatan itu.. Febby datang dan Giant bergegas pergi dari tempat itu dan saat itu juga mirap melukis tempat itu dan menaruhnya ditengah jembatan itu lalu diambillah oleh Giant lukisan Febby

__ADS_1


Itu lukisan yang sangat indah bagi Giant dan soal bunga.. selama ini yang mengantarkan bunga pada Febby tanpa ada pengirim nya itu dari Giant..


Giant melihat dari tempat yang tidak jauh untuk memastikan bunga itu sampai pada Mira


*akhir FLASHBACK...


Setiap harinya Giant yang bertempat pada hotel mewah dekat stay pekerjaan Febby, ia selalu melihat dari teropong setiap kegiatan Febby.. seperti saat Febby melambaikan tangan pada seseorang


Giant menganggap itu lambaian untuknya jadi ia ikut melambaikan tangannya, saat minum dengan salah satu pelanggannya dan bersulang Giant menganggap itu bersulang dengannya


Hingga suatu hari Giant mendapati Febby sedang didekati oleh lelaki yaitu Jeffry.. namun saat ia ingin menembak Jeffry terhalangi oleh Febby.. Giant pun mengurungkan niatnya


Tapi saat Febby sedang membelikan minum untuk Jeffry, Giant menghampiri Jeffry yang sedang melihat lukisan indah Febby


"Lukisan gadis itu sangat cantik sama seperti pelukisnya.. tapi tidak untuk siapapun kecuali aku" ucap Giant lalu pergi


"Rupanya yakin sekali dia" ucap Jeffry pelan


Giant jugalah orang yang sudah merampas semua isi dompet milik seseorang pria tak perduli hujan lebat, Giant melihat identitas pria itu, bernama Jeffry, betapa kagetnya ketika tau Jeffry adalah kepolisian dan ternyata intelnya adalah lelaki yang dekati gadis yang disukai oleh Giant itu


Hingga suatu hari saat ia mendapati Jeffry memberikan bunga matahari kuning pada Febby, dan Febby menerimanya sontak membuat marah Gian


karna itulah, membuat akhirnya Giant mengambil pistol untuk baku tembak yang saat terjadi ia mengarahkan pistolnya pada Jeffry tapi justru terkena Febby yang membuatnya terkejut setengah mati..


tapi tak sampai disitu, saat akhirnya Jeffry mencari nya dan sebelum Jeffry menembaknya dengan sigap Giant menembakkan terlebih dulu pada Jeffry dan kena pada bahunya.. membuat  Jeffry harus dilarikan kerumah sakit luar negeri


*nah begitu cerita dari pov Giant


Ini adalah hari pertama Febby tanpa sepatah kata suara dan memulai kerja nya sebagai pelukis seperti biasanya


tapi saat ia terlelap di kursi duduk nya, Giant menghampiri Febby untuk meminta dilukiskan


"Permisi, aku harus beri kau berapa?" tanya Giant


Febby menunjukkan tulisan "sketch €30" lalu Giant membayar, tapi lukisan Febby justru pada sketsa wajah Jeffry.. ia segera merobek dan membuangnya


"Kenapa?" Tanya Giant


Febby tidak memberikan tulisan, malah mebyembunyikannya


"Maaf saya belum berkonsentrasi, biar saya lukis ulang boleh?" tanya Febby


"Boleh, tapi lain kali, besok saya kembali untuk mengambilnya" kata Giant


Giant pun pergi meninggalkan Febby


sore nta ketika Febby akan pulang, Giant datang menawarkan tumpangan


"Biar aku antar.. ayo masuk" ajaknya


Febby ragu, tapi ia sulit kendaraan sore itu, jadi Febby hanya mengangguk, dan sepanjang perjalanan didalam mobil Febby hanya diam


Sesampainya didepan rumah Febby, Febby membungkukkan bahunya sedikit sebagai tanda terima kasihnya


Sejak saat itu Giant dan Febby dekat sering bersama, Giant sering membantu dan menemani Febby saat bekerja dan satu waktu saat sedang di mobil, Febby menyentuh tangan Giant untuk pertama kalinya.. dan menuliskan kata


"Maaf, aku bukan maksut cuek padamu, tapi aku tidak bisa berbicara.." isi tulisan kertas itu


Giant pun menjawab nya


"Ya aku memaafkan asal kau mau makan denganku" tanyanya

__ADS_1


__ADS_2